Yama's Wife - Bab 79 Bakat yang Unik
Tiba-tiba aku menemukan celah. Sebelumnya, aku fokus memikirkan kenapa dia mengalami mimpi yang sama selama dua tahun. Memikirkan ada yang salah. Saat dia mengatakan mimpi itu, pertama dia bilang dia selalu bisa memimpikan gadis yang sudah meninggal itu. Tetapi satu-satunya mimpi yang dia katakan adalah dia ditabrak dan terbunuh oleh mobil hitam, dan tidak ada gadis itu, aku langsung bertanya, "Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu memimpikan gadis itu? Tapi gadis yang kamu katakan tidak ada dalam mimpi."
Peter Jin mengerutkan keningnya: "Yang aneh ada di sini. Dalam mimpi itu, aku tahu dengan jelas bahwa aku ingin bertemu dengannya. Seolah aku datang ke persimpangan untuk menemuinya, tapi aku tidak melihatnya dalam mimpi, dia hanya ada dalam pikiranku dan dia tidak pernah muncul..."
Aku tidak mengerti: “Apakah kamu menemukan hal-hal aneh dalam dua tahun terakhir selain memimpikan mimpi ini?” Sulit menentukan penyebab hanya dari mimpi. Jika gadis itu membencinya dan ingin mengganggunya, mustahil baginya untuk memiliki mimpi yang sama tanpa melakukan sesuatu padanya selama dua tahun. Paul Jin juga mengatakan sebelumnya bahwa Peter Jin tidak dalam kesehatan yang baik sepanjang waktu, dan belum dalam dua tahun terakhir ini dia mulai dalam kondisi kesehatan yang buruk, jadi kondisinya saat ini mungkin tidak ada hubungannya dengan gadis itu. Kurang lebih karena mimpi dua tahun ini.
Ia berpikir sejenak dan berkata: "Apa kamu bisa percaya, kalau aku mengatakan aku pernah melihat ibuku yang sudah meninggal,? Belum lama ini ... aku melihatnya berjalan ke kamar tidur ayahku saat larut malam, tapi ku tidak berani mengatakan ini kepada siapapun, karena aku takut tidak ada yang percaya padaku, bagaimana mungkin orang mati bisa muncul? Aku merasa aku mulai berhalusinasi, dan aku takut sudah menderita penyakit jiwa yang serius..."
Melihat ibunya berjalan ke kamar ayahnya belum lama ini? Ini tidak seperti ilusi, itu benar-benar terjadi. Jiwa ibunya mengunjungi ayahnya lebih dari sekali di tengah malam untuk mengingatkan ayahnya.
Dia sekarang curiga bahwa ini adalah ilusi.
Aku berkata akan datang lagi besok, lalu kembali.
Pulang ke rumah, aku menunggu Devil Yama kembali. Saat hari sudah gelap, akhirnya ia kembali. Saat aku menceritakan padanya, ia hanya berkata acuh tak acuh, "Apa kamu tuli, aku memintamu untuk tidak keluar sampai aku kembali."
Aku mencemberutkan bibirku dan berkata, "Bukankah aku kembali tanpa masalah? Tidak ada yang terjadi padaku ... Kamu pasti tahu apa yang terjadi pada Peter Jin, kan? Kita sudah membantu ayahnya, sebaiknya kita bantu dia juga, kan?"
Devil Yama melepas topengnya dan menyipitkan mata ke arahku dan berkata: "Tentu aku tahu apa yang terjadi, tapi sebaiknya biarkan saja, terutama dirimu. Kamu tidak boleh mendekatinya, kalau kamu tidak mendengarku, jangan pernah berpikir untuk menghasilkan uang, kamu sangat menyukai uang dan tidak akan membuang-buang kesempatan menghasilkan uang, kan?"
Aku sedikit tertekan, apakah masalah Peter Jin sangat rumit? Dia juga membuat aku tidak boleh mendekati Peter Jin, aku selalu merasa tidak berperasaan...
Aku penasaran, dan dengan ragu-ragu berkata: "Tapi aku telah mendengar ceritanya dan berjanji akan membantunya, apa kamu mau membiarkanku dipandang sebagai penipu?"
