Be Mine Lover Please - Bab 39 Dadanya Terlalu Besar

Nikita Su tidak memasuki vila, dia hanya berkeliaran di taman menghilangkan kebosanan. Ketika hpnya bergetar, dia mengeluarkan hp dan melihat nama yang ditampilkan dengan ekspresi sedikit terkejut.

Getaran terus berdering, hingga dia akhirnya menekan tombol jawab: “Halo, ada apa?”

Suara mabuk Aldo Ye terdengar di telepon, Di sekitarnya yang bising dia masih bisa mendengar suaranya dengan jelas: “Nikita, aku merindukanmu, kembalilah dan hidup bersamaku, ya?”

Sambil menggenggam erat hpnya, Nikita Su terdiam. Dulu, dia tidak menyangka kalau dirinya bisa begitu tegas dalam menghadapi perceraian ini. “Kamu mabuk.” Nikita Su menjawabnya dengan tenang.

“Tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu, mari kita sama-sama coba untuk melepaskannya ya?” Kata Aldo Ye sudah mabuk.

Memegang hp di tangannya, mata Nikita Su terlihat redup. Keteguhan hatinya bukan karena dia tak lagi berperasaan, melainkan rasa sakit yang telah menumpuk dalam waktu yang lama dan kini akhirnya pecah. Dulu, dia pikir dia bisa menahannya, bisa tidak memperdulikannya.

Kalau dia berusaha keras, bisakah dia melepaskan masa lalu itu?

Dia awalnya ingin terus berada di luar acara, menunggu Henny An menyelesaikan pekerjaannya. Tapi sialnya hujan datang dan Nikita Su harus kembali ke acara pesta yang ada di dalam vila. Melihat kemunculannya, beberapa orang langsung mengarahkan tatapan penasaran padanya.

Karena dilihati membuat Nikita Su merasa tak nyaman, dia mengambil segelas anggur merah dan berjalan ke suatu sudut tempat. “Maaf.” Nikita Su dengan cepat meminta maaf karena tak sengaja menyentuh lengan seorang wanita

Wanita yang memakai baju congsam memandangnya dan berkata dengan sinis: “Punya mata tidak sih...Oh kamu istri Aldo?”

Nikita Su tak menyangka dia bisa dengan mudah dikenali. Wajahnya sesaat terlihat panik, tetapi dia dengan cepat memulihkan dirinya: “Bukan, nona salah orang.”

Wanita berbusana congsam itu menyipitkan matanya, menatapnya dengan seksama dan dengan yakin berkata: “Iya, kamu adalah istri Aldo. Aku ingat namamu Nikita. Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini...Kamu tahu tidak siapa aku?”

Saat berbicara, wanita berbusana congsam itu mengangkat dagunya dengan bangga. Melihat tatapan itu, Nikita Su dalam hatinya memiliki beberapa tebakan, tetapi dia sambil tersenyum berkata: “Aku tidak kenal nona, dan aku masih ada urusan, jadi permisi dulu.”

Melihat dia mau pergi, wanita berbusana congsam itu mengulurkan tangannya untuk menghentikan lajunya. Dengan sikap sombong di wajahnya, dia berkata dengan nada menghina: “Kenapa, kamu takut? Pantas saja Aldo membencimu. Ya sudah aku beritahu kamu ya, aku ini pacar Aldo. Aldo bilang orang yang dia cintai itu aku. Dan kalau kamu sadar diri, tolong turun dan lepaskan posisimu sebagai nyonya Ye.”

Nikita Su tidak tahu apakah Kota A yang terlalu kecil, atau apakah wanita Aldo Ye memang begitu banyak, hingga dia bisa hanya keluar saja bisa bertemu dengan salah satunya. “Nona dapat mengatakan semua ini pada Aldo, asalkan dia mengangguk, aku bisa kapan saja turun dari posisi ini.” Nikita Su berkata dengan sopan.

