Untouchable Love - Bab 14 Pergi Mencari Ayah
Hari esoknya adalah hari pernikahan Ana Chu dan John Lee.
Elsa Bai bangun sangat pagi, John Lee juga sudah bangun.
Elsa Bai membuka selimut, turun dari tempat tidur, membuka lemari dan memilih satu per satu kemeja dan jasnya, dasi yang cocok untuk John Lee, berbalik dan mencocokkan di badannya, dengan kaki jinjit membantunya mengancing, mengikatkan dasi, setiap langkahnya, dengan sangat teliti.
Elsa Bai tertawa: “Sangat tampan, sama seperti pengantin pria yang berada di mimpiku.”
Selesai mengatakannya Elsa Bai berbalik, ingin pergi meninggalkan, tetapi John Lee memeluknya, ujung hidung Elsa Bai bersentuhan dengan kancing kedua John Lee. John Lee menundukkan kepala, dan menyentuh dagunya, suara napasnya berkata: “Bagaimana, melihatmu seperti ini, tiba-tiba aku tidak ingin pergi.”
“Jangan membuat masalah, apakah kamu lupa, hari ini adalah hari apa?” Senyum di wajah Elsa Bai yang masih sama, senyuman hangat, senyuman manis.
John Lee menaruh dagunya di rambut Elsa Bai, berkata: “Baik-baik tunggu aku kembali.”
“Baik.” Elsa Bai seketika memandangi John Lee, dan berperilaku luar biasa: ”John Lee, aku akan selalu disini menunggumu, menunggumu kembali.”
John Lee yang tampak puas, menundukkan kepalanya dan mencium dahi Elsa Bai dengan lembut.
“jika masih tidak berangkat, akan telat, pergilah.”
Elsa Bai memandang John Lee yang tampan dari belakang, pelan pelan menghilang dari hadapannya, tidak begitu lama, Bibi Liu dan Paman Wang datang ke apartmen. Mereka melihat Elsa Bai di atas sofa, muka yang tidak berekspresi, bertanya: “Nona Bai, apakah kamu baik-baik saja?”
“Bolehkah nyalakan TV?”Suara Elsa Bai parau.
“Nona ingin tayangan apa?”
“Berikan remote control padaku, aku kan memilihnya sendiri.”
Elsa Bai mengambil remote control, menekannya secara sembarangan, dan akhirnya berhenti di satu saluran siaran, tidak tahu berapa lama, akhirnya berganti sampai siaran yang dia inginkan.
Mereka, sedang mengelar resepsi pernikahan.
Bibi Liu pergi membeli sayur, Elsa Bai yang berbaring di sofa, mata yang merah membengkak, cahaya dari televisi yang merangsang mata, muka yang polos itu semakin pucat.
Ketika pendeta bertanya apakah mereka ingin bersama selama sisa hidup mereka, mereka semua diam-diam mengangguk dan berkata : “Saya bersedia.”
Wajah mereka dipenuhi dengan sukacita, para hadirin yang hadir bersorak dan bertepuk tangan dengan bahagia.
Tetapi pada saat ini, di mata John Lee bertatapan dengan Elsa Bai dari layar televisi, semua yang ada di sekitar mereka telah menjadi latar belakang mereka, gereja yang besar itu, hanya ada mereka satu sama lain.
John Lee, sebenarnya kamu mencintaiku, atau mencintainya?
Atau, kamu lebih mencintai kekuasaan?
Elsa Bai berjalan tanpa alas kaki ke lemari anggur, menuang sedikit anggur ke gelas, dan memutar gelas pelan, mengeluarkan aroma anggur. Dia melihat ke gelas anggur yang seperti piala, anggur yang berangsur-angsur menyebar, bahkan wajah John Lee yang di siaran televisi, juga mulai menjadi buram.
John Lee, selamat untukmu.
Kamu menikah hari ini, tetapi pengantin wanita itu bukan aku. Kamu bukanlah pria dalam mimpiku, dan aku juga bukan pengantinmu, tetapi aku masih ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan barumu, semoga berumur panjang, semoga kalian pasangan suami istri bahagia selalu, semoga cepat mendapat keturunan, semoga kamu selalu hidup bahagia ……
Elsa Bai meneguk anggurnya dan merasa pahit.
