King Of Red Sea - Bab 170 Apakah Kamu Sudah Tidur?

Dalam beberapa hari terakhir ini, dia telah berlatih menarik dua ban besar sama seperti Tessa.

Di saat yang sama, dia juga menerima beberapa pelatihan khusus untuk memperkuat lengannya.

Tak terasa, kekuatan lengannya meningkat pesat.

Kurumi akhirnya mengerti bahwa Cloud sudah mempertimbangkan pertempuran hari ini dari beberapa hari yang lalu!!

Apakah dia dewa?

Aku tidak percaya dia bisa memprediksi pertarungan yang akan terjadi beberapa hari kedepan!

"Tarik."

"Angkat kakimu."

"Tendang ke depan."

Setelah tiga perintah berturut-turut, Kurumi menyelesaikan tindakan ini dengan sangat lancar.

Segera setelah itu, Kurumi merasakan kaki kanannya, menendang ke titik dimana semua laki-laki pasti akan segera menutupi area itu!

"Aarrghh!!!"

Jeritan yang sangat keras!

Bahkan Melvin, setelah mendengar jeritan itu, secara reflek ikut menutup kakinya.

Ayamnya terbang dan telurnya hancur!

Jova bisa dipastikan sudah tidak bisa menjadi laki-laki lagi.

"Kakak ipar ayo makan malam!"

Saat ini, suara Denzel terdengar dari telepon.

"Nah, kalian urus sampah itu sendiri, aku harus cuci tangan dan makan malam."

Kurumi memanfaatkan kesempatan yang ada karena sudah menang!

Pukulan demi pukulan dilontarkannya, dia membombardir tubuh Jova dengan pukulan keras!

Dia seperti karung pasir untuk latihan, tapi setiap kali dia memukulnya, itu bukanlah pasir yang keluar, tapi darah!

"Wow, kakak ipar, apa yang sedang kamu tonton? Penuh dengan adegan berdarah."

Denzel muncul dari belakang Cloud dan hendak melihat lebih dekat, tapi panggilan video sudah dimatikan.

Cloud bertepuk tangan, berkata bahwa itu tidak pantas untuk anak-anak, dan segera bangun untuk makan malam.

Dimalam hari, setelah mandi, Cloud berbaring di pojokan seperti biasa.

Aeris juga bersantai dibalik selimutnya setelah menyelesaikan pekerjaannya hari itu.

Hari ini di Grup Linggar, Cloud menikmati hari keberuntungannya bersama Aeris.

Karena itu, Cloud sepertinya akan tidur nyenyak malam ini.

Setelah mematikan lampu, ruangan kembali sunyi.

Sekarang bahkan jika ada jarum jatuh ke lantai, aku dapat mendengarnya dengan jelas.

"Apakah kamu kedinginan?"

Dari dalam kegelapan, Cloud mendengar suara kecil seperti nyamuk.

Namun, suara ini terdengar oleh telinga Cloud, tapi senyaman seperti suara peri.

"Tentu saja dingin, lantainya sedingin es."

"Jika dingin, bagaimana … kamu naik ke ranjang dan tidur."

Terdengar sangat pelan dan suara Aeris sepertinya bergetar.

Dan tepat setelah dia selesai berbicara, Aeris dengan jelas merasakan ada bayangan gelap di udara tiba-tiba menghampirinya.

Segera setelah itu, selimut di sekelilingnya terangkat.

Kemudian, seseorang masuk dan berbaring.

Sebelum Aeris bisa bereaksi, suara Cloud terdengar di telinganya.

"Istriku, kamu sangat baik padaku."

Nafas hangat terhembus di daun telinga Aeris yang halus.

Pada saat itu, perasaan merinding membuat Aeris terkejut.

Dia buru-buru membungkus dirinya dengan selimut seperti ‘Lumpia’, dia sangat malu sampai dia memasukan kepalanya ke dalam selimut.

"Jangan dekat-dekat, aku hanya mengizinkanmu untuk naik ke tempat tidur, kita harus menarik garis sepanjang 38cm di antara kita, kamu tidak boleh mendekat tanpa seizinku."

"Oh begitu!"

Cloud menjawab dengan sangat sederhana, dan ada sedikit sorakan dalam suaranya.

Kemudian, ruangan kembali hening.

Aeris tiba-tiba menyadari bahwa tempat tidurnya sangat kecil.

Dulu dia merasa tempat tidurnya cukup besar, dia berbaring sendirian, bisa membalikkan badan sesuka hati dan melakukan gerakan bebas dengan nyaman.

Tapi sekarang, jika dia mau bergerak, dia akan menyentuh Cloud.

Selain itu, nafas Cloud tadi masih tertinggal di telinganya, mengganggu pikirannya, dan membuat jantungnya berdegup kencang.

Setelah beberapa saat, Aeris bertanya lagi, "Apakah kamu sudah tidur?"

Tidak ada jawaban.

Novel Terkait

Anak Sultan Super

Anak Sultan Super

Tristan Xu
Perkotaan
5 tahun yang lalu
The Great Guy

The Great Guy

Vivi Huang
Perkotaan
5 tahun yang lalu
Wanita Pengganti Idaman William

Wanita Pengganti Idaman William

Jeanne
Merayu Gadis
6 tahun yang lalu
Mr Huo’s Sweetpie

Mr Huo’s Sweetpie

Ellya
Aristocratic
5 tahun yang lalu
Memori Yang Telah Dilupakan

Memori Yang Telah Dilupakan

Lauren
Cerpen
6 tahun yang lalu
Jalan Kembali Hidupku

Jalan Kembali Hidupku

Devan Hardi
Cerpen
6 tahun yang lalu
Kamu Baik Banget

Kamu Baik Banget

Jeselin Velani
Merayu Gadis
5 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
5 tahun yang lalu