Mr. Ceo's Woman - Bab 57 Harus Tambah Uang
Dia tidak seharusnya menerima pekerjaan ini demi uang.
Dia awalnya berencana benar-benar memutus hubungan dengan Jaylen dan lainnya, namun tidak disangka hubungan ini bak tumbuhan rambat yang mengelilingi sebuah pohon besar, semakin lama semakin erat.
"Sutradara Lee, mengapa ditambah Jaylen Kou juga?"
Sutradara Lee tidak terburu-buru menjawab pertanyaan Caily, dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya, namun dia tidak menghisap rokok tersebut, malah membiarkan asap rokok memenuhi kamar kecil ini.
Setelah sekian lama, dia baru menyipitkan matanya, "Caily, kamu sudah termasuk orang lama di dunia hiburan, kamu tidak mungkin tidak tahu, banyak penonton yang sangat penasaran terhadap hubungan antara kamu dan Jaylen, kan? Dan juga hubunganmu dengan Jolie Nie, masih banyak yang mendiskusikan hal ini sampai sekarang."
Begitu Wilson mengatakan hal ini, Caily langsung tersentak.
Ternyata berbicara panjang lebar seperti ini, intinya ingin menggunakan hubungan mereka untuk menambah popularitas dan penonton?
"Sutradara Lee, kamu tidak merasa kamu seperti ini sudah keterlaluan?"
Caily tertawa sopan, namun matanya sangat tajam.
"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu, tapi kalau kamu ingin mempergunakanku untuk menambah popularitas, lebih baik kamu simpan niatmu itu."
Ekspresi Wilson serius, kalau bukan karena menerima telepon tadi, dia juga tidak akan membuat keputusan seperti ini.
Dia tidak tahu Caily telah menyinggung siapa, sampai-sampai orang itu melakukan hal seperti ini untuk menyiksa Caily, tapi orang itu memiliki kelemahannya di tangannya, jadi dia hanya bisa mengikuti kemauan orang itu.
Dan di akhir pembicaraan telepon tadi, orang itu sudah memperingati dia, tidak peduli apa yang terjadi di atas kapal ini, usahakan tidak sampai terjadi keributan.
Oleh karena itu dia juga merasa ada ganjalan dalam hati.
"Caily, apa syaratmu agar kamu bersedia berpartisipasi?"
Tangan Caily yang membuka pintu pun terhenti, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman, dengan sangat angkuh berbalik dan bersandar anggun di pintu.
"Sutradara Lee, jiwaku yang mewah tidak mungkin ternodai dengan mudah, kamu harus tahu, aku juga punya kehormatan sendiri."
"Bicara bahasa manusia."
"Hihi, yang kamu inginkan, bisa aku lakukan, tapi..... ckck, karena jiwaku mewah, maka harus tambah uang."
Caily mengedipkan mata terhadap Sutradara Lee, lagipula dia sudah ada di kapal ini, bagaimana boleh tidak mencari kesempatan mendapatkan uang?
Wilson Lee melihat sosok Caily dengan canggung selama beberapa saat, kemudian mengangguk dan berkata: "Boleh."
Caily kesenangan, baru saja mau menari kegirangan, dia merasa di belakangnya tiba-tiba ada udara dingin yang mengarah padanya.
"Caily Man, apakah kamu sebegitunya kekurangan uang?"
Jaylen berdiri di pintu dengan ekspresi dingin, dari seluruh tubuhnya tersebar aura dingin yang seakan tidak akan meleleh meskipun telah berlalu seribu tahun.
Caily refleks menahan nafas, mengapa setiap kali Jaylen selalu kebetulan melihatnya sedang ada di situasi seperti ini?
Lagipula tidak ada gunanya menjelaskan apapun kepada Jaylen, lelaki ini hanya menerima apa yang dia pikir sedang terjadi.
"Kata-kata Tuan muda Kou ini sangat aneh, siapa di dunia ini yang tidak mau uang?"
Caily juga tidak ingin berbicara panjang lebar dengannya, jadi dia langsung menyelip pergi dari sebelahnya.
Jaylen melihat sosok yang pergi dengan santai, diam-diam mengepal tangannya.
"Kolonel Kou, anda sudah datang?"
Wilson melihat tatapan dingin Jaylen yang terus melihat ke arah Caily, dia pun mulai mencurigai kebenaran rumor bahwa mereka berdua adalah suami istri.
"Sebenarnya tadi aku ingin membujuk Caily ikut berpartisipasi di rekaman sore ini, mencarimu juga karena hal ini."
