Diamond Lover - Bab 293 Tenang
Leon Gu tidak pernah kasar pada adiknya, tetapi dia benar-benar membuat orang-orang yang ada di sana terkejut saat ia menarik Emily Gu keluar, Handy Ji menenangkan diri ketika mendengar pertanyaan Emily Gu dan merasa ada yang tidak beres dengannya.
Emily Gu adalah sekretaris Valerie Pei, meskipun dia dan Valerie Pei biasanya tidak akan menunjukkan perilaku intim apapun di perusahaan, tapi sulit sekali untuk menjamin panggilan telepon mereka tidak terdengar olehnya, tapi perilaku Leon Gu sungguh diluar bayangan Handy Ji.
Setelah Leon Gu memastikan tidak ada yang mengikutinya saat membawa Emily Gu kembali ke villanya sendiri, dia kemudian berkata, “Kamu bekerja di perusahaan Valerie Pei.”
Bukan kalimat pertanyaan melainkan pernyataan, Emily Gu tidak tahu bahwa kakaknya tahu mengenai hal ini, biasanya dia menyembunyikan pekerjaannya dengan sangat baik, bahkan ia mengganti pakaian kerjanya di toilet kantor, dan mengganti kembali pakaiannya setelah pulang kerja, lalu bagaimana Leon Gu bisa tahu?
Tapi Leon Gu menggunakan kalimat pernyataan, dia tidak bisa membantah dan hanya bisa mengangguk dengan patuh.
“Tadi kamu bertanya tentang hubungan Valerie dan Handy, apa yang kamu ketahui?” Ekspresi serius Leon Gu membuat Emily Gu takut, biasanya dia tidak pernah melihat kakaknya begitu galak, apalagi pada dirinya.
“Kemarin pagi aku…… melihat mereka…… di mobil……” Emily Gu tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak, jika Valerie Pei benar-benar hanya bersandar di bahu Handy Ji karena kelelahan, bukankah dia hanya akan menghancurkan hubungan Valerie Pei dan Leon Gu jika ia mengatakannya, apakah tidak ada tempat untuknya bersembunyi?
“Apa yang mereka perbuat di mobil? Berciuman? Berpelukan? Atau yang lain?” Tiba-tiba Leon Gu menertawai dirinya sendiri, dia merasa dirinya sangat konyol karena gugup mengkhawatirkan hubungan Valerie Pei dan Handy Ji akan terungkap di hadapan Keluarga Gu, lagipula dia sudah tidak ada hubungan apa-apa dengan Valerie Pei, lalu apa salahnya?
Emily Gu membelalakkan matanya, bagaimana kakaknya bisa tahu dan bahkan menebak ciuman? Apakah Valerie Pei dan Handy Ji…… tidak mungkin, tidak mungkin. Mereka hanyalah rekan kerja. Apalagi Handy Ji tahu bahwa Valerie Pei adalah kakak iparnya, walaupun hanya mantan kakak ipar, dia juga tidak boleh keluar batas!
Namun respon Leon Gu sungguh di luar dugaan Emily Gu.
“Kak, apa Kak Valerie dan Kak Handy dari dulu sudah saling mengenal?” Kali ini Emily Gu berhasil menebaknya, Ellie dan Handy Ji sangat akrab, Ellie juga tumbuh di Jerman……
“Mereka hidup bersama di Jerman selama empat tahun.” Leon Gu sangat lelah, dia duduk dan bersandar di sofa, sebelah tangannya menopang keningnya.
Emily Gu sangat kaget, keduanya telah tinggal bersama di Jerman selama empat tahun, lalu apa yang dia lihat kemarin bukanlah kebetulan, hubungan antara Valerie Pei dan Handy Ji……
“Mereka berpacaran?” Emily Gu terkejut dan sulit percaya, bagaimana Valerie Pei dan Handy Ji bisa bersama? Dia adalah anggota Keluarga Gu, hubungan ini terlalu kacau.
Leon Gu mengangguk, dugaannya pasti benar, bahwa orang yang dia lihat di balkon hari itu adalah Handy Ji. Setelah itu sikap Valerie Pei terhadapnya berubah 180 derajat. Meskipun sebelumnya juga tidak begitu baik, tapi dia tidak menolaknya. Setelah dia kembali dari Jerman, sikapnya benar-benar dingin yang membuat dinding pembatas di antara mereka menjadi sulit ditembus.
Leon Gu hanya tidak menyangka kalau orang tersebut adalah Handy Ji! Adiknya sendiri!
