My Cold Wedding - Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
Bella merasa angin dari luar yang berhembus dengan keras, pintu rumah kecil itu rubuh, mengeluarkan suara yang memekakkan telinga.
Seketika itu juga tercium bau amis.
"Berani menyentuh orangku di daerah kekuasaanku, bocah kecil seperti kalian sungguh berani!" James menginjak pintu yang dia dobrak tadi, pintu yang sudah berkarat itu mengeluarkan suara.
Doni mengenal James, seketika itu juga wajahnya memucat, tidak tahu apa yang harus dilakukan, "Kamu, kamu muncul dari mana? Tempat ini jelas-jelas sudah diabaikan, berdasarkan apa kamu mengatakan bahwa ini adalah daerah kekuasaanmu!"
"Mungkin kamu belum mencari tahu dengan jelas, sebutan untuk James?" James melangkah maju, menendang seorang pria bertubuh besar hingga terbalik, lalu menginjak dada pria itu, pria itu segera mengeluh kesakitan : "ah... Tuan James, tolong maafkan aku!....."
"eh.. aku kira siapa, ternyata kalian" James langsung menduduki perut buncit pria itu, "apakah pangeran tidak memberikan kalian uang dan wanita? Lari kesini untuk melakukan hal murahan seperti ini, sungguh mempermalukan wajah orang Roi Sailer!"
"Tuan ke-9, kami keluar juga untuk mendapatkan uang tambahan, memiliki uang banyak juga tidak menusuk tangan....." Beberapa pria disamping terlihat jelas takut dengan pukulan James, mereka hanya berani berdiri disamping sambil berusaha menjelaskan : "Cindy yang mengatakan padaku bahwa kali ini akan ada uang dan wanita untuk dipermainkan, makanya kami baru datang...."
James tertawa ringan : "Berapa jumlah yang dia janjikan?"
"Seratus, seratus enam puluh juta..."
"cih..." James memandang rendah mereka : "Seratus enam puluh juta? Cindy bahkan tidak mempunyai uang untuk periksa ke dokter, bagaimana mungkin bisa memberikan kalian seratus enam puluh juta kepada kalian? Eh... Presdir David juga ada disini, bagaimana, keluar untuk olahraga malam?"
Raut wajah David memburuk : "Apakah mereka adalah orang dari Roi Sailer?" David tidak menyembunyikan tatapannya yang mencela.
James menganggukkan kepala : "orang bawahan pangeran, Presdir David, jangan salahkan aku karena tidak mengingatkan kamu, tuan ke-5 Qi menjadi sekaya sekarang karena dia menghianati bosnya yang dulu, kamu bekerja sama dengan dia, namun orang bawahannya malah menculik wanitamu, aku membujukmu untuk pikirkan dengan baik, apakah kalian akan menerusakan kerja sama kalian."
"Kamu tidak perlu mencampuri urusan perusahaan LS"Tatapan David sangat tajam, melihat Cindy : "Orang suruhan kamu?! Sengaja melukai diri sendiri untuk mendapatkan belas kasihan?!"
Wajah Cindy memucat, "Bukan aku.... David, mereka asal bicara...."
David membalikkan tubuh, melototi Doni : "Kamu mau berapa?"
Doni tidak menyangka David akan menanyakannya, dengan ragu, ia bertanya : ".... aku mau sepuluh miliar! Didalam telepon aku sudah mengatakan bahwa uangnya tidak boleh kurang sepeserpun!"
"Boleh" David menyetujuinya dengan cepat : "aku akan menambahkan dua miliar, totalnya dua belas miliar, beritahu aku, siapa yang menyuruh kamu untuk menculik Bella?"
Doni menatap Cindy, hatinya bimbang : "Dia..."
"Empat belas miliar!"
"Kakak ipar...."
"Enam belas miliar."
"Aku.... kakak ke-2.... aku tidak bisa...."
David langsung berteriak : "Dua puluh miliar! Katakan!"
"Kakak ke-2 yang menyuruhku!" Doni menggertakkan giginya, uang yang dia dapatkan lebih banyak dua kali lipat dari yang dia inginkan, dia menunjuk ke arah Cindy tanpa memperdulikan apapun lagi, : "Kakak ke-2 yang memberi ide, katanya setelah misi ini behasil, dia akan menjamin keamananku ketika melakukan pelarian! DIa juga mengatakan tidak peduli siapa yang kamu pilih, maka aku harus membuat kakak ke-3 jatuh sampai mati!"
