Be Mine Lover Please - Bab 35 Keindahan Di Depan Mata

Malam tiba, Nikita Su dan Leonard Li duduk berhadapan berpura-pura tenang menikmati makan malam. Tapi perasaan Nikita Su saat ini begitu khawatir.

“Diet?” Tanya Leonard Li tiba-tiba.

Hm? Nikita Su menatapnya bingung, tak lama baru mengerti dan meresponnya: “Tidak kok.”

“Tidak sesuai selera?” Selesai makan, Leonard Li meletakan sendok dan garpu di tangannya, kemudian menatap Nikita Su.

Nikita Su mengalihkan pandangannya keseliling, tidak berani menatap matanya. Dia bisa merasakan tatapan matanya, walaupun tak begitu mengintimidasi, tapi mampu membuatnya ingin berlari dan menghindarinya.

“Bu, bukan.” Nikita Su menjawab dengan terbata. Dia mana mungkin memberitahunya, kalau karena ada dia disini, jadi membuatnya merasa gugup.

Leonard Li seperti bisa membaca pikirannya, berdiri, dan berkata: “Makan lah.” Setelah itu, berjalan pergi naik ke lantai atas.

Melihat kepergiannya, Nikita Su baru bisa menghela nafas lega. Dia menundukan kepala, melanjutkan makan malamnya. Dia tak mengerti, Leonard Li mengapa bisa begitu perhatian padanya?

Selesai makan, karena merasa bosan, Nikita Su pergi jalan-jalan ke halaman belakang. Setelah beberapa kali datang ke vilanya, ini pertama kalinya dia datang ke halaman belakang. Tidak sedingin yang dibayangkan, ada banyak bunga merah bermekaran di halaman.

Baru saja berjalan masuk ke halaman, aroma harum bunga langsung menusuk hidungnya. Musim panas walaupun panas, tapi bunga yang mekar terlihat merona. Dari kejauhan, bisa melihat warna merah yang menyala.

Setelah Nikita Su mendekat, dia menemukan kalau halaman aslinya ditanami dengan Red Spider Lily. Dia sebelumnya hanya melihat bunga semacam ini di foto. Dalam kehidupan nyata, ini adalah pertama kalinya dia melihat begitu banyak Red Spider Lily.

Red Spider Lily yang memenuhi taman halaman, meskipun tidak terlalu indah, tapi bisa membuat orang terkejut. Dia pernah mendengar kalau Red Spider Lily dan daunnya tidak saling bertemu. Bunga tidak melihat daun, begitu juga daun tidak melihat bunga.

Nikita Su berlutut, dengan seksama mengagumi pesona Red Spider Lily. Hanya saja dia tidak mengerti mengapa Leonard Li memiliki begitu banyak bunga seperti ini. Hingga di suatu hari nanti, dia akhirnya akan mengetahui jawaban yang begitu menyedihkan dari semua itu.

Setelah menikmati pemandangan selama 10 menit, Nikita Su berbalik dan pergi. Tanpa sengaja melirik ke lantai 2 vila, dan matanya tak terduga bertemu dengan matanya. Bibirnya terbuka kecil, mata Nikita Su terlihat terkejut. Dia kemudian dengan cepat membuang muka.

Pukul 8 malam, Nikita Su dengan ragu-ragu datang ke ruang kerja Leonard Li. Mengetuk pintu kamar dan menatapnya, dia mengerucutkan bibirnya dan tersenyum sedikit: “Paman, ini sudah malam, para reporter harusnya suday pergi, dan aku pikir aku sekarang sudah bisa pulang.”

Leonard Li tidak menjawab, tetapi mengeluarkan hpnya dan menekan serangkaian nomor. Dia lalu menekan handsfree. “Bos, ada perintah apa?” Suara seorang lelaki datang dari telepon.

“Jingyuan, masih ada reporter tidak.” Ucap Leonard Li.