Emily Gu seperti seorang pengkhianat, ia duduk di samping Leon Gu, dia tahu bahwa kakaknya mencintai Valerie Pei, dalam empat tahun ini, dia bisa merasakan kakaknya yang kesepian, kegembiraannya saat kembali bertemu dengan Valerie Pei, juga semangatnya ketika tahu ia memiliki seorang putri.
Valerie Pei membawa kebahagiaan untuk Leon Gu, lalu kemudian menghempaskannya dengan sangat mengenaskan, Emily Gu juga sangat kasihan pada kakaknya!
Seseorang yang sangat berkuasa di dunia bisnis, tetapi saat ini bersandar tanpa daya di sofa karena wanita itu.
“Kak, tidak masalah, dia yang rugi jika tidak menjadi istrimu, kamu masih ada Ellie dan begitu banyak orang yang peduli padamu.” Emily Gu menarik sudut pakaian Leon Gu. Dia tidak tahu bagaimana cara menghibur kakaknya, baginya tidak ada yang tidak bisa diatasi kakaknya, angin dan ombak kecil ini tidak akan menyakitinya.
Leon Gu memberi tatapan meyakinkan dan menepuk kepala Emily Gu.
“Jangan membahas hubungan Valerie dan Handy pada keluarga.”
“Kenapa? Mereka sangat tidak adil padamu.” Saat ini Emily Gu telah sepenuhnya mendukung kakaknya, kesan baiknya terhadap Valerie Pei merosot jauh.
“Tidak begitu, aku dan Valerie sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi, memaksa untuk bersama juga hanya akan menyakitkan satu sama lain. Karena mereka ingin bersama, maka biarkanlah mereka bersama.” Leon Gu menghibur Emily Gu, pada saat yang sama ia juga menghibur dirinya sendiri.
Valerie Pei jatuh cinta pada Handy Ji dan tidak mencintainya lagi, maka dia akan membantu mereka berdua. Bukankah dia berkata bahwa hanya ada rasa sakit ketika bersamanya? Kalau begitu biarkan dia bersama dengan Handy Ji, sehingga dia bisa bahagia.
“Kak, kenapa kamu harus menyiksa dirimu sendiri, jelas-jelas kamu masih mencintainya, Handy Ji adalah anak paman kedua, meskipun dia anak di luar nikah, tapi dia tetaplah adikmu, bagaimana bisa dia dengan Valerie, tidak bisa, aku akan memberitahu kakek!” setelah mengatakannya, Emily Gu hendak bangkit berdiri dan segera pergi ke kediaman utama.
Dia tidak mau melihat kakaknya tersiksa seperti ini, meskipun Valerie Pei dan Leon Gu tidak bisa bersama, tapi dia juga tidak bisa bersama Handy Ji, kakaknya akan sedih melihat mereka berdua!
Leon Gu mengerutkan kening, dia melangkah beberapa langkah untuk mengejar Emily Gu, dan menguncinya di pelukannya.
“Emily, jangan mengurusi masalah ini lagi, kakak mohon padamu.”
Emily Gu sedikit berontak di pelukan Leon Gu, dan menginjak kakinya dengan panik. Dia hanya tahu bahwa kakaknya sangat peduli pada Valerie Pei, entah itu empat tahun lalu atau empat tahun kemudian. Kakaknya rela menyerahkan perusahaannya demi Valerie Pei, dia juga mempertaruhkan banyak hal untuk bisa bersama Valerie Pei.
Begitu juga dengan sekarang, sejak Valerie Pei kembali, kakaknya telah memikirkan bagaimana membuat Valerie Pei kembali lagi padanya, tapi dia malah bersama Handy Ji!
“Kak, kamu—” Emily Gu panik sampai tidak bisa berkata-kata, tapi suara Leon Gu saat memohon padanya semakin membuatnya sedih.
“Oke, oke, aku tidak akan mengurusinya lagi, tidak akan.” Emily Gu memeluk Leon Gu dengan hati yang sakit, dia mengira kakaknya adalah superman, ternyata ia hanya orang biasa, dia juga bisa menderita dan sakit hati.
Tidak tahu apa pelukan mereka terlalu erat, Emily Gu tidak sengaja menyentuh luka di pinggang Leon Gu saat memeluknya, Leon Gu tidak mengobati lukanya, sehingga masih terasa sedikit sakit.
Emily Gu melepaskan pelukannya, dan langsung membuka ujung baju Leon Gu tanpa bertanya padanya, setelah itu ia melihat memar besar di sekitar pinggangnya, hal ini membuat air mata Emily Gu jatuh seketika.
