The Break-up Guru - Bab 84 Brengsek
Watak dan perangai Caroline Jiang tidak jauh beda dan Paula Li, juga tidak jelas apakah wanita yang bekerja sebagai polisi bisa memiliki perangai keras kepala seperti ini, dia melihatku, matanya membesar, sama sekali tidak mengatakan apapun.
Hai, jika kamu ingin bersikap kasar padaku silahkan saja, bagaimanapun hubunganku dengan Paula Li sudah berakhir, jika bukan karena saudaraku sangat sedih dengan keadaannya, aku tentu tidak akan memperdulikan hidup mati wanita itu, jika kamu tidak mengatakannya, kita tunggu saja kabar kematiannya.
Aku kemudian duduk di atas kursi dengan malas, meskipun hatiku sangat tegang, tetapi wajahku sama sekali tidak memperlihatkannya.
Siapa dulu yang memperlihatkan ekspresi sesungguhnya, maka dialah yang kalah.
Wajah Caroline Jiang sudah berubah, dia akhirnya menghela nafas, Memang apa yang terjadi jika aku mengatakannya, apa kamu bisa percaya?
Hei, jika kamu mengatakan dimana benda itu berada, aku akan meminta seseorang untuk mengambilnya di sana.
Kamu begitu yakin, barang itu ada padaku?
Aku kemudian menukikan bibirku, lantas menekan leher wanita yang ada di hadapanku, Jika tidak ada pada dirimu, untuk apa Melsy Lin meminta pria ini mendatangimu?
Sebelumnya wanita ini sepertinya sudah disiksa oleh Yongki Zeng, di lehernya sudah ada luka, sekarang ditekan olehku, darah yang mengalir semakin deras, tetapi dia sama sekali tidak mengerutkan dahinya, dia hanya menatapku dengan tatapan dingin.
Huh, aku tidak akan mengatakannya, tugas yang diberikan padaku, tidak bisa rusak di tanganku, demi benda ini, sudah banyak sekali yang berkorban.
Aku tidak tahu wanita ini sekarang sedang menasehati dirinya sendiri atau sedang berusaha menyakinkan diriku, tapi apa aku Neil Wu tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan?
Benarkah, berarti kamu juga tidak segan-segan mengorbankan dirimu sendiri?
Tahu daftar nama ada pada wanita ini maka semuanya akan menjadi lebih mudah, senyumku terlihat semakin sumringah, aku kemudian mengubah ekspresiku sekuat tenaga berubah menjadi seekor serigala yang kejam dan cabul.
Aku kemudian mendekatkan diri pada dada Caroline Jiang, setelah aku menarik bajunya aku sudah dapat melihat belahan dadanya, aku kemudian menjulurkan kepalaku pada dada wanita itu, bibirku kemudian mengenai kulit putih mulus wanita itu.
Tubuh Caroline Jiang jelas-jelas bergetar, Kamu......
Apa, kamu rela mengorbankan nyawamu sendiri, masak tidak rela mengorbankan tubuhmu? Aku kemudian menjulurkan lidahku dan menjilat dadanya, aku kemudian mengangkat wajahku dan menghela nafas melihat wajah Caroline Jiang.
Wanita itu mengerutkan dahinya terlihat jijik, “Neil Wu, aku tidak menyangka kamu adalah orang seperti ini.
Hah, orang seperti ini? Aku Neil Wu orang seperti apa, aku sendiri juga tidak tahu, kamu seorang wanita yang hanya bertemu dengan aku beberapa kali sudah bisa mengetahui tentang diriku?
Katakan, kalau tidak, aku bisa menggunakan berbagai macam cara, membuatmu mengorbankan dirimu sendiri, oh, benar sekali, dibelakang kita masih ada seorang penonton.
Sambil mengatakannya aku sengaja memiringkan tubuhku, Yongki Zeng yang berada di ujung sana hanya memperlihatkan wajah dingin.
Menghadapi wanita seperti Caroline Jiang, memukul memarahinya atau menggunakan pisau mengancamnya, sepertinya tidak akan mendapatkan jawaban apapun, bahkan di hadapan wanita-wanita polisi seperti ini, luka-luka di tubuh mereka, sebaliknya membuat mereka terlihat seperti seorang pahlawan.
Oleh karena itu, harus disiksa secara mental.
Kamu seharusnya berusaha terlihat sebaik mungkin, dengan demikian penonton yang melihatnya tentu akan merasa lebih puas.
Aku tersenyum, kemudian tanpa mempedulikan wajah masam dari Caroline Jiang, aku kemudian menjulurkan tanganku dan menyentuh dada wanita tersebut.
Tidak! Caroline Jiang tiba-tiba saja memekik keras.
Akupun tertegun, aku kemudian menekan leher wanita itu dan menariknya, Apanya yang tidak?
Suaraku terdengar sangat kecil, itu karena aku tidak ingin Yongki Zeng yang berada di belakangku mendengarnya, sekalian ingin memberi tekanan yang lebih besar pada Caroline Jiang.
Tetapi belum sempat Caroline Jiang mengatakan apapun, Yongki Zeng yang berada di belakangku kemudian mengatakan sesuatu yang berada di luar dugaanku.
“Neil Wu, kamu ternyata lebih monster dari diriku.
Hah, komplain karena merasa tidak adil? Berusaha menjadi seorang pahlawan di saat seperti ini? Melihat mata Caroline Jiang yang terlihat berkaca-kaca, hatiku saat itu merasa sangat tidak nyaman.
Monster? Tidak berbagi denganmu aku menjadi monster ya, ayo kemari, kita semua adalah saudara, ayo main bersama!
Aku sengaja berteriak dengan keras, kemudian melihat wajah pucat dari Caroline Jiang.
“Neil Wu, Paula Li sudah buta, wanita itu sudah sia-sia melindungi seorang pria berengsek seperti dirimu!
Caroline Jiang tidak lagi bisa menahan dirinya, wanita itu lantas memakiku, setelah melakukannya, dia kemudian menghela nafas, akhirnya dia menyerah bersandiwara.
Tidak, benda itu tidak ada padaku, Paula Li tidak ingin menyeretmu kembali dalam masalah ini, oleh karena itu dia ingin aku berpura-pura kalau benda itu ada pada diriku, sebenarnya aku sama sekali tidak memilikinya!
“Neil Wu, kamu adalah pria brengsek, kamu tahu karena dirimu, sudah berapa kali dia hampir mati karenamu!
Caroline Jiang hampir saja gila, wanita itu menjerit dengan sangat keras, aku kaget, begitu membahas Paula Li hatiku merasa sangat tidak tenang. Wade sudah pergi sangat lama, mengapa sampai sekarang belum menghubungiku.
Jika daftar nama itu tidak bersama dengan Paula Li, juga tidak ada pada Melsy Lin, kalau begitu......
Aku segera menghubungi telepon si Yansen An, setelan berdering satu kali teleponnya diangkat, Dari tadi tidak keluar.
Aku belum mengatakan apapun, si Yansen An sudah menjawabku, orang ini benar-benar sangat berguna.
Emma Tang dari tadi tidak keluar, tetapi daftar nama itu sekarang tidak ada pada Paula Li, juga tidak ada padamu Melsy Lin, seharusnya benda itu ada padanya.
Hari itu alasan wanita itu mengurung aku dan Wade bersama dirinya di kamarnya, apa yang terjadi di luar sana kita semua tidak tahu.
Setelah dipikir-pikir, jika Emma Tang tidak bisa keluar dari kediaman keluarga Zhao, maka untuk apa wanita itu mendapatkan daftar nama itu?
Terlebih lagi, sejak awal dia sudah mengatakan, dia ingin aku membantunya mencari bukti perselingkuhan Franky Zhao, atau mungkin menemukan anak dari wanita simpanan itu, dia memiliki tujuannya tersendiri, waktu itu wajahnya terlihat lebih serius, sepertinya dia tidak sedang membohongi orang lain.
Ikuti pengawalnya. Aku tiba-tiba teringat lelaki yang menyelamatkan diriku dan Paula Li, sehari sebelum kita pergi ke kediaman keluarga Zhao kita sempat bertemu dengannya di kedai sop kambing, ini terlalu kebetulan.
Jika Emma Tang tidak bisa keluar, maka pria ini tentu bisa keluar.
“Neil Wu, aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan, sekarang kamu sudah boleh melepaskanku, kamu mungkin tidak khawatir pada hidup mati wanita itu, tetapi aku sangat mengkhawatirkannya.”
Caroline Jiang sudah kembali tenang, tetapi tatapan wanita itu ketika melihatku penuh dengan rasa jijik.
Heh, tentu saja bisa, bagaimanapun kamu sudah bekerjasama denganku, aku tentu tidak bisa terus mengikatmu seperti ini.
Semakin jijik semakin bagus, semakin jijik aku akan semakin membuat Paula Li tidak perlu lagi berusaha melindungiku, dengan demikian dia tidak perlu menghadapi begitu banyak kesulitan.
Setelah melepaskan ikatan dari Caroline Jiang, wanita itu dengan cepat kemudian pergi meninggalkan tempat ini, sebelum pergi dia melihat kearah Yongki Zeng.
“Neil Wu, aku beri tahu agar kamu tidak melakukan hal yang keterlaluan, meskipun Paula Li sangat hebat tetapi dia juga tidak bisa terus-menerus menjagamu.
Suara dingin dari Caroline Jiang terdengar dari gorden, hah, sekarang dia malah melindungi pria itu.
Yang benar saja, aku menyelamatkannya dari tangan Yongki Zeng, sekarang aku yang menjadi orang jahat.
Orang baik benar-benar sering dikecewakan, jika aku benar-benar ingin tidur denganmu, mana mungkin aku masih menahan diri, sudah dari tadi aku menghabisi dirimu.
Gadis kecil ini, membalas air susu dengan air tuba.
Aih, sepertinya wanita ini menyukai dirimu, sebelum pergi, masih berpesan agar aku tidak membunuhmu.
Aku kemudian tersenyum melihat Yongki Zeng, sambil berkata padanya aku kemudian mengirim pesan singkat pada Wade, jika Melsy Lin berani menyentuh Paula Li, maka Yongki Zeng tidak perlu berpikir untuk bisa kembali hidup-hidup.
Hah, melindungiku? Sudah sampai tahap ini, aku tidak membutuhkan siapapun untuk melindungiku.
Novel Terkait
Harmless Lie
BaigeLove From Arrogant CEO
Melisa StephanieThe Great Guy
Vivi HuangMy Tough Bodyguard
Crystal SongPengantin Baruku
FebiHalf a Heart
Romansa UniverseAsisten Wanita Ndeso
Audy MarshandaThe Break-up Guru×
- Bab 1 The Split-up Guru
- Bab 2 Selebriti Wanita Yang Cantik
- Bab 3 Mengambil Kebutuhan Masing-Masing
- Bab 4 Aku Mungkin Sudah Menyukaimu
- Bab 5 Target Di Tangan
- Bab 6 Masalah Yang Disebabkan Paula Li
- Bab 7 Rahasia Flashdisk?
- Bab 8 Suami Yang Diselingkuhi
- Bab 9 Menerima Tugas Baru
- Bab 10 Perubahan Rahasia
- Bab 11 Menguji
- Bab 12 Nana
- Bab 13 Alarm yang Mengerikan
- Bab 14 Godaan yang Luar Biasa
- Bab 15 Pemain Handal
- Bab 16 Tidak Ada Harapan
- Bab 17 Kamar Presidensial
- Bab 18 Kehilangan Kesempatan
- Bab 19 Membuka Flash Drive
- Bab 20 Ketahuan
- Bab 21 Jauh di Atas Langit, Dekat di Depan Mata
- Bab 22 Penculikan
- Bab 23 Berubah Kotor
- Bab 24 Asal Usul USB Itu
- Bab 25 Pilihan
- Bab 26 Harapan Tipis
- Bab 27 Penyakit Kembali Kambuh
- Bab 28 Kami Adalah Polisi
- Bab 29 Merampas Orang yang Dicintai
- Bab 30 Terbongkar
- Bab 31 Terjadi Sesuatu Pada Paula Li
- Bab 32 Menangkis Tembakan
- Bab 33 Membunuh Untuk Menutup Rahasia
- Bab 34 Grace Yin Turun Tangan
- Bab 35 Serangan Balik
- Bab 36 Bertaruh
- Bab 37 Aku Juga Pernah Merasakannya
- Bab 38 Menjadi Menantu
- Bab 39 Perayaan
- Bab 40 Masa Lalu
- Bab 41 Berlibur
- Bab 42 Permainan Menembak
- Bab 43 Melakukan Tak-Tik
- Bab 44 Percaya
- Bab 45 Pelanggan Baru, Caroline Wu
- Bab 46 Perlombaan Jet Ski
- Bab 47 Rahasia
- Bab 48 Anak Putra
- Bab 49 Menguji Keberuntungan
- Bab 50 Kubu Perlindungan
- Bab 51 Melapor Polisi
- Bab 52 Menaruh Obat
- Bab 53 Pulang
- Bab 54 Memanja
- Bab 55 Ada Masalah Di Obatnya
- Bab 56 Adiknya, Lily Wu
- Bab 57 Diperintahkan
- Bab 58 Menakut-nakuti
- Bab 59 Pria Brengsek
- Bab 60 Merayu
- Bab 61 Frenky Zhao
- Bab 62 Tidak Bisa Melihat Bayangan Selingkuhan Itu
- Bab 63 Mencari Bukti
- Bab 64 Pahlawan
- Bab 65 Sudah Impas
- Bab 66 Di Rumah Sakit
- Bab 67 Menunjukkan Kewibawaan
- Bab 68 Menikah Di Umur 14 Tahun
- Bab 69 Mengutamakan Keselamatan
- Bab 70 Terluka
- Bab 71 Darah
- Bab 72 Wanita Gila
- Bab 73 Tidak Mencampuri Urusan Sesama
- Bab 74 Dipaksa
- Bab 75 Keuntungan
- Bab 76 Perbedaan Wanita Dan Pria
- Bab 77 Misi Rahasia
- Bab 78 Iri Hati
- Bab 79 Mengikuti Jejak Untuk Melacak
- Bab 80 Gadis Muda
- Bab 81 Dunia Sangat Sempit
- Bab 82 Tidak Takut Mati
- Bab 83 Daftar Nama Ditangan Siapa
- Bab 84 Brengsek
- Bab 85 Wade Ditangkap
- Bab 86 Tumor Beracun
- Bab 87 Anak Muda Yang Suka Jalan Belakang
- Bab 88 Rencana
- Bab 89 Pertukaran
- Bab 90 Bersandiwara
- Bab 91 Meninggal
- Bab 92 Menyerang Polisi
- Bab 93 Kenangan
- Bab 94 Selamat Tahun Baru
- Bab 95 Kembali