Hati Nikita Su tercekat, Leonard Li sepertinya telah mengirim seseorang untuk menjaga tempatnya. “Menjawab pertanyaan tuan, semua reporter masih menunggu disana.” Orang itu menjawab Leonard Li.

Setelah menyelesaikan panggilan, Leonard Li menatapnya: “Masih ingin pulang?”

Sambil menggelengkan kepalanya, Nikita Su berkata lagi: “Tidak, tidak lagi.” Jika dia sekarang di kepung reporter, Leonard Li pasti tidak akan peduli dengan hidup dan matinya lagi.

Leonard Li tidak mengatakan apa-apa, dan tiba-tiba meraih tangannya dan membawnya masuk ke ruang kerjanya. Nikita Su melihat jari-jarinya yang lentik dengan terkejut, pipinya langsung memerah. Tubuhnya ditekan duduk di atas sofa, dan di tangannya di tambah sebuah dokumen.

Leonard Li duduk di sampingnya, melipat kakinya dan berbicara dengan tenang: “Berita kali ini menjadi begitu meledak, semua karena ulah Aldo yang menyampaikan berita itu ke media.”

Nikita Su sejujurnya sudah menyadari semua ini sejak dia melihat beritanya. Dia tidak percaya kalau dia selama 3 tahun ini bisa bersembunyi dalam kegelapan, tapi pada saat ini, tiba-tiba ada orang yang mengetahui hubungan sahnya dengan Aldo Ye.

Nikita Su mengerti niat baiknya, tetapi karena itu juga, dia merasa lebih tidak nyaman. “Baiklah, aku tahu. Terima kasih, paman, sudah membantuku hari ini.” Nikita Su berkata dengan penuh rasa terima kasih.

Leonard Li mengangkat tangannya dan mencubit pipinya, berkata dengan suara dalam: “Kalau kamu ingin berterima kasih padaku, tersenyumlah.”

Tersenyum... Nikita Su berkata sambil tersenyum masam: “Senyumnya harusnya terlihat jelek kan? Pernikahan ini semakin di jalani semakin melelahkan.”

“Semuanya pasti akan berlalu.” Leonard Li mengatakan itu untuk menghiburnya.

Seperti yang dia katakan, semua pasti akan berlalu. Nikita Su melihat ke langit-langit, matanya memancarkan sesuatu. Setelah kembali ke kamar tamu, dia menuju ke kamar mandi untuk mandi Ketika melihat piyama yang telah disiapkan oleh pelayan, Nikita Su merasa begitu terharu.

Leonard Li sangat perhatian dan menyiapkan baju ganti untuknya. Walaupun piyama super seksi ini bukan kesukaannya. Nikita Su berbaring di bak mandi, dikelilingi oleh rasa hangat, membuat rasa lelahnya hilang.

Selesai mandi, Nikita Su melampirkan rambut panjangnya dan berjalan menuju balkon. Kamarnya agak pengap, dan dia tidak suka menyalakan AC, jadi dia ingin berdiri di balkon menikmati angin segar.

Dia bersandar malas, matanya sedikit menyipit, membiarkan angin malam mengacak-acak rambutnya. Di sini cukup tenang, dan mampu secara bertahap menenangkan hati orang. Dia begitu terlena akan semuanya hingga tidak menyadari ada orang lain di sekitarnya.

Nikita Su membuka matanya dan menatapnya, dia terkejut, dan berkata dengan nada bingung: “Paman, kamu mengapa tidak mengetuk pintu dulu?”

Sambil menunjuk ke pintu, Leonard Li menjelaskan: “Pintunya tidak di kunci.”

Eh...Sudut mulutnya bergerak-gerak beberapa kali, dan Nikita Su akhirnya hanya bisa menutup mulutnya. Rambut nakal berhembus di depan matanya, menutupi pandangannya. Baru saja mau mengangkat tangannya, tapi Leonard Li telah melangkah ke depan.

