His Second Chance - Bab 158 Kamu Harus Menciumku Dengan Inisiatif Sendiri (2)

Sebelumnya dia tidak terlalu mempedulikannya, tetapi sekarang pengalaman hidup Lucky He telah menjadi penyakit hatinya.

Yang dikatakan Tuan Song benar, jadi orang setidaknya harus tahu dari mana diri sendiri berasal, tidak bisa hidup dengan tidak jelas, karena sekarang dia telah hidup sebagai Lucky He, dia otomatis harus membantunya mencari tahu pengalaman hidupnya.

Melihat Jeremy Lin setuju, Marcella Jiang tiba-tiba merasa sedikit tertekan, dia sudah terbiasa dengan kehidupan saat ini dan sudah terbiasa dengan kehidupan ada "Lucky He" di sisinya, dia tidak tahu jika "Lucky He" menemukan orang tua kandungnya, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Akankah dia meninggalkannya?

Bahkan jika dia meninggalkannya, mungkin itu juga sudah seharusnya.

Bagaimanapun, dia tidak berhutang apa pun padanya, sampai sekarang, dia masih seorang gadis yang bersih.

Dia juga tidak berhutang apapun kepada Keluarga Jiang mereka, dalam waktu singkat kurang dari setengah tahun ini, dia telah membayar kembali jasa keluarganya yang mengasuh dan membesarkannya.

Dulu dia pernah berkali-kali menantikan kepergian Lucky He, tetapi sekarang, mengapa dia merasa begitu enggan?

Apakah dia benar-benar menganggapnya sebagai suaminya di dalam hatinya?

"Kenapa?"

Jeremy Lin melihat keanehan Marcella Jiang dan bertanya dengan suara lembut.

"Tidak apa-apa." Marcella Jiang menggelengkan kepalanya, ekspresi wajahnya tidak berubah sedikitpun.

Selama beberapa tahun ini, dia telah lama terbiasa menekan perasaannya di dalam hatinya, dan tidak sembarangan menunjukkannya.

"Sebenarnya aku juga tidak tahu secara spesifik akan panti asuhan itu, nanti saat pulang, aku akan menanyakannya kepada orang tuaku." Marcella Jiang berkata dengan datar.

"Oke, kalau begitu maaf sudah merepotkanmu."

Memang sangat tidak pantas jika Jeremy Lin langsung menanyakan hal semacam ini, jika Marcella Jiang bisa membantunya menanyakannya, itu adalah hal yang terbaik.

"Hei, bung, ayo kamu ajak wanitamu datang ke meja kami untuk makan bersama."

Pada saat ini, pria pendek di belakangnya tiba-tiba berteriak kepada Jeremy Lin.

"Tidak, terima kasih Bung." Jeremy Lin tersenyum tipis padanya, dan menolaknya dengan halus.

"Kenapa begitu sungkan, ayo sini, makanan kalian belum disajikan, makanlah yang kami dulu." Pria pendek itu segera berdiri, dia menghampiri mereka untuk mengambil air dan peralatan makanan di atas meja Jeremy Lin ke mejanya.

"Ya, jangan sungkan, ayo makan bersama."

Tiga orang lainnya juga ikutian bertindak, ada yang menarik Jeremy Lin, dan ada yang menarik Marcella Jiang.

"Aku sudah bilang, tidak perlu."

Jeremy Lin melepaskan tangannya, kemudian melangkah maju untuk berdiri di depan Marcella Jiang untuk membantunya menghalangi orang-orang itu.

"Ayo kita pergi."

Ketika Marcella Jiang melihat bahwa mereka ramai dan berbadan kekar, dia takut Jeremy Lin akan menderita, dia menarik sudut pakaiannya dan hendak berjalan ke arah mobil.

"Untuk apa terburu-buru, wanita cantik, kami tidak mungkin memakanmu, apalagi suamimu juga ada di sini, benar tidak?" Ujar pria pendek dengan kepala dimiringkan dan ekspresi tidak senang, pada saat yang sama dia melepas ikat pinggangnya dengan tangannya.

Tiga orang lainnya langsung mengepung mereka, dan berkata dengan ekspresi tidak senang: "Benar, apakah kamu tidak menghormati kami?"

"Ya."

Jeremy Lin mengangguk dengan serius dan berkata: "Aku memang tidak ingin menghormati kalian."