“Kak, kenapa bisa luka separah ini? kenapa tidak ke rumah sakit? Kenapa kamu sangat keras pada diri sendri? Valerie Pei tidak bisa melihatnya, kamu mau membuat siapa khawatir!” ini adalah kali pertama Emily Gu langsung memanggil Valerie Pei dengan nama lengkap dalam kepanikannya.
Leon Gu tahu perubahan apa yang terjadi pada hubungan Valerie Pei dan Emily Gu saat ini, dia juga tidak ingin masalah sampai ada di titik ini.
“Tidak apa-apa, aku adu tinju dengan Christian dan yang lain, tentu tidak bisa luput dari luka.” Leon Gu kembali menurunkan bajunya dan tersenyum pada Emily Gu, “Sudah, jangan menangis lagi, jika tidak bibi ketiga yang melihatnya pasti akan menuduhku menindasmu.” Leon Gu mengulurkan tangannya dan menghapus air mata Emily Gu.
“Kalau begitu kamu harus ke rumah sakit dan memeriksakannya.”
“Iya, aku tahu, aku akan pergi.” Sebenarnya Emily Gu dan Valerie Pei sangat mirip dalam beberapa hal, sial, kenapa hal seperti ini juga ia sangkut pautkan?
“Ingat, jangan mengatakan apapun nanti, tidak peduli apa yang akan kulakukan, kamu tidak boleh mengatakan satu patah kata pun, kalau tidak aku akan marah.” Leon Gu terus memperingati Emily Gu.
Emily Gu tidak tahu apa yang ingin dilakukan Leon Gu, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia akan patuh asalkan kakaknya mau pergi ke rumah sakit untuk memeriksa lukanya.
Setelah mendapatkan persetujuan Emily Gu, mereka berdua kembali ke kediaman utama.
Karena tadi Leon Gu membawa Emily Gu pergi di hadapan semua orang, dan Henry Gu juga tidak menyuruh siapa pun untuk keluar untuk mengejarnya, sehingga tidak ada satupun orang yang berani mengejar mereka. Sekarang Leon Gu telah membawa Emily Gu kembali tanpa menunjukkan ekspresi apapun di wajah mereka.
Hanya saja ketika Emily Gu melihat Handy Ji, ia tanpa sadar memelototinya. Jika bukan karena dia, kakaknya dan Valerie Pei pasti akan bersama!
Handy Ji tidak tahu apa yang terjadi pada Leon Gu dan Emily Gu, tapi dia merasakan tatapan mata Emily Gu yang tidak bersahabat.
Melihat mereka yang kembali, Henry Gu melanjutkan pembahasan masalah memasukkan Ellie dan Handy Ji ke dalam silsilah keluarga lagi.
“Leon, aku mencarikan beberapa nama baru untuk Ellie, sebagai ayahnya, coba kamu lihat dan pilih salah satu.” Frey Liu memberikan selembar kertas merah pada Leon Gu.
Leon Gu meraih kertas merah tersebut, di antara beberapa pilihan nama tersebut, ia merasa bahwa ia harus mendiskusikan hal ini pada Valerie Pei terlebih dahulu, Ellie adalah putri mereka berdua, menyuruhnya memutuskan hal besar seperti mencari nama ini……
“Angel Gu.” Kenapa Valerie Pei yang harus memutuskan hal seperti ini, dulu jangankan berdiskusi dengannya, dia bahkan tidak memberitahunya bahwa ia memutuskan untuk melahirkan anak ini.
Henry Gu menganggukkan kepalanya mendengar Leon Gu mengatakan pilihannya, lalu ia mengambil pena dan menuliskan nama Angel Gu ke dalam silsilah keluarga, tepat di bawah nama Leon Gu yang derdampingan dengan nama Valerie Pei namun telah dicoret, dan di samping nama William Gu yang tertulis “mati muda”.
Hati Henry Gu sangat perih melihat halaman keluarga Leon Gu ini.
Dengan begitu nama Ellie telah ditetapkan, hal ini diselesaikan dengan lebih mudah, semuanya berjalan lancar selain urusan tes DNA.
Dan masalah Handy Ji ini sedikit rumit.
“Handy, tidak masalah jika kamu mau mempertahankan nama belakangmu yang sekarang, aku akan menuliskan namamu di halaman ayahmu.” Henry Gu tidak meletakkan pena yang ada di genggamannya, dan membalikkan buku ke halaman paman kedua.
