His Second Chance - Bab 146 Teknik Akupuntur Dingin (1)

Melihat semua orang tampak sangat menanti-nanti, Jeremy Lin juga tidak menolak, dia berkat dengan suara lantang, "Diagnosis kondisi Tuan Smith tidak salah, memang Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), alasan utamanya karena keterbatasan gerakan neuron motorik, yang memengaruhi pergerakan otot. "

"Omong kosong, semua yang hadir di sini mempelajari ilmu kedokteran, apakah ini masih perlu kamu katakan!" Ujar si hidung elang dengan dingin dan acuh tak acuh.

Awalnya dia pikir ketika dia mengatakan ini, akan ada orang yang mengiyakannya, tetapi yang tidak dia duga adalah ketika dia selesai bicara, ekspresi Kepala Rumah Sakit Qi langsung menjadi dingin dan dia berkata dengan serius: "Panggil orang, usir dia dari sini!"

Sebelum si hidung elang mengetahui apa yang sedang terjadi, ia diusir keluar oleh kepala divisinya.

"Maaf Tuan Lucky, sudah mengganggu Anda, silakan lanjutkan." Ujar Kepala Rumah Sakit Qi.

Jeremy Lin mengangguk, lalu lanjut berkata: "Mengenai penyebab spesifik penyakit Tuan Smith, aku yakin tidak peduli itu rumah sakit luar negeri atau Rumah Sakit Rakyat Qinghai, tidak ada yang menemukannya. "

Setelah selesai bicara, ia menoleh dan melirik Jason, Jason bergegas mengangguk, memang demikian, bahkan Asosiasi Kedokteran ternama di Amerika Serikat pun tidak bisa menemukan penyebab penyakit ayahnya.

"Aku bisa dengan sangat yakin memberi tahu semua orang yang hadir bahwa penyebab utama keterbatasan neuron motorik Tuan Smith adalah penyakit jantung." Jeremy Lin duduk di kursi, dia melirik pada para dokter yang berdiri di sekitarnya, dan berkata dengan tegas.

"Penyakit jantung?!"

Mendengar itu sekelompok dokter senior sangat terkejut karena mereka telah mempelajari ilmu kedokteran selama bertahun-tahun namun tidak pernah mendengar tentang kerusakan saraf berhubungan dengan penyakit jantung.

"Ya, dalam Pengobatan Tradisional, itu adalah gejala dimana orang itu memiliki emosi negatif yang sangat besar, sejenis sirkulasi darah tidak stabil, kalian juga bisa menganggapnya sebagai emosi negatif yang menyerang jantung, pasien pasti mengalami rangsangan mental yang luar biasa, yang menyebabkan jantung menjadi terluka dalam, dan neuron motorik mengalami penyumbatan." Jeremy Lin berkata dengan perlahan, lalu menatap Jason dan Leah, dan bertanya: "Kalian pikirkan baik-baik, apakah ayah kalian mengalami rangsangan serius sebelum dia jatuh sakit?"

"Ya! Benar!"

Jason dan Leah bergegas mengangguk, Leah bahkan meneteskan air mata.

"Tiga tahun lalu, ibuku ditabrak truk di depan ayahku dan meninggal, ayahku merasa sangat putus asa, dia menjadi sangat tertekan, kemudian perlahan-lahan muncul gejala ini." Leah berkata dengan suara terisak, meskipun hal itu sudah lama berlalu, namun ketika sekarang diingat kembali itu masih sangat menyakitkan.

Tiba-tiba terdengar suara keributan di ruangan itu, tidak disangka Jeremy Lin menebaknya dengan sangat tepat.

Raja Yama juga mengangguk dengan kedua tangan di letakkan di belakang, sepertinya Lucky He ini memang berkemampuan.

"Tuan Lucky, karena Anda telah mendiagnosis penyebab penyakit ayahku, mohon bantuan Anda untuk membuat beberapa obat ajaib seperti ini untuk ayahku!"

Jason bergegas mengeluarkan botol obat kecil dari saku bajunya, menuangkan pilnya dan menunjukkannya pada Jeremy Lin, karena takut dia salah.

"Efek minum obat terlalu lambat, selain itu efeknya sangat kecil, beri aku waktu satu jam, aku bisa membuat ayahmu berdiri lagi." Jeremy Lin tersenyum, nada bicaranya percaya diri dan tenang, tubuhnya yang kurus seolah-olah mengandung energi yang sangat besar.

"Satu ... satu jam ?!"

Tidak hanya Jason dan Leah yang sangat terkejut, bahkan sekelompok besar dokter yang berada di sekitar pun sangat terkejut, bagaimana mungkin? !

"Tuan Smith hanya mengalami peyumbatan pada neuron motorik, itu tidak rusak, jadi tingkat atrofi otot sangat kecil, dan karena biasanya perawat sering membantunya menggerakkan tangan dan kakinya, sendi tidak mengalami gejala perlengketan yang serius, berdiri, bahkan berjalan pun tidak masalah."