David marah besar : "Jadi bagaimana dengan kebenaran yang dia katakan?! Beritahu aku!"
"Dia mencari beberapa orang untuk pergi ke kota Gardan untuk menangkap anak dari bos toko reparasi, memaksa mereka untuk memberitahukan kebenaran tentang ukiran dibalik gantungan kunci, dia ingin menggunakan informasi ini untuk membuatmu percaya bahwa yang menolongmu adalah kakak pertama, tidak ada hubungannya dengan kakak ke-3!" Doni memberitahu semuanya kepada David, dadanya naik turun dengan sangat hebat, mengagkat kedua tangannya berkata : "Kakak ipar, aku sudah memberitahukan semuanya kepadamu, berikan aku uangnya."
"Tidak ada gunanya kamu meminta uang" James tertawa licik : "kamu pasti ingin menolong 'pacar laki-laki'mu itu kan? Jangan bodoh, sampai sekarang penyakit AIDS belum bisa disembuhkan,seberapa banyak uang yang digunakan tidak akan berguna."
Doni membesarkan matanya : "Apa yang kamu katakan.... kenapa kamu bisa tahu dia terserang penyakit seperti ini...."
"Apakah kamu tahu bahwa dia biseksual? Apakah kamu tahu bahwa sebelum kamu, dia sudah pernah melayani berapa banyak tante kaya? Hanya orang bodoh sepertimu yang mempercayai perkataannya, apakah kamu tahu bahwa dia hanya menganggapmu sebagai mesin ATM?!" James berdiri, menendang sebatang kayu hingga kayu itu terhempas jauh, "Seharusnya orang jelek lebih giat belajar, kakakmu banting tulang bekerja untuk menyekolahkanmu di sekolah elit, tapi kamu demi seorang pria abal-abal malah putus sekolah, sebaiknya kamu juga pergi cek ke dokter, uang ini belum tentu akan digunakan untuk biaya pengobatan siapa...."
Sambil mengatakannya, James berjalan mendekati Doni berusaha untuk merebut ikatan tali dari tangannya.
Doni sangat marah hingga tidak bisa berpikir jernih, tangannya menggenggam pemantik, lalu mengatakan : "Jangan kemari, jika kamu maju satu langkah lagi, aku akan membakar talinya, dengan begitu mereka berdua akan mati!"
James segera menghentikan langkah kakinya, mengerutkan keningnya : "Kamu lepaskan pemantiknya dulu!"
"Tidak!" Doni menjadi histeris : "Tadi kamu mengatakan bahwa penyakit AIDS tidak bisa disembuhkan, benarkah?"
James menganggukkan kepala : "Tidak bisa disembuhkan."
"Hahahahaha....." Tiba-tiba Doni tertawa, Beberapa kali, api dari pemantik api itu hampir mengenai tali.
"Beri aku uang! Aku tidak peduli! Beri aku uang sekarang juga! Walaupun tidak dapat menolongnya, aku tetap akan mencobanya!" Doni berteriak kepada David : "Cepat beri aku uang! Bukankah kamu menyukai kakak ke-2....."
Sambil mengatakannya, pemantik api itu dipindahkan dibawah ikatan tali yang mengikat Cindy : "Kakak ipar, aku beri waktu sepuluh detik, beri aku cek!"
"Doni! Kamu tenang dulu, kakak ke-2 tidak akan membohongimu, kakak ke-2 akan mencari cara untuk mengirim kamu dan pacarmu untuk keluar negeri, pengobatan di Amerika sudah sangat maju, pasti bisa menyembuhkan penyakit pacarmu! Kamu jangan membakar...."
"Aku tidak tahu siapa diantara kalian yang berbohong dan siapa yang jujur, aku hanya menginginkan uang!" Doni hampir menjadi gila, dia tidak bersedia mendengar apapun.
Cindy sangat terdesak, memohon : "David, berikan Doni uangnya, demi kakak pertama, bagaimanpun juga aku adalah adalah adik tirinya, kamu sudah berjanji kepadanya bahwa kamu akan melindungiku seumur hidup..."
"Seorang David tidak akan pernah melakukan yang dia sesali, berjanji kepada Anqila untuk menjagamu, adalah satu-satunya hal yang aku sesali" Kemudian David mengeluarkan buku cek dari kantongnya, menuliskan jumlah uang, lalu menandatanganinya, "Aku bisa memberikan uang ini, tapi mulai sekarang, kita tidak ada lagi hubungan apapun..."