Ekspresi Jaylen berubah sedikit setelah mendengar penjelasan Sutradara Lee.
Yang berarti, uang yang disebut Caily tadi, hanyalah ingin menambah biaya partisipasinya saja, bukan ada maksud lain?
Kalau begitu kenapa tadi jelas-jelas dia salah paham, tapi Caily tidak menjelaskan? Atau apakah dulu dia juga sudah sering salah paham terhadap Caily, sampai-sampai Caily sudah tidak ingin memberi penjelasan apapun kepadanya?
Ekspresi Jaylen memburuk, begitu teringat ekspresi Caily yang terluka pagi ini, tidak tahu mengapa, hatinya juga terpengaruhi.
"Sutradara Lee, anda mencariku ada masalah apa?"
"Begini, aku meminta tolong Caily membuat beberapa permainan kecil dan bermaksud merekam kegiatan ini dan diedit untuk dijadikan video promosi, jadi aku ingin mengundangmu untuk berpartisipasi juga, karena popularitasmu juga tidak kalah dengan artis-artis baru itu."
Awalnya Wilson Lee pikir membujuk Jaylen perlu waktu yang sangat lama, tapi tidak disangka Jaylen menyetujui dengan mudah.
"Boleh, panggil aku saat mau rekaman nanti."
Setelah itu, Jaylen pun berdiri dan berjalan ke arah Caily pergi tadi untuk mengejarnya, dia paling benci salah paham terhadap orang lain.
Ketika Jaylen menemukan Caily, Caily sedang berdiri di geladak kapal seorang diri, dilihat dari luar seperti sama sekali tidak terpengaruhi oleh kesalahpahamannya, malah jadinya dia yang terlalu banyak berpikir.
Caily melihat Jaylen berjalan menghampirinya, suasana hatinya yang tadinya bagus juga terganggu.
"Tuan muda Kou, ada apa? Masih merasa tidak cukup memarahiku, sengaja datang untuk memarahiku di depan orang-orang?"
"Kenapa tidak memberi penjelasan?"
Kata-kata Jaylen yang langsung ini membuat Caily merasa lucu, Caily meminum seteguk jus buah yang dia pegang, kemudian melihat ke arah laut.
"Tuan muda Kou, kali ini sudah keberapa kalinya kamu meminta penjelasan dariku untuk hari ini? Aku perlu memberikan penjelasan apa? Lagipula di dalam matamu aku adalah perempuan tidak berguna yang sembarangan menggoda orang lain, benar, kan?"
Ketika mengatakan kalimat ini, nada suara Caily terdengar mengejek diri sendiri, akhir kalimat menghilang di tengah hembusan angin, terdengar sedikit sedih.
"Sutradara Lee sudah menjelaskan masalah tadi kepadaku."
Dihembus oleh angin yang sejuk, Jaylen merasa kesadarannya sudah kembali, dia baru sadar tadi karena kepalanya panas, dia sampai langsung mengejar Caily?
"Oh, ternyata Sutradara Lee sudah menjelaskannya kepadamu, jadi untuk apa kamu datang mencariku?"
Nada suara Caily dipenuhi dengan ejekan dan sarkasme, membuat Jaylen merasa kesal untuk pertama kalinya.
Selama ini kepribadiannya sangat lurus dan tegas, tidak mungkin ada kejadian dimana Caily mengejeknya seperti ini, tapi kali ini sangat jelas bahwa dia yang salah.
"Caily Man, kamu urusi urusanmu sendiri."
Waktu berjalan dengan cepat, sudah sore hari, orang-orang yang awalnya masih asing juga mulai terbiasa dengan kebiasaan di atas kapal, oleh karena itu, ketika mendengar mereka akan mengadakan acara bermain games kecil, mereka semua terlihat ingin berpartisipasi.
Tapi......
Caily melihat Jaylen yang ada di kirinya dan Jolie yang ada di kanannya, dalam hati mulai terdengar suara kesedihan.
Sutradara ini pasti sengaja!!
Permainan mengoper tisu memang dipisah lelaki dan perempuan menurut rencananya, Nora dan Ashley juga terbagi di grup yang sama, sekarang ekspresi kedua gadis kecil itu sudah berubah kaku, tapi kondisinya sekarang juga tidak baik.
Mengapa dia harus menjadi orang yang memisahkan lelaki dan perempuan, yang lebih menakutkan adalah, dia terjepit di antara pasangan kekasih, apakah ini perbuatan manusia?
