Dewa Perang Greget - Bab 42
Pad saat ini Agatha merasa sangat senang karena dia tahu.
Sophia Miao mungkin tidak akan mengucapkan apa-apa. Akan tetapi berdasarkan karakter Lily Wang, dia pasti akan mengucapkan sesuatu kepada Sophia Miao.
Dia pasti akan membicarakan hal detail mengenai Liam Lin atau mungkin akan memamerkannya kepada dia.
Karena hubungan Sophia Miao dan Liam Lin tidak sedekat hubungan Lily Wwang dan Liam Lin.
Lagipula mereka berdua juga sering bersama-sama, sedangkan Sophia Miao hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan.
Bahkan Lily Wang juga sudah menyatakan cintanya kepada Liam Lin dan sedang mengejar dia secara terang-terangan.
Liam Lin tidak mengucapkan apa pun. Tidak tahu apakah dia benar-benar memiliki rasa kepada Lily Wang, akan tetapi keadaan yang terlihat tidak seperti itu.
Kurang lebih tiga menit kemudian, Lily Wang akhirnya mengeluarkan suaranya seperti dugaannya,
"Guru Miao dalam usia semuda ini sudah menjadi Kepala Bagian? Benar-benar hebat."
Agatha memutar bola matanya dengan tak berdaya. Bukannya Lily Wang ini seperti sedang sengaja mengusilinya? Jelas-jelas siapa pun juga dapat menjadi Kepala Bagian.
Sekolah mereka memang memiliki banyak Kepala Bagian yang masih berusia muda, bukan hanya seperti seorang Sophia Miao saja.
"Nona Wang apakah kamu sedang bergurau? Kamu ini adalah seorang manager di sebuah perusahaan besar dan aku ini hanyalah seorang guru di sebuah sekolah. Bagaimana mungkin aku bisa dibandingkan denganmu?"
Lalu terhenti sejenak dan dia kembali melanjutkan.
"Lagipula di sekolah kami memang memiliki banyak Kepala Bagian yang masih berusia muda, bukan hanya aku seorang saja. Akan tetapi berbeda dengan posisi Manager. Di perusahaan kamu pasti hanya ada kamu seorang yang menjadi Manager."
Lily Wang menganggukkan kepalanya. Wanita ini bukan hanya pintar akan tetapi juga pandai berbicara. Begitu mendengar ucapan dia, berhasil membuat dirinya tidak dapat berbicara apa pun lagi.
Lagipula dia mengatakan dengan begitu lugas, melainkan terlihat seperti dirinya sedang mencari masalah.
Lily Wang melirik sekilas ke arah Agatha, akan tetapi Agatha berpura-pura tidak melihatnya.
Gerakan ini mengartikan bahwa dia tidak berada di kubu mana pun, dia ini merupakan pihak netral.
Sebenarnya bagi Agatha, ini merupakan sebuah pertunjukan yang sangat seru.
Entah, entah seberapa besarnya mereka membuat keributan, intinya tidak memiliki hubungan dengan dirinya.
Lebih baik mereka membuat keributan hingga kakaknya marah.
Mungkin saja kakaknya pada saat itu akan sadar dan akan menerima dirinya
Meskipun kakaknya pada saat ini tidak memiliki pemikiran seperti itu, akan tetapi mungkin karena usianya masih terlalu muda. Mungkin saja kakaknya akan berubah pikiran setelah dirinya beranjak dewasa.
Lily Wang menatap ke arah Agatha, dia terlihat seperti tidak berniat untuk membantu dirinya.
Dalam hatinya dia berpikir bahwa dia sudah 'menyuapi' Agatha begitu lama.
Tetapi Agatha tidak memiliki niatan untuk membantu dirinya. Hanya seorang guru saja, dia tidak percaya dia akan mendapatkan apa-apa dari dirinya.
"Aku lihat-lihat kamu sangat memperhatihan Agatha, pasti hubunganmu dengan Agatha sangat baik bukan?"
Agatha melototi ke arah dia begitu mendengar ucapan Lily Wang yang seperti melemparkan bola api ke dirinya. Apa hubungannya dia dengan masalah ini?
Pada saat itu dia masih akan meminta dirinya untuk memilih salah satu di antara mereka dan pada saat itu dia benar-benar tidak tahu harus memilih apa.
Maka dari itu dia pun selangkah lebih maju dan mengucapkan kata-kata Sophia Miao yang sebelumnya.
"Siapa yang bilang rasa perhatian itu akan timbul karena memiliki hubungan yang dekat? Dia adalah Kepala Bagianku dan juga kakakku, tentu saja wajar jika dia bersikap baik terhadapku."
Lily Wang memutar matanya. Agatha si anak tidak tahu diri ini bisa-bisanya membantu orang lain?
Liam Lin sama sekali tidak mengerti arti terselubung dari pembicaraan mereka. Dia berpikir mereka seperti sedang berbasa-basi saja.
Maka dari itu dia pun menambahkan minyak di dalam kobaran api.
"Guru Miao merupakan guru terbertanggung jawab yang pernah aku temui, dia benar-benar sangat perhatian kepada Agatha."
Begitu berbicara hingga tahap ini, dia seperti mengingat akan sesuatu dan melihat ke arah Agatha.
"Bukan hanya ini saja. Guru Miao bukan hanya bersikap baik kepada Agatha, dia bahkan bersikap baik kepada siswi yang lain. Pada peristiwa waktu itu, dia bahkan sangat perhatian terhadap siswi-siswi itu."
Lily Wang memutar matanya dengan tidak berdaya. Kedua kakak beradik ini memang sangat mirip yang tidak bisa membantu teman kubunya sendiri.
Hal ini benar-benar sangat menyia-nyiakan perlakuan baik dirinya terhadap mereka.
Tetapi meskipun dia marah, dia juga tidak dapat mengatakannya karena bagaimana pun juga dia sedang bersaing siapa yang jauh lebih anggun dan lemah lembut dengan Sophia Miao.
"Sekarang ini memang lebih banyak guru yang lebih mementingkan dirinya sendiri dibanding murid-muridnya. Mungkin dari luar terlihat dia sangat perhatian kepada muridnya, akan tetapi tidak ada yang tahu apa yang sedang dia rencanakan di dalam hatinya. Guru seperti Guru Miao ini memang sudah sangat langka."
Agatha merasa sangat lucu ketika mendengar ucapan Lily Wang yang sedang mengejek Sophia Miao.
Lily Wang memang seperti bunga mawar yang terlihat sangat