My Cold Wedding - Bab 58 Sengaja Mempersulit
Cindy memperbaiki tanda pengenal yang didepan dada, lalu berkata : "siapa orang yang bertanggung jawab untuk mempelajari desain dari projek ini?"
Roger maju selangkah : "aku."
Cindy mengamatinya sejenak, lalu mengerutkan kening : "berapa umurmu tahun ini?"
"Empat puluh."
"Seharusnya orang yang berumur empat puluh tahun sudah jarang pergi ke taman bermain kan? Untuk pengalaman, aku tidak tidak mengomentari apa-apa dulu, tapi dengan umurmu yang sudah tua, bagaimana mungkin bisa mendesain taman bermain? Presdir Valdo..."
Valdo yang kesabarannya sudah muai habis mengatakan : "silahkan nona Cindy teruskan."
"Apakah di perusahaan kalian ini tidak ada lagi desainer yang lebih muda?"
Valdo melihat Bella sejenak, sedikit bimbang.
Cindy mengeluarkan sekumpulan data dari dalam map, lalu meletakkannya diatas meja : "skema perojek ini dikerjakan dengan sangat buruk, aku tidak tahan melihat perusahaan LS membuat hal seperti ini."
Valdo cemberut : "nona Cindy, skema pekerjaan ini sudah dilihat dan disetujui oleh presdir David sendiri."
Cindy tertawa dingin : "jadi maksud presdir Valdo adalah aku sengaja mencari kesalahan kalian?"
Valdo tertawa mengejek : "bagaimana mungkin, jika anda bisa mewakili presdir David, maka aku juga bisa mewakili perusahaan LS."
Cindy menganggukkan kepala dengan puas, dia menggunakan jari tangan yang kukunya dipoles kutek untuk menunjuk beberapa bagian pada file : "disini, disini dan disini, apa yang kalian desain ini! bukankah itu pemborosan sumber daya untuk mencakup area yang begitu luas? apakah kalian kira lahan itu murah, bisa dibuat sesuka hati kalian?"
Dengan sabar Valdo menjelaskan : "Nona Cindy, beberapa tempat yang anda tunjuk adalah lahan untuk roller coaster, bianglala dan kapal bajak laut, demi menjaga keselamatan pengunjung dan pengoperasian mesin, jadi perlu ruang yang cukup untuk jalur evakuasi darurat."
Raut wajah Cindy memburuk : "... apa mungkin aku tidak mengerti hal ini? tapi jalur ini terlalu lebar, apakah desainer yang berumur empat puluh tahun itu yang membuatnya?"
Cindy menekankan kata "empat puluh tahun", sedikit memandang rendah, seketika itu juga, raut wajah Roger memburuk.
Bagaimanapun bisnis adalah perdagangan yang tidak adil, kata-kata Cindy benar-benar tidak memberikan jalan lain lagi.
Valdo juga tidak tahu bahwa sebenarnya kedatangan Cindy adalah perintah David atau Cindy sendiri yang membuat semua keputusan ini,
Jika ini semua adalah keputusan Cindy sendiri, maka David sudah terlalu memanjakannya, membiarkan orang yang tidak mengerti apa-apa untuk mengurus projek sebesar ini, maka bersiaplah untuk mengalami kerugian!
"Aku yang mendesain ini" Bella yang sejak tadi diam saja, akhirnya bersuara "tdak ada hubungannya dengan Roger."
Cindy sedang berusaha mencari kesempatan, Bella sendirilah yang mendatanginya, Cindy tersenyum dengan gembira : "rupanya kamu."
"Iya" Bella memposisikan laptopnya, lalu menunjuk desain gambar berkata : "Nona Cindy, pemerintah membuat peraturan tegas akan jalur evakuasi di tempat umum, saya mendesain bagian ini berdasarkan cara yang paling menghemat lahan, jika anda tidak percaya.... disini ada peraturan pemerintah yang asli, anda bolek mengeceknya."
Cindy menyilangkan kakinya : "aku tidak melihatnya, ini adalah urusan desainer."
Valdo yang sudah tidak tahan melihatnya, menarik Bella untuk berdiri dibelakangnya, lalu berkata kepada Cindy : " kalau begitu, berdasarkan maksud nona Cindy, apa yang harus kami lakukan?"
"Sangat mudah, pilihan pertama, merubah desain sesuai dengan kemauanku, pilihan kedua, membatalkan kerja sama."
Valdo tertawa dingin : "membatalkan kerja sama? Apakah nona Cindy tidak perlu menanyakannya kepada presdir David?
Cindy mengelus perutnya yang sudah mulai menonjol : "mungkin presdir Valdo masih belum mengetahui bahwa anak yang ada didalam perutku sekarang adalah ahli waris dari perusahaan LS, berdasarkan ini, tidak peduli apa yang aku lakukan, suamiku tetap akan memanjakan aku.
