Asisten Bos Cantik - Bab 179 Tak Terduga Sekali
Mereka bergegas melaporkan kondisi interogasi Steven Qiao tadi, William Wang tersenyum, “Teman lama, aku tahu tadi kamu mengungkit aku dengan mereka, adalah ingin menunjukkan hubungan denganku, agar mereka dapat berbelas kasih terhadapmu. Tetapi Teman lama, meski hubungan pribadi kita sangat baik, sekarang aku hanya bisa bertindak secara profesional, tidak ada pilihan lain, jika kamu benar-benar memiliki sesuatu, lebih baik langsung katakan saja, kamu juga mengetahui peraturan kami.”
Steven Qiao menatap William Wang, “Apakah Teman lama sedang menginterogasi aku?”
William Wang menggeleng kepala, “Tidak, melainkan wawancara.”
“Karena adalah wawancara, maka tidak ada yang ingin aku katakan.”
“Seharusnya kamu memiliki sesuatu untuk dikatakan.”
“Apa yang kamu ingin aku katakan? Ingin aku mengatakan bahwa proyek senilai delapan triliun itu, kamu memintaku untuk memberikannya kepada Perusahaan Feng?”
William Wang tersenyum lagi, “Teman lama humoris sekali, kenapa bisa mengatakan perkataan seperti ini? Benar, proyek senilai delapan triliun itu, aku memang pernah mengingatkan kamu, tetapi aku mengingatkan kamu untuk bertindak secara profesional, jangan melakukan transaksi gelap di belakang, kalau tidak, akan menghancurkan masa depanmu sendiri. Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataan bijak dariku, bukankah sekarang kamu dilaporkan oleh orang lain? Sekarang aku sebagai Ketua Tim Investigasi, datang untuk menangani kasus ini, sejujurnya aku sangat kesusahan, aku tidak ingin melihat teman lamaku terjerumus ke dalam jurang tak berdasar, tetapi tidak bisa tidak menjalankan kewajibanku.”
Steven Qiao menatap William Wang, “Teman lama, dalam berkata dan bertindak haruslah sesuai dengan hati nurani.”
“Aku berkata dan bertindak bukan berdasarkan hati nurani, melainkan hukum dan peraturan.” kata William Wang dengan tegak.
Steven Qiao merasa menyedihkan, teman lamanya memutarbalikkan fakta karena pengaruh keuntungan, tanpa memedulikan hal apapun. Setelah hening sejenak, Steven Qiao berkata, “Dengan surat itu, apakah kalian dapat langsung memastikan bahwa aku dan Perusahaan Foursea memiliki transaksi gelap? Bukti seperti apa ini?”
William Wang berkata, “Kami selalu menggunakan bukti nyata dalam menangani kasus, dalam surat itu sudah tertulis dengan jelas sekali, demi mendapatkan proyek senilai delapan triliun itu, Rini Liu memberikan kamu uang yang sangat banyak, juga tertulis dengan sangat spesifik bahwa uang itu dimasukkan ke dalam kotak Pir Korla, selain itu, sekotak uang ini tidak diantarkan ke rumahmu secara langsung, melainkan di antarkan ke rumah ayahmu.”
“Fitnah, kalian memfitnah.” teriak Steven Qiao dengan gusar.
“Teman lama, jangan beremosi, sebenarnya aku juga tidak ingin percaya bahwa isi dari surat ini adalah kenyataan, berdasarkan pertemanan kita, aku sangat berharap kamu dapat aman sentosa, tetapi karena kewajibanku, aku harus melaksanakan tugas yang seharusnya aku laksanakan.” ujar William Wang dengan pelan.
“Bagaimana kamu menbuktikan semua ini? Hanya berdasarkan surat itu?” tanya Steven Qiao.
“Tentu saja tidak, kami selalu memiliki bukti yang lengkap dalam menangani kasus.”
“Kalau begitu ayo kalian keluarkan buktinya.” Steven Qiao menyeringai.