"Brengsek! Kamu cukup angkuh, apakah kamu tahu siapa aku?"

Pria pendek menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jarinya, dan berkata kepada Jeremy Lin dengan galak.

"Tidak tahu, aku hanya tahu kalau kalian berani mengganggu kami lagi, nanti kalian akan melepas pakaian kalian dan terjun ke sungai satu per satu dengan menyesal." Ujar Jeremy Lin sambil tersenyum.

Kebetulan ada sebuah sungai buatan tidak jauh dari warung ini.

Ketika para pelanggan di beberapa meja terdekat mendengar pertengkaran di tempat mereka, semuanya melihat ke arah mereka dengan penasaran, saat mendengar Jeremy Lin mengatakan bahwa pria pendek dan yang lainnya akan melepas pakaian mereka dan melompat ke sungai, mereka tidak bisa menahan diri diam-diam tertawa.

Di cuaca yang begitu dingin, jika melepas semua pakaian dan melompat ke sungai, pasti akan mati kedinginan.

"Omong kosong apa yang kamu katakan?" Marcella Jiang menatap Jeremy Lin dengan sedikit aneh, dia tidak tahu mengapa dia bisa mengatakan perkataan omong kosong seperti itu, orang-orang ini tidak bodoh, bagaimana mungkin mereka akan menanggalkan semua pakaian mereka dan melompat ke sungai di depan begitu banyak orang?

"Kamu ingin mempermainkanku!"

Pria pendek itu sangat marah ketika mendengar perkataannya, dia mengangkat tangannya dan hendak menampar wajah Jeremy Lin.

Jeremy Lin meraihnya dengan santai, dan menendangnya.

"Cari mati!"

Ekspresi wajah ketiga orang lainnya berubah, mereka langsung mengepungnya, tetapi sebelum mereka mengetahui apa yang sedang terjadi, mereka sudah ditendang hingga terpelanting.

Para pelanggan di sekitar tidak bisa menahan diri untuk berseru, mereka tidak menyangka bahwa Jeremy Lin yang terlihat kurus dan lemah, ternyata memiliki kemampuan yang begitu hebat.

"Bagaimana, apakah aku hebat?"

Jeremy Lin berkata kepada Marcella Jiang dengan sedikit bangga dan pamer.

Marcella Jiang sedikit terkejut, dia tidak menyangka Jeremy Lin bisa menendang mereka berempat hingga terpelanting dengan begitu mudah, dia bahkan tidak tahu harus berkata apa.

"Aku akan membuat sulap untukmu, nanti, tanpa ada yang memaksa mereka, mereka akan melepas semua pakaian mereka dan melompat ke sungai, kamu percaya tidak?" Ujar Jeremy Lin sambil tersenyum.

"Tidak percaya, mereka tidak bodoh." Marcella Jiang berkata dengan mengerutkan kening.

Beberapa pria pendek ini kelihatannya cukup normal, jangankan tidak memaksa mereka, bahkan jika dipaksa, mereka juga tidak mungkin terjun ke sungai, apalagi melepas semua pakaian mereka.

"Oke, ayo kita bertaruh." Senyuman di wajah Jeremy Lin menjadi lebih cerah.

"Mau bertaruh apa?" Marcella Jiang menerima tantangan, Jeremy Lin bukanlah dewa, dia tidak percaya dia bisa menang.

"Jika aku kalah, aku akan menuruti semua perkataanmu, jika aku menang, kamu cium aku." Jeremy Lin berkata dengan memiringkan kepalanya sambil tersenyum, dia tampak memiliki niat buruk, "Dan kamu harus menciumku dengan inisitif sendiri."

Novel Terkait

Predestined

Predestined

Carly
CEO
3 tahun yang lalu
Istri Direktur Kemarilah

Istri Direktur Kemarilah

Helen
Romantis
2 tahun yang lalu
This Isn't Love

This Isn't Love

Yuyu
Romantis
2 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu
His Soft Side

His Soft Side

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
Kembali Dari Kematian

Kembali Dari Kematian

Yeon Kyeong
Terlahir Kembali
2 tahun yang lalu
Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
2 tahun yang lalu
Love Is A War Zone

Love Is A War Zone

Qing Qing
Balas Dendam
3 tahun yang lalu