His Second Chance - Bab 57 Pasien Khusus

Jeremy Lin mengabaikan dia, langsung menelepon Tuan Song, kebetulan Tuan Song sedang berada di lantai atas, menyuruh Jeremy Lin menunggu sebentar, dia akan turun bertemu dengannya.

“Huh, jika Tuan Song terganggu karenamu, dan hari ini dia menolak untuk mengobati ibuku, aku tidak akan tinggal diam denganmu!” kata Andre Li dengan sinis.

Tidak lama setelah dia selesai berbicara, dia melihat seorang lelaki tua berpakaian serba hitam dengan semangat berjalan keluar dari Jishitang, bahkan sebelum dia sampai di depannya, dia berkata kepada Jeremy Lin dengan antusias, “Lucky, kenapa beberapa hari ini tidak kelihatan kamu datang, membuat orang tua sepertiku selalu berharap.”

Tapi harapan itu sudah mati, dia masih ingin Jeremy Lin membantunya melihat penyakit cucu perempuannya.

Berjalan ke depannya sambil menepuk pundak Jeremy Lin, menganggukkan kepala berkata, “Iya, sudah kuat sekarang.”

Melihat situasi ini, Andre Li sangat terkejut, dia tidak menduga bahwa Jeremy Lin benar mengenal Dokter Song, lagipula Dokter Song terlihat sangat akrab dengannya.

Andre Li berpikir kembali perkataannya barusan, dia tidak bisa menahan malu, merasa marah dan benci di dalam hatinya, tidak tahu bahwa apa yang telah dilalui oleh Lucky He orang tidak berguna ini, bagaimana dia bisa dalam satu atau dua tahun ini berubah dari pengecut menjadi pemberani, dan reputasinya melonjak!

Jika dia tahu segalanya akan terjadi tidak sampai dua bulan, mungkin dia akan pingsan karena marah.

“Tuan Song, bukannya aku tidak ingin datang, hanya saja takut orang-orang tidak menerimaku.” kata Jeremy Lin melirik ke arah dokter pria itu dengan tenang.

“Omong kosong, siapa yang berani tidak menerimamu?!” kata Tuan Song dengan melotot.

Dua orang dokter lainnya terkejut ketika melihat Tuan Song begitu sopan kepada Jeremy Lin, terlebih lagi dokter pria itu, yang tidak berani mengekspresikan dirinya, hanya bisa menatap memohon kepada Jeremy Lin.

“Aku hanya bercanda, sudah lama tidak melihat Tuan Song, tampaknya lebih energik dari sebelumnya.” kata Jeremy Lin mengalihkan pembicaraan.

Sebenarnya dia sama sekali tidak menganggap dokter pria itu bagaimana, hanya ingin memberi dia pelajaran, bagaimana menjadi seorang dokter, dokter yang baik hati, dan tidak boleh bersikap buruk terhadap pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Cepat, masuk! Siapa orang-orang ini?” tanya Tuan Song yang baru memperhatikan orang-orang di belakang Jeremy Lin.

“Hai, Dokter Song, aku Andre Li, aku yang telah menghubungi anda melalui orang lain memberikan Anda uang beberapa hari yang lalu, kedua orang ini adalah ayah dan ibuku.” kata Andre Li sambil bergegas menghampiri Tuan Song, berpikir telah memberinya uang, Tuan Song dapat memberikannya muka.

“Andre Li? Ternyata itu kamu!” Siapa yang tahu bahwa Tuan Song ini tidak memberinya muka, melainkan dengan wajah serius, berkata sinis, “Aku tidak akan mengobati penyakit keluarga kalian, silakan pergi!”

Tuan Song sangat mengingatnya karena Andre Li meminta seseorang memberikannya uang untuk mengobati penyakitnya, jadi dia sangat membencinya.

Wajah Andre Li memucat, ayah dan ibunya juga memucat, dan terdiam.