Bibi kedua benar-benar panik, dengan begitu Handy Ji akan diakui sebagai anggota Keluarga Gu, keluarga yang dia jaga dengan hati-hati, akan hancur karena seorang anak haram?
Handy Ji memperhatikan pena Henry Gu, dia akan berteriak menghentikannya ketika Henry Gu hendak menulis, jika namanya tertulis, maka cepat atau lambat semua orang akan tahu, hubungannya dengan Valerie Pei……
“Kakek, Handy Ji bukan anak di luar nikah paman kedua.” Tiba-tiba, suara yang tidak nyaring tapi tegas terdengar di aula.
Seketika seluruh aula memandang Leon Gu, berita mengejutkan yang datang dari mulut Leon Gu itu seperti bom, tanpa mengatur waktunya dan tiba-tiba meledak di Keluarga Gu.
Handy Ji ternyata bukan anak di luar nikah paman kedua! Tidak hanya Keluarga Gu, bahkan Handy Ji sendiri menatap Leon Gu dengan kaget, bagaimana mungkin?
Dan orang yang mengatakan berita tersebut tetap berdiri di hadapan semua orang dengan tenang, dan sudut mulutnya menunjukkan senyuman yang tidak dapat dipahami semua orang.
Hanya Emily Gu yang menatap kakaknya dengan hati yang sakit.
Novel Terkait
My Lady Boss
GeorgeMy Tough Bodyguard
Crystal SongCinta Yang Tak Biasa
WennieAir Mata Cinta
Bella CiaoMy Greget Husband
Dio ZhengThe Richest man
AfradenSee You Next Time
Cherry BlossomDiamond Lover×
- Bab 1 Ketidakterdugaan Yang Eksplosif
- Bab 2 Pasien Vegetatif, Empat Tahun Berlalu Secepat Kilat
- Bab 3 Telah Siuman, Siapa Kamu?
- Bab 4 Aku Adalah Istrimu
- Bab 5 Melalui Hari-Hari Dengan Baik!
- Bab 6 Berdiri Jika Kamu Memang Hebat
- Bab 7 Kita Adalah Pasangan Suami Istri
- Bab 8 Mengembalikan Waktu Empat Tahun
- Bab 9 Makan Sendiri Atau Aku Suapi
- Bab 10 Dorongan Untuk Melindungi Seorang Perempuan
- Bab 11 Suamiku Sudah Siuman
- Bab 12 Otaknya Tidak Berjalan Dengan Baik
- Bab 13 Aku Adalah Temannya Leon
- Bab 14 Ternyata Dia
- Bab 15 Tunggu Aku Menyelesaikan Masalah Di Sini
- Bab 16 Status Nyonya Gu
- Bab 17 Mempertaruhkan Segalanya pun Ia Juga Ingin Mendapatkan Valerie Pei!
- Bab 18 Valeri Aku Datang!
- Bab 19 Little Valerie
- Bab 20 Dia Telah Berubah
- Bab 21 Maaf Telah Merepotkanmu Mengantar Istriku Pulang!
- Bab 22 Terpesona
- Bab 23 Memikat Tawon
- Bab 24 Lagi-lagi Ingin Memikat Siapa?
- Bab 25 Berbuat Sesuka Hati
- Bab 26 Pernikahan yang Didasari Cinta
- Bab 27 Tanpa Merasa Resah
- Bab 28 Menarik Perhatian
- Bab 29 Hukuman Keluarga
- Bab 30 Masih Berarti?
- Bab 31 Aku Percaya!
- Bab 32 Penjelasan
- Bab 33 Membawa Valerie Pei Kembali?
- Bab 34 Jalan-Jalan
- Bab 35 CEO Gu Marah!
- Bab 36 Berkunjung Lagi
- Bab 37 Memiliki Orang Baru, Melupakan Orang Lama
- Bab 38 Menyesal Telah Membiarkan Valerie Pei Menikahi Keluarga Gu!
- Bab 39 Memalukan
- Bab 40 Saling Menyiksa
- Bab 41 Setiap Langkah Harus Berhati-hati
- Bab 42 Orang Yang Keras Kepala
- Bab 43 Ayah Yang Layak?
- Bab 44 Kangen Dengan Rumah!
- Bab 45 Wanita Lemah Lembut
- Bab 46 Kembali Ke Kota A untuk Merayakan Tahun Baru
- Bab 47 Hadiah Perpisahan
- Bab 48 Bagus Kalau Sudah Pulang
- Bab 49 Kebosanan yang Tak Terduga
- Bab 50 Sang Pria Telah Datang Mencarinya
- Bab 51 Tidak Disangka Malah Begitu Memahaminya!