Setelah mengatakannya, cek ditangannya sudah direbut oleh Doni, melihat buku cek yang tebal itu, Doni sangat senang, lalu memasukkan buku cek itu kedalam saku celananya, Doni segera membakar kedua ikatan tali yang mengikat Bella dan Cindy secara bersamaan.
Dengan cepat tali itu mulai terbakar, karena adanya angin mengakibatkan tali itu terbakar dengan sangat cepat, James dan David terkejut, Doni memanfaatkan kesempatan ini untuk mendorong dua orang yang ada didepannya, lalu berlari ke arah pintu : "Kakak ipar, waktu sangat terbatas, kamu hanya bisa menolong satu orang, pilihlah siapa yang akan kamu tolong, hahahaha....."
Novel Terkait
My Charming Lady Boss
AndikaBalas Dendam Malah Cinta
SweetiesPredestined
CarlyThe True Identity of My Hubby
Sweety GirlSi Menantu Buta
DeddyPerjalanan Selingkuh
LindaUangku Ya Milikku
Raditya DikaMy Cold Wedding×
- Bab 1 Pernikahan Yang Hancur
- Bab 2 Tidak Mau Bercerai, Saya Hanya Bisa Membiarkan Dirinya Kehilangan Pasangannya
- Bab 3 Sepertinya Perkataan Saya Tidak Kamu Ingat Dengan Baik
- Bab 4 Kamu Menggangap Saya Tidak Berani Membunuhmu?
- Bab 5 Musuh Yang Tidak Dapat Di Kalahkannya
- Bab 6 Derita yang Dia Rasakan Harus Kamu Rasakan Juga
- BAB 7 Tidak Punya Jalan untuk Melarikan Diri
- Bab 8 Asalkan Bisa Menyelamatkan Satu Nyawa
- Bab 9 Harga Dirinya Terjual
- Bab 10 Ini Adalah Takdir Wanita
- Bab 11 Orang Lain Tidak Menginginkanmu, Tetapi Aku Menginginkanmu
- Bab 12 Gimana Jika Dia Benar-benar Mati?
- Bab 13 Berikan Kompensasi Anqila Pada Cindy
- Bab 14 Kebeneran Berdarah
- Bab 15 Melihat Ke Belakang
- Bab 16 Mengapa Kamu Tidak Bisa Mempercayaiku, Meskipun Hanya Sekali?
- Bab 17 Aku akan Memenuhinya dalam Waktu Satu Hari
- Bab 18 Diluar Kebenaran
- Bab 19 Aku Tidak Membunuh
- Bab 20 Kehidupan Di Penjara
- Bab 21 Video Pengawasan
- Bab 22 Pertempuran Pertama
- Bab 23 Dia Tidak Mengecewakanku, Rupanya Cukup Ganas
- Bab 24 Kita Akan Bertemu Lagi
- Bab 25 Kehidupan Yang Berantakan
- Bab 26 Kenyataan Memaksaku Untuk Menjadi Cuek
- Bab 27 Kehangatan yang Lama Tak di Rasakan
- Bab 28 Besok Kita Cerai
- Bab 29 Bukannya Aku Tak Pernah Berusaha
- Bab 30 Aku Tak Melihat Apapun
- Bab 31 Sahabat Wanita Yang Antusias
- Bab 32 Aku Sudah Cukup Dipermalukan
- Bab 33 Gosip Yang Merajalela Di Dunia Maya
- Bab 34 Kamu Ada Bukti Apa Berani Mengatainya
- Bab 35 Aku Menunggu Surat Pengadilanmu
- Bab 36 Grup A dan B
- Bab 37 Karyawan Sementara
- Bab 38 Masih Ingat Impianku Waktu Kecil?
- Bab 39 Kamu Tidak Aman Sendirian
- Bab 40 Masalah Reputasi Individu
- Bab 41 Siapa Bilang Kamu Tidak Mampu Membelinya
- Bab 42 Jelas Jelas Aku Sedang Memarahimu
- Bab 43 Keputusan Bukan Ditangannya
- Bab 44 Bahaya Ketika Mabuk
- Bab 45 Keluar Dari Mulut Harimau
- BAB 46 Rahasia ANQILA
- Bab 47 Bella, Kemari!