William Wang tersenyum, “Karena Teman lama bersikeras tidak mengaku, maka aku perlihatkan sesuatu padamu saja.”
“Apa itu?”
“Tunggu sebentar, ayo, tuangkan segelas air untuk Walikota Qiao.”
Ada orang yang meletakkan segelas air di depan Steven Qiao, Steven Qiao hanya meliriknya dan tidak bergerak.
William Wang mengambil sebatang rokok yang diberikan padanya, “Teman lama, ayo merokok dulu.”
“Terima kasih, aku tidak merokok.” ujar Steven Qiao dengan datar.
William Wang berkata dengan ramah, “Berdasarkan hubungan kita, seharusnya aku menghindar pada kasus ini, tetapi karena keterbatasan orang, atasan mengutusku untuk menangani kasus, aku juga tidak punya pilihan lain, aku benar-benar tidak ingin melihat situasi hari ini terjadi.”
Steven Qiao mendengus.
Seorang pria berjalan masuk sambil membawa kotak kardus, lalu meletakkannya.
William Wang menunjuk kotak kardus, “Teman lama, lihat, apakah ini?”
Steven Qiao melihat sekilas, “Pir Korla.”
“Apakah kamu benar-benar mengira di dalamnya adalah Pir Korla?” tanya William Wang sambil tersenyum.
“Kalau begitu apakah itu?”
“Apakah kamu benar-benar tidak tahu?”
“Bagaimana aku bisa tahu?”
“Baiklah kalau begitu, karena kamu tidak tahu, kuberitahu saja, ini adalah sekotak uang penuh.”
Steven Qiao menatap William Wang dengan waspada, “Apa maksud perkataanmu ini?”
“Apa maksudku, Teman lama akan segera mengetahuinya, apakah kamu tahu dari mana kotak ini didapatkan?”
“Dari mana?”
“Dari rumah ayahmu.”
Badan Steven Qiao bergetar, dia menggeleng kepala dengan kuat sambil berteriak, “Bagaimana bisa ada barang ini di dalam rumah ayahku? Pasti tidak mungkin.”
“Teman lama, jangan beremosi, ini baru saja dibawakan bawahanku dari rumah ayahmu.” ujar William Wang dengan santai.
“Ini tidak mungkin, di dalam rumah ayahku tidak pernah ada uang sebanyak itu, barang di dalam kotak ini pasti bukan uang.” kata Steven Qiao dengan tidak percaya.
“Benar atau bukan, akan diketahui setelah dibuka.” William Wang berkata dengan dingin, lalu dia menoleh menatap bawahannya, “Buka.”
Bawahan mulai merobek isolasi kotak kardus.
William Wang sangat bangga, rencana berjalan dengan sangat mulus, kerja sama dengan Hardy Feng juga sangat selaras. Semua orang tahu bahwa kotak ini dibawakan dari rumah ayah Steven Qiao, begitu kotak ini dibuka, maka sesuai dengan isi surat, bukti nyata pun solid. Pada saatnya nanti, walau teman lamanya memiliki seratus buah mulut, juga tidak bisa menjelaskan kebenaran dirinya lagi.
Kotak kardus dibuka, semua orang menjulurkan leher untuk melihat isinya, Steven Qiao juga melirik ke sana.
William Qang tidak melihat kea rah kotak kardus, melainkan menatap lurus pada Steven Qiao, dia berharap dapat melihat kekagetan dan kemarahan di wajah teman lamanya seperti dugaannya, dia ingin menikmati kesenangan itu di saat pertama.
Namun anehnya, Steven Qiao tersenyum dan menatapnya dengan menyindir.
William Wang termangu, dia menunduk melihat kotak kardus, dan terbengong seketika, sialan, kenapa di dalam kotak kardus penuh dengan buah pir?
Orang lainnya juga terkejut.
“Eh, buah pir, bukan uang.”
“Jangan-jangan salah?”
“Tidak salah, orang tua itu jelas-jelas mengatakan bahwa ini adalah sekotak buah-buahan yang diantarkan oleh orang utusan Rini Liu, di ruang tamu juga hanya ada sekotak ini saja.”