- Bab 52 Pulanglah Denganku
- Bab 53 Kamu...... Akan Merindukanku Tidak?
- Bab 54 Dia Sudah Mulai Peduli?
- Bab 55 Jangan Biarkan Dia Pulang Dengan Mudah
- Bab 56 Nyonya Gu Menginvestigasi!
- Bab 57 Agar Ia Merasa Berterimakasih?
- Bab 58 Tak Ingin Berhutang Budi Padanya
- Bab 59 Biarkan Aku Berada Di Sisimu
- Bab 60 Semoga Kau Baik-Baik Saja!
- Bab 61 Mulai Karma
- Bab 62 Tersanjung
- Bab 63 Membantunya Merawat Suami
- Bab 64 Semua Tersimpan Di Hati!
- Bab 65 Hal Yang Lebih Menyenangkan Daripada Saling Menyakiti
- Bab 66 Kehidupan Yang Di Atur
- Bab 67 Jika Kamu Tidak Ingin Maka Tidak Akan Bekerja Sama
- Bab 68 Keegoisan Valerie
- Bab 69 Dekat Seperti Sepasang Suami Istri?
- Bab 70 Menyerahlah!
- Bab 71 Timbal Balik
- Bab 72 Keacuhannya
- Bab 73 Terdorong Ke Dalam Jurang Yang Dalam
- Bab 74 Kecuali Kita Bercerai
- Bab 75 Bagaimana Jika Kita Pulang?
- Bab 76 Aku Tidak Mencintainya
- Bab 77 Kamu Benar-Benar Datang?
- Bab 78 Semuanya Orang Baik
- Bab 79 Kurang Sedikit
- Bab 80 Pulang? Tidak!
- Bab 81 Dia Sudah Setuju
- Bab 82 Semuanya Terserah Padamu
- Bab 83 Nanti Akan Menyusahkanmu
- Bab 84 Panggil Suamiku Untuk Di Dengar
- Bab 85 Mati Lagi?
- Bab 87 Tambah Satu Orang Lagi Membuat Suasana Menjadi Lebih Ramai!
- Bab 86 Jawabannya
- Bab 88 Dia sengaja, Demi Menahannya?
- Bab 89 Sekeluarga Bertiga Menonton Film
- Bab 90 Karena Dia Menyukainya
- Bab 91 Otak Yang Licin!
- Bab 92 Itu Seharusnya Adalah Posisi Miliknya!
- Bab 93 Berusaha Tidak Berpaling!
- Bab 94 Pembagian Yang Jelas!
- Bab 95 Terlihat Tua
- Bab 96 Es Yang Sudah Membeku Ribuan Tahun Dan Tidak Akan Pernah Menghangat
- Bab 97 Kamu Juga Datang.
- Bab 98 Bagaimana Bisa Tahu Ia Tidak Sakit Hati Jika Tidak Mencobanya
- Bab 99 Cepat Lahirkan Anak
- Bab 100 Beranjak Ke Pinggir Setelah Tersiksa
- Bab 101 Menderita Untuk Sementara Waktu, Atau Menderita Seumur Hidup
- Bab 102 Kebenaran Kecelakaan Mobil
- Bab 103 Cincin Di Jari Manis
- Bab 104 Kado Ulang Tahun
- Bab 105 Kita Hanya Bisa Pasrah!
- Bab 106 Tidak Keberatan Menjadi Licik untuk Satu Kali
- Bab 107 Dia Tidak Bisa Melakukan Apa Yang Ia Katakan
- Bab 108 Dia Mencintai Dia!
- Bab 109 Semua Masalah Akan Terselesaikan!
- Bab 110 Berpihak Kepada Istri
- Bab 111 Mereka Adalah Suami Istri
- Bab 112 Selamat Ulang Tahun
- Bab 113 Pembicaraan Para Pria
- Bab 114 Berfoto Bersama Semua Orang
- Bab 115 Tak Mempedulikan Nyawanya
- Bab 116 Sengaja Membuat Masalah
- Bab 117 Jangan Pergi
- Bab 118 Penglihatan Yang Bagus
- Bab 119 Mengorbankan Nyawa Untuknya
- Bab 120 Sama Pentingnya
- Bab 121 Ibu Yang Imut Ayah Yang Keren.
- Bab 122 Senyuman Bahagia,
- Bab 123 Hatinya Sakit.
- Bab 124 Aku Merindukanmu.
- Bab 125 Terkucilkan Dan Tidak Berdaya..