Leonard Li dengan wajah tanpa ekspresi memperbaiki rambutnya, ujung jarinya begitu dingin, dan terasa di kulitnya. Nikita Su mengangkat kepalanya, matanya memandang Leonard Li jauh di bawah pantulan sinar bulan, dan seluruh tubuhnya memancarkan pesona seorang lelaki dewasa.

Dia sangat baik dan mudah memabukkan hati wanita. Tanpa disadari, Nikita Su melirik beberapa kali lagi. “Apakah aku begitu tampan?” Sebuah suara rendah tapi tersenyum terdengar di telinganya, menarik pikirannya yang mengembara kembali pulang.

Nikita Su tersipu malu, dan matanya berputar: “Aku bukan melihatmu...”

Mendengarkan jawaban itu, Leonard Li tiba-tiba menggertak tubuhnya dan menekannya ke pagar balkon. Sambil membungkuk, nafas kuat laki-laki itu menyembur di pipinya: “Benarkah?”

Di luar jarak yang aman, membuatnya merasa berbahaya. Nikita Su dengan sigap memundurkan kepala, mencoba untuk menjaga jarak: “Paman, lepaskan aku.”

“Panggil namaku.” Leonard Li menatapnya, tatapannya begitu serius.

Nikita Su tak berbicara, hanya menunduk. Mendengar itu, Leonard Li mengeluarkan jari telunjuknya, mengangkat dagunya, tanpa menunggunya berbicara, langsung menciumnya.

Nikita Su dalam kepanikan memberontak, dan Leonard Li menggunakan lengannya dengan keras dan langsung menariknya masuk ke dalam pelukannya, menekan bagian belakang kepalanya dengan tangan kirinya, dia tidak memberinya kesempatan untuk melarikan diri sama sekali.

Nikita Su terus melawan, tetapi tampaknya tidak berdaya tenaganya tidak sebanding. Setelah mengalami banyak pengalaman berciuman dengannya, Leonard Li sudah tahu kalau keterampilan berciuman Nikita Su buruk. Jadi tak lama, Nikita Su sudah roboh dalam pelukannya dan membiarkan dia menjelajahinya.

Nikita Su malam ini mengenakan piyama sutra, dan Leonard Li sama-sama mengenakan pakaian santai. Di balik kain tipis itu, Nikita Su bisa merasakan panas di dadanya. Suara detak jantung itu sangat jelas dalam kegelapan, dup, dup, dup...

Setelah di ciumnya hingga tak bertenaga, Nikita Su tidak tahu sejak kapan meraih kemeja di dada Leonard Li, matanya tanpa sadar menjadi gelap. Begitu Leonard Li melepaskannya, nafasnya langsung menjadi terengah-engah.

Leonard Li menggosok bibirnya dengan ujung jarinya, suaranya terdengar parau: “Ini hukuman, cepat, panggil namaku. Kalau tidak, aku tidak keberatan untuk masuk lebih dalam lagi.” Tatapannya tertuju pada yang sesuatu yang gemuk menggumpal dan berwarna putih.

Nikita Su dengan malu-malu menutupi dadanya, dan dengan marah mengumpat: “Dasar mesum...” Ketika suara itu keluar, dia menyadari kalau suaranya terdengar begitu manja.

Dengan sedikit senyum di bibirnya, Leonard Li membungkuk, telinganya begitu dekat dengannya: “Panggil aku apa?”

Dia jelas sedang menggodanya, tapi Nikita Su tidak berdaya. Di bawah tekanan pagar, dia tidak ingin kehilangan tubuhnya lagi. Mode mabuk sejujurnya bisa dijadikan alasan. Tapi sekarang, dia sangat sadar.

Setelah memikirkannya, Nikita Su berkata dengan lembut: “Leonard.”