Mendengar pembicaraan orang-orang, melihat ekspresi Steven Qiao yang menyindir, William Wang terbengong, ada apa ini? Apa yang salah dengan Hardy Feng?
Steven Qiao menatap William Wang, “Inikah buktimu?”
William Wang gusar sekali.
Steven Qiao merasa lega, dari pembicaraan William Wang tadi, dia sudah bisa memastikan bahwa dirinya telah dikambinghitamkan, mungkin ada orang yang mengatasnamakan Rini Liu, mengatasnamakan mengantarkan buah-buahan, justru mengantarkan sekotak uang ke rumah ayah. Jika kotak kardus ini dibuka dan adalah uang, tepat sesuai dengan isi surat, tepat menjadi bukti bahwa dia dan Rini Liu memiliki transaksi gelap, maka dia benar-benar susah untuk menjelaskan masalah ini. Namun sekarang, kotak yang dibuka ini berisikan buah pir, William Wang masih mempunyai alasan apa lagi untuk mengkambinghitamkannya?
Tiba-tiba Steven Qiao menyadari, mungkin ada orang yang membantunya diam-diam, memecah strategi jahat William Wang menggunakan cara tersembunyi.
Namun, siapakah orang itu? Untuk sementara ini, tidak terpikirkan oleh Steven Qiao.
Wajah William Wang menjadi gelap, dia tidak berbicara apa-apa, langsung berbalik badan dan pergi keluar.
Kemudian, ada orang yang ikut keluar dan berbisik, “Ketua, bagaimana? Apakah membiarkan dia pulang saja?”
William Wang berbalik badan menatap bawahannya, setelah merenung sesaat, dia bergeleng, “Tahan dan terus tanyakan.”
“Dengan bukti yang tidak cukup, bagaimana menanyakannya?” ujar bawahannya kesusahan.
“Tetap katakan bahwa dia bermasalah, biarkan dia katakan sendiri, jika tidak katakan maka tidak boleh pergi.”
“Ini? Bagaimana jika dia tidak mengatakan apa-apa?”
“Jika tidak katakan maka bawa saja ke bawah, biarkan semalaman, lihat dia bisa bertahan berapa lama, aku tidak percaya dia tidak memiliki masalah lain.”
Bawahannya mengiyakan dan pergi.
William Wang kembali ke kamar 802, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon Hardy Feng.
“Saudara Wang, apakah sudah berhasil?” Hardy Feng berkata terlebih dahulu.
“Berhasil apaan?” ujar William Wang dengan gusar.
“Ada apa?” kata Hardy Feng terkejut.
“Bagaimana kamu ini? Kenapa sekotak uang itu menjadi buah pir?”
“Ah? Uang menjadi buah pir? Tidak mungkin, aku melihat kotak itu diisolasi dengan mataku sendiri, lalu aku mengutus orang kepercayaanku yang pergi mengantarkannya.”
“Tidak mungkin apaan? Aku melihat dengan mata sendiri, kotak itu dibuka dan isinya adalah buah pir.”
“Ah, apakah orangmu yang pergi ke rumah ayah Steven Qiao salah mengambil kotak?”
“Bagaimana bisa salah? Ayah Steven Qiao yang mengatakan sendiri bahwa sekotak pir ini diantarkan oleh utusan Rini Liu.”
“Eh, bagaimana ini?” Hardy Feng kebingungan.
“Jangan-jangan orang kepercayaanmu terpikat oleh uang dan menukarkannya?” tanya William Wang.
“Tidak mungkin, aku sangat memahami dia, diberi seratus nyali pun tidak akan berani berbuat seperti itu.” Hardy Feng langsung menyangkal.
“Kalau begitu apa yang terjadi? Rencana dijalankan baik-baik, kenapa bisa gagal, apakah kamu tahu seberapa pasifnya aku sekarang ini?”
“Bagaimana dengan Steven Qiao?”
“Masih ada ditempatku.”
