Be Mine Lover Please - Bab 15 Menyakiti, Bukanlah Alasan Untuk Mencintai

Air matanya mengaburkan pandangannya, kedua matanya menatap lelaki di depannya, hatinya saat ini bergetar hebat. Dia mengapa setiap kali bisa seperti itu, menyakiti perasaannya tanpa memperdulikan waktu dan tempat.

Aldo Ye sudah terbiasa dengan air matanya, hanya setiap melihatnya, dia pasti tak bisa menahan rasa sakit hatinya. Wanita di depannya ini adalah kelemahannya. Setiap waktu dia selalu memaksa dirinya untuk bersikap kasar dan kejam padanya.

“Aku tahu melihatku dan Jeanie bersama bisa membuatmu menderita beratus kali lipat, dan asalkan melihatmu menderita, aku baru bisa merasakan kepuasan dari dendam yang terbalas.” Wajah Aldo Ye tertulis kebencian, “Aku membencimu, dan juga membenci diriku yang masih mencintaimu. Jadi Nikita, aku akan selamanya menghantuimu dan tidak akan melepaskanmu.”

Nikita Su tersenyum pahit dengan suara yang terdengar begitu lelah: “Kalau aku tidak mencintaimu, terserah kamu mau apa, aku pasti tidak akan memperdulikannya. Aldo, jadi ini kan yang kamu mau?”

Mendengar itu, tubuh Aldo Ye menegang. Seperti yang dia katakan, kalau dia bisa dengan banyak wanita bercinta tanpa memperdulikannya, karena dia mengetahui dengan jelas, dalam hati Nikita Su masih mencintainya dan tidak akan meninggalkannya. Tapi sekali rasa cinta itu hilang...

Nikita Su memanfaatkan Aldo Ye yang saat ini termangu, mendorong tubuhnya untuk jauh darinya, dia membuang mukanya kemudian berkata: “Aldo, hatiku sudah lelah, aku sudah tidak ingin mencintaimu lagi.” Sambil mengatakan itu, dia berlari kecil meninggalkannya.

Aldo Ye reflek mengulurkan tangan, ingin menangkapnya, tapi yang berhasil dia tangkap hanyalah udara. Rasa akan kehilangannya mulai datang. Dia dengan langkah besar maju dan menangkap tangannya, dengan emosi berkata: “Nikita, tanpa persetujuanku, kamu tidak boleh tidak mencintaiku.”

Nikita Su tersenyum mendecis, melihat matanya: “Sekali aku meyakinkan diri untuk menarik kembali perasaanku, semua perkataanmu bagiku hanyalah omong kosong.”

Setelah mengatakan itu, Nikita Su sekuat tenaga menyentak tangannya, tanpa melihatnya lagi masuk ke area Jingyuan. Aldo Ye tidak mengejarnya, hanya terdiam di tempat. Yang dia katakan itu, benarkah?

Selama menikah 3 tahun, dia sudah banyak kali mengatakan ingin bercerai, hanya kata itu selalu berujung menjadi wacana. Jadi kali ini, dia mempunyai alasan untuk bisa dia yakini, kalau dia pasti tidak akan sanggup. Tapi tidak tahu mengapa, mengingat sikapnya yang begitu yakin, dia merasa sedikit kecewa dan tidak tenang.

Sampai di rumah, Nikita Su berjongkok memeluk lututnya menangis tanpa suara. Setiap kali mengatakan kata seperti itu padanya, hatinya pasti terasa sangat sakit, hanya dia tidak sanggup setiap hari harus menerima luka yang seperti ini.

Sebuah tangan yang hangat memeluknya, Nikita Su mendengar helaan nafas Henny An yang berkata: “Setiap kali kamu sedih, semua itu pasti karena Aldo bajingan itu. Nikita, kali ini tolonglah yakin dan cerai saja ya.”

“Aku tahu, hanya setiap kali tahu kalau dia mencintaiku, aku jadi...” Nikita Su berkata dengan perasaan yang sedih. Padahal jelas saling mencintai, tapi hanya bisa saling menyiksa.

Henny An menepuk bahunya dengan sangat serius berkata: “Tapi dia tidak bisa menggunakan alasan mencintaimu, lalu terus mencari wanita lain bercinta dengan mereka. Nikita, kamu memangnya punya keyakinan bisa hidup dengannya seumur hidup?”

Di matanya kembali muncul adegan Aldo Ye bersama Jeanie Su, adegan saat mereka saling bergulat di ranjang kamar pernikahan mereka, hati Nikita Su begitu tertohok. “Aku tidak bisa.” Jawabnya tanpa ragu.

Henny An mengelus kepalanya dan menghiburnya: “Jadi, jangan sakiti dirimu lagi. Nikita, yang terjadi waktu itu bukanlah salahmu, kamu punya hak untuk mengejar kebahagianmu sendiri.”

Nikita Su mengangkat wajahnya, mengelap air mata dengan penuh keyakinan berkata: “Iya aku mengerti, terima kasih, Henny, aku tahu selanjutnya harus bagaimana. Kali ini, aku tidak akan ragu lagi.”

Henny An melihat matanya, menganggukan kepala, dengan tersenyum berkata: “Nah baguslah, Nikita kamu itu cantik, orang yang mengejarmu pasti banyak, jadi jangan menggantungkan dirimu hanya di satu pohon ini saja ya. Kamu tunggu ya, aku akan memperkenalkanmu pada lelaki tampan.”

Nikita Su tertawa dengan iseng berkata: “Kamu sudah begitu tidak sabar mendorongku pergi jatuh dalam pelukan orang lain ya?” Dia sangat beruntung, bisa bertemu mengenal teman seperti Henny An, di saat dia bersedih bisa ada menemani dirinya.

Novel Terkait

Satan's CEO  Gentle Mask

Satan's CEO Gentle Mask

Rise
CEO
2 tahun yang lalu
My Japanese Girlfriend

My Japanese Girlfriend

Keira
Percintaan
2 tahun yang lalu
Antara Dendam Dan Cinta

Antara Dendam Dan Cinta

Siti
Pernikahan
2 tahun yang lalu
Cinta Yang Dalam

Cinta Yang Dalam

Kim Yongyi
Pernikahan
2 tahun yang lalu
The Gravity between Us

The Gravity between Us

Vella Pinky
Percintaan
3 tahun yang lalu
Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Ternyata Suamiku Seorang Milioner

Star Angel
Romantis
3 tahun yang lalu
Cinta Tapi Diam-Diam

Cinta Tapi Diam-Diam

Rossie
Cerpen
3 tahun yang lalu
Pergilah Suamiku

Pergilah Suamiku

Danis
Pertikaian
2 tahun yang lalu