"Caily, semangat! Tidak disangka kita berdua ada di grup yang sama."
Jolie sepertinya sengaja mengabaikan Jaylen yang berdiri di samping Caily dan berusaha tersenyum lembut.
Tapi daripada dibilang Jolie sedang menyemangatinya, lebih tepat dibilang dia ingin mendorongnya ke kuali penuh minyak dan menggorengnya sampai matang.
Novel Terkait
Back To You
CC LennySi Menantu Dokter
Hendy ZhangMy Cold Wedding
MevitaWonderful Son-in-Law
EdrickI'm Rich Man
HartantoMy Secret Love
Fang FangMr. Ceo's Woman×
- Bab 1 Akhirnya cerai !
- Bab 2 Dia Menghormati Orang Tua dan Tidak Menyayangi yang Lebih Muda
- Bab 3 Mantan Suami!
- Bab 4 Karma Ya!
- Bab 5 Orang-Orang Kota Mempunyai Banyak Trik
- Bab 6 Misi Rahasia? Menyelesaikan Dari Akar Masalah!
- Bab 7 Kerjasama Win-Win
- Bab 8 Kenapa Tiba-Tiba Marah
- Bab 9 Dia Tidak Menyangka
- Bab 10 Pilihan Hidup Dan Mati
- Bab 11 Caily Terluka
- Bab 12 Komentar Netizen
- Bab 13 Pertama sekali bertemu
- Bab 14 Aku akan menerima tawaranmu
- Bab 15 Menambahkan sedikit hiburan
- Bab 16 Mantan suamiku yang tercinta
- Bab 17 Sakit, namun bahagia
- Bab 18 Tidak mempunyai kecocokan
- Bab 19 Bangkit untuk melawan
- Bab 20 Tidak akan tinggal diam !
- Bab 21 Mengunjungi Bangunan Tua Pada Malam Hari
- Bab 22 Tidak Bisa Mentolerirnya
- Bab 23 Sangat Konyol
- Bab 24 Jujur Atau Tantangan
- Bab 25 Putri Angkat Keluarga Man
- Bab 26 Gaun yang Misterius
- Bab 27 Membuat Mereka Menjadi Topik Pembicaraan!
- Bab 28 Aku Adalah Nona Muda Keluarga Man
- Bab 29 Dia Tidak Memiliki Hak Untuk Memiliki Nama?
- Bab 30 Mendapatkan Hadiah Tanpa Perlu Berusaha
- Bab 31 Surat Wasiat yang Tersembunyi
- Bab 32 Benar-Benar Sial
- Bab 33 Menepati Janji
- Bab 34 Konspirasi Dan Kecelakaan
- Bab 35 Teman yang Tulus
- Bab 36 Menyiram Minyak ke Dalam Api
- Bab 37 Aku Benar-Benar Merindukan Kamu
- Bab 38 Hebat Dalam Memarahi Orang
- Bab 39 Jika Tidak Berusaha, Maka Tidak Akan Mendapatkan Hasil
- Bab 40 Aku Ini Memang Orang yang Sangat Perhitungan
- Bab 41 Mengajari Cara Memancing
- Bab 42 Perebutan Gaun
- Bab 43 Kamu Adalah Istriku
- Bab 44 Perubahan yang Mendadak
- Bab 45 Matthew
- Bab 46 Kelanjutan Dari Ikatan Takdir yang Buruk
- Bab 47 Konferensi Skenario
- Bab 48 Hadiah Dari Penggemar
- Bab 49 Suatu Hal Kecil Membuat Masalah yang Besar
- Bab 50 Istirahat Sama Dengan Berhenti Kerja
- Bab 51 Terlambat
- Bab 52 Kemalangan yang terus terjadi
- Bab 53 Konfrontasi
- Bab 54 Hari yang spesial
- Bab 55 Hanya melakukan apa yang bisa dilakukan
- Bab 56 Kelicikan vs. Kelicikan
- Bab 57 Harus Tambah Uang
- Bab 58 Rencana Tersembunyi
- Bab 59 Jebakan Dalam Jebakan
- Bab 60 Pulau Terpencil
- Bab 61 Tunggu Aku
- Bab 62 Bertahan Hidup
- Bab 63 Efek Kupu-Kupu
- Bab 64 Lolos dari Bahaya
- Bab 65 Jebakan Demi Jebakan
- Bab 66 Masuk Penjara
- Bab 67 Nona Besar, Aku Datang Menjemputmu
- Bab 68 : Antara Cinta dan Benci
- Bab 69 : Mambawa Pergi Secara Paksa
- Bab 70 : Drama Tiga Wanita
- Bab 71 Membongkar Rahasia Diri Sendiri
- Bab 72 Menelusuri Sampai Akhir
- Bab 73 Mengulangi Kesalahan yang Sama
- Bab 74 Celah
- Bab 75 Undangan Herbert Song
- Bab 76 Perperangan empat orang
- Bab 77 Memulainya dengan menjadi teman
- Bab 78 Menimbulkan perselisihan
- Bab 79 Jebakan
- Bab 80 Kehilangan petunjuk
- Bab 81 Pertemuan Bahaya
- Bab 82 Terkena Jebakan
- Bab 83 Melewati Bahaya
- Bab 84 Tepi Antara Kenyataan dan Halusinasi
- Bab 85 Keegoisan Herbert Song
- Bab 86 Livia Mo
- Bab 87 Membuat Kesepakatan
- Bab 88 Licik
- Bab 89 Bukan Orang yang Sebelumnya
- Bab 90 Masa Mudanya Telah Dimakan Oleh Seekor Anjing
- Bab 91 Kamu Sangat Hebat!