“Kalau tidak, aku mengutus orang lagi untuk mengantarkan sekotak pir ke rumah orang tua itu? Sekotak uang penuh.”
“Bodoh, apakah kamu mengira orangtua Steven Qiao adalah orang bodoh, akan tertipu lagi?”
“Sayang sekali sekotak uang aku itu, ke mana perginya sekotak uang itu?”
“Bagaimana aku tahu.”
“Lalu sekarang bagaimana?”
“Bagaimana? Kamu membuatku menjadi pasif seperti ini, masih bertanya padaku bagaimana?” ujar William Wang dengan jengkel.
Hardy Feng tersenyum maaf dan berkata, “Saudara Wang jangan marah, aku akan selidiki masalah ini baik-baik, yang paling penting pada saat ini adalah jangan menyerahkan rencana kita, kalau tidak, semua ini akan sia-sia. Saudara Wang jago dalam menangani kasus, aku percaya kamu pasti memiliki cara. Setelah masalah ini berakhir, aku akan mengutus orang lagi untuk mengirimkan sekotak oleh-oleh khas ke rumahmu.”
Mendengar Hardy Feng berkata seperti itu, hati William Wang tergerakkan, lalu dia mendesah, “Bos Feng, aku benar-benar tidak bisa apa-apa terhadapmu, baiklah, melihat pada pertemanan kita, aku akan pikirkan cara lagi.”
“Aku tahu Saudara Wang memiliki banyak akal, pasti memiliki cara untuk menjatuhkan Steven Qiao.” kata Hardy Feng.
“Malam ini aku mengatur orang untuk berkutat dengannya secara bergiliran, setelah dia tidak sanggup bertahan lagi, mungkin akan mengatakan sesuatu, aku tidak percaya dia tidak memiliki masalah sedikitpun.”
“Iya, begitu mental seseorang sudah runtuh, maka dia akan mengatakan semuanya jika ditanya, termasuk masalah proyek senilai delapan triliun ini.”
“Semoga seperti itu, Bos Feng. Sekarang aku berbuat seperti ini, sebenarnya sedikit memaksa, semua ini adalah untukmu.”
“Aku sangat berterima kasih atas rasa sayang Saudara Wang padaku, kelak aku pasti akan terus membalaskannya padamu.”
“Seperti ini saja, malam ini aku pun pergi turun tangan sendiri pergi menemani teman lamaku, lihat siapa yang tidak tahan terlebih dahulu.”
“Saudara Wang pasti dapat memperoleh kemenangan pada akhirnya.”
William Wang mendesah, dia menutup telepon, lalu menyalakan rokok dan merenung….
Malam sudah tiba, bawahan datang melapor bahwa tidak ada perkembangan sama sekali terkait interogasi Steven Qiao, dia tidak mengatakan apa-apa.
Hal ini membuat William Wang tidak tenang dan sedikit gerah, jika Steven Qiao tetap berpegang teguh bahwa dirinya tidak mempunyai masalah apapun, maka dia akan pulang tanpa hasil, Hardy Feng bukanlah yang utama, tetapi dia tidak bisa melapor kepada atasan.
Malam ini adalah kuncinya, semoga mental teman lamanya dapat runtuh, dan ada celah masuk, William Wang diam-diam mendoakan.
Setelah makan malam, Reza Qiao melihat jam, dia mengeluarkan ponsel dan menelepon sebuah nomor. Telepon langsung tersambung, lalu terdengar suara seorang wanita, “Halo, di mana?”
Wanita yang mengangkat telepon adalah istri William Wang.
“Halo Kakak ipar, ini aku,” ujar Reza Qiao.
“Siapa kamu?”
“Kakak ipar sudah tidak ingat? Aku adalah si kecil Wang yang terakhir kali mengikuti Bos ke rumah untuk minum teh, satu marga dengan suami kamu.”
Istri William Wang sedikit terbengong, tamu yang datang minum teh ke rumah sangat banyak, dia sudah tidak ingat.
“Siapa bos kamu?”
