His Second Chance - Bab 123 Penyakit Kulit

“Kakek, siapa itu?” Justin Lei bertanya dengan rasa ingin tahu, dia tidak menyangka bahwa orang dari Beijing, ternyata kakek mengenalnya.

"Kamu tidak kenal, itu cucu dari mantan bosku." Tuan Lei berkata, "Kebetulan kalian bisa pergi untuk saling berkenalan hari ini."

Setelah berbicara Tuan Lei menoleh dan menatap Jeremy Lin, Jeremy Lin tahu bahwa ini adalah semacam dukungan Tuan Lei padanya, dan dia sangat berterima kasih, tetapi dia tidak menyukai kesempatan seperti itu, jadi dia menolaknya dengan sopan.

Tuan Lei tidak memaksanya, dan meminta Justin Lei secara pribadi mengantar Jeremy Lin kembali, dan Stephanie Wei juga mengikuti, Dia bahkan lebih tidak tertarik pada apa yang disebut dengan orang-orang besar di Beijing.

Setelah Justin Lei mengantar Jeremy Lin kembali, dia membawa kakek ke Hotel Shangrila di distrik baru.

Hampir seluruh Hotel Shangrila dikosongkan, dan ruas jalan di sekitarnya dilarang keras untuk dilewati, polisi lalu lintas secara khusus mengarahkannya.

“Pantaskah, pertunjukan sebesar itu?” Justin Lei memutar matanya, merasa hanya masalah kecil yang di besar-besarkan, bahkan jika statusnya mulia, juga tidak perlu terlalu berlebihan.

“Justin, jangan bicara omong kosong!” Tuan Lei mengerutkan kening dan memarahinya, Justin Lei mengangguk patuh, dan tidak berani mengatakan apapun.

Di bawah bimbingan pelayan, Tuan Lei dan Justin Lei datang ke aula konferensi di lantai delapan.

Ini adalah tempat Martin Xie mengadakan pertemuan rapat terakhir kali, yang berbeda adalah, hari ini hanya ada meja bundar besar di aula konferensi yang megah, saat ini ada lebih dari sepuluh orang yang duduk di atas meja, Martin Xie dan Denny Zeng dan para pemimpin kota Qinghai juga ada di sana.

“Aiya, Tuan Lei, anda sudah tiba.” Martin Xie dan Denny Zeng sudah lama tiba, dan langsung menyapa setelah melihat Tuan Lei.

"Kakek Lei!"

Pada saat ini, seorang pemuda yang duduk di kursi meja utama tersenyum pada Kakek Lei, memanggil Kakek Lei dengan ramah, meskipun terlihat dengan ramah, tetapi tidak berdiri untuk menyapa.

"Charles, aiya, tidak melihatmu selama beberapa tahun, telah tumbuh menjadi seorang pria muda, dan berbakat." Tuan Lei tersenyum pada Charles Chu, kemudian melihat seorang gadis berusia 20-an di sampingnya dan berkata dengan terkejut, "Claresta kamu juga berada di sini? "

“Halo Kakek Lei.” Claresta Chu juga buru-buru menyapa Tuan Lei, suaranya sedikit lembut, dan dia berdiri untuk memberikan kursinya pada Tuan Lei.

“Tidak perlu, aku duduk di sini saja!” Tuan Lei dengan cepat menemukan tempat duduk di sebelah Charles Chu.

"Aku takut Claresta akan bosan di rumah, jadi aku membawanya ke kota Qinghai untuk bersantai." kata Charles Chu.

“Tanpa diduga, dia yang dulu masih kecil, sekarang terlihat sangat cantik.” Kata Tuan Lei sambil tersenyum.

Claresta Chu memiliki penampilan yang sangat luar biasa, mewarisi gen baik ibunya, dan fitur wajahnya sempurna seolah-olah digambar, tetapi tubuhnya sedikit kurus dan pucat, tetapi dia seperti Lin Daiyu yang begitu cantik tetapi terlihat sakit yang membuat orang merasa kasihan padanya.

"Ini Justin Lei? Tampan dan gagah!" Charles Chu melirik Justin Lei dengan dadanya yang tegap, matanya tersenyum, dan ekspresinya sedikit mendominasi atasan.

"Halo."

Justin Lei menjawab tanpa ekspresi, sedikit jijik dengan perilaku Charles Chu yang masih muda tetapi berpura-pura, dan dia tidak bisa menahan perasaan sedikit menyesal karena ikut kakek kemari, jika tahu seperti ini lebih baik meminta Jeremy Lin menemaninya untuk pergi ke kios untuk makan barbekyu.

“Apakah jenderal senior dalam keadaan sehat akhir-akhir ini?” Tuan Lei bertanya sambil tersenyum.

“Kakek selalu kuat, dan dia sering membicarakan anda.” Charles Chu menjawab, “Kapanpun memiliki waktu, anda harus pergi ke Beijing untuk tinggal untuk beberapa waktu”.

"Itu wajar, Ketika penyakit lamaku hampir sembuh, aku akan pergi ke Beijing untuk mengunjungi jenderal senior." Tuan Lei tersenyum, lalu menoleh untuk melihat Claresta Chu di samping, dan berbisik, "Claresta, ada apa denganmu, wajahmu sepertinya tidak begitu baik. "

"Oh, tidak apa-apa, Dia seperti ini sejak dia masih kecil, tubuhnya lemah, mungkin dingin di musim gugur kuat, ditambah lagi udara di Kota Qinghai lembab, jadi ketika dia datang ke sini hari ini, dia sedikit tidak enak badan." Kata Charles Chu dan menatap adiknya dengan penuh kasih.

“Apa tidak mencari seseorang untuk melihatnya?” Tanya Tuan Lei.

"Ketika sudah beres, akan mencari seseorang untuk mengobatinya, penyakit kecil, tidak akan mengganggu." Charles Chu tersenyum.

“Charles, kudengar kamu akan membicarakan bisnis besar kali ini?” Tanya Tuan Lei.

“Ya, berencana untuk memasuki industri mobil, datang ke Kota Qinghai untuk memeriksanya.” Charles Chu menjawab dengan jujur, “Sayangnya, Festival kue bulan kali ini tidak bisa kembali, hanya bisa menghabiskan waktu di sini, jika saat itu Kakek Lei memiliki waktu, kita bisa merayakanya bersama. "

“Baiklah!” Tuan Lei langsung setuju.

Beberapa hari kemudian, ini akan menjadi Festival kue bulan. Dia masih sakit, jadi wajar saja dia tidak bisa kembali.

"Charles, bagaimana kabar keluarga He akhir-akhir ini? Aku sudah lama tidak bertemu Tuan He."

Setelah minum tiga ronde, Tuan Lei tiba-tiba berpura-pura tidak sengaja menyebut nama keluarga He.

"Keluarga He sekarang sangat hebat, ada banyak orang yang mampu, Bos He mereka baru saja dipromosikan menjadi kepala Biro Keamanan Nasional, dan pusat perhatian bahkan telah membanjiri rumah kami." Kata Charles Chu sambil tersenyum, tetapi ada sedikit rasa dingin di matanya.

“Keduanya sudah menikah, dan keluarga He kuat, dan juga baik untuk keluargamu.” Tuan Lei berkata sambil tersenyum, sepertinya telah memikirkan sesuatu, lalu bertanya, “Ngomong-ngomong, aku ingat bahwa keluarga He kehilangan seorang anak di Kota Qinghai, bukan?"

"Nah, masalah berapa tahun yang lalu, anda masih mengingatnya." Charles Chu tersenyum.

“Jika anak itu masih hidup, mungkin tahun ini akan berusia lebih dari dua puluh tahunan, kan?” Tuan Lei menghela napas dengan mata yang cerah.

“Ya, jika dia masih hidup, dia seharusnya seumuran denganku, tapi sayangnya dia sudah meninggal.” Charles Chu mengangguk.

"Meninggal?!"

Ekspresi Tuan Lei berubah dan dia buru-buru berkata, "Bagaimana kamu tahu bahwa dia sudah meninggal?"

“Kemudian menemukannya, dan mayat-mayat itu semuanya terdampar ke atas, dikatakan bahwa mereka secara tidak sengaja tersapu ke laut dan tenggelam.” Charles Chu memandang Tuan Lei dengan heran, tidak mengerti mengapa Tuan Lei begitu bersemangat.

“Oh, ini pertama kalinya aku mendengar hal ini.” Tuan Lei menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit, sepertinya dia terlalu banyak berpikir.

Saat ini, Marcella Jiang baru saja pulang kerja dari rumah sakit, melihat Jeremy Lin yang ada di rumah, dia sedikit bingung dan berkata, "Di mana ayah dan ibu?"

“Aku sudah menelepon dan berkata bahwa sedang makan di luar.” Jeremy Lin berkata, “Apakah kamu lapar, aku akan membuatkan makanan untukmu? Aku akan memasak mie untukmu.”

Jeremy Lin bereaksi dengan cepat, melihat artinya salah, dan buru-buru mengubah kata.

"Baik."

Marcella Jiang menanggapi dan mengganti sepatunya dan duduk di sofa Tanpa melepas stokingnya, dia membungkuk dan menggosok betisnya.

Rumah sakit sibuk hari ini, dan dia kelelahan setelah banyak berjalan.

Dalam waktu singkat, Jeremy Lin membuat mie, menyerahkannya padanya, duduk di sebelahnya, menarik betisnya dan meletakkannya di pahanya.

"Apa yang kamu lakukan?"

Marcella Jiang menatapnya dengan heran.

"Bukankah kakimu sakit? Ingin memijat kakimu." Jeremy Lin tersenyum, lalu dengan lembut memijit dengan kedua tangan di betis Marcella Jiang.

Marcella Jiang hanya merasakan perasaan hangat dan nyaman, dan kelelahan di kakinya menghilang, saat makan dengan mie, sambil melihat Jeremy Lin, dia merasa sedikit bahagia.

