Be Mine Lover Please - Bab 111 Kamu Boleh Kembali Padanya

Godaan di matanya sangat besar bagi Aldo Ye, tidak ada pria yang bisa menolak, wanita tercinta muncul di depan matanya tanpa jejak. Tetapi akal sehat mengatakan kepadanya bahwa begitu dia menyentuhnya, dia mungkin merusak kebahagiaannya.

Ada pergumulan sengit antara akal dan emosi, alis Aldo Ye pun berkerut. Jeanie Su menunggu dengan sabar, ia yakin keinginan Aldo Ye pada tubuh Nikita Su pasti akan membuatnya mengalah pada permintaannya.

Tepat ketika Jeanie Su tenggelam dalam kegembiraannya sendiri, suaranya terdengar di telinganya: "Aku menolak, aku sangat menginginkannya, tetapi aku tidak dapat menghancurkannya." Aldo Ye berdiri dan dengan penuh perhatian menutupi Nikita Su dengan selimut.

Jeanie Su tidak menyangka bahwa dia akan menolak, ia pun berseru dengan penuh emosi: "Kamu benar-benar sangat mencintainya, tapi kamu bahkan tidak ingin tidur dengannya?"

Melihatnya dengan dingin, Aldo Ye berkata dengan tenang: "Ya, aku mencintainya, kecuali dia sukarela, aku tidak akan memaksanya."

Melihat ekspresinya, wajah Jeanie Su membiru, ia tak menyangka perasaannya terhadap Nikita Su begitu dalam, sambil menunjuk ke arahnya dengan marah, Jeanie Su berkata dengan marah, “Kamu kejam!” Setelah itu, Jeanie Su berbalik dengan marah dan berjalan keluar.

Sulit untuk memikirkan cara hingga akhirnya dapat membicarakan persyaratan ini, tetapi tak disangka malah gagal, Aldo Ye berdiri di sisi tempat tidur, melihat wajah tidurnya yang damai, ada sesuatu yang berkedip di mata Aldo Ye. Pada akhirnya, dia membersihkan emosinya.

Baru saja akan pergi, setelah ragu-ragu, Aldo Ye menepuk pipinya: "Nikita, Nikita bangun."

Setelah menepuk pipinya beberapa saat, Nikita Su perlahan membuka matanya, saat melihatnya, kepanikan melintas di matanya, ia pun mengangkat selimutnya, wajahnya langsung memucat: "Aldo, kita ..."

"Jangan khawatir, tidak ada yang terjadi antara kita berdua, Jeanie telah membiusmu agar aku bisa tidur denganmu, dia memintaku untuk bertukar persyaratan, dan berjanji untuk menikahinya ... setelah ini, kamu harus berhati-hati. Jika orang lain, aku khawatir orang itu tidak bisa tahan. "Aldo Ye berkata sambil tersenyum.

Matanya melebar, Nikita Su memandangnya dengan tak percaya. Tiba-tiba teringat pada semangkuk sup, detak jantungnya seakan hancur. “Tak disangka, mereka sangat kejam.” Nikita Su berkata dengan getir, “Aldo, terima kasih.”

Dengan bibir terangkat, Aldo Ye berkata sambil tersenyum: "Tidak ada cara lain, siapa yang membuatku enggan membuatmu sedih, agar kamu lebih aman, malam ini kamu harus pergi dari sini lebih awal."

Setelah melihat waktu dan berpikir sejenak, Nikita Su pun mengatakan ‘ya’. Menurut kepribadian Jeanie Su, dia tidak akan mudah menyerah. Kali ini tindakannya gagal, dia pasti akan memikirkan cara baru.

Aldo Ye dan Nikita Su pergi menemui nenek bersama-sama, setelah memberikan alasan, Aldo Ye secara pribadi mengantar Nikita Su pergi. Ketika melewati Jeanie Su, Nikita Su menatapnya dengan kejam.

Melihat mereka pergi dengan panik, Jeanie Su berkata dengan cemas, "Bu, apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Apakah, hanya begini saja?"

Menepuk tangannya, Nyonya Su masih menunjukan senyuman di wajahnya, ia berkata dengan tenang: "Jangan khawatir, Aldo pasti akan menikahimu."

“Tapi dia sangat mencintai Nikita, dia bahkan enggan untuk tidur dengannya, bagaimana dia bisa menikah denganku.” Jeanie Su berseru.

Nyonya Su tersenyum dan menjawab, “Karena dia sangat mencintai Nikita, aku yakin dia akan setuju. Untungnya, aku sudah terlebih dulu mempersiapkan banyak cara.” katanya, demi Jeanie Su, dia rela melakukan apapun.