“Bos aku adalah Presdir Zhang yang membuka tambang, apakah Kakak ipar benar-benar sudah tidak ingat?”
Novel Terkait
PRIA SIMPANAN NYONYA CEO
Chantie LeeSi Menantu Dokter
Hendy ZhangInnocent Kid
FellaEverything i know about love
Shinta CharitySomeday Unexpected Love
AlexanderInventing A Millionaire
EdisonTen Years
VivianCinta Yang Terlarang
MinnieAsisten Bos Cantik×
- Bab 1 Jeritan dari Dalam Mobil BMW
- Bab 2 Di mana Si Mata Keranjang?
- Bab 3 Mengisap dengan Kuat
- Bab 4 Bagaimana Jika Aku Tidak Melakukannya
- Bab 5 Kamu Ada Berapa Telur?
- Bab 6 Kuat Sedikit
- Bab 7 Kakak Polwan Cantik Sangat Hebat
- Bab 8 Perawat Kecil dengan Mata Besar
- Bab 9 Siapa yang Menculik?
- Bab 10 Gelisah
- Bab 11 Akan Aku Perlihatkan Padamu
- Bab 12 Aku Juga Mau Jadi Pacarmu
- Bab 13 Datang dengan Kelompok
- Bab 14 Aku Ingin Menciuminya
- Bab 15 Si Iblis Sudah Gila
- Bab 16 Dengan Kasar Menodaiku
- Bab 17 Terlihat Semua
- Bab 18 Melakukannya Dua Kali
- Bab 19 Tidak Sebesar Sepupumu
- Bab 20 Tidak Perlu Ditemani Pria
- Bab 21 Aku Adalah Lelakimu
- Bab 22 Sebenarnya Ada Berapa Wanita yang Dia Miliki
- Bab 23 Jeritan dari Dalam Kamar
- Bab 24 Hanya Sebentar
- Bab 25 Pertama Kali Baru Seru
- Bab 26 Dewa Gagal
- Bab 27 Jika Teman Maka Jangan Sungkan
- Bab 28 Sangat Suka Berkeliaran dan Bersenang-Senang
- Bab 29 Benar-Benar Bisa membantumu Menjadi Besar
- Bab 30 Memang Pada Awalnya Sudah Besar
- Bab 31 Wanita Sepertiku Aku Mengajarimu
- Bab 32 Wangi Sekali
- Bab 33 Aku Ingin Mendapatkan Hatimu
- Bab 34 Tanganmu Sangat Halus
- Bab 35 Malam Ini Jadi Hantu Penggoda
- Bab 36 Menemukan Kakak Seperguruan
- Bab 37 Bagaimana Mengurutkan Peringkat Istri Tua dan Muda
- Bab 38 Semakin Begadang Semakin Kecil
- Bab 39 Keluar dari Penjara
- Bab 40 Pukul Pantat Jika Menangis Lagi
- Bab 41 Cinta Sampai ke Tulang-tulang
- Babak 42 Menambah Satu Nol Lagi
- Bab 43 Manusia Paling Pintar di Dunia
- Bab 44 Aku Takut Mengejutkan Wanita Cantik
- Bab 45 Kamu Ada Segagah Aku?
- Bab 46 Pertama, Kamu Harus Mati
- Bab 47 Segala Sesuatu Tentang Wanitaku Adalah Masalah Besar
- Bab 48 Aku Bisa Memuaskan Kamu
- Bab 49 Paman Akan Mengobatimu
- Bab 50 Bukan Orang, Maka Adalah Dewa
- Bab 51 Aku Belajar Sastra Denganmu
- Bab 52 Jangan Kasar pada Pacarku
- Bab 53 Aku Akan Meledakkanmu!