Jeremy Lin menjelaskan kepada semua orang, lalu menoleh ke arah Zack Li, "Kepala Divisi Zack, aku datang dengan tergesa-gesa dan tidak membawa tas jarum, bisakah bantu aku ambilkan satu set jarum millier. "

"Tidak masalah! Tidak masalah!"

Profesor senior divisi Pengobatan Tradisional bergegas memberikan perintah kepada dokter di bawah, "Cepat, pergi ke kantorku dan ambilkan jarum perak terbaik milikku."

Terakhir kali ketika Jeremy Lin mengobati bule, dia juga berada di sana, dia sangat mengaguminya, dalam hatinya, Jeremy Lin adalah idolanya.

Ketika dokter itu memberikan jarum perak, Jason menggelengkan kepalanya dan berkata dengan ekspresi tidak bisa mempercayainya: "Tuan Lucky yang terkasih, sampai sekarang aku masih tidak berani percaya, hanya dengan beberapa jarum perak tipis ini di tusukan pada tubuh pasien, penyakit pasien bisa sembuh, ini benar-benar tidak masuk akal. "

"Tuan Jason, kalau begitu hari ini aku akan tunjukkan kepadamu, apa yang dinamakan sesuatu yang dilihat dengan mata kepala sendiri adalah hal yang tidak bisa dipungkiri!" Jeremy Lin tersenyum dan berjalan menuju Smith dengan membawa kotak jarum.

Smith pada saat ini sudah memiliki kesadaran, tetapi tidak bisa berbicara, melihat jarum perak di tangan Jeremy Lin, ekspresi ngeri muncul di matanya.

"Katakan padanya tidak sakit, suruh dia rileks."

Jeremy Lin berkata kepada Leah, dan Leah bergegas menjelaskannya kepada ayahnya, kemudian otot-otot Smith yang tegang menjadi rileks.

Para dokter di ruangan itu menatap Jeremy Lin dengan menahan napas, mereka mengharapkan keajaiban terjadi, para dokter muda yang berada di belakang mereka semuanya menginjitkan kaki, meregangkan leher dan melihat ke sana.

Mereka melihat Jeremy Lin memegang jarum perak, menusukkannya pada beberapa titik akupunktur di tubuh Smith dengan perlahan, lalu menekannya secara perlahan dan dilakukan berulang kali.

Yang membuat mereka terkejut adalah Jeremy Lin menusuk ke titik akupuntur yang sama sebanyak tiga kali, dan setiap tusukan lebih dalam dari yang sebelumnya.

"Teknik ... Teknik akupuntur dingin?!"

Profesor senior divisi Pengobatan Tradisional membelalakkan matanya, dan berkata dengan sangat kaget.

Terakhir kali, dia sudah melihat teknik jarum ajaib yang telah tidak diketahui oleh orang di video pertandingan kedokteran antara Jeremy Lin dan Tuan Song, tidak disangka, Jeremy Lin juga bisa teknik akupuntur dingin!

Teknik akupuntur panas dan teknik akupuntur dingin adalah dua teknik unik Pengobatan Tradisional akupunktur, kini orang yang tahu dan bisa menggunakannya dengan baik hampir tidak ada lagi.

Namun Jeremy Lin membalikkan pergelangan tangannya, dan menggunakan teknik akupuntur dingin dengan mahir, bagaimana dia tidak terkejut.

"Profesor, apa maksud Anda?" Beberapa dokter yang berada di samping bertanya dengan penasaran, mereka hanya bisa melihat bahwa teknik Jeremy Lin sangat unik, adapun apa yang dikatakan profesor senior itu, mereka tidak mengerti sama sekali.

Ketika profesor senior itu melihat sekelompok dokter Pengobatan Barat begitu tertarik dengan Pengobatan Tradisional, dia langsung berbincang dengan mereka dengan penuh semangat.

Ketika profesor senior itu selesai bicara, terapi akupunktur yang dilakukan Jeremy Lin juga sudah selesai, dia menyeka keringat di dahinya, dan berkata kepada Jason dan Leah: "Kalian sekarang bisa membantunya berdiri. "

"Ini ... Apakah sudah bisa?"

Novel Terkait

Cinta Di Balik Awan

Cinta Di Balik Awan

Kelly
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Asisten Bos Cantik

Asisten Bos Cantik

Boris Drey
Perkotaan
2 tahun yang lalu
My Tough Bodyguard

My Tough Bodyguard

Crystal Song
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Aku bukan menantu sampah

Aku bukan menantu sampah

Stiw boy
Menantu
2 tahun yang lalu
Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Star Angel
Romantis
3 tahun yang lalu
Pengantin Baruku

Pengantin Baruku

Febi
Percintaan
2 tahun yang lalu
Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Denny Arianto
Menantu
3 tahun yang lalu