Be Mine Lover Please - Bab 17 Kakak Ipar, Apakah Kamu Sedang Curi Pandang Melirik Kakak Kedua?

Nikita Su baru menyadari, dirinya dan Leonard Li sangat berjodoh. Kalau tidak, dia tidak mungkin bisa bertemu dengannya setiap kali.

Melihat kehadiran Leonard Li, dari mata lelaki itu terlihat keterkejutan, dan sedetik kemudian, yang semakin membuatnya terkejut adalah...

Leonard Li langsung datang ke sisi Nikita Su, dengan natural merangkul pinggangnya: “Kenapa tidak menungguku, hm?” Dia bertanya lembut, seolah sedang memberitahu orang kalau hubungan di antara mereka tidak biasa.

Nikita Su merasakan tangan yang besar tengah merangkul pinggangnya, awalnya ingin menghindarinya, tapi melihat lelaki di depannya, dia langsung mengalihkan pandangannya.

Melihatnya tak memberontak, Leonard Li dengan merangkulnya, pergi berjalan ke depan. Selama perjalanan itu, mereka tidak ada menatap lelaki itu lagi, mereka seperti menganggapnya sebagai udara kosong.

Setelah berjalan beberapa meter jauhnya, Nikita Su langsung melepaskan rangkulannya, dan menunduk hormat padanya, dengan berterima kasih berkata: “Paman, terima kasih tadi sudah membantuku.”

Mendengar panggilan itu, Leonard Li terbiasa mengerutkan keningnya, dengan suara berat berkata: “Lupa lagi?”

Hm? Nikita Su dengan wajah tak mengerti hanya diam menatapnya. Sebelum menunggu dia mengerti, Leonard Li mencondongkan tubuhnya, dengan baik hati mengingatkan: “Panggilannya.”

Nikita Su langsung teringat, dan memundurkan kepalanya: “Tuan Li.”

Leonard Li dengan puas menegapkan dirinya, tanpa memberinya kesempatan menolak, langsung menarik lengannya dan membawanya masuk ke dalam ruang VIP besar lainnya.

Orang di dalam ruangan saat mendengar ada suara langsung menoleh, saat melihat di sebelah Leonard Li ada Nikita Su juga, gerakan yang sedang mereka lakukan saat ini terlihat berhenti.

Nikita Su melihat di dalam ruangan ada 3 orang laki-laki tampan dan tinggi, dengan canggung melihat ke arah mereka dan mengangguk: “Hm itu, salah masuk...Salah masuk...”

Tatapan Calvin Fu jatuh pada genggaman tangan Leonard Li pada Nikita Su, dia terdiam selama 2 detik kemudian menarik kembali pandangannya. Mengenai 2 lainnya mereka sampai menganga karena terkejut, dan tatapannya terlihat penuh kecurigaan.

Leonard Li menariknya masuk dan menyuruhnya duduk di sofa, dengan suara kecil berkata: “Tunggu disini, sebentar lagi selesai, pulang nanti aku antar.”

Melihat tatapannya yang begitu dalam, Nikita Su tersenyum canggung berkata: “Pa...Tidak usah lah, aku sedang berkumpul dengan rekan kerja lainnya, dan bisa pulang sendiri.”

Leonard Li mencondongkan tubuhnya, dengan suara yang hanya bisa di dengar mereka berdua mengatakan 2 kata: “Taman Mutiara.”

Dahinya mengkerut, lelaki ini bisa-bisanya menggunakan proyek Taman Mutiara untuk mengancamnya? Dia menatapnya, dan melihat wajahnya dengan jelas bertuliskan: Kalau mau mendapatkan proyek Taman Mutiara, diam dan patuh tunggu disini.

Dia sangat ingin dengan angkuh melambaikan tangan pergi dari sana, dan memberinya jawaban kalau dia tak peduli. Tapi sayangnya, dia tak mau membuang kesempatan itu. Jadi akhirnya hanya bisa menatapnya kemudian menundukan kepala.

Leonard Li bisa membaca apa yang dia pikirkan dengan puas mengulurkan tangannya mengelus rambutnya: “Pintar.”

Melihat adegan ini, beberapa orang itu dengan terkejut menatap Leonard Li. Calvin Fu berdehem, dengan suara berat berkata: “Leonard, tidak dikenalin dulu nih?”

Leonard Li berbalik badan, kemudian duduk di kursi mahjongnya, dengan suara datar berkata: “Iya, nanti tunggu aku menang.”

Mendengar itu, Billy Song terkekeh berkata: “Kak, kalau begitu malam ini aku sangat ingin menang darimu.”

Leonard Li mengerutkan keningnya: “Perkataan ini sudah kamu katakan 10 tahun.”

Ppfftt...Semua orang yang ada disana tertawa. Billy Song dengan mimik wajah teraniaya menatap Nikita Su: “Kakak ipar, lihatlah, kakak kedua lagi-lagi membullyku.”

Mendengar panggilan kakak ipar, wajah Nikita Su langsung memerah, dan dia buru-buru menjelaskan: “Aku bukan kakak iparmu, aku...”

Sebelum kata-katanya selesai, Leonard Li langsung memotongnya: “Ayo mulai.”

Tak lama, keempatnya mulai bertarung. Nikita Su hanya bisa duduk di sana dengan bosan, mendengar mereka yang bermain mahjong dengan heboh.

Menunggu orang adalah hal yang paling membosankan, Nikita Su dengan bosan menyanggah kepalanya dan matanya tanpa sengaja menatap Leonard Li. Fitur wajahnya sangat halus, berbeda dengan ketampanan Aldo Ye, dan gaya mereka juga berbeda. Ditambah dengan pelatihan selama bergelut di dunian bisnis, membuatnya terlihat begitu kuat dan tak ada yang bisa melawan.

Leonard Li yang sedang santai meliriknya, membuat kedua mata mereka bertemu. Setelah saling bertemu, Nikita Su merasa wajahnya panas dan terbakar. “Kakak ipar, apakah kamu sedang curi pandang melirik kakak kedua?” Tanya Billy Song dengan senyum jahil.

Novel Terkait

My Japanese Girlfriend

My Japanese Girlfriend

Keira
Percintaan
2 tahun yang lalu
Air Mata Cinta

Air Mata Cinta

Bella Ciao
Keburu Nikah
3 tahun yang lalu
Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Cintaku Yang Dipenuhi Dendam

Renita
Balas Dendam
3 tahun yang lalu
Lelaki Greget

Lelaki Greget

Rudy Gold
Pertikaian
2 tahun yang lalu
Harmless Lie

Harmless Lie

Baige
CEO
3 tahun yang lalu
Mata Superman

Mata Superman

Brick
Dokter
2 tahun yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
3 tahun yang lalu
Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Mbak, Kamu Sungguh Cantik

Tere Liye
18+
2 tahun yang lalu