Dia mengangkat sehelai rambut panjang dan berkata dengan acuh tak acuh, "Melakukannya sendiri, siapa yang harus disalahkan? Kamu tidak bisa mengurus masalahnya, dan aku juga. Semuanya memiliki takdirnya sendiri, kamu bisa ikut campur dalam beberapa hal, tapi tidak semuanya, karena itu bertentangan dengan kehendak langit."
Aku tidak begitu mengerti yang sebenarnya, tapi aku merasa Peter Jin sudah mengerti apa yang terjadi, dan aku tidak bisa menahan rasa penasaran.
Aku bertanya, "Kenapa? Jelaskan padaku."
Dia mengabaikanku, duduk bersila di atas ranjangku, seperti meditasi...
Dia menutup matanya dan dikelilingi oleh lapisan cahaya merah, dan aku langsung tertegun.
Setelah ibuku kembali, ia memasak makanan dan memanggilku untuk makan. Saat aku keluar dan membawa mangkok ke kamar untuk makan, ibuku juga mengatakan bahwa aku telah mengembangkan kebiasaan buruk belakangan ini dan harus makan di meja makan, aku juga sangat tidak berdaya, aku tidak bisa benar-benar makan nasi, sekarang aku hanya bisa makan mutiara energi negatif itu.
Setelah makan, aku membantu ibuku membereskan piring dan kembali ke kamar, Devil Yama masih duduk tak bergerak di kasur, aku memiliki keinginan untuk menendangnya, tapi aku tidak berani. Aku berbaring di sisi lain tempat tidur dengan bolak balik, aku tidak bisa tidur, walaupun cukup sejuk ...
Aku memejamkan mata dan bertanya-tanya tentang Peter Jin. Kenapa dia tidak peduli? Mendengar dari apa yang dikatakan Peter Jin, dia tidak melakukan kesalahan apa pun.
Aku sedang memikirkannya, dan tiba-tiba ada jari yang merabah di dadaku.
"Belakangan ini sepertinya bertambah besar ya ..."
Aku menepis tangannya dan membelakangi dia: "Jangan ganggu aku, aku sedang memikirkan banyak hal."
Dia membungkuk dan berkata, "Dengan otakmu yang bodoh, sampai otakmu pecah pun tidak akan terpikiran. Melihatmu sangat penasaran, aku terpaksa memberitahumu."
Aku segera duduk dan menatapnya: "Cepat katakan, aku akan mendengar baik-baik."
Dia mulai memasang postur orang bijak, dan berkata dengan serius: "Tahukah kamu bahwa beberapa orang ditakdirkan untuk menjadi luar biasa sejak lahir? Bakat alami itu baik, tetapi mereka juga dapat membawa kerugian bagi mereka yang memilikinya. Beberapa orang dilahirkan dengan mata batin, mata batin bisa melihat hal-hal gaib, dan dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain, hanya sedikit orang yang memiliki ini, seperti Peter Jin, dia bisa meramalkan kematian, ini sudah merupakan faktor penting yang tidak memungkinkan dia untuk ada di dunia ini. Kemampuannya untuk meramalkan mulai muncul saat dia tumbuh dewasa."
"Jika kemampuan ini dibiarkan berkembang, itu akan melawan energi positif dan negatif, dan mengganggu tatanan reinkarnasi. Dia meramalkan kematian ibunya dan kematian orang yang lewat. Tentu saja, dia juga meramalkan bunuh diri wanita yang melompat dari gedung. Dia lemah dan sakit-sakitan sejak dia lahir. Dia ditakdirkan untuk hidup kurang dari dua puluh empat tahun. Dua puluh empat adalah periode puncak kemampuannya, yaitu, pada saat itu dia harus mati. Hukum alam begitu kejam, juga tidak ada gunanya dia hidup lebih panjang."