“Kenapa, kamu merendahkan aku? Hanya kamu wanita bekasan dan idiot yang benar-benar berpikir kalau Aldo mencintaimu? Kamu tahu itu sungguh pemikiran yang bodoh.” Katanya dengan kasar.

Mendengar kata-katanya, Nikita Su mengerutkan kening, wajahnya mulai tidak senang: “Nona, tolong hormati aku dan jaga bicaramu.”

“Menghormatimu? Haha...” Wanita itu tertawa seperti mendengar lelucon yang lucu, “Jangan mengira aku tidak tahu semua tentang hal jelekmu, aku dengar dari Jeanie, dia bilang kamu sering menargetkan banyak laki-laki naik ke tempat tidur, bahkan demi seorang laki-laki tak dikenal melahirkan anak. Sungguh murahan, lelaki yang punya keadaan ekonomi sedikit lebih baik saja aku rasa tidak akan menginginkan wanita sepertimu.”

Membelalakan mata, emosi Nikita Su meledak: “Kamu...Kata-kata ini semua diucapkan oleh Jeanie?”

Mengangkat kue krim di tangannya, wanita berbusana congsam itu tersenyum cerah: “Iya benar, Nikita Su, kamu benar-benar liar ya. Dan kamu masih berharap Aldo mau membuka diri untukmu dan berusaha mendapatkan hatinya? Mimpi kamu.”

Nikita Su tidak menyangka kalau Jeanie Su bisa merusak reputasinya seperti itu. Mengepalkan tinjunya dengan erat, Nikita Su tidak ingin berbicara omong kosong dengannya. Dia baru mau pergi, wanita itu tiba-tiba menjatuhkan tangannya dan semua kue krim di tangannya jatuh ke gaun putihnya. Gaunnya sekarang penuh dengan warna-warni.

Sebelum dia bisa menyelesaikannya, seseorang di belakangnya tiba-tiba menabraknya, dan semua anggur merah di gelas tangannya jatuh ke dadanya. Nikita Su saat ini terlihat begitu mengenaskan.

“Ah…Nyonya Ye. Kamu kok tidak hati-hati.” Wanita itu sengaja mengangkat suaranya, pura-pura terkejut.

Suaranya menarik perhatian orang-orang di sekitar, dan semua orang menatap Nikita Su. Sebagian besar bagian depan basah, dan branya terlihat samar. Kue krimnya tersebar di mana-mana, membuat orang merasa dia sangat konyol, dan semua orang menunjuk ke arahnya.

“Ternyata dia adalah nyonya Ye yang baru-baru ini diisukan, wanita yang tidak tahu malu itu. Dia terlihat sangat menawan, dia melakukan ini tidakkah sengaja ingin menggaet laki-laki lain?” Seorang wanita berbisik kepada teman lainnya.

Tubuh Nikita Su menjadi gemetaran, dan wajahnya memerah karena menahan amarah. Saat ini di acara itu dia telah menjadi leluconan orang-orang.

Tepat ketika dia tidak tahu harus berbuat apa, seorang pelayan melangkah maju dan mendatanginya memberi hormat: “Nona Su, pakaianmu kotor, kamu bisa pergi ke ruang tunggu untuk mengganti pakaianmu.”

Nikita Su melihatnya dengan penuh rasa terima kasih, dia mengangguk dan berkata dengan lembut: “Baik, maaf merepotkan.” Kemudian, di bawah tatapan semua orang, dia pergi bersama pelayan meninggalkan tempat itu.

Wanita berbusana congsam itu mengangkat kepalanya dengan penuh kemenangan, berkata sambil mencibir: “Mau berebut denganku? Mimpi saja.”

Tepat ketika dia berpuas diri, dua penjaga keamanan tiba-tiba mendatanginya dan tanpa basa-basi berkata: “Maaf nona, kami baru saja menyelidiki, undanganmu ternyata palsu, jadi silahkan tinggalkan tempat ini.”

Sebelum penjaga keamanan menyelesaikan kata-katanya, wanita itu membalas dengan tidak senang: “Palsu? Bagaimana mungkin! Aku benar-benar diundang...Lepaskan aku, biarkan aku pergi sendiri, biarkan aku pergi sendiri...” Penjaga keamanan tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan apapun dan mengeluarkannya langsung dari tempat acara.

Ketika para tamu melihat ini, wajah mereka terlihat penuh dengan keraguan.

Mengikuti pelayan sampai ke lantai 2, dan melihat seorang lelaki berdiri di sana menunggu dari kejauhan. Meskipun dia tidak bisa melihat dengan jelas, tapi dia tahu kalau itu pasti dia. Kecuali dia, tidak akan ada lagi orang yang akan membantunya.

Pelayan mendatangi Leonard Li, membungkuk dan dengan hormat berkata: “Tuan Li, nona Su sudah disini.” Setelah mengatakan itu, pelayan itu berbalik dan berjalan ke bawah.

Leonard Li tidak berbicara, hanya membuka pintu, meraih tangan Nikita Su dan berjalan masuk. Nikita Su diam mengikutinya dengan patuh. Leonard Li berbalik, menghadapnya, mengerutkan kening: “Kamu kenapa bisa membiarkan dirimu menjadi seperti ini?”

Sambil melengkungkan ujung bibirnya, Nikita Su berkata dengan nada mengejek: “Semua ini karena aku mempunyai suami yang baik.”

Melihat ekspresi wajahnya, Leonard Li tidak berbicara, mengulurkan tangannya, meletakkan telapak tangannya di belakang kepalanya, dan menekan tubuhnya langsung ke dadanya. Setelah melihat ini, Nikita Su memberontak ingin melepaskan diri: “Pakaianku kotor dengan krim, jangan nodai pakaianmu.”

Leonard Li dengan tegas berkata: “Aku tidak keberatan untuk menodainya.”

Arus hangat mengalir perlahan di hatinya, dan air mata yang telah dia tahan diam-diam jatuh saat ini. Saat dia merasa dipermalukan, dan diberi seseorang yang bisa diandalkan, tapi orang itu bukan suaminya. “Terima kasih.” Ucap Nikita Sudengan tulus.

Dia merasakan air matanya, tapi tidak membahasnya. Sampai emosi Nikita Su menjadi lebih stabil, dia baru melepaskannya. Ada banyak krim yang tertempel di kemejanya, dan Nikita Su dengan cepat mengambil tisu dan menyekanya.

Tak lama, ada ketukan dari pintu, dan Leonard Li pergi untuk membuka pintu. Saat dia berbalik, ada dress tube sifon hijau muda di tangannya. Nikita Su ingat ini adalah model baru musim panas dari merek besar yang sangat populer.

“Pergi dan tukarlah.” Kata Leonard Li.

Nikita Su tak menyangka dia bisa se care itu, Nikita Su kemudian mengangguk, melihat kamar mandi, dan masuk ke dalama. Usai melepas pakaian kotor, Nikita Su segera mengenakan dress itu, tapi setelah memakainya, Nikita Su mencoba keras untuk menutup resleting belakang, dan bagian itu hanya macet di satu titik, dan dia tidak bisa menariknya ke atas.

Setelah berusaha keras, dia masih saja gagal menariknya sampai ke atas. Dan Setelah ragu-ragu untuk waktu yang lama, Nikita Su membuka pintu kamar mandi, menjulurkan kepalanya, dan menatap Leonard Li dengan wajah tersipu: “Hm itu, bisa bantu aku?”

Leonard Li mendekati kamar mandi dan menatapnya dengan tangan di belakangnya. “Resletingnya tidak bisa ditarik, macet tidak bisa ditarik ke atas.” Kata Nikita Su malu-malu.

Leonard Li tanpa mengatakan apapun melangkah maju dan menariknya, menghadap punggungnya. Dia mengambil alih dan menmbantunya menaikan resleting tetapi tetap tidak berhasil. “Dadanya terlalu besar.” Leonard Li dengan terus terang mengatakan fakta ini.

Pipi Nikita Su merona, dia dengan suara kecil berkata: “Tidak, bajunya terlalu kecil.”

Dia tidak mungkin berada dalam keadaan seperti itu terus menerus kan? Nikita Su dengan kedua tangannya meremas dadanya, berusaha mengecilkan dadanya. “Coba sekarang.”

Melihat gerakannya, mata Leonard Li berkedip, tapi masih berpura-pura tenang, dan mencoba lagi. Hanya kali ini, masih saja gagal.

Nikita Su menjadi cemas dan melambaikan tangannya: “Pakailah tenagamu, tidak usah takut.”

Karena dengan tindakan lembut saja tidak cukup, jadi lebih baik dengan gerakan sedikit kasar. Saat mengatakan itu, Nikita Su sudah tidak peduli dengan deformasi dadanya dan meremasnya dengan keras. Melihat kelakuannya itu, mata Leonard Li terlihat senyuman.

“Sudah siap?” Tanya Leonard Li, “Kalau begitu aku akan mulai.” Sambil mengatakan itu, Leonard Li mencoba menaikannya sedikit lebih tinggi dari sebelumnya, Leonard Li menunduk dan dengan sekuat tenaga menaikannya ke atas

“Langsung naikan.” Kedua tangan Nikita Su hampir kaku, dan dia mengatakan itu dengan buru-buru.

Leonard Li berdehem dan meningkatkan tenaganya, tiba-tiba terdengar suara sobekan dan risletingnya putus. Leonard Li tercengang, tepat di saat ini dres yang telah sedada itu jatuh turun dari tubuh Nikita Su.

Setelah melihat ini, Leonard Li dengan cepat menahan dresnya, tetapi dia masih telat selangkah, dan bra tempel merah muda muncul di depan matanya begitu saja dan Nikita Su masih mempertahankan gerakannya yang meremas menahan dadanya. Dia berdiri membalikkan punggungnya, dan karena tinggi badan Leonard Li yang menjulang, dia bisa melihat ke bawah, dan benar-benar bisa menangkap pemandangan musim semi yang indah. Sesuatu yang lembut kenyal dan putih, terlihat sangat enak.

Nafasnya tercekat, Leonard Li tanpa sadar menelan air ludah. Dalam keadaan seperti itu, semuanya tampaknya begitu intim dan ambigu.

Sebagai orang yang terlibat dalam hal ini, Nikita Su terdiam, pipinya langsung panas. Ingin melepaskan dadanya, tapi tidak tahu harus menaruhnya di mana. Dari balik kain tipis itu ada telapak tangan Leonard Li yang saat ini tengah memberikan kehangatan. Nikita Su juga bisa merasakan tatapan panas di belakangnya.

Jarak antara keduanya agak dekat, deru nafasnya menyembur ke lehernya, dan jantungnya berdegup kencang. “Itu...” Nikita Su membuka mulutnya, mencoba mengalihkan perhatiannya.

Leonard Li tiba-tiba menundukkan kepalanya, dan bibir dinginnya jatuh di lehernya. Nikita Su membelalakan matanya, tiba-tiba merasa sedikit haus...

Novel Terkait

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
Cinta Adalah Tidak Menyerah

Cinta Adalah Tidak Menyerah

Clarissa
Kisah Cinta
3 tahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
2 tahun yang lalu
Untouchable Love

Untouchable Love

Devil Buddy
CEO
3 tahun yang lalu
Revenge, I’m Coming!

Revenge, I’m Coming!

Lucy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku CEO Misterius

Ternyata Suamiku CEO Misterius

Vinta
Bodoh
2 tahun yang lalu
Menantu Bodoh yang Hebat

Menantu Bodoh yang Hebat

Brandon Li
Karir
2 tahun yang lalu
The Campus Life of a Wealthy Son

The Campus Life of a Wealthy Son

Winston
Perkotaan
2 tahun yang lalu