- Bab 54 Hubungan Pacaran Kakak dan Adik
- Bab 55 Aku adalah Penyelamatmu
- Bab 56 Benar-benar Menjadi Lebih Besar
- Bab 57 Serangan Hacker
- Bab 58 Sebentar Lagi Kamu Akan Berlutut
- Bab 59 Patahkan Betis Kecilnya
- Bab 60 Aku Mau Hatimu
- Bab 61 Lihat Siapa yang Paling Besar
- Bab 62 Bagaimana Jika Menjadi Nyonya Muda
- Bab 63 Milikku Juga Akan Mulai Bertumbuh
- Bab 64 Cepat Peluk Aku
- Bab 65 Main Trampolin
- Bab 66 Boleh Sesuka Hati Menyentuh Wanita
- Bab 67 Apakah Menginginkanya Sekarang
- Bab 68 Kamu Seperti Ini Juga Telah Menindasku
- Bab 69 Rela Melakukan Apapun
- Bab 70 Lakukan yang Nyata
- Bab 71 Kalau Kalah Kamu Jadi Istriku
- Bab 72 Sekaligus dengan Pengiring Pengantin
- Bab 73 Dimakan Secara Bersamaan
- Bab 74 Sebuah Teknik
- Bab 75 Ikut Aku untuk Menjemput Para Tamu
- Bab 76 Hadiah Kecil Ini Terlalu Berharga
- Bab 77 Sarapan yang Sangat Mahal
- Bab 78 Aku Datang untuk Menjemput Tamuku
- Bab 79 Tongkat Manusia Pertama di Dunia
- Bab 80 Tidak Hanya Hebat Makan, Tapi Juga Hebat Minum
- Bab 81 Kerabat
- Bab 82 Untuk Kalian
- Bab 83 Terserah Mau Bagaimana Menerimanya
- Bab 84 Kemari Duduk di Pangkuanku
- Bab 85 Apakah Kamu Bisa Menembak?
- Bab 86 Jangan Begitu Kasar
- Bab 87 Wanita Cantik Bunga Sekolah
- Bab 88 Bos Besar yang Sebenarnya
- Bab 89 Anak Muda yang Suka Belajar
- Bab 90 Beri Aku Uang dan Aku Menemanimu Bermain
- Bab 91 Garansi Selama 70 Tahun
- Bab 92 Lakukan Pertujukan Untukku
- Bab 93 Aku Adalah Wanitanya Reza Qiao
- Bab 94 Nama Anak Sudah Disiapkan
- Bab 95 Aku Mau Menjadi CEO Kembali
- Bab 96 Mengapa Begitu Gegabah
- Bab 97 Sangatlah Sempurna
- Bab 98 Cepat atau Lambat
- Bab 99 Reza Qiao Sudah Meninggal
- Bab 100 Orang Baik, Lepaskan Kami
- Bab 101 Hanya Ada Satu Kemungkinan
- Bab 102 Bagaimana Jika Mati Lemas
- Bab 103 Datang Beri Dukungan
- Bab 104 Penghargaan Penonton Terbaik
- Bab 105 Pembunuh Gurun
- Bab 106 Hanya Bisa Bertaruh
- Bab 107 Orang Baik Qiao
- Bab 108 Sangat bermanfaat
- Bab 109 Berpesta di Tengah Hutan
- Bab 110 Ke Arah Segitiga Emas
- Bab 11 Dua Ekor Babi Gemuk
- Bab 112 Sedikitpun Tidak Berpura-pura
- Bab 113 Nama Saya Erwin Liu
- Bab 114 Kamu Ingin Serius?
- Bab 115 Pramugari cantik
- Bab 116 Panggil Kakak Baik
- Bab 117 Aku Punya Sebuah Syarat
- Bab 118 Ada Wanita Cantik Mendukung di Belakang
- Bab 119 Seberapa Patuh Kamu
- Bab 120 Bersemangat
- Bab 121 Gadis Cantik Jangan Gugup
- Bab 122 Reza Sayang Tidak Mau Dengar
- Bab 123 Wanita Cantik juga Dipertaruhkan
- Bab 124 Raja Judi Baru Sudah Lahir
- Bab 125 Bertaruh Untuk Nyawamu
- Bab 126 Dewa Raja
- Bab 127 Lihat Apakah Kamu Tampan
- Bab 128 Peperangan Malam Hari di Pantai
- Bab 129 Aku adalah Pemuda Dewa Judi Itu
- Bab 130 Wanita Cantik Bebas Memilih
- Bab 131 Tidak Lebih Baik Dari Seorang Wanita
- Bab 132 Wanita Cantik Ini Untuk Kalian
- Bab 133 Siasat Seorang Wanita
- Bab 134 Mandi dan Duduk Manis Menunggu
- Bab 135 Mengapa Aku Belum Mati?