- Bab 126 Pukul Mati
- Bab 127 Hukuman Keluarga Untuk Kedua Kalinya
- Bab 128 Memohon Maaf
- Bab 129 Panik
- Bab 130 Tidak Ingin Mempercayainya
- Bab 131 Mencari Keadilan
- Bab 132 Lolos Dari Hukuman
- Bab 133 Memanggil Polisi
- Bab 134 Memalsukan Bukti
- Bab 135 Betapa Sakitnya Hati
- Bab 136 Perselisihan Antara Keluarga Gu Dan Keluarga Pei
- Bab 137 Jangan Bilang Maaf
- Bab 138 Daftar Menikah Akhir Tahun
- Bab 139 Upacara Pemakaman
- Bab 140 Jangan Berlarut Dalam Kesedihan
- Bab 141 Tidak Stabil
- Bab 142 Tidak Bisa Menunggu Lagi
- Bab 143 Menghilang Pada Saat Bersamaan
- Bab 144 Percaya Pada Keajaiban
- Bab 145 Insomnia Bersamaan
- Bab 146 Sulap Jelek
- Bab 147 Kesedihannya
- Bab 148 Keinginan Menjadi Kenyataan
- Bab 149 Mengulang Kembali
- Bab 150 Ingin Menyembunyikan Darinya
- Bab 151 Pasangan Suami Istri Sah
- Bab 152 Satu Suami Dua Istri
- Bab 153 Janji
- Bab 154 Satu Atap Dengan Tujuan Yang Berbeda
- Bab 155 Dia Ingin Menuntut Dia
- Bab 156 Pelaku
- Bab 157 Kompromi
- Bab 158 Mengadakan Acara Pernikahan
- Bab 159 Tidak Mengadakan Syukuran
- Bab 160 Menganti Penerus
- Bab 161 Memperbaiki Diri Sendiri
- Bab 162 Memberinya Status
- Bab 163 Memilih Untuk Pergi
- Bab 164 Tidak Bisa Bersama
- Bab 165 Memalukan Jika Pergi Begitu Saja
- Bab 166 Semuanya Lajang
- Bab 167 Berterima Kasih Atas Pengasuhannya
- Bab 168 Harus Menemukannya
- Bab 169 Dia Tidak Kembali
- Bab 170 Pandai Bermain Trik
- Bab 171 Pernyataan Perceraian
- Bab 172 Berita Halaman Depan
- Bab 173 Cinta Bebas
- Bab 174 Di Seluruh Kota
- Bab 175 Jangan Sampai Menyesal
- Bab 176 Tidak Ada Aturan
- Bab 177 Menyerah Di Tengah Jalan
- Bab 178 Belum Bercerai
- Bab 179 Tidak Memiliki Hubungan
- Bab 180 Menyiksa Sampai Mati
- Bab 181 Adik Ipar Idaman
- Bab 182 Tidak Setuju
- Bab 183 Mengurus Pernikahan
- Bab 184 Pelan-pelan Terbiasa
- Bab 185 Menghabiskan Uang Banyak
- Bab 186 Dia Membantu
- Bab 187 Semua Tidak Puas
- Bab 188 Tidak Bisa Kembali
- Bab 189 Hadiah Pernikahan
- Bab 190 Dipaksa Menikah Dengannya
- Bab 191 Tidak Bertemu Lagi
- Bab 192 Susah Dijaga
- Bab 193 Dua Tiket Pesawat
- Bab 194 Benar-Benar Tidak Ingin Pulang Ke Rumah
- Bab 195 Ingin Membunuh Dia
- Bab 196 Adalah Mantan Suaminya
- Bab 197 Putus Setuntas-Tuntasnya
- Bab 198 Makan Bersama dengan Tenang
- Bab 199 Seketika Berubah
- Bab 200 Sensasi Bermesraan Diam-Diam
- Bab 201 Beri Dia Makan Sampai Kenyang
- Bab 202 Hubungan Jarak Jauh
- Bab 203 Memberi Bantuan Di Saat Genting
- Bab 204 Diserang Musuh Dari Depan Dan Belakang
- Bab 205 Dilahap Orang Ketiga
- Bab 206 Dekat Dengan Kebenaran
- Bab 207 Tangan Orang Lain
- Bab 208 Perusahaan Mengubah Kepemilikan
- Bab 209 Tidak Ada Yang Perlu Dikatakan
- Bab 210 Tidak Bisa Menahan
- Bab 211 Tikus Makan Gajah
- Bab 212 Tidak Akan Pernah Bercerai
- Bab 213 Kemalangan Datang Bertubi-tubi
- Bab 214 Berpindah Hati
- Bab 215 Suaminya
- Bab 216 Kerjasama Antara Raksasa.