“Ini adalah?” Tuan Song berbalik dan menatap Lionel Jiang.

“Ini adalah ayah mertuaku, Lionel Jiang.” kata Jeremy Lin terburu-buru memperkenalkan.

“Oh, beruntungnya, kamu memiliki menantu yang baik!”

Tuan Song buru-buru menyapa Lionel Jiang, tetapi hatinya menangis darah, Lucky ternyata sudah menikah? Langit sungguh tidak mempunyai mata!

“Tuan Song, maafkan aku terlalu lancang, aku berharap kamu bermurah hati, jangan perhitungan dengan junior seperti kami, dan bantu obati penyakit bibiku.” kata Jeremy Lin memohon dengan hormat.

Tuan Song melirik Andre Li dengan tatapan tajam, kemudian dengan enggan berbicara, “Baiklah, karena permintaan Lucky He, aku tidak bisa menolaknya.”

Jeremy Lin dapat meminta pengobatan darinya, tampaknya ada sebuah rahasia antara mereka, Tuan Song juga tidak banyak bertanya lagi.

“Terima kasih Tuan Song....”

“Lucky He, jangan lupa untuk melihat cucu perempuanku.”

Andre Li baru saja ingin berterima kasih kepada Tuan Song, tapi siapa yang tahu bahwa Tuan Song mengabaikannya, kemudian menarik tangan Jeremy Lin dan berjalan masuk ke dalam ruangan.

Tuan Song memberikan akupuntur kepada Bibi Sun, lalu meresepkan beberapa obat, menyuruh mereka agar meminumnya sesuai resep, dan dalam satu bulan akan terlihat khasiatnya.

Setelah selesai menebus obat, Paman Li dan istrinya berterima kasih kemudian pergi.

Sebelum pergi, Andre Li menatap Jeremy Lin dengan tatapan kebencian, lalu sedikit frustasi, dan dia pergi dengan perasaan sedih.

Dia tahu, tidak ada harapan baginya lagi untuk Marcella Jiang.

“Lucky He, dua hari yang lalu cucu perempuanku baru saja membuka perusahaan, sekarang dia tinggal di Kota Qinghai, kamu kapan ada waktu, untuk bertemu dengannya?” Tuan Song bertanya dengan hati-hati, tapi dalam hatinya masih merasakan sakit hati, ternyata pemuda ini, mengapa dia sudah menikah, langit sungguh tidak punyai mata!

“Beberapa hari ini aku punya waktu.”

“Kalau begitu, bagaimana jika malam ini, lebih cepat lebih baik kan.” kata Tuan Song dengan semangat.

“Lucky He, bukankah Marcella Jiang bilang jika malam ini dia sendiri akan menyiapkan makan malam?” kata Lionel Jiang yang berada di sampingnya dengan jelas mencium ada sedikit yang tidak beres, dan segera mengingatkan Jeremy Lin.

“Dia akan masak untukku? Apakah dia tahu cara memasak?” kata Jeremy Lin mengerutkan kening, biasanya ibu mertua yang memasak makanan di rumah.

“Ehem, ehem.”

Lionel Jiang hampir tersedak, dengan cepat berdehem dan berkata: “Itulah, dua hari ini ibumu mengajarinya, jadi dia ingin kamu mencoba masakan pertamanya.”

“Tidak mungkin, dia bahkan meremehkan aku...”

“Ini sudah larut, ayo pergi!”

Jeremy Lin belum selesai berbicara, Lionel Jiang tergesa-gesa menarik dia dan berjalan pergi, jika terus membicarakannya, akan ketahuan, begitu orang tahu bahwa mereka suami istri itu tidak akur, tidak harmonis, maka akan dimanfaatkan orang lain.

Sayang sekali dia telat satu langkah, Tuan Song yang licik telah merasakan sesuatu, dan tersenyum puas, merasa senang, akhirnya langit memiliki mata!

