Be Mine Lover Please - Bab 119 Aku Lebih Memahami Dirimu

Di Jingyuan, Nikita Su duduk di sofa dan diam-diam menatap pria di dalam kamar yang sedang mengemasi kopernya. Dia ingat apa yang dikatakan Leonard Li dalam perjalanan pulang. Apa hubungan antara Dante Shen dan mantan istrinya?

Tepat saat dia sedang berpikir, Leonard Li sudah mengemasi kopernya dan mendatanginya. Berlutut, menarik tangannya: "Ayo, pulang."

Dia masih ingat peristiwa saat ia meninggalkan rumah Keluarga Li di hari itu. Saat itu, hatinya sedang putus asa. Dia pikir dia tidak akan pernah kembali lagi ke rumah itu selamanya. Tanpa diduga ... rencana tersebut tidak sempat berubah.

Melihat dia sedikit pun tidak bergerak, Leonard Li menggenggam tangannya: "Masih marah?"

Nikita Su bukanlah orang yang berpikiran sempit, namun teringat kejadian beberapa hari ini, kepeduliannya pada Winny Li masih membuatnya tidak nyaman. “Apakah kamu benar-benar tidak menyukainya? Kenapa, pilihan pertamamu adalah dia, bukan orang lain?” Nikita Su berkata dengan cemberut.

Sambil memegang telapak tangannya dan mencium punggung tangannya, Leonard Li menjawab dengan tenang: "Bibi Shu kebetulan mengundangku makan di hari itu, tetapi dia tiba-tiba tidak bisa datang karena ada urusan. Jadi, aku sekalian menggunakan cara tertentu untuk menyelesaikan masalah. Aku tidak mungkin menyukainya. Akhir-akhir ini aku makan dengannya baru beberapa kali."

Melihat mata kecilnya yang tulus, seharusnya dia tidak berbohong, kan? “Nah, kalau hanya makan, maka aku tidak keberatan.” Nikita Su berkata sambil tersenyum.

Sambil meremas pipinya, Leonard Li berkata dengan manja: "Bodoh, aku tidak akan tergoda oleh wanita lain."

Nikita Su tidak berkata apa-apa, hanya bersandar di bahunya dan menutup matanya. Ia berharap setelah kejadian ini, hubungan keduanya bisa berjalan mulus. Tetapi dia tahu bahwa itu tidak realistis.

Dalam perjalanan pulang, Supir Li memandangnya dan berkata sambil tersenyum: “Nona Su sudah kembali. Kalau tidak, Tuan setiap hari akan memasang wajah tidak senang, kita semua akan menderita.

Mendengarkan ejekan Supir Li, rona merah muncul di pipi Nikita Su: "Apakah akhir-akhir ini suasana hatinya sangat tidak baik?"

"Tidak hanya tidak baik, tapi sangat buruk. Nona Su, kamu tidak tahu, Tuan ..."

Supir Li terus membicarakan perbuatan buruk Leonard Li, wajah Nikita Su pun tersenyum. Tampaknya Leonard Li sangat peduli padanya. Memikirkan hal ini, hati Nikita Su merasa bahagia.

Kembali ke rumah, pelayan membawa pakaiannya kembali ke kamar tidur Leonard Li. Nikita Su duduk di tempat tidur, menatap langit-langit dengan bingung. Leonard Li masuk dari luar dan memeluknya: "Apa yang sedang kamu pikirkan?"

Merasakan napasnya, Nikita Su menyipitkan matanya sedikit dan berkata perlahan, "Tidak memikirkan apa-apa."

Melihat bahwa dia tidak menjawab, Leonard Li tidak berniat untuk terus bertanya. Dia melepas jaketnya dan melemparkannya ke tempat tidur, ia langsung menggendongnya dan berjalan ke kamar mandi: "Apa yang kamu lakukan?"

“Lakukan apa yang ingin aku lakukan,” jawab Leonard Li. Nikita Su belum menjawab, sebuah suara halus terdengar dari kamar mandi.

Setelah masa perpisahan, mereka semakin merindukan aroma masing-masing. Dia menekannya di bawah tubuhnya dan menjarah berulang kali, seolah-olah terus menerus memastikan keberadaannya. Melihat pria di atasnya, sudut bibir Nikita Su sedikit terangkat.

Di tengah malam, Nikita Su berbalik ke samping dan memandang pria yang berbaring di sampingnya sambil memeluknya. Melihatnya tidur nyenyak, seolah guntur tidak bisa membangunkannya. Mengangkat selimut, Nikita Su pelan-pelan turun dari tempat tidur.

Keluar dari kamar dan berjalan menuju balkon. Bersandar di pagar, menyaksikan malam yang gelap. Dia masih bingung terhadap beberapa masalah tersebut. Sebenarnya, dia ingin tahu penyebab pertengkaran pertama adalah peluang yang bisa dia manfaatkan, atau alasan lain?