- Bab 217 Suami Istri Yang Berkerjasama.
- Bab 218 Memberikan Sebuah Penjelasan.
- Bab 219 Kelemahannya Tertangkap.
- Bab 220 Tipe Setara.
- Bab 221 Tidak Akan Menyerah
- Bab 222 Tidak Akan Segan-Segan
- Bab 223 Menyia-nyiakan Tenaga
- Bab 224 Menyelamatkan Valerie Pei
- Bab 225 Dibuang Ke Laut
- Bab 226 Sedikit Ragu
- Bab 227 Sendiri Yang Melakukan Hal Buruk Dan Sendiri Juga Yang Harus Menanggungnya
- Bab 228 Bersama Dengan Baik Juga Berpisah Dengan Baik
- Bab 229 Terlambat Untuk Di Tangani
- Bab 230 Menjadi Ayahnya
- Bab 231 Saudara Yang Sulit
- Bab 232 Ayah Dan Putri Tidak Sengaja Bertemu
- Bab 233 Berani Satu Kali
- Bab 234 Susu Dan Gula Lebih
- Bab 235 Tidur Sendirian
- Bab 236 Perkiraannya
- Bab 237 Menghukum Diri Sendiri
- Bab 238 Pengujian Garis Ayah
- Bab 239 Tidak Mengenalnya
- Bab 240 Sisi Lembut
- Bab 241 Ubah Taktik
- Bab 242 Menikah Kembali
- Bab 243 Seperti Yang Dia Katakan
- Bab 244 Ternyata Ayah
- Bab 245 Mencapai Kesepakatan
- Bab 246 Tinggal Bersama
- Bab 247 Kembali Kerumah Keluarga Pei
- Bab 248 Dia Menyukainya
- Bab 249 Mengakuinya Secara Pribadi
- Bab 250 Semakin Menutupi Semakin Terbongkar
- Bab 251 Mengatakan Terima Kasih
- Bab 252 Tetangga Harus Saling Membantu
- Bab 253 Terakhir Kali
- Bab 254 Tidak Apa-Apa
- Bab 255 Mencintai Orang Lain
- Bab 256 Sangat Lelah
- Bab 257 Tidak Sempat Menghindarinya
- Bab 258 Diperlakukan Dengan Lembut
- Bab 259 Berpura-pura Tenang
- Bab 260 Saling Tidak Mengalah
- Bab 261 Gelisah
- Bab 262 Mulai Ragu
- Bab 263 Memberi Penawaran
- Bab 264 Tunggu dan Saksikan
- Bab 265 Selalu Benar
- Bab 266 Jangan Kemari
- Bab 267 Tinggal di Sebelah
- Bab 268 Pulang ke Rumah Sendiri
- Bab 269 Kena Radang Paru-Paru
- Bab 270 Memanfaatkan Cintanya
- Bab 271 Memberi Respon
- Bab 272 Dia Akan Kencan Buta
- Bab 273 Sedikit Berubah
- Bab 274 Warna Merah yang Mencolok
- Bab 275 Ditolak
- Bab 276 Berunding Dengan Damai
- Bab 277 Status yang Cocok
- Bab 278 Tiba-Tiba Tergoda
- Bab 279 Teringat Masa Lalu
- Bab 280 Aku Akan Kembali Secepatnya
- Bab 281 Pengagum
- Bab 282 Mengubah Kata Sandi
- Bab 283 Perasaan Kacau
- Bab 284 Mengambil Langkah
- Bab 285 Menyesal Tapi Terlambat
- Bab 286 Merasa Santai
- Bab 287 Pernikahan Bebas
- Bab 288 Jalani Hidup Masing-Masing
- Bab 289 Menahan Perasaan
- Bab 290 Menyiksa Diri
- Bab 291 Hati Ayah Sakit
- Bab 292 Kembali Ke Keluarga
- Bab 293 Tenang
- Bab 294 Berkhianat Dan Ditentang Oleh Seluruh Keluarga
- Bab 295 Lupakan
- Bab 296 Pemalsuan Leon Gu
- Bab 297 Perselisihan Pertama
- Bab 298 Dua Masalah yang Terjadi Berbarengan
- Bab 299 Bertemu dan Berbicara dengan Tenang
- Bab 300 Tidak Sengaja Mendengar
- Bab 301 Tiba-Tiba Melamar
- Bab 302 Ucapan Selamatnya
- Bab 303 Lamaran Berhasil