Setelah mengatakannya, Cindy melihat Bella dengan tatapan menantang.
Sekarang, orang yang berada dalam ruang rapat mengerti bahwa kedatangan Cindy hari ini masih belum diketahui oleh David, dia datang hanya untuk mempersulit Bella.
Kemarin datang untuk memberikan pekerjaan dengan beban pekerjaan sebesar itu, jadi hari ini datang untuk mengumumkan kesalahan Bella didepan umum.
Cindy melihat Bella dengan tersenyum bahagia : "pilihlah, merevisinya atau tidak?"
Valdo juga merasa emosi, mengerutkan kening berusaha untuk membantu Bella.
Bella menghentikannya, dengan nada datar berkata : "aku akan merevisinya."
Sambil membawa kertas desain dan laptopnya kembali ke meja kerja, Bella langsung merevisi sesuai dengan keinginan Cindy, namun jika ada satu bagian dari desain taman bermain ini yang diubah, maka semua desainnya juga harus diubah, hanya data perhitungannya saja sudah sangat besar, apalagi jika harus menggambar desain yang baru.
Sekarang Cindy lebih sadis lagi, hanya memberi waku setengah hari untuk menyelesaikannya. sebelum jam makan siang, sudah harus menerima desain gambar dan skema yang baru.
Setelah mengitung beberapa saat, tiba-tiba Bella merasa sangat lelah batin.
Bella sudah berusaha untuk menjauhi dirinya dunia David dan Cindy, tapi kenapa keduanya masih saja mencarinya?
Tidak peduli David yang terus menunda ataupun Cindy yang sengaja mempersulitnya, Bella masih harus menahannya, karena dia ingin mempertahankan pekerjaan yang dia dapatkan dengan tidak mudah ini.
Bella menghela nafas, lalu meminum segelas besar kopi, kemudian dia melanjutkan pekerjaannya.
Ketika makan siang, Akhirnya Bella berhasil menyelesaikan desain gambar, hanya saja sangking lelahnya samapi tidak bisa berdiri tegak.
"Nona Cindy, saya sudah mengubah desainnya sesuai dengan keinginanmu, silahkan anda melihatnya."
Valdo mengambilnya, lalu meletakkan dihadapan Cindy, ketika membalikkan kepala melihat Bella yang kelelahan, merasa tidak tega : "sekarang kamu pasti lelah, pergi istirahatlah dulu."
Cindy meletakkan cerminnya, lalu mengambil desain yang sudah direvisi oleh Bella, hanya melihat beberapa halaman dengan asal, berkata : "aku sudah melihatnya, peraturan yang tadi kamu katakan ternyata memang ada, kalau begitu pakai saja desain yang sebelumnya."
Kemudian Cindy berdiri, lalu pergi meninggalkan perusahaan Valdo bersama dengan sekelompok orang yang tadi datang bersamanya.
Melihat bayangan Cindy yang menjauh, Roger tidak tahan untuk memaki Cindy, membalikkan kepala melihat Bella yang kelelahan sampai jongkok di lantai sambil memeluk kedua lututnya, dengan emosi berkata : "dia menyuruhmu untuk mengubah desain, maka kamu mengubahnya? jika kamu menolaknya, palingan kita tidak akan menerima projek ini saja.
Dengan suara melankolis Bella berkata : "dia tidak akan membatalkan kerja sama, dia hanya ingin mempersulit aku. Ada bagusnya juga, dengan begini dia tidak akan mencari masalah lagi."
"Seharusnya kamu menelepon presdir David, biar dia membawa pulang wanitanya untuk dibereskan!" Setelah mengatakannya, Roger baru menyadari bahwa sekarang Bella adalah istri sah David, setelah merasa dirinya telah salah berbicara, Roger berkata : "Bella, aku bukan sengaja..."
Bella berdiri, tersenyum : "Tidak apa-apa, benar apa yang kamu katakan. Cindy sudah mengandung anak David, memang sudah menjadi wanitanya David."
Setelah menenangkan beberapa rekan kerja yang merasa tidak adil untuknya, CIndy kembali ke meja kerjanya, tidak ada nafsu untuk makan siang lagi. setelah bertahan sampai waktunya untuk pulang, Bella segera beres-beres lalu kembali ke klub malam.
Baru saja masuk pintu gerbang, tiba-tiba ada orang yang menariknya dari balik pintu.
Novel Terkait
Gaun Pengantin Kecilku
Yumiko YangCinta Dan Rahasia
JesslynHei Gadis jangan Lari
SandrakoTernyata Suamiku Seorang Sultan
Tito ArbaniMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)