Menatap bintang-bintang di malam hari, Nikita Su pun termenung. Teringat pemandangan di tepi pantai hari ini, matanya berkedip redup. “Apakah ada sesuatu yang mengganjal dihatimu?” Dua tangan memeluk pinggangnya, perasaan akrab itu pun datang.

Nikita Su melambat dan bersandar di dadanya. “Kenapa kamu bangun?” Nikita Su bertanya dengan bingung.

Bibir jatuh di rambutnya, Leonard Li pun menjawab dengan dingin: “Ketika kamu bangun dari tempat tidur, aku langsung terbangun.” Setelah terbiasa dengan aromanya, selama beberapa waktu ini, dia merasa kesepian dan hampir bisa tidak tidur dengan tenang. Oleh karena itu, saat dia pergi, dia sudah tersadar dari tidurnya.

Ternyata dia juga sudah terbiasa dengannya, sudut bibir Nikita Su melengkung. “Ya, kamu tahu kenapa hari ini aku ingin menyelamatkannya?” Nikita Su tiba-tiba berkata.

Leonard Li terdiam sesaat, dan berkata dengan tenang: "Karena Bibi Shu."

Berbalik keheranan, matanya menatap matanya yang tenang: “Kamu tahu?” Kecuali Henny An, tidak ada yang tahu hubungan antara dia dan Bibi Shu.

Meremas pipinya, mata Leonard Li memantulkan sosoknya: “Nikita, aku mencintaimu lebih dari yang kamu pikirkan, dan aku lebih memahami dirimu.” Jika bukan karena cinta yang dalam, dia sama sekali tidak perlu peduli pada urusannya.

Nikita Su mengira dia menyembunyikannya dengan baik. “Dia adalah ibu kandungku, tetapi dia telah meninggalkan aku sejak aku masih kecil. Setelah aku memiliki ingatan, aku hampir tidak pernah melihatnya.” Nikita Su berkata dengan ringan, tangannya di atas pagar perlahan menegang.

Lengan yang memeluknya berangsur-angsur mengencang, dan Leonard Li memeluknya lebih dalam, seolah memberinya kekuatan. Ekspresinya membuatnya merasa tertekan.

Melihat ke kejauhan, Nikita Su mengenang: "Aku masih ingat ketika aku masih kecil, ibuku mengatakan kepadaku, dia berkata bahwa wanita itu tidak menginginkan aku lagi, dia memiliki keluarga baru dan seorang putri baru. Aku tidak percaya sampai suatu hari, aku melihatnya menggendong Winny sambil tersenyum lembut. "

Tidak mau melihatnya terus menunjukkan ekspresi seperti itu, bibir Leonard Li mencium lehernya seolah-olah bergerak perlahan ke bawah. Setelah melihat ini, perhatian jauh Nikita Su ditarik kembali: "Leonard ..."

Memutar tubuhnya, menghadap dirinya, dia meletakkan tangan di pakaiannya, membuat dia menahan getaran "Apa yang kamu lakukan?"

Dengan api di matanya, Leonard Li berkata dengan suara serak, "Jangan bergerak, aku menginginkan kamu di sini."

Ini ... Pipi Nikita Su langsung memerah, dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, "Ini adalah balkon."

“Upaya baru,” kata Leonard Li, sudah mengangkat roknya.

Nikita Su ingin menangis tanpa air mata, lalu menarik tangannya: "Aku ada orang yang melihat."

Sudut bibir terangkat, Leonard Li dengan tenang menjawab: “Sudah tengah malam, tidak akan ada orang yang melihat.” Kata-kata terakhir belum terdengar, penjarahan baru telah dimulai. Malam yang gerah, tanpa sadar membuat mereka mabuk. Nada gemetar mengalir keluar secara tidak sengaja, menyebabkan bulan bersembunyi di balik awan.

Keesokan harinya, Nikita Su bangun perlahan. Merasa tulang-tulang tubuhnya hampir hancur, dia memandang pria di sebelahnya dengan tidak percaya: "Apakah kamu tidak bisa sedikit mengendalikan diri?"

Pertanyaannya membuat Leonard Li menjawab dengan sangat tenang: "Tidak bisa, sudah menahan terlalu lama."

Sudut mulutnya berkedut, Nikita Su perlahan bangkit, menyeret tubuhnya yang berat, dan perlahan berjalan menuju kamar mandi. Melihat bayangan indahnya, Leonard Li menunjukkan senyum di matanya.

Segera setelah itu, Leonard Li mengantar Nikita Su ke perusahaan. Ketika mobil mewah yang familiar diparkir di lantai bawah di Perusahaan Yitian, para pejalan kaki yang lewat pun satu persatu memandang. “Aku akan menjemputmu malam ini.” Leonard Li menyentuh kepalanya dan berkata dengan ringan.