Tanpa diduga, Lionel Jiang dan Jeremy Lin belum jalan terlalu jauh, tiba-tiba ponsel Jeremy Lin berbunyi, mengeluarkan teleponnya dan melihat, sedikit terkejut, telepon dari Zack Li spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Rakyat Qinghai.

Terakhir kali, saat Jeremy Lin pergi ke Rumah Sakit Rakyat Qinghai mengobati cucu perempuan Tuan Wu, pernah bertemu dengannya sekali di rumah sakit, kemudian tidak pernah bertemu lagi.

Meskipun ada nomor telepon dia, tapi Jeremy Lin tidak pernah meneleponnya, tidak tahu kenapa dia tiba-tiba bisa mencari dirinya.

“Halo, Direktur Li.”

“Saudara He, apakah kamu sedang sibuk?”

Teleponnya baru saja tersambung, terdengar suara Zack Li yang tergesa-gesa, “Aku di sini memiliki pasien dengan penyakit yang aneh, keadaannya kritis, aku ingin meminta kamu datang membantu mendiagnosisnya.”

“Baik, aku akan segera kesana.”

Mendengar kata kritis, Jeremy Lin tanpa berpikir panjang langsung menyetujuinya.

“Ayah, aku tidak pulang makan.”

Jeremy Lin bicara sekilas kepada Lionel Jiang, langsung memesan taksi, dan pergi ke Rumah Sakit Rakyat Qinghai.

Sesampainya di Rumah Sakit Rakyat Qinghai, memberitahu bahwa Direktur Li yang mengundangnya, seseorang langsung mengajaknya masuk ke dalam ruang gawat darurat.

Sebuah ruang gawat darurat besar penuh dengan dokter berjas putih, dan tergesa-gesa menyapa, dengan ekspresi kebingungan.

“Direktur Li, orang yang anda undang telah datang.”

Zack Li menoleh dan terlihat gembira setelah melihat Jeremy Lin, berkata dengan terburu-buru, “Saudara He, telah merepotkan kamu datang jauh-jauh kesini, sungguh merasa tidak enak.”

Jeremy Lin melambaikan tangan, mengisyaratkan tidak apa-apa, dan bertanya, “Bagaimana keadaan pasien?”

“Lebih baik Saudara He lihat sendiri.” kata Zack Li dengan tersenyum pahit.

Kemudian Zack Li menyuruh semua orang bubar, Jeremy Lin melihat seorang pria paruh baya duduk di kursi roda, berusia sekitar 50 tahunan, dengan rambut kuning keemasan, dan dia adalah orang asing.

Melihat bahwa keadaan orang asing ini sekarang terlihat sangat buruk, tubuhnya tidak terlalu kurus, tapi mukanya terkesan sangat kurus juga memucat, rongga matanya sangat dalam, lingkaran hitamnya sangat gelap, dan matanya merah membengkak, dengan hidung mancung khas orang eropa, jika pertama kali melihatnya akan merasa sangat menakutkan.

Dilihat dari auranya, dia sekarang sangat lemah, membutuhkan istirahat yang baik, tapi dia tidak berhenti memutarkan bola matanya dan tubuhnya sedikit bergerak, tampak sedikit bersemangat.

Jeremy Lin meliriknya, menggelengkan kepala, “Direktur Li, bukankah ini hanya kurang tidur? Beri dia dua tablet obat tidur, tidur semalaman tidak apa-apa.”

“Pasiennya sendiri sudah meminumnya hanya saja tidak ada khasiatnya, sudah meminum beberaapa kapsul juga tidak ada gunanya, sudah empat hari belum memejamkan mata, aku takut ada yang tidak beres, makanya menyuruhnya datang ke rumah sakit.”

Direktur Li menghela napas, menggelengkan kepala, dan kembali berkata, “Dia datang pagi hari, menurut diagnosis dokter Pengobatan Barat kami, ini adalah penyakit Neurasthenia, dia diberi obat penenang, sudah dua suntikan, tapi sama saja tidak ada gunanya, jadi kami tidak berani memberikannya lagi.”