- Bab 304 Tahu Informasi Internal
- Bab 305 Mengemuka Tanpa Henti
- Bab 306 Cinta adalah Soal Menahan Diri
- Bab 307 Membiarkan Hidup Berjalan secara Alamiah
- Bab 308 Urusan Sepele
- Bab 309 Akhirnya Memaafkan
- Bab 310 Kerusakan Sirkuit Listrik
- Bab 311 Tidak Begitu Penting
- Bab 312 Bos Di balik Layar
- Bab 313 Orang Jahat
- Bab 314 Kejutan Tak Terduga
- Bab 315 Pertimbangkan Dalam Jangka Panjang
- Bab 316 Berbagai Usaha
- Bab 317 Dipisahkan Sepenuhnya
- Bab 318 Meniatkan Hati untuk Bersama
- Bab 319 Mempersiapkan Acara Pernikahan
- Bab 320 Penuh Sukacita
- Bab 321 Satu untuk Seumur Hidup
- Bab 322 Cinta Mirip Kembang Api
- Bab 323 Berpura-pura Tidak Berperasaan
- Bab 324 Sangat Munafik
- Bab 325 Pengkhianatan Cinta Pertama
- Bab 326 Kelegaan Dari Lubuk Hati
- Bab 327 TIba-tiba Jatuh Cinta
- Bab 328 Membalas Kebaikan Orang Lain
- Bab 329 Temanya Teman
- Bab 330 Hubungan Cinta Terlarang
- Bab 331 Tidak Ada Yang Tidak Baik
- Bab 332 Pacarnya
- Bab 333 Salah Paham Yang Disayangkan
- Bab 334 Semuanya Sedang Memamerkan Kemesraan
- Bab 335 Perasaan Yang Terkuak
- Bab 336 Apa Kamu Menyukaiku?
- Bab 337 Terlalu Percaya Diri
- Bab 338 Merasa Sangat Tercela
- Bab 339 Orang Yang Cocok Dengannya
- Bab 340 Kesedihan Yang Menumpuk
- Bab 341 Tidak Ada yang Mau Merebut Dia Darimu
- Bab 342 Menuruti Maumu
- Bab 343 Berilah Dia Kesempatan
- Bab 344 Pertemuan Pertama yang Canggung
- Bab 345 Perjumpaan yang Lebih Baik
- Bab 346 Keras Kepala terhadap Perasaan (Tambahan 2)
- Bab 347 Menghindar Darinya
- Bab 348 Bertukar Peran
- Bab 349 Kekasih Lama Muncul
- Bab 350 Orang di Depan Mata
- Bab 351 Perasaan Sulit Dikendalikan
- Bab 352 Dasar Hati yang Terluka
- Bab 353 Nikahilah Aku
- Bab 354 Sudah Terlambat
- Bab 355 Bertemu Kembali
- Bab 356 Aku Cinta Kamu
- Bab 357 Putus Hubungan Dengannya
- Bab 358 Kehidupan Masa Lalu
- Bab 359 Tidak Cukup Dalam
- Bab 360 Tak Terduga
- Bab 361 Melewati Masa Susah
- Bab 362 Tidak Bersedia
- Bab 363 Memutuskan Hubungan Pernikahan
- Bab 364 Sangat Gugup
- Bab 365 Datang Dilarut Malam
- Bab 366 Tidak Bisa Menahan
- Bab 367 Mempersiapkan Pemakaman
- Bab 368 Malam Yang Tidak Kembali
- Bab 369 Seketika Berubah
- Bab 370 Melihat Dengan Mata Kepalanya Sendiri
- Bab 371 Lain Hari Saja
- Bab 372 Karena Dia
- Bab 373 12 Tahun
- Bab 374 Terlalu Kesulitan
- Bab 375 Sudah Kehilangan Akal
- Bab 376 Sudah Tertangkap
- Bab 377 Kecerobohan
- Bab 376 Pertemuan Pada Musim Salju Pertama
- Bab 379 Tak Terduga
- Bab 380 Kerabat
- Bab 381 Kamu Tidak Akan
- Bab 382 Di Luar
- Bab 383 Semua Tahu
- Bab 384 Tidak Bisa Melupakan
- Bab 385 Sangat Dekat
- Bab 386 Sentuhan Merah
- Bab 387 Pernikahan Antara Sepupu
- Bab 388 Tidak Ada Celah
- Bab 389 Ferry Ying (Tamat)