- Bab 136 Perusak Tempat Sudah Datang
- Bab 137 Raja Judi Dunia Sudah Datang
- Bab 138 4 Wanita Sekaligus
- Bab 139 Aku Sangat Suka Mentimun
- Bab 140 Kamu Saja Yang Mengambilnya Terlebih Dahulu
- Bab 141 Aku Punya Misophobia
- Bab 142 Bergelut Di Kasur
- Bab 143 Aku Memasang Taruhan 40 Triliun
- Bab 144 Dahsyat
- Bab 145 Peluru Terakhir
- Bab 146 Kematian Raja Judi
- Bab 147 Bajak Laut Cantik
- Bab 148 Tatapan Ini Sungguh Memikat
- Bab 149 Nyawamu Adalah Milikku
- Bab 150 Pertarungan Malam Dalam Rerumpunan Pohon
- Bab 151 Semakin Main Semakin Besar
- Bab 152 Ditekan Sampai Jadi Lurus
- Bab 153 Dipaksa oleh Kamu
- Bab 154 Tidak Terbiasa
- Bab 155 Tingkat Masturbasi Sangat Tinggi
- Bab 156 Domba Hitam
- Bab 157 Bagaimana Pendapat Kakak Ipar
- Bab 158 Tindakan Nyata
- Bab 159 Wanita Muda Cantik Yang Elegan
- Bab 160 Pria Muda Tampan Yang Sepertinya Dikenal
- Bab 161 Lelaki Legendaris Yang Berkarisma
- Bab 162 Ledakan Bom Tengah Malam
- Bab 163 Keberuntungan Yang Besar
- Bab 164 Masalah Ini Tidak Berhubungan Dengan Ketua
- Bab 165 Apanya Yang Menyenangkan
- Bab 166 Orang Berezeki
- Bab 167 Menggoda Sekali
- Bab 168 Suka Minum Susu
- Bab 169 Ada Orang Yang Akan Sial
- Bab 170 Berkata Dengan Memanfaatkan Kesempatan
- Bab 171 Hanya Sebuah Tujuan Kecil
- Bab 172 Apakah Nyaman?
- Bab 173 Keponakan dalam masalah
- Bab 174 Mana Ada Jadi Lebih Besar?
- Bab 175 Semakin Lama Semakin berani
- Bab 176 Sebenarnya Apakah Ada Siasat Lanjutan
- Bab 177 Tugas Indah
- Bab 178 Lumayan Menyukai Gadis Cantik Ini
- Bab 179 Tak Terduga Sekali
- Bab 180 Memuaskan Si Tua Wang
- Bab 181 Lepaskan Dia
- Bab 182 Semakin Dipikir Semakin Terasa Takut
- Bab 183 Orang Ini Pasti Akan Sukses
- Bab 184 Sudah Ingin Menjadi Dewi
- Bab 185 Tidak Apa-Apa Jika Tidak Terima
- Bab 186 Benar-Benar Mudah Merasa Puas
- Bab 187 Bergelut Di Sofa
- Bab 188 Menghantam Batu Dengan Telur
- Bab 189 Membagi Kubu
- Bab 190 Mengambil Pekerjaan
- Bab 191 Rindu Dengan Kakak Baik
- Bab 192 Benar-Benar Dirusak
- Bab 193 Penggal Kepala
- Bab 194 Tusukan Pisau Ini Kejam Sekali
- Bab 195 Musuh Yang Sama
- Bab 196 Hadiah Besar
- Bab 197 Pekerjaan Sampingan