Meski tidak terlalu puas dengan jawabannya, tapi itu lebih baik dari panggilan paman. “Hei, kalau kamu memanggil namaku, aku akan lebih puas,” kata Leonard Li.

Nikita Su tidak bisa membiarkan hubungan mereka menjadi lebih ambigu, dia kemudian berkata dengan serius: “Pa... Leonard, aku sekarang belum bercerai, dan aku masih keponakanmu. Aku harap kamu dapat menjaga jarak yang normal denganku.”

Dengan 5 jari yang disisipkan ke rambutnya, Leonard Li membungkuk dan menatap matanya: “Normal seperti apa, apakah seperti ini?” Setelah berbicara, Leonard Li langsung mengecup bibirnya.

Nikita Su, mengerutkan kening: “Jangan menggodaku lagi. Memangnya bagimu, aku terlihat seperti wanita sembarangan?”

Mengetahui kalau dia marah, Leonard Li berhenti menggodanya. “Di mataku, kamu tidak seperti itu.” Leonard Li menjawab dengan tenang.

Meninggalkan pelukannya, Nikita Su menatap langit malam yang gelap. “Jadi, jangan menggodaku lagi. Kalau tidak, aku akan merasa bersalah dan merasa telah mengkhianati Aldo.” Nikita Su berkata pelan.

Leonard Li memeluknya dari belakang, dia melawan tapi Leonard Li semakin meningkatkan kekuatannya. “Nikita, kamu sangat baik.” Leonard Li berkata dengan tegas.

Dia mengatakannya dengan sangat sederhana, tetapi dia mengerti apa yang dia maksud. Nikita Su merasa hatinya tersentuh. Dia bilang dia sangat baik

“Terima kasih telah membantuku lagi dan lagi, tapi aku masih berharap aku bisa tidak berhubungan dengan orang-orang di keluarga Ye lagi,” kata Nikita Su perlahan.

Dia tidak tahu apa yang dipikirkan Leonard Li tentang dia. Dia tidak berani bertanya, karena takut mendengar jawabannya. Leonard Li adalah paman dari Aldo Ye. Tidak peduli dimulai dari mana, di antara mereka harusnya tidak ada hubungan apapun.

Dia memahami perasaannya dan mengetahui kecemasannya. Melihatnya, Leonard Li bergumam: “Nikita, aku dan dia berbeda.”

Tanpa sadar, Nikita Su tetap diam di pelukannya. Leonard Li tidak melepaskannya, dan keduanya memandangi bintang-bintang bersama. Di keadaan yang tenang, mereka hanya dapat mendengar nafas dan detak jantung satu sama lain.

Entah kapan, Nikita Su dalam keadaan berdiri jatuh tertidur sambil bersandar lembut di badannya. Melihat bulu matanya yang panjang, mata Leonard Li melembut.

Dia membungkuk, mengangkatnya secara horizontal, dan perlahan membawanya kembali ke kamar tidur. Dengan lembut membaringkannya di tempat tidur dan dengan hati-hati menyelipkan selimut. Dia tidak langsung pergi, duduk di sana dengan tenang, memperhatikan wajahnya yang tertidur dengan damai.

Leonard Li kemudian berdiri, membungkuk dan mencium lembut bibirnya. Berhenti di telinganya, dia berbisik dengan suara lembut: “Selamat malam.”

Meninggalkan kamarnya, Leonard Li dengan lembut menutup pintu. Dia ingat sebelumnya ada yang pernah mengatakan arti selamat malam itu adalah aku mencintaimu, mencintaimu.

Novel Terkait

Pejuang Hati

Pejuang Hati

Marry Su
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Penyucian Pernikahan

Penyucian Pernikahan

Glen Valora
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
2 tahun yang lalu
Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
3 tahun yang lalu
My Tough Bodyguard

My Tough Bodyguard

Crystal Song
Perkotaan
2 tahun yang lalu
My Goddes

My Goddes

Riski saputro
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu