I'm Rich Man - Bab 175 Pura-Pura Kesulitan
Adrian hanya menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana mungkin kakek itu akan memberiku uang? Dia hanya mempergunakan aku sebagai senjata. Dia sudah membuat kesepakatan, kalau aku bisa mewarisi kekayaan keluargamu, dia akan mendapat setengahnya! Kalau aku tidak bisa mewarisi kekayaan itu, itu akan menjadi masalah aku sendiri, jujur saja, aku sudah terbiasa melewati hari-hari yang sulit, tidak perlu menjalani kehidupan yang mewah!"
Setelah berbicara, Adrian mengambil gitar di sebelahnya dan tersenyum pahit.
"Sejujurnya, aku juga tidak pantas mendapatkannya!"
Melihat Adrian saat ini, dia menjadi ingat dengan dirinya yang dulu, perasaan Charles Lee untuk menerimanya semakin meningkat.
"Apakah kamu benar-benar adikku? Bagaimana kamu bisa tahu? Karena kamu tahu, mengapa kamu tidak pernah mencari seseorang dari keluargamu? Kamu membiarkan mereka begitu saja!"
Charles Lee duduk di sofa di sebelahnya, sofa yang warnanya tidak bisa dilihat karena terlalu kotor, dan juga ada beberapa botol air mineral di sebelahnya.
"Apa yang terjadi? Ceritakan kepadaku!"
Mendengar ini, dia tersenyum sedikit dan menepuk bahu Charles Lee.
"Kamu kakakku atau bukan kakakku, kehidupan kita berdua juga berbeda. Aku juga pernah berpikir sebelumnya, mengapa hidup begitu tidak adil kepadaku! Tapi aku berpikir lagi, orang kaya juga belum tentu bahagia, mungkin orang kaya juga tidak bahagia. Aku merasa aku baik-baik saja sekarang, bisa ditemani musik setiap hari dan aku bisa melakukan apa yang aku suka setiap hari. Tidak ada yang salah bukan?"
“Maaf!” Charles Lee tidak tahu mengapa dia mengatakan sesuatu kepadanya.
"Kamu tidak ada salah kepadaku. Masalah ini pada awalnya adalah kesalahan keluarga. Mungkin ada banyak orang yang sama seperti aku sebelumnya, tapi aku sudah terbiasa. Jangan dengarkan omong kosong kakek itu, menurutku ini adalah kehidupan yang aku inginkan, aku suka kehidupan seperti ini, aku pikir tidak ada yang salah dengan itu!"
Adrian menuangkan segelas air untuk Charles Lee dan keduanya tertawa satu sama lain.
"Jadi aku tidak bisa kembali ke keluarga, tapi aku tetap memanggilmu kakak! Bagiku, hubungan antara kakak adik lebih baik dari yang lain!"
"Haha, jangan khawatir, aku menganggapmu sebagai adikku!"
Kembali dari rumah Adrian, Charles Lee sengaja menarik puluhan juta dari bank dan diam-diam mengirimkannya ke Adrian.
Dia tidak tahu semua ini hanyalah sebuah akting.
Di kamar Adrian.
“Adrian, trik mu hebat juga!” Pria yang menculik Adrian sebelumnya berkata sambil tersenyum.
"Aku tidak berpikir kakakmu sehebat itu, sekali keluarkan langsung sepuluh juta. Ini cukup bagi kita untuk pergi bekerja selama setengah bulan! Sobat, kalau kamu benar-benar bisa menjadi tuan muda dari Keluarga Lee seperti dia, saat itu, jangan sembarangan habiskan uang, kamu harus bekerja lebih keras, anak itu bukan sesuatu yang baik, lihat saja, kita bisa menipu dia dengan mudah, IQ dia bukan apa-apa! Hanya perlu bekerja lebih keras, aku pikir tidak ada masalah jika kamu menggantikannya!"
"Ya sobat, anak ini bodoh, dia mengikuti apa yang kukatakan! Setelah kita menghabiskan uang ini, kita akan mengambil kesempatan untuk meminta uang kepadanya, lalu kita biarkan dia tahu bahwa kita adalah orang miskin yang hidupnya tidak mudah!"
Beberapa orang tertawa, Charles Lee tidak menyadari semua ini.
Di malam hari, menerima telepon dari Adrian.
"Kakak, kamu dimana?"