- Bab 92 Tempat Ini Akan Selalu Menjadi Rumahmu
- Bab 93 Kejahatan Dilupakan Selama Ribuan Tahun
- Bab 94 Gosip
- Bab 95 Lakukan Semuanya Seperti Biasa
- Bab 96 Paling Menyedihkan Dari Semua Yang Hadir
- Bab 97 Dia Tidak Mengerti Dunia Orang Kaya
- Bab 98 Persaingan Dua Orang Pria
- Bab 99 Kaya, Bersikap Suka-Suka!
- Bab 100 Mendadak Terkenal
- Bab 101 Dikepung
- Bab 102 Pahlawan penyelamat wanita
- Bab 103 Dua orang yang perkataannya tidak sejalan dengan isi hati
- Bab 104 Sedikit tersentuh olehnya
- Bab 105 Pria bajingan masuk penjara
- Bab 106 Diculik
- Bab 107 Kebenaran Tahun Itu
- Bab 108 Memberi Wajah Kepada Keluarga Pei
- Bab 109 Tolong, Bawa Aku Pergi
- Bab 110 Aku Akan Menganggap Seekor Anjing Telah Menggigitku
- Bab 111 Drama Kembali Dilaksanakan
- Bab 112 Dunia Ini Benar-Benar Sempit
- Bab 113 Menjadi Wanita Tercantik
- Bab 114 Hehe Wanita
- Bab 115 Jus VS Arak
- Bab 116 Dare Yang Membuat Merona Dan Berdetak Kencang
- Bab 117 Seorang Manusia Serigala
- Bab 118 Cahaya Lampu Dan Bintang
- Bab 119 Pembagian Tim Syuting
- Bab 120 Keadaan Darurat
- Bab 121 Terhambat
- Bab 122 Jaylen Kou turun tangan
- Bab 123 Komunikasi antar pria
- Bab 124 Tamu tak diundang
- Bab 125 Pertemuan canggung di pemandian air panas
- Bab 126 Keangkuhan Dan Pemihakan
- Bab 127 Bibi Wang Sakit Kritis
- Bab 128 Mantan Pacar Yang Terus Menguntit
- Bab 129 Pemangsa Bertamu Ke Rumah Mangsa
- Bab 130 Musuhnya Musuh Identik Dengan Teman
- Bab 131 Mempersembahkan diri
- Bab 132 Hidup Kembali di Tengah Keputusasaan
- Bab 133 Maaf, datangnya terlambat
- Bab 134 Rumit
- Bab 135 Kalau tangannya sudah tidak mau, aku bantu kamu menghancurkannya
- Bab 136 Tidak Bisa Menjelaskan
- Bab 137 Foto yang Berharga
- Bab 138 Syuting di Kota X
- Bab 139 Menunjukkan Kekuatan
- Bab 140 Pembuat Onar
- Bab 141 Ledakan
- Bab 142 Gosip
- Bab 143 Menggunakan tangan orang untuk membunuhnya
- Bab 144 Adu domba
- Bab 145 Masalah yang terjadi di depan mata
- Bab 146 Dia adalah seorang pembunuh
- Bab 147 Pemaksaan
- Bab 148 Benar atau salah, tidak berani untuk mengatakannya
- Bab 149 Kamu adalah pembohong
- Bab 150 Menggumparkan Gosip