Revenge, I’m Coming! - Bab 32 Kapan bisa Hamil? (2)

Kata kata ini mengingatkan Marry Li, memandangi Caroline Ye dengan tatapan menyelidiki, “O benar, kamu setiap hari sibuk diluar, masih bisa hamil?”

Caroline dengan tanpa ragu berjalan sampai didepan sofa duduk , menerima teh dari pekerja yang mengantarnya, dengan tenang berkata,

“Dulu saya tidak memahami sifat Mitchell Shao, kalian tidak menyadarinya kah? Saya dulu tiap hari berdiam dirumah, dia bahkan tidak sekalipun memandang saya, saya waktu itu dengan nya tidur dikamar terpisah.”

Bretta shao memelototinya, walaupun tidak berkata apapun, seperti ekspresi muka berkata ‘ Abang ku bisa peduli terhadap mu baru aneh.’

“Apa hubungannya ini dengan kamu pergi bekerja ?” Marry Li mengerutkan kening tidak mengerti.

Caroline Ye memandangi Marry Li, dengan penuh mendalam berkata,

“Mitchell Shao tidak suka ibu rumah tangga, kalau saya masih seperti dulu, takutnya dia juga akan seperti dulu, jika begitu, anda akan membuat pelayan perempuan muda mencari jalan, saya tidak bisa berbuat apapun .....”

Mengungkit ‘pelayan perempuan’, Raut muka Marry Li pelan pelan berubah, seketika tidak bisa berkata apapun.

Bretta Shao yang tidak tahu pernah terjadi apa, dengan cepat bertanya,

“Pelayan perempuan muda apa?”

“Tidak apa apa,” Marry Li dengan cepat memotongnya, dengan kesal mencela, “ Kamu seorang gadis yang belum menikah ngapain tanya begitu banyak? Urusan pribadi abang dan kakak iparmu, kamu ikut mendengarnya buat apa?”

Bretta Shao yang dicela dengan alasan tidak jelas, seketika raut wajahnya berubah, dengan tidak senang meninggalkan sofa.

“Apalah! Kalau anda tidak senang dengan saya, langsung bicara, saya tidak mau disini lagi!”

Selesai berkata dengan muka masam pergi keluar.

“Hei, Kamu kemana?” Marry Li mengejarnya bertanya.

“Pergi ketempat yang dimana saya tidak dipandang rendah.”

“Gadis tengik ini!” Marry Li dengan kesal berkata, “Benar benar kebiasaan yang buruk, kelak gimana mau menikah?”

Caroline Ye menunduk kepala meminum teh, bersandar dipohon besar menikmati kenyamanan, dia sambil menyandar di pohon besar Mitchell Shao, memikirkan masalah tentang melahirkan anak, bukan lain karena dia asal mengarang saja, dia bersedia atau tidak itu masalah lain kali, intinya ini tergantung pada Mitchell Shao ada atau tidak kemampuan ini.

Setelah makan malam, dia seperti biasa menunggu Mitchell Shao yang cuci muka dan gosok gigi naik ketempat tidur.

“Tunggu sebentar,”

Caroline Ye mengulurkan tangan mengambil buku yang tadi diambil oleh Mitchell Shao, meletakkannya kesamping, menarik tangannya, langsung menarik lengan baju tidurnya, dengan khawatir melihat perban di tangannya.

“Sudah seharusnya mengganti obat hari ini.”

Mitchell Shao mengerutkan kening, terhadap dia yang tidak bertanya apa pun malah membuat keputusan sendiri masih belum terbiasa.

“Lepaskanlah.”

Caroline Ye meletakkan tangannya, sambil mengambil kain kasa dan obat-obatan dari kotak obat sambil mengingatkannya untuk melepas pakaiannya.

Mitchell Shao tidak bergerak, matanya melebar seketika.

Dalam hal mengobati Caroline Ye benar-benar sudah terlatih, tetapi sikapnya tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan, perasaan dramanya semakin lama semaki kuat.

“Kenapa kamu tidak melepaskannya?” mengangkat kepala melihatnya yang tidak bergerak, Caroline Ye mengerutkan kening, “Jangan jangan kamu mau saya membantumu melepaskannya?”

Novel Terkait

Kakak iparku Sangat menggoda

Kakak iparku Sangat menggoda

Santa
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Love Is A War Zone

Love Is A War Zone

Qing Qing
Balas Dendam
6 tahun yang lalu
Si Menantu Buta

Si Menantu Buta

Deddy
Menantu
5 tahun yang lalu
My Only One

My Only One

Alice Song
Balas Dendam
6 tahun yang lalu
Perjalanan Selingkuh

Perjalanan Selingkuh

Linda
Merayu Gadis
4 tahun yang lalu
Dewa Perang Greget

Dewa Perang Greget

Budi Ma
Pertikaian
4 tahun yang lalu
Rahasia Seorang Menantu

Rahasia Seorang Menantu

Mike
Menjadi Kaya
4 tahun yang lalu