Nikita Su akhirnya sampai di rumah Keluarga Li, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aldo Ye menurunkannya dari mobil dan pergi tanpa berkata lebih banyak. Lagipula, mengantarkan wanita yang dirinya sukai kepada pria lain, tentu dibutuhkan banyak keberanian.

Di rumah, pelayan baru saja bersih-bersih. Begitu melihatnya, pelayan itu melangkah maju dan berkata sambil tersenyum: "Nona Su, kamu sudah pulang."

Mengangguk dengan sopan, Nikita Su berjalan ke atas, tetapi tidak menemukan Leonard Li di dalam rumah. Setelah melihat ini, Nikita Su bertanya dengan heran: "Leonard Li belum pulang?"

Pelayan itu menghentikan langkah dan menjawab, "Ya, Tuan belum pulang."

Nikita Su tidak berkata lagi, tetapi mengerutkan kening. Sudah jam 10, tapi dia belum pulang. Hal ini membuat dia langsung teringat masalah di siang hari, malam yang sudah larut seperti ini Leonard Li malah tidak meneleponnya, dia pun tidak bisa menahan perasaan sedih.

Ketika dia tiba di dalam kamar, Nikita Su mandi dan duduk di tempat tidur, menatap ponsel yang dipegang dengan kedua tangan, tetapi daritadi tidak ada dering. Nikita Su pun berdiri dan berjalan menuju ruang tamu, duduk bersila di sofa, terus menunggu.

Menunggu dan menunggu, kantuk melanda, Nikita Su memiringkan tubuhnya dan perlahan tertidur. Namun dalam tidurnya, alisnya masih mengerut terkunci.

Pada subuh hari, Leonard Li pulang ke rumah. Sebenarnya, hari ini dia tidak memiliki pertemuan apapun, dia hanya bermain mahjong bersama Calvin Fu dan yang lainnya, teringat apa yang terjadi di pagi hari, barangkali dia tidak tahu bagaimana menghadapi Nikita Su.

Tiba di lorong menuju pintu masuk, ketika dia akan mengganti sepatunya, sosok yang dikenalnya itu muncul. Di atas sofa, Nikita Su meringkuk dan tertidur dengan tenang, Mendatangi dia, Leonard Li berlutut, ragu-ragu, dan meletakkan jari di pipinya.

Menyentuh kulitnya dengan lembut, ada cinta yang jelas di matanya. “Maafkan aku,” kata Leonard Li lembut, suaranya sangat lembut sehingga dia tidak bisa mendengarnya.

Beberapa hal yang harus dia lakukan demi dia. Membungkuk dan dengan lembut menggendongnya, seperti harta karun. Berjalan ke atas perlahan, berusaha untuk tidak membangunkannya.

Tiba ke kamar tidur, membungkuk, dengan hati-hati meletakkan dia di tempat tidur. Mungkin setelah meninggalkan pelukan hangatnya, Nikita Su bergidik dan perlahan membuka matanya.

Melihatnya, Nikita Su menunjukan senyuman di matanya, dia dengan cepat bangkit dan duduk: "Kamu sudah pulang."

Melihat penampilannya yang bahagia, ekspresi Leonard Li menjadi dingin, dia hanya diam dan berkata ‘ya’, tidak ada yang lain. Antusiasme itu disiram air dingin, mata Nikita Su berbinar-binar. Kalau dipikir-pikir, saat masalah yang terjadi di siang hari tadi, ia merasa sedih karena sikapnya.

Leonard Li berbalik dan berkata dengan acuh: "Sudah larut, tidur lebih awal."

Melihat kepergiannya, Nikita Su secara refleks meraih tangannya. Ia bersikeras memegangnya, menolak untuk melepaskan. Sambil menggigit bibirnya, Nikita Su berkata dengan pelan, "Kamu masih marah? Tentang masalah tadi pagi."

Leonard Li diam dan tidak menjawab pertanyaannya. Melihatnya seperti ini, Nikita Su merasa semakin gelisah. "Maafkan aku." Nikita Su berinisiatif untuk meminta maaf, "Setiap orang memiliki sesuatu yang mereka sukai, aku tidak dapat mencabut hakmu untuk menyukai bunga-bunga itu. Tetapi hari ini, aku benar-benar hanya berharap bunga-bunga itu tumbuh lebih baik."

Mengenai penjelasannya, Leonard Li tampak dingin dengan dingin menjawab. “Ya.” Leonard Li hanya menjawabnya dengan sederhana, dan tidak ada yang lain.

Antusiasmenya berbanding terbalik dengan sikap dinginnya, inilah pikiran batin Nikita Su saat ini. Namun, dia tidak ingin satu sama lain tidak senang karena masalah ini. “Jangan marah, oke?” Nikita Su memohon.

Menoleh dan melihatnya, Leonard Li mengangkat tangannya dan mendarat di rambutnya: “Ya, kamu harus tidur lebih awal, aku masih ada sedikit urusan.” Setelah berbicara, Leonard Li perlahan melepaskan tangannya berjalan menuju ruang kerja.

Melihat punggungnya hampir lepas dari pandangannya, Nikita Su berseru, "Tadi malam aku hampir tidur dengan pria lain!"

Dalam sekejap, langkah Leonard Li berhenti, ia perlahan-lahan menoleh dan menatap matanya. Di matanya, Nikita Su masih bisa membaca bahwa dia peduli. “Kenapa bisa seperti itu?” Wajah Leonard Li cemberut.

Mengetahui bahwa dia paling tidak masih peduli dengannya, Nikita Su merasakan sedikit kegembiraan. "Ya, Jeanie sudah merancang untuk memberiku pil tidur, kemudian mengambil kesempatan untuk membuat Aldo datang ke kamar aku. Untungnya, Aldo tidak menyentuhku, kalau tidak ..." Nikita Su berkata perlahan.

Mendengar bahwa itu adalah Jeanie Su lagi, mata Leonard Li menjadi dingin. Dia telah berkali-kali melakukan hal buruk pada kekasihnya, dia memang ingin matil! Namun, tindakan Aldo Ye melebihi ekspektasinya. “Dia tidak menyentuhmu?” Leonard Li mulai bersuara.

Mendengar ini, Nikita Su bertanya dengan heran: "Apakah kamu tidak percaya?"

Leonard Li memandangnya dengan dingin: "Ya, itu tidak seperti dia."

Ya, Nikita Su juga merasa tidak seperti dia. Dengan senyuman di bibirnya, Nikita Su berkata lembut: "Dia adalah pria yang baik, dia selalu seperti tiu."

Melihatnya tersenyum untuk pria lain, Leonard Li merasa tidak nyaman dan berkata dengan suara rendah, "Jika dia begitu baik, kamu boleh kembali padanya."

Mata terbelalak karena terkejut, Nikita Su menatapnya dengan tidak percaya: "Apa? Kamu menyuruhku kembali padanya?"

Takut melihat matanya yang terluka, Leonard Li berbalik, menghindari pandangannya. “Ya, Nikita, mungkin kita tidak cocok,” kata Leonard Li dengan berpura-pura. Jika dia dapat kembali ke Aldo Ye untuk sementara, itu mungkin hal yang baik.

Jantung berdebar-debar, karena kalimat ini, Nikita Su merasa tidak nyaman. “Kamu tidak menyukaiku?” Nikita Su berkata dengan pelan, suara getarnya tidak bisa disembunyikan.

Leonard Li tidak menjawab, mengangkat langkahnya dan meninggalkan kamar. Melihat langkahnya pergi tanpa jejak untuk berhenti, Nikita Su merasa tidak nyaman. Begitu sulit hingga akhirnya memutuskan untuk bersamanya, kenapa, dia pergi dengan mudah? Memikirkan hal ini, hati Nikita Su menangis.

Perlahan berbaring di tempat tidur, meringkuk, Nikita Su menatap ke suatu tempat dengan mata hampa. Memikirkan apa yang dia katakan barusan, hati Nikita Su terasa sakit seperti teriris pisau. “Apakah dia membenciku? Bosan denganku?” Nikita Su bergumam dengan suara rendah.

Tidak peduli seberapa keras dia mencoba untuk menahannya, garis air mata masih mengalir dari rongga matanya, mengalir di pipinya. Tanpa disadari, perasaannya terhadap Leonard Li semakin dalam, karena cinta yang dalam akan semakin menyedihkan.

Dalam ruang kerja, Leonard Li telah berdiri di depan jendela, mengamati dunia yang gelap. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan nafas atmosfer sepi, ia meletakkan tangan di belakangnya dan menggenggam dengan kuat. Luka di mata Nikita Su muncul dengan jelas, alis Leonard Li berkerut kencang.

Mengeluarkan ponselnya dan menekan kontak: "Bagaimana penyelidikannya? Gunakan waktu tercepat untuk mengeluarkannya."

Menatap langit berbintang, Leonard Li berkata dengan suara rendah: "Nikita, beri aku waktu, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu atau mengancammu."

Novel Terkait

Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu Luar Biasa Bangkrut

Menantu
2 tahun yang lalu
Get Back To You

Get Back To You

Lexy
Percintaan
2 tahun yang lalu
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

Tirta Ardani
Menantu
2 tahun yang lalu
Wanita Pengganti Idaman William

Wanita Pengganti Idaman William

Jeanne
Merayu Gadis
3 tahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
3 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
2 tahun yang lalu