Novel Terkait
Awesome Guy
RobinCinta Yang Tak Biasa
WennieIstri Yang Sombong
JessicaMy Tough Bodyguard
Crystal SongPengantin Baruku
FebiPernikahan Tak Sempurna
Azalea_Yama's Wife×
- Bab 1 Mimpi yang Menakutkan
- Bab 2 Token
- Bab 3 Kamu Seharusnya Sudah Mati Sejak Lama
- Bab 4 Sesuatu Di Perut
- Bab 5 Orang Tua Penjaga Gerbang Mati
- Bab 6 Kepalanya Hancur Dilindas
- Bab 7 Zombie (1)
- Bab 8 Zombie (2)
- Bab 9 Hantu Sialan Itu Menolongku
- Bab 10 Toleransi
- Bab 11 Hanya Wanita Dan Pria Berpikiran Sempit Yang Sulit Dijaga
- Bab 12 Kasih Sayang Suami Istri Yang Baru Bersama Selama Sehari
- Bab 13 Tidak Boleh Memperlihatkan Kaki
- Bab 14 Kerasukan
- Bab 15 Raja Yama
- Bab 16 Bertemu Dengan Yang Sudah Pergi
- Bab 17 Dipukul Hantu
- Bab 18 Zombie
- Bab 19 Semua Hal Selalu Masuk Akal
- Bab 20 Kesulitan Di Dua Sisi
- Bab 21 Tidak Ada Temboh Tak Bercelah
- Bab 22 Harus Panggil 'Suamiku'
- Bab 23 Angin Beraura Energi Negatif
- Bab 24 Wajah Memerah Hati Berdebar (1)
- Bab 25 Wajah Memerah Hati Berdebar (2)
- Bab 26 Cerita Masa Lalu
- Bab 27 Devil Yama Menikah Lagi
- Bab 28 Giok yang Hancur
- Bab 29 Lagi-lagi Melihat Malaikat Maut
- Bab 30 Orang yang Belum Dewasa, Tak Bisa Diandalkan
- Bab 31 Memungut Manusia Hidup
- Bab 32 Bertemu Roh Setiap Hari
- Bab 33 Lebih Baik Tidak Kamu Ketahui
- Bab 34 Yama Punya Banyak Istri
- Bab 35 Terjebak
- Bab 36 Meski Menjadi Hantu Aku Juga Tidak Akan Melepaskanmu
- Bab 37 Janin Gaib (1)
- Bab 38 Janin Gaib (2)
- Bab 39 Janin Gaib (3)
- Bab 40 Habis Manis Sepah Dibuang
- Bab 41 Mimpi Di Siang Bolong
- Bab 42 Bicarakan Baik-Baik, Jangan Bersikap Kasar
- Bab 43 Bentuk Cinta
- Bab 44 Dengan Siapa Kamu Berbicara
- Bab 45 Dia Tidak Akan Bertahan Hidup
- Bab 46 Bermain Di Luar
- Bab 47 Merasuki Tubuh
- Bab 48 Memotong Umur 20 Tahun
- Bab 49 Perbedaan yang Hidup Dan Mati
- Bab 50 Membuat Segalanya Menjadi Sulit
- Bab 51 Rangsangan
- Bab 52 Gigit Lobak
- Bab 53 Mengintip
- Bab 54 Manik
- Bab 55 Video
- Bab 56 Mengancam
- Bab 57 Tidak Senang Setelah Membunuhny
- Bab 58 Berpura-Pura Bodoh
- Bab 59 Aku Sudah Memperhitungkannya
- Bab 60 Dirasuki
- Bab 61 Dipukul
- Bab 62 Ini Melanggar Hukum
- Bab 63 Kolam Panjang Umur
- Bab 64 Pinggang Terasa Mau Patah
- Bab 65 Mutiara Energi Negatif
- Bab 66 Orang Misterius Di Sosial Media
- Bab 67 Rumah Sudah Tidak Aman Lagi
- Bab 68 Ancaman Yang Aneh
- Bab 69 Hantu Jahat Mencongkel Jantung
- Bab 70 Berbohong
- Bab 71 Jangan Lupa Membagi Keuntungannya
- Bab 72 Tidak Tahan Lagi
- Bab 73 Halaman Belakangmu Kebakaran
- Bab 74 Cinta Baru Dan Lama
- Bab 75 Rasanya Menyenangkan
- Bab 76 Istri Pertama
- Bab 77 Aku Tidak Mau Mati Lebih Dulu Dari Orang Tuaku
- Bab 78 Dihantui
- Bab 79 Bakat yang Unik
- Bab 80 Rasa Manis
- Bab 81 Suami Yang Satu Ini Mengajarimu Dengan Cukup Baik
- Bab 82 Kamu Tahu Lebih Jelas Dibandingkan Diriku
- Bab 83 Aku Tetap Akan Mengenalmu Sekalipun Berubah Menjadi Debu
- Bab 84 Masih Saja Berkata Bukan
- Bab 85 Apakah Mungkin Seorang Wanita
- Bab 86 Mari Kuperlihatkan Yang Lebih Menarik
- Bab 87 Obsesi (1)
- Bab 88 Obsesi (2)
- Bab 89 Terakhir Kalinya
- Bab 90 Mengapa Ingin Mencelakaiku
- Bab 91 Tak Tahu Malu
- Bab 92 Hidup Berharga Beberapa Uang
- Bab 93 Hantu Mesum
- Bab 94 Jangan Main-Main Dengan Hubungan Antara Pria Dan Wanita
- Bab 95 Main Mata
- Bab 96 Apakah Kamu Seorang Wanita?