“Jangan memakai sepatu hak tinggi seperti itu lagi nantinya, itu tidak baik untuk kesehatanmu.” Jeremy Lin menundukkan kepalanya dan berkata, “Jika kamu benar-benar ingin memakainya, setiap hari kembali biarkan aku memijitkan kakimu. Tentu saja ... jika kamu tidak menyukainya … "

“Ada pijatan gratis, mengapa aku bisa tidak menyukainya?” Marcella Jiang bersenandung.

Jeremy Li tersenyum di sudut mulutnya, lalu menerapkan sedikit lebih banyak kekuatan, dan memijat kaki Marcella Jiang melalui stoking.

Bahkan setelah berjalan selama sehari, kaki Marcella Jiang tidak memiliki bau sedikit pun, bahkan sedikit aroma wangi yang sedikit meresap, melihat jari kakinya yang halus dan sempurna, Jeremy Lin tampa sadar jantungnya berdebar kencang.

"Terlalu menjengkelkan tuan Zhang ini, untuk apa berpura-pura denganku!"

Pada saat ini, Lionel Jiang dan Leticia Li kembali, bahkan sebelum mereka masuk, mereka mendengar teriakan marah Lionel Jiang.

"Ayah, ada apa?"

Marcella Jiang melihat wajah ayahnya yang tidak senang, segera bertanya.

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa." Leticia Li segera melambaikan tanganya ke arah Marcella Jiang dan Jeremy Lin.

Lionel Jiang tidak berkata sama sekali, langsung memasuki kamar, dan mengunci pintu.

"Bu, ada apa dengan ayahku?" Jeremy Lin bertanya dengan penasaran.

"Ada apa lagi, hanya merasa tidak nyaman di hatinya, itu semua hanya karena masalah sepele saja.” Kata Leticia Li tak berdaya.

“Bu, tolong bujuk ayahku, untuk santai dan jangan memasukkan semuanya ke dalam hati.” Marcella Jiang segera membujuknya.

Leticia Li mengangguk dengan cepat dan masuk ke dalam rumah.

Jeremy Lin tidak bisa menahan tawa diam-diam, merasa bahwa mertuanya seperti anak kecil, sudah berumur, dan mudah marah.

“Siapa yang kamu tertawakan, tidak boleh tertawa!” Marcella Jiang dengan marah menendang Jeremy Lin.

Jeremy Lin dengan cepat pergi.

Keesokan paginya, setelah Jeremy Lin bangun, Monica Xue menelepon, dan berkata dengan panik, "Apakah kamu di rumah sakit? Aku ada yang masalah di sini, membutuhkanmu untuk membantuku mengobati pasien."

Jeremy Lin mendengar nadanya salah, tahu bahwa situasinya mungkin serius, dan buru-buru berkata, "Kamu bawa dia ke klinik sekarang, dan aku akan segera pergi."

Setelah menutup telepon, Jeremy Lin tidak sarapan, dia bergegas ke Klinik.

Begitu dia tiba, Monica Xue datang dari belakangnya, ada dua mobil mewah bersamanya, lima atau enam wanita mewah turun dari mobil, dua di antaranya mengenakan masker tebal dan kacamata hitam.

Ketika turun dari mobil, salah satu wanita berteriak pada Monica Xue dengan segala tenaga untuk berbicara, "Untuk apa yang kalian membawaku ke klinik yang jelek ini? Aku katakan, jika wajah kakaku meninggalkan bekas luka, aku akan menuntut perusahaan kalian hingga bangkrut!"

Wajah Monica Xue pucat, dia mengabaikannya, dan lari ke klinik, setelah melihat Jeremy Lin, dia dengan cepat menenangkan diri dan bertanya, "Bisakah kamu mengobati masalah kulit?"

“Apakah pasiennya di sini? Aku akan melihatnya terlebih dahulu barulah bisa membicarakanya.” Jeremy Lin berkata dengan santai.

"New Life Pharmacy? Tempat seperti apa ini? Obat China? Hah! Kakak iparku berkata, kalau pengobatan China hanya tipuan saja!"

Seorang wanita muda dengan gaun kuning mengangkat kepalanya dan melirik ke pintu Pusat Medis Jeremy Lin, dan mencibir.

Dari kata-kata para wanita ini, dapat mendengar bahwa mereka sangat marah, yang menunjukkan bahwa Monica Xue telah menyinggung perasaan mereka.

Jeremy Lin mengerutkan kening, merasa bahwa para wanita muda ini sangat berisik, mereka merasa seperti memasuki peternakan ayam.

Novel Terkait

Love From Arrogant CEO

Love From Arrogant CEO

Melisa Stephanie
Dimanja
2 tahun yang lalu
Thick Wallet

Thick Wallet

Tessa
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
Menunggumu Kembali

Menunggumu Kembali

Novan
Menantu
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku CEO Misterius

Ternyata Suamiku CEO Misterius

Vinta
Bodoh
2 tahun yang lalu
Waiting For Love

Waiting For Love

Snow
Pernikahan
3 tahun yang lalu
My Cute Wife

My Cute Wife

Dessy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Takdir Raja Perang

Takdir Raja Perang

Brama aditio
Raja Tentara
2 tahun yang lalu
Love at First Sight

Love at First Sight

Laura Vanessa
Percintaan
2 tahun yang lalu