Loving The Pain - Bab 19 Pendarahan Dahsyat Dessy

Susan bergerak pelan mendekati putrinya, Dessy sama sekali tidak bisa bergerak, kesadarannya berangsur kabur, dia pun tidak sanggup untuk tersenyum kepada sang ibu.

“tanggggg” terdengar suara pintu besi yang dibuka oleh Lukman.

Dia yang seumur hidup tidak pernah memukul wanita, dengan keras menampar Maggie Zhao dan terjatuh ke tanah, yang meninggalkan bengkak di pipinya.

Lukman mengeluarkan kain yang ada di mulut Susan, mengulurkan tangan untuk melepaskan tali yang terikat di tubuh Susan. Susan berteriak keras : “Jangan pedulikan saya dulu, cepat selamatkan Dessy. Obat itu beracun.”

Melihat keadaan Dessy yang setengah sadar, Lukman tidak ragu untuk segera membawanya ke lantai bawah.

Lampu merah yang menerangi Ruang operasi di malam yang larut, kali ini Ibu Albert pun datang.

Susan yang terselamatkan bertlutut disatu sisi, merangkapkan kedua tangannya, mulutnya bergumam untuk mendoakan keselamatan putrinya.

Setengah bagian dari wajah Maggie Zhao membengkak, Dia pun membungkukkan badan, menundukkan kepalanya dan membuat pengakuan, dan membiarkan rambutnya jatuh menutupi mulutnya yang tidak berhenti tersenyum.

Pil itu tidak hanya obat aborsi, didalam juga terkandung racun.

Selama Dessy mati, Dia percaya hubungan antara keluarga Albert dan Zhao akan membaik, Ibu Albert pasti akan memaafkannya.

Begitu banyak Wanita di dunia ini, dia dapat mencari pengganti untuk anak Albert.

Dokter bergegas keluar, dan bertanya: “ Siapakah keluarga pasien?”

Lukman dengan naluriah menjawab: “Saya adalah kakaknya.”

“Pasien mengalami pendarahan hebat dan harus transfusi darah. Tetapi tipe golongan darahnya sangat sulit ditemukan, Bank darah kami juga tidak memilikinya.”

Lukman belum membuka mulut, Suara ibu Albert memecahkan keheningan.

“Dokter bagaimana dengan anaknya?” wanita dengan kuat memaksanya menjawab.

“Pasien selamat dari racun, pendarahannya masih belum berhenti, sepertinya anak itu tidak bisa diselamatkan.” Dokter menjelaskan yang sebenarnya.

Maggie Zhao yang mendengar berita ini, hampir melompat dengan gembira.

Akhirnya dia telah membinasakan belenggu itu.

Ibu Albert tidak mengatakan sepatah katapun, berbalik dan pergi, tidak memperhatikan keadaan Dessy.

Maggie Zhao mengikuti dirinya, Lukman menarik lehernya dan menarik tubuhnya kebelakang “Kamu pikir kamu bisa pergi dengan mudah?”

“Kamu ingin berbuat apa? Jangan kamu pikir dirimu adalah Tuan muda Lukman, kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini!” saat menatap kedua mata Lukman Kepercayaan diri Maggie Zhao pun hilang.

Tidak mempedulikan suara teriakan Maggie Zhao, Lukman menariknya ke hadapan dokter: “Ambil darahnya, jenis golongan darahnya dan Dessy adalah sama, cepat!”

Maggie Zhao tidak bisa membayangkan apa yang terjadi, dia menatap Lukman: “Lukman, apa kamu sudah gila? Tidak disangka kamu memintaku untuk mendonorkan darah kepada orang hina itu? Apa dia pantas?”

Lukman menghela napas yang dalam dan mendorong Maggie Zhao ke dinding.

“jika Dessy tidak bisa diselamatkan lagi, kamu harus membayarnya kepada keluarga Lukman, Sebagai gantinya kamu juga harus mati.”

Maggie Zhao selama ini belum pernah melihat kemarahan Lukman dan kali ini dia tidak mampu berbicara.

“Dokter, cepatlah.” Lukman menolehkan kepalanya dan berteriak kepada Dokter itu.

Ibu Albert kembali, melangkah maju, menarik Lukman dan melepaskan Maggie Zhao dan melindunginya. : “Siapa yang berani mengambil darahnya?”

Maggie Zhao bersembunnyi dibalik tubuh Ibu Albert tersenyum puas, dia sudah mengetahui, dengan lenyapnya anak itu, Ibu Albert akan memilihnya.

Dua pasang mata yang berlawanan, Lukman tidak takut dengan Ibu Lukman, kemudian membuka mulut: “Direktur Gu, Apa Anda ingin melindungi sang pembunuh? Seharusnya Anda lebih tahu, dia baru saja membunuh cucu Anda.

Mengingat kembali cucunya, Ibu Albert merasa gila.

Lukman memiliki kesempatan untuk menarik Maggie Zhao dan membawanya masuk ke ruang operasi.

Kali ini Maggie Zhao benar benar takut, meminta kepada Ibu Albert untuk menyelamatkannya, “Ibu Gu, Tolong selamatkan aku, aku menderita anemia, bagaimana bisa mendonorkan darah kepada Dessy si orang hina itu?”

Novel Terkait

His Second Chance

His Second Chance

Derick Ho
Practice
3 tahun yang lalu

Dipungut Oleh CEO Arogan

Bella
Dikasihi
4 tahun yang lalu

Bretta’s Diary

Danielle
Pernikahan
3 tahun yang lalu

Cinta Yang Paling Mahal

Andara Early
Romantis
3 tahun yang lalu

Yama's Wife

Clark
Percintaan
3 tahun yang lalu

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
3 tahun yang lalu

Beautiful Lady

Elsa
Percintaan
3 tahun yang lalu

Angin Selatan Mewujudkan Impianku

Jiang Muyan
Percintaan
4 tahun yang lalu