- Bab 97 Teman Sekamar
- Bab 98 Tidak Ada Air Yang Keluar
- Bab 99 Kebersihan Mental
- Bab 100 Ini Adalah Perilaku Penjahat
- Bab 101 Mengapa Tidak Ada Bulunya
- Bab 102 Di Mana Dimulai Di Situ Di Selesaikan
- Bab 103 Ilusi Hantu
- Bab 104 Bukan Orang Baik
- Bab 105 Pemandangan Indah Di Tempat Yang Jauh Dan Terpencil
- Bab 106 Berpikir Berlebihan
- Bab 107 Hantu Air
- Bab 108 Hubungan Dekat Kerabat
- Bab 109 Terungkap
- Bab 110 Semua Ada Balasannya
- Bab 111 Cinta Tengah Malam
- Bab 112 Mayat Kering Di Bawah Tempat Tidur
- Bab 113 Barang Ini Milikmu, Kan?
- Bab 114 Anggap Saja Melacur Gratis
- Bab 115 Sudah Berakhir
- Bab 116 Dimana Telur Naga
- Bab 117 Suamiku
- Bab 118 Membuka Postur Baru
- Bab 119 Telepati
- Bab 120 Hidup Abadi
- Bab 121 Waktu Itu Entah Mengapa Aku Bisa Menyukaimu
- Bab 122 Jurus Penggoda
- Bab 123 Pernikahan Gaib
- Bab 124 Menjadi Dewasa Belum Tentu Adalah Hal Yang Baik……
- Bab 125 Suara Apa
- Bab 126 Bantu Ucapkan Terima Kasih Pada Leluhurmu
- Bab 127 Sok Hebat Memerlukan Keterampilan
- Bab 128 Di Bawah Pancaran Sinar Mentari, Ini Terlalu Menyilaukan
- Bab 129 Lampu Gantung yang Meneteskan Air
- Bab 130 Tahu Tidak Orang Seperti Apa yang Tak Boleh Disinggung
- Bab 131 Teriak Apaan
- Bab 132 Apa yang Kalian Lakukan
- Bab 133 Kamu Siapa
- Bab 134 Kamu Bodoh Ya
- Bab 135 Bagian Mana yang Tak Pernah Kulihat
- Bab 136 Bukankah Hanya Masalah Kecil
- Bab 137 Tanah Yang Berdarah
- Bab 138 Ada Masalah Apa?
- Bab 139 Aku Percaya Padamu
- Bab 140 Seorang Wanita, Cara Berjalannya Seperti Itu Apa Pantas?
- Bab 141 Mengantarmu Kemana Saja
- Bab 142 Lari
- Bab 143 Kamu Hanya Memakai Ini Saat Keluar Tadi
- Bab 144 Takut Kedengaran Orang Lain?
- Bab 145 Hanya Saja Kamu Tidak Tahu
- Bab 146 Kata-Katanya Penuh Tipu Muslihat
- Bab 147 Kenapa Kamu Bisa Ada Di Sini
- Bab 148 Sampah
- Bab 149 Semuanya Adalah Wanita Raja Yama
- Bab 150 Konsekuensi Buruk