- Bab 48 Meskipun Aku Dijual, Aku Juga Tidak Akan Mau Uangmu
- Bab 49 Kalau Begitu Tidak Usah Cerai
- Bab 50 Aku Bukanlah Anqila
- Bab 51 Pesta Makan Menjelang Perceraian
- Bab 52 Sepertinya Ia Tidak Terburu-buru Untuk Bercerai
- Bab 53 Kamu yang Paling Mengerti Dia
- Bab 54 Ide Yang Cukup Bagus
- Bab 55 Aku Memiliki Cara untuk Menangkapmu Kembali
- Bab 56 Tangan Mana yang Menyentuhnya?
- Bab 57 Selera Yang Aneh
- Bab 58 Sengaja Mempersulit
- Bab 59 Spesifikasi Bercerai
- Bab 60 Bersiap Untuk Pergi Keluar Negeri
- Bab 61 Dia Sedang Mandi, Ada Perlu Apa, Sampaikan Saja Padaku
- Bab 62 Uangnya, Anggap Saja Aku Yang Meminjamnya Darimu
- Bab 63 Bella Akan Kembali Kujaga
- Bab 64 Mungkinkah Hamil?
- Bab 65 Lahir Kalau Memang Ada
- Bab 66 Masyarakat Di Kota Ini Bermain
- Bab 67 Apakah Kamu Merasa Sekotor Itu?
- Bab 68 Panggil Saya Suamimu
- Bab 69 Karena Sudah Tidak Peduli, Baru Bisa Sesadis Ini
- Bab 70 Masa Lampau Itu
- Bab 71 Selamat Tinggal,David
- Bab 72 Perceraian
- Bab 73 Petemuan Ini Seperti Takdir
- Bab 74 Kenapa Tidak Berani Melihatku
- Bab 75 Menjadi Kekasihku
- Bab76 Dia Tidak Punya Kaki Sampai Harus Di Antar?
- Bab 77 Aku Memberikanmu Satu Kali Kesempatan Untuk Mencintaiku
- Bab 78 Dijual Ke David
- Bab 79 Hanya Menyampaikan Ini, Jaga Diri Dengan Baik
- Bab 80 Perjodohan
- Bab 81 Adegan Familiar
- Bab 82 Petani Dan Ular
- Bab 83 Ini Hanya Kompensasi
- Bab 84 Mulai Sementara
- Bab 85 Menjalankannya Bersama Akan Ada Hasil
- Bab 86 Bella, Jalan Kita Masih Panjang
- Bab 87 Anak Tidaklah Bersalah
- Bab 88 Jika Ini Semua Bukanlah Cinta
- Bab 89 Kakak Ipar
- Bab 90 Identifikasi Orang Tua-Anak
- Bab 91 Kamu Hanya Menganggap Saya Masa Lalu
- Bab 92 Lagu Ulang Tahun
- Bab 93 Bersama Dalam Kesulitan
- Bab 94 Saya Tidak Bilang Selesai
- Bab 95 Willy
- Bab 96 Kita Menikah Kembali
- Bab 97 Atas Dasar Wanita Saya
- Bab 98 Balas Dendam Cindy
- Bab 99 Aku Tidak Taruhan Dengan Orang Gila
- Bab 100 Apakah Kamu Pernah Mencintaiku?
- Bab 101 Hanya Bisa Memilih Satu
- Bab 102 Aku Adalah Bajingan
- Bab 103 Aku Tahu Kamu Tidak Mencintai Aku
- Bab 104 Mimpi Besar Dan Belum Tersadar
- Bab 105 Berakting
- Bab 106 Bella, Aku Datang Mencarimu
- Bab 107 Jangan Usir Aku
- Bab 108 Pertunjukkan dari Ketiga Laki-laki
- Bab 109 Konfrontasi Kamar Mandi
- Bab 110 Bajingan Kecil
- Bab 111 Mesin Cuci Yang Kesepian
- Bab 112 Ibu-Anak Anti-View
- Bab 113 David Adalah Lelakiku
- Bab 114 Jika Kamu Tak Buka, Aku Yang Bantu Membukanya
- Bab 115 Kejujuran
- Bab 116 Aku Pasti Bisa Membawamu Ke Puncak
- Bab 117 Harga Diriku Melarangku Mengulangi Kesalahan Yang Sama
- Bab 118 Kembalilah, Ya?