“Kalau begitu ini cukup menyakitkan.” kata Jeremy Lin tersenyum tidak berdaya.

“Kami juga telah memeriksanya beberapa kali, menyatakan bahwa fisiknya normal, tapi dia tidak bisa tidur, kalau diberi obat penenang tidak berguna untuknya, ini sungguh di luar jangkauan dokter Pengobatan Barat kami, aku mengingat bahwa Saudara He ahli dalam pengobatan tradisional China, jadi aku memberanikan diri mengundangmu ke sini.”

Zack Li sedikit tidak berdaya menjelaskannya, sebenarnya dia tidak yakin apakah Jeremy Lin bisa menyembuhkan orang asing ini, tapi sekarang dia tidak punya cara lain, jadi dia mencoba untuk mencari bantuan Jeremy Lin.

“Mengapa tidak mencari Tuan Song dari Jishitang?” tanya Jeremy Lin.

“Aku ada menelepon Tuan Song siang tadi, dia bilang kalau dia bisa menyembuhkannya, tapi membutuhkan waktu, sekarang sudah terlambat, orang ini bisa mati mendadak jika tidak tidur selama 5 hari, pasien ini hari keempat baru diantar ke sini, aku tidak tahu lagi harus bagaimana, takutnya tidak bisa bertahan malam ini.” kata Zack Li sambil menghela napas.

“Jangan membahasnya lagi! Sebenarnya kalian bisa menyembuhkan tidak!”

Pada saat seperti ini, tiba-tiba terdengar suara teriakan, Jeremy Lin menoleh, dan baru menyadari bahwa seorang wanita dengan pakaian profesional abu-abu berdiri di samping orang asing itu, sepertinya orang china, memakai kacamata tebal, tampaknya dia adalah asisten orang asing ini.

Asisten wanita ini terlihat sangat kesal dan melotot ke semua dokter yang berada di sana, berkata dengan sinis, “Sudah seharian, tidak ada hasil apapun, apakah rumah sakit kalian ini hanyalah sekumpulan dukun? Bahkan tidak bisa mengobati orang kurang tidur!”

“Bukankah kami sedang membahas cara mengobatinya.” kata beberapa dokter di sekitar dengan tidak berdaya.

“Menunggu kalian mendapatkan cara mengobatinya, orang ini sudah keburu mati! Aku peringatkan kalian, jika Presdir kami terjadi sesuatu di Kota Qinghai ini, bukan hanya Rumah Sakit Rakyat Qinghai ini yang akan ditutup, tapi kalian semua juga akan menderita!” kata asisten wanita itu sangat marah.

Perkataannya tidak hanya dapat mengancam mereka, orang asing ini adalah perwakilan dari merek internasional Versace terkenal di China, dia diundang langsung oleh Pemerintahan Kota Qinghai untuk tinggal, jika terjadi apa-apa, maka Sekretaris Komite Partai Kota pasti akan meminta pertanggung jawaban.

”Tidak bisa menunggu lagi, aku sudah memesan tiket pesawat, malam ini kita akan pergi ke Beijing!”

Saat seperti ini, tiba-tiba terdengar suara dengan nada cemas dari luar ruangan gawat darurat, diiringi dengan suara hak tingginya, sosok wanita cantik berjalan masuk.

Novel Terkait

Suami Misterius

Suami Misterius

Laura
Paman
2 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Love Is A War Zone

Love Is A War Zone

Qing Qing
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Wonderful Son-in-Law

Wonderful Son-in-Law

Edrick
Menantu
2 tahun yang lalu
Mi Amor

Mi Amor

Takashi
CEO
3 tahun yang lalu
Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
3 tahun yang lalu
Awesome Guy

Awesome Guy

Robin
Perkotaan
2 tahun yang lalu