Dia bukan tipe orang manja, dan berkata sambil tersenyum samar: "Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri."

Mendengar ini, Leonard Li menunduk dan mencium bibirnya: "Aku ingin bertemu denganmu lebih cepat."

Mendengarkan alasannya, Nikita Su pun tersenyum. Dia menerima alasan ini. “Baiklah, jangan terlambat,” kata Nikita Su sambil tersenyum.

Leonard Li menajwab ‘ya’, Nikita Su membuka pintu, melambaikan tangan padanya, dan berjalan cepat menuju perusahaan. Melirik jam, Leonard Li berkata dengan tenang: "Harus tiba lima menit kemudian."

Sebelum ujung suara terdengar, Supir Li menginjak pedal gas dengan keras, suara mobil pun berdecit, dengan cepat melaju ke seberang jalan. Saat ini, Supir Li merasa tidak berdaya, hanya karena ingin memulai hidup mengemudi setiap hari.

Sebelum Nikita Su memasuki gedung, dia disapa oleh seseorang. Dia pun berbalik, lalu memandang Aldo Ye dengan alis mengkerut bingung: "Aldo, kenapa kamu di sini?"

Sambil menariknya ke samping, Aldo Ye memberinya sebuah amplop: "Lihatlah beberapa foto ini."

Ia mengambilnya dengan bingung dan membuka amplopnya, saat melihat foto di dalamnya, wajah Nikita Su langsung memucat. Tokoh utama dalam foto-foto ini adalah dia, tetapi yang paling mengerikan adalah dia berbaring di tempat tidur tanpa pakaian.

"Di mana kamu mengambil gambar di foto-foto ini?" Aldo Ye bertanya, "Hari ini ada seseorang yang mengirimi aku foto-foto ini."

Nikita Su dengan hati-hati mengamati lingkungan sekitarnya. Ketika dia melihat sesuatu, jari-jarinya tidak bisa menahan kekuatannya: "Ini rumah nenekku, ini kamarku sendiri. Jadi, foto-foto ini seharusnya ..."

“Seharusnya Jeanie dan mereka yang mengambil gambar ini.” Aldo Ye mengikuti kata-katanya dan melanjutkan kata-katanya. Pantas saja ia merasa tak asing, ternyata ini rumah nenek, kamar mereka dulu.

Dengan wajah pucat, Nikita Su tidak menyangka karena terakhir kali mereka tidak berhasil, tetapi mereka melakukan persiapan dengan rencana yang kedua. “Orang yang mengirimi kamu foto-foto ini seharusnya adalah ibu.” Nikita Su berkata dengan serius, “Jika Jeanie yang mengirim foto ini, dia pasti akan mengeluarkan foto-foto ini pada saat itu. Dia tidak akan menunggu lama. "

Aldo Ye mengerutkan kening dan berkata sambil mencibir: "Aku tidak menyangka mereka benar-benar kejam kepadamu, Nikita, dia meminta aku untuk menemuinya sore ini. Jika aku tidak muncul, dia akan menerbitkan foto-foto ini dan menghancurkanmu. Jika memang benar Nyonya Su, aku mungkin sudah menebak tujuannya. "

“Memintamu untuk menikahi Jeanie? Haha… Benar saja, ini sangat berbeda dengan putrinya sendiri.” Nikita Su berkata sinis, “Aldo, kamu tidak perlu memaksakan diri demi diriku. Jika mereka ingin menerbitkannya, terbitkan saja. Lagipula, aku sudah dikenal begitu buruk, aku juga tidak peduli tentang ini. "

Wajar saja jika Aldo Ye tidak akan membiarkan hal ini terjadi, bagaimanapun juga Nikita Su adalah mantan istrinya, ia memiliki kewajiban untuk melindunginya. "Aku akan menemuinya, Nikita, apakah kamu ingin bersama?"

Nikita Su terdiam sejenak dan mengangguk: "Ya, baiklah. Aku ingin mencoba untuk terakhir kalinya dan melihat apakah dia ... bisa sedikit merasakan cinta antara ibu dan anak." Meskipun dia tahu bahwa harapan seperti itu memiliki kemungkinan yang sangat kecil.

Novel Terkait

Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Love at First Sight

Love at First Sight

Laura Vanessa
Percintaan
2 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Gue Jadi Kaya

Gue Jadi Kaya

Faya Saitama
Karir
2 tahun yang lalu
PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

PRIA SIMPANAN NYONYA CEO

Chantie Lee
Balas Dendam
2 tahun yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
2 tahun yang lalu
Rahasia Seorang Menantu

Rahasia Seorang Menantu

Mike
Menjadi Kaya
2 tahun yang lalu
Someday Unexpected Love

Someday Unexpected Love

Alexander
Pernikahan
3 tahun yang lalu