- Bab 119 Menikah Dengan Sekali Lagi
- Bab 120 Kita Menikah Saja
- Bab 121 Tidak Bisa Berhasil Belajar
- Bab 122 Gembi Gu Dalam Bahaya
- Bab 123 Aku Ingin Kamu dengan Senang Hati Menikah Denganku
- Bab 124 Mulai Hari Ini, Kamu Harus Selalu Berada di Sampingku
- Bab 125 Hutang Wanitaku, Biar Aku Yang Membayarnya
- Bab 126 Keadaan Yang Baik
- Bab 127 Semua Ini Karena Sup Ayam
- Bab 128 Di Antara Kita Mana Ada Lagi Hubungan Keluarga Yang Bisa Dianggap
- Bab 129 Kebenaran Yang Tersembunyi dan Terlihat
- Bab 130 Akulah Alasannya
- Bab 131 Ucapan Buruk Yang Menjadi Nyata
- Bab 132 Menggoda
- Bab 133 Mengulang Trik Lama
- Bab 134 Aku Pernah Mencintaimu
- Bab 135 Bawa Aku Pergi
- Bab 136 Ayuk Ke Pantai
- Bab 137 Pembunuh
- Bab 138 Melarang
- Bab 139 Pergilah, Aku Membiarkanmu Pergi
- Bab 140 Kecepatan Hidup dan Mati
- Bab 141 Kali Ini, Giliranku Yang Menunggumu
- Bab 142 Patah Hati
- Bab 143 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 144 Aku Hanya Mau Satu Jawaban
- Bab 145 Memulai Kehidupan Baru
- Bab 146 Negara Asing
- Bab 147 Jika Suatu Hari Nanti Aku Bisa Melupakannya
- Bab 148 Tom
- Bab 149 Di Dunia Ini, Mana Ada Begitu Banyak
- Bab 150 Ditakdirkan Bersama tapi Terpisah oleh Lautan
- Bab 151 Selamat Tinggal yang Tidak Bisa Terucapkan
- Bab 152 Aku Membencinya, Aku Mencintainya
- Bab 153 Reinkarnasi Kehidupan
- Bab 154 Aku Akan Membayarnya dengan Segala Milikku
- Bab 155 Kembali ke Negeri Asal
- Bab 156 Berpapasan yang Terlewatkan
- Bab 157 Jika Suatu Hari Aku Membohongimu
- Bab 158 Eric Lee
- Bab 159 Dia Adalah Sumber Segala Ketakutanku
- Bab 160 Jangan Menolakku Ya
- Bab 161 Pada Akhirnya Kembali Bertemu
- Bab 162 Kamu Masih Membenciku
- Bab 163 Bintang di Langit, Dia di Hati
- Bab 164 Hanya Masa Lalu
- Bab 165 Tidak Ada Satupun Yang Bisa Dibandingkan Dengannya
- Bab 166 Aku Hanya Ingin Berbuat Baik Kepadamu
- Bab 167 Menebus Kesalahan
- Bab 168 Hebat
- Bab 169 Pengajaran Berkualitas
- Bab 170 Hai Orang Asing
- Bab 171 Mengadu Kecerdasan dan Keberanian
- Bab 172 Masih Ada Berapa Lama Waktu Dihabiskan Untuk Merasa Kesal
- Bab 173 Kapitalis Jahat
- Bab 174 Hati Kecil
- Bab 175 Keangkuhan, Fanatik, Sok Berkuasa, dan Tidak Gampang Menyerah
- Bab 176 Tuan Kelima
- Bab 177 Identitas Nino
- Bab 178 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan
- Bab 179 James Pahlawan tiada tanding
- Bab 180 James-- Pahlawan Tanpa Tandingan (3)
- Bab 181 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya
- Bab 182 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (5)
- Bab 183 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (6)
- Bab 184 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (7)
- Bab 185 James Tang Ekstra - Pahlawan Yang Tidak Ada Bandingannya (8)
- Bab 186 Karnaval Terakhir
- Bab 187 Pertaruhan Hidup
- Bab 188 Biar Aku yang Menemanimu Mati
- Bab 189 Jangan Tanya Tentang Masa Depan
- Bab 190 Epilog
- Bab 190 Epilog (2)
- Bab 191 Epilog (Benar) (1)
- Bab 191 Epilog (Benar) (2)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (1)
- Bab 192 Bagian Ekstra 一 Kehidupan Setelah Pernikahan (2)
- Bab 193 Wawancara Suami Istri
- Bab 194 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (7)
- Bab 195 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (8)
- Bab 196 Bagian Ekstra James Tang —— Pahlawan Hebat (9)