Charles Lee berkata sambil tersenyum.
"Di bar, ada apa?"
"Terima kasih untuk hari ini, kamu kehilangan banyak uang untukku! Aku ingin mengajakmu makan malam, apakah kamu punya waktu..."
Charles Lee melihat orang-orang di bar, sekarang adalah jam sibuk, dia ingin menolaknya, namun, begitu berhenti sejenak, tampaknya Adrian menyadari hal itu.
"Tidak apa-apa, kak... kamu sudah terbiasa makan mewah, aku tidak punya banyak uang, hanya bisa makan di warung kecil! Kamu pasti tidak akan terbiasa makan disana, kamu tidak akan suka makanan itu. Jangan khawatir, tunggu aku punya uang dulu..."
Charles Lee mendengarkannya, dia tidak begitu untuk makanan, dia hanya tersenyum ketika dia memikirkannya.
"Ngomong apa? Baik, kakak akan mentraktir kamu makan malam, mau dimana?"
"Di luar sekolahmu saja!"
Charles Lee langsung menyetujuinya.
Sesuai dengan lokasi yang disepakati, mereka berdua langsung menuju ke depan pintu kedai, begitu mereka masuk, penuh dengan kerumunan orang.
Sudah membeli lobster dan tersenyum.
"Kakak, terima kasih atas cintamu kepadaku hari ini! Kalau tidak ada kamu, tidak jelas apa yang akan terjadi, terima kasih untuk semua ini, aku harus minum untukmu hari ini!"
"Jangan bersikap sopan kepadaku, jujur saja, kata-kata mu hari ini benar-benar membuatku terkesan. Aku pikir kamu benar, kita berdua bersama-sama bukan untuk uang. Kita adalah saudara, jadi tentu saja begitu. Sudah, adikku, kamu bisa mencariku kapan saja, kita berdua, tidak peduli kita berhubungan atau tidak, aku akan memperlakukanmu sebagai adikku aku sendiri!"
Setelah berbicara, mereka mengangkat gelas bir dan keduanya meneguk.
Di dalam cahaya yang redup, Charles Lee merasa rasa bir ini aneh dan tidak tepat, tetapi dia sudah meminumnya ketika menyadarinya. Dia tidak berpikir banyak dan tidak mengatakan apa-apa.
Setelah minum dan makan, awalnya Charles Lee ada peminum yang baik, tetapi tidak tahu apa yang terjadi hari ini, dia terus merasa pusing.
Setelah mengurangi minum, dia kembali ke rumah sewaannya. Sebelum memasuki rumah sewaan, dia ingat Adrian berdiri di belakangnya, kemudian tidak ada lagi setelah itu.
Saat terbangun, dia menemukan wajah Adrian dipenuhi dengan bekas luka.
Darah bertetesan, sedangkan Charles Lee berbaring di tempat tidur tanpa masalah.
"Ada apa? Adrian, apa yang terjadi?"
Setelah memperhatikan, memang rumah sewaannya tidak masalah, apa yang terjadi dengannya?
"Tidak apa-apa, aku tidak sengaja terbentur! Kita berdua minum terlalu banyak, aku tidak sengaja terjatuh ketika membawamu kembali!"
"Bagaimana mungkin? Bagaimana kamu bisa jatuh seperti ini! Katakan apa yang terjadi!"
Adrian hanya menggelengkan kepalanya.
"Kakak, jangan bertanya lagi, ini benar tidak ada apa-apa!"
Segera berdiri dan memandang Charles Lee di depannya.
"Aku bilang tidak ada apa-apa, tidak ada yang terjadi, kakak, aku masih ada urusan, aku pergi dulu!"
Novel Terkait
Love From Arrogant CEO
Melisa StephanieAkibat Pernikahan Dini
CintiaI'm Rich Man
HartantoSuami Misterius
LauraMy Perfect Lady
AliciaMy Charming Lady Boss
AndikaI'm Rich Man×
- Bab 1 Hanya Seekor Anjing
- Bab 2 Kekayaan Yang Menutupi Langit
- Bab 3 Berlutut Mengakui Kesalahan
- Bab 4 Aku Butuh 6 Miliar
- Bab 5 Membantu Pembohong Menutupi Kebohongan, Dasar Idiot
- Bab 6 6M Cukup Tidak
- Bab 7 Obat Pereda Sakit Jantung!
- Bab 8 Orang-Orang Datang Hanya Untuk Menertawakannya!
- Bab 9 Berpura-pura Baik
- Bab 10 Jangan Mencari Masalah Dengan Tuan Muda Qi!
- Bab 11 Tidak Sanggup Bermain
- Bab 12 Tuan Muda Jiang Telah Mengakui!
- Bab 13 Aku Datang Mencari Perhitungan
- Bab 14 Aku Ingin Membeli Bar
- Bab 15 Aku Ingin Membeli Seluruh Gedung Mall
- Bab 16 2 Miliar, Membuat Semua Orang Tercengang!
- Bab 17 Kamu Harus Tetap Bersamaku
- Bab 18 Lepaskan Dia, Aku Akan Melepaskan Pakaian
- Bab 19 Nasib Terakhir
- Bab 20 Mengirim Kalian Ke Nepal
- Bab 21 Ciuman Liani Su
- Bab 22 Berjanji Untuk Menjaganya Seumur Hidup
- Bab 23 Kamu Bajingan!
- Bab 24 Pertama Kali
- Bab 25 Kamu Dikeluarkan
- Bab 26 Aku Menggigitmu
- Bab 27 Penyalahgunaan Anjing
- Bab 28 Aku Sudah Bersalah
- Bab 29 Seseorang Yang Menyembunyikan Niat Jahat
- Bab 30 Menyukaimu
- Bab 31 Pertunjukan Oleh Tiga Perempuan
- Bab 32 Vivian Zhang Datang Menyerang
- Bab 33 Apa Yang Kamu Sukai Itu Ada
- Bab 34 Menampar Muka
- Bab 35 Perbedaan Perlakuan
- Bab 36 Kekayaan dan Kekuatan yang Besar
- Bab 37 Kesulitan
- Bab 38 Menyedihkan
- Bab 39 Mencari Mati
- Bab 40 Memberi Mereka Pelajaran
- Bab 41 Sudah Seharusnya
- Bab 42 Perekrutan
- Bab 43 Ancaman
- Bab 44 Nyali Yang Sangat Besar
- Bab 45 Mencuri Barang
- Bab 46 Menepati Janji.
- Bab 47 Tidak Tahu Malu
- Bab 48: Membantu Kamu Menyelesaikan.
- Bab 49 Tak Berdaya
- Bab 50 Menghabiskan Banyak Waktu
- Bab 51 Hasil curian
- Bab 52 Konglomerat?
- Bab 53 Kesombongan
- Bab 54 Curhatan
- Bab 55 Siapa Yang Pengecut
- Bab 56 Orang Luar
- Bab 57 Semuanya Buta
- Bab 58 Apa Yang Sebenarnya Terjadi
- Bab 59 Putus Saja
- Bab 60 Tak Berujung
- Bab 61 Tukang Pembersih
- Bab 62 Beraksi
- Bab 63 Sangat Korosif
- Bab 64 Tindakan Yang Keterlaluan
- Bab 65 Kamu Hebat
- Bab 66 Rekan Kerjasama?
- Bab 67 Instruktur Kebugaran
- Bab 68 Mengirimmu Ke Surga
- Bab 69 Keluhan
- Bab 70 Menjadi Orang
- Bab 71 Gabriel Meng
- Bab 72 Lupa
- Bab 73 Pria Yang Paling Keren
- Bab 74 Petunjuk
- Bab 75 Kesal
- Bab 76 Membuat Masalah
- Bab 77 Berbaikan Kembali
- Bab 78 Membawa Pergi Dengan Paksa
- Bab 79 Aku Adalah Bos
- Bab 80 Krisis Bar
- Bab 81 Aku Adalah Mitos Yang Tidak Bisa Kamu Ganggu
- Bab 82 Momok
- Bab 83 Diberi Muka Tapi Tidak Mau
- Bab 84 Bantuan Uang
- Bab 85 Penghemat Hidup
- Bab 86 Sadar Sepenuhnya
- Bab 87 Menjual Alkohol Palsu
- Bab 88 Harvey
- Bab 89 Kebenaran
- Bab 90 Bencana Tidak Hanya Datang Sekali
- Bab 91 Teladan
- Bab 92 Berbisnis
- Bab 93 Satu Masalah Belum Selesai , Timbul Masalah Baru
- Bab 94 Memberi Kamu Muka
- Bab 95 Hari Ini Akan Menelantarkanmu
- Bab 96 Pengawal Baru
- Bab 97 Diskriminasi
- Bab 98 Diracuni
- Bab 99 Menangkap Pencuri
- Bab 100 Terkaya Pertama Di Kota
- Bab 101 Sesi Khusus
- Bab 102 Perjanjian Perusahaan
- Bab 103 Direkomendasikan sendiri
- Bab 104 Mempertanyakan
- Bab 105 Memasuki Perusahaan
- Bab 106 Kamu Adalah Orang Keluarga Lee
- Bab 107 Jalan Belakang
- Bab 108 Mencari Pekerjaan
- Bab 109 Bodoh
- Bab 110 Persyaratan Kontrak
- Bab 111 Mengambil Satu Langkah Pada Satu Waktu
- Bab 112 Pada Dasarnya
- Bab 113 Tidak Ada Masalah Malah Mencari Masalah
- Bab 114 Balas dendam
- Bab 115 Tawaran Absen
- Bab 116 Tidak Berinisiatif
- Bab 117 Bersalah
- Bab 118 Negosiasi
- Bab 119 Kesalahpahaman
- Bab 120 Berkata Apapun Salah
- Bab 121 Memalukan
- Bab 122 Mengganggu
- Bab 123 Tidak Bisa Memberitahumu
- Bab 124 Sebagai Seorang Ayah
- Bab125 Menjaga Orang Sakit
- Bab 126 Pelajaran
- Bab 127 Kesepakatan Setan
- Bab 128 Menaruh Obat
- Bab 129 Masa Lalu
- Bab 130 Si Pembunuh Harus Membuat Pembangkangan
- Bab 131 Makan Malam
- Bab 132 Keributan Yang Mendadak
- Bab 133 Bahaya
- Bab 134 Bos Seksi
- Bab 135 Penagihan Hutang
- Bab136 Menyelamatkan Orang Dengan Uang
- Bab137 Kamu Adalah Adikku
- Bab138 Baby Han Yang Malang
- Bab139 Kemarahan Sendy Wang
- Bab140 Adik Perempuan
- Bab 141 Kesulitannya Sendiri
- Bab 142 Berinvestasi Dalam Proyek Baru
- Bab 143 Meminjam Uang Untuk Menghindari Bencana
- Bab 144 Bertindak Secara Rahasia
- Bab 145 Ditangani Secara Adil
- Bab 146 Tragedi
- Bab 147 Membohongi
- Bab 148 Dikambing Hitami
- Bab 149 Pulau Plorida
- Bab 150 Terluka
- Bab 151 Menuju Kyoto
- Bab 152 Rencana Yang Salah
- Bab 153 Sudah Bisa
- Bab 154 Melamar Untuk Menikah
- Bab 155 Ferrari
- Bab 156 Bangkrut
- Bab157 Alasan
- Bab158 Toko Keluarga Wang
- Bab159 Sama Buruknya
- Bab160 Ada Yang Terjadi Dengan Liani Su
- Bab 161 Kebenaran Bayi Han
- Bab 162 Meninggalkan
- Bab 163 Sepertinya Teman Lama
- Bab 164 Saluran Internal
- Bab 165 Memberimu Kompensasi
- Bab 166 Frustasi
- Bab 167 Pihak Ketiga
- Bab 168 Akhirnya Retak
- Bab 169 Pelajaran privat
- Bab 170 Hal-hal Aneh
- Bab 171 Salam Terakhir
- Bab 172 Sekelompok Orang Yang Hilang
- Bab 173 Rahasia
- Bab 174 Liontin Giok Kecil
- Bab 175 Pura-Pura Kesulitan
- Bab 176 Kemajuan Yang Belum Pernah Terjadi
- Bab 177 Bertaruh
- Bab 178 Hidup Dan Mati
- Bab 179 Terbangun Dari Mimpi
- Bab 180 Diam-Diam Menyelidiki
- Bab 181 Pertemanan Hidup Dan Mati
- Bab 182 Balas Dendam
- Bab 183 Tidak Pernah Puas
- Bab 184 Bangkit Dari Kematian
- Bab 185 Balas Dendam
- Bab 186 Terulang Kembali
- Bab 187 Mengherankan
- Bab 188 Terpisah Dari Dunia
- Bab 189 Menebak
- Bab 190 Harapan
- Bab 191 Tak Kenal Takut
- Bab 192 Penderitaan Semua Orang
- Bab 193 Jhon
- Bab 194 Duel
- Bab 195 Berpikir
- Bab 196 Berputar Wajah Menjadi Musuh
- Bab197 Bertaruhan
- Bab 198 Langit ke 3
- Bab 199 Pegunungan Yang Berliku
- Bab 200 Semuanya Sudah Siap
- Bab 201 Bar Melarikan Diri
- Bab 202 Si Rambut Merah
- Bab 203 Sekelompok Orang
- Bab 204 Mereproduksi
- Bab 205 Marah
- Bab 206 Satu Tetap Satu
- Bab 207 Seperti Manusia Purba
- Bab 208 Timbal Balik
- Bab 209 Jual Barang
- Bab 210 Sudah Berpisah
- Bab 211 Membayar Kebajikan Kepada Dermawan
- Bab 212 Fun City
- Bab 213 Membeli Fun City
- Bab 214 Mendadak Muncul
- Bab 215 Sulit Dibedakan Antara Benar Dan Salah.
- Bab 216 Pembuat Masalah
- Bab 217 Merajuk
- Bab 218 Pergi
- Bab 219 Pertandingan Hidup Dan Mati
- Bab 220 Perubahan Natasyah
- Bab 221 Si Tua Akan Memusnakanmu
- Bab 222 Luar biasa
- Bab 223 Hal Kritis
- Bab 224 Tantangan
- Bab 225 Hidup Dan Mati
- Bab 226 Kertas Kraft
- Bab 227 Lawan Yang Terhormat
- Bab 228 Aneh
- Bab 229 Fakta Berbicara Lebih Keras Daripada Kata-kata
- Bab 230 Bingung
- Bab 231 Tantangam Arena Tanding
- Bab 232 Impian
- Bab 233 Orang Asing
- Bab 234 Pukul Muka
- Bab 235 Kung Fu Yang Terlambat
- Bab 236 Runtuh
- Bab 237 Trik Naga
- Bab238 Bimbang
- Bab 239 Pulang Kerumah
- Bab 240 Menganggu Wanitaku
- Bab 241 Pergi
- Bab 242 Barang Apa
- Bab 243 Klan Naga
- Bab 244 Janji Seorang Master
- Bab 245 Denis Wang
- Bab 246 Berharap
- Bab 247 Parthevia
- Bab 248 Menyalahkan
- Bab 249 Memahami
- Bab 250 Terpaksa
- Bab 251 Keuntungan Dari Kesalahan
- Bab 252 Sembarangan Berkata
- Bab 253 Enggan
- Bab 254 Tanya Tuhan
- Bab 255 Kucing Menangkap Tikus
- Bab 256 Hal yang Tidak Terduga (1)
- Bab 256 Hal yang Tidak Terduga (2)
- Bab 257 Pergi Sehari Dihitung Sehari
- Bab 258 Tolong Kembalilah
- Bab 259 Bersandiwara
- Bab 260 Menyukai
- Bab261 Tidak Sadar
- Bab 262 Pembuat Masalah Ditemukan
- Bab 263 Memang Seharusnya
- Bab 264 Terakhir Kali
- Bab 265 Hebat
- Bab 266 Hebat
- Bab 267 Aliran Jernih
- Bab 268 Negosiasi
- Bab 269 Keluarga Lee/Li
- Bab 270 Sudah Dewasa
- Bab 271 Tidak Bijaksana
- Bab 272 Balas Dendam
- Bab 273 Menyelamatkan Orang
- Bab 274 Tidak Bisa Dibedakan
- Bab 275 Berpura-Pura
- Bab 276 Makan Malam Amal
- Bab 277 Anak Angkat
- Bab 278 Bertemu Liani Su
- Bab 279 Sengaja Mencari Masalah
- Bab 280 Godaan
- Bab 281 Disembunyikan
- Bab 282 Pembunuh
- Bab 283 Berbalik
- Bab 284 Jelaskan Secara Jelas
- Bab 285 Ide
- Bab 286 Obat Penangkal
- Bab 287 Menggunakan Strategi Lawan
- Bab 288 Ketakutan
- Bab 289 Sudah Lupa
- Bab 290 Meninggalkan