Jika ingin menghitung hari, tahun ini dia telah berusia dua puluh dia tahun, empat tahun lalu waktu dia baru mengenal John Lee, dia adalah putri tersayang di Keluarga Bai, yang takut rusak untuk di pegang, dan meleleh jika di masukkan ke dalam mulut. Empat tahun kemudian, dia hanyalah seorang yang tidak pantas dicintai, di dalam perutnya mengandung anak haram dari John Lee.
Mengingat berbagai hal di masa lalu, seumur hidupnya, menghambat diri sendiri, terlebih berhutang kepada orang lain.
Anggur merah di tangannya, perlahan-lahan tersebar di lantai……
“Ayah, maaf, aku terlalu egois, sudah tahu kamu tidak suka kepada John Lee, tetapi aku tetap ingin bersamanya, membuat keluarga Bai kita pecah, mengakibatkan kamu lompat bunuh diri, dan aku sekarang masih harus berlutut di kakinya, menjadi orang yang tidak memiliki harga diri di hadapannya.……
Ibu, juga karena diriku, mengakibatkanmu kehilangan suami yang kamu cintai, mengakibatkanmu menghabiskan sisa hidupmu, menderita perlakuan yang hina, membiarkanmu tidak bisa berdiri lurus di depan semua orang, membuatmu yang pernah menjadi orang yang sangat terhormat, menjadi seorang yang terintimidasi hari ini.
Anakku, aku tidak pantas memilikimu, sejak kamu ada di dalam perut, aku telah mencoba berkali-kali untuk merampas hakmu untuk bertahan hidup, bahkan sekarang ini aku ingin menginginkanmu, tetapi aku tidak bisa memberimu keluarga yang utuh, dan tidak bisa memberikanmu ayah yang baik.
Jika aku tahu bahwa akan sepahit ini ketika jatuh cinta pada John Lee, aku harus mengindarinya dan tidak pernah bertemu satu sama lain, ini lebih baik dari terperangkap dari sangkat yang di atur olehnya, dari tulang sampai ke hati, perlahan-lahan membusuk, seperti sisa tulang di dalam hutan, dan aku masih berpikir bahwa aku dapat menahan semua perlawanan ini.
John Lee, mendengar lima ratus kali banyaknya di masa lalu, baru bisa menjadi dirinya yang sekarang, jika saya bisa membuang sepasang mataku, saya tidak ingin melihat kamu sehelai rambut pun ……
Kuang Dang……
Gelas yang seperti piala itu terlepas dari tangan Elsa Bai, dan jatuh ke lantai, sama seperti hatinya yang telah terjatuh hancur.
Tiba-tiba perutnya yang terasa sakit, sepertu ada sesuatu yang menarik ingin keluar dari tubuhnya sedikit demi sedikit.
Sinar matahari yang bersinar menyinari tubuhnya, tetapi mengapa masih sangat dingin, dingin yang membuat tulangnya gemetaran, seperti hembusan angina dingin, dia memaksakan diri untuk membuka mata, melihat dirinya berada di soda kulit, melihat darah segar mengalir…………
Kaki Elsa Bai lemah, seluruh orang terpana, Suara ketakutan dari Bibi Liu dan Paman Wang, dari atas sampai bawah, berpantulan di kaca, dan terjatuh di bungkusan darah.
“Ya Tuhan, Nona Bai” Teriakan Bibi Liu dan Paman Wang di telinga, sangat keras.
Angin sepoi-sepoi melayang, Elsa Bai berada di tengah hari, hanya melihat bibir Bibi Liu yang tegang, tetapi tidak tahu apa yang di katakannya, memegang tangan Bibi Liu, Elsa Bai berkata: “beritahu……beritahu John Lee, aku tidak bisa menunggunya lagi ……tidak bisa menunggunya ……Aku, aku akan pergi menjumpai ayah……anak ……harus di jaga dengan baik ……jangan ……jangan mempedulikanku……”
Kata-kata yang tidak bersuara, Elsa Bai yang lelah sampai tidak bisa berbicara.
Lelahnya, bahkan sepasang mata tidak bisa terbuka, tidak lagi mendengarkan suara bising di sekitarnya.
Ayah, putrimu yang tidak berbakti ini akan datang menemanimu.
Novel Terkait
Dewa Perang Greget
Budi MaInventing A Millionaire
EdisonSuami Misterius
LauraThe Great Guy
Vivi HuangKembali Dari Kematian
Yeon KyeongTakdir Raja Perang
Brama aditioAsisten Wanita Ndeso
Audy MarshandaMore Than Words
HannyUntouchable Love×
- Bab 1 Suara Patah Hati
- Bab 2 Kami berakhir saja
- Bab 3 Sakit hati
- Bab 4 Kematian Ayah Elsa
- Bab 5 Kamu adalah kekasih gelapnya?
- Bab 6 Apakah Ini Mimpi?
- Bab 7 Kamu Membuatku Muak
- Bab 8 Mempertahankan atau Melepas
- Bab 9 Menemukan
- Bab 10 Masuk Ke Neraka
- Bab 11 Pukulan yang bagus.
- Bab 12 Bukanlah hanya seorang selir.
- Bab 13 Apakah kamu bisa melepaskanku
- Bab 14 Pergi Mencari Ayah
- Bab 15 Pendarahan
- Bab 16 Masi Bisa Bertahan?
- Bab 17 Ia Harus Hidup
- Bab 18 Memutuskan Hubungan
- Bab 19 Tidak Mau Sekolah
- Bab 20 Kembali Setelah Tiga Tahun
- Bab 21 Pengurungan
- Bab 22 Hati Yang Besar
- BAB 23 Menjaga Kesucian Suci
- BAB 24 Anak Perempuan Yang Menangis Mencari Ibu
- Bab 25 Dibenci oleh saudara
- Bab 26 Kenapa kamu tidak mati di luar sana?
- Bab 27 Ayah, Ibu Telah Pulang
- Bab 28 Hanya Seseorang yang Tak Dikenal
- Bab 29 Ternyata Dia Selalu Membawa Pengawal di Sisinya
- Bab 30 Jika Kamu Merindukannya, Datanglah dan Temui Dia
- Bab 31 Jangan Membuat Penasaran
- Bab 32 Hal yang Sudah Berlalu, Tidak Ada Hubungannya Denganku
- Bab 33 Sakit yang Datang Secara TIba - Tiba
- Bab 34 Elsa, Bisakah Kamu Kembali?
- Bab 35 Seranjang Kembali Setelah Waktu yang Lama
- Bab 36 Shella yang Tidak Mau Minum Susu Bukanlah Shella yang Baik
- Bab 37 Meeting Telah Dibubarkan, Pulang
- Bab 38 Jangan Membuatku Muak
- Bab 39 Tertipu Lagi
- Bab 40 Aku Tahu Harus Bagaimana
- Bab 41 Elsa, ibumu kecelakaan
- Bab 42 Anak muda, Putri kami juga lumayan
- Bab 43 Sulit untuk bangkit
- Bab 44 Bagaimana dengn keadaan Ibuku?
- Bab 45 Pengajuan Investigasi
- Bab 46 Sudah jam segini, kamu masih kemari?
- Bab 47 Pecahan-pecahan mimpi
- Bab 48 Istri VS Kekasih
- Bab 49 Habisi wanita itu
- Bab 50 Gagal mencuri dan kehilangan umpan
- Bab 51 Langkahi dulu mayatku
- BAB 53 Tidak Berjodoh
- BAB 53 Kamu Ingin Hidup Atau Mati
- BAB 54 Apakah Ingin Mati Di Sini!
- BAB 55 Duel dengan kelompok preman
- Bab 56 Kamu ini anak nakal yang tidak mempunyai hati nurani
- Bab57 John Lee yang menghilang
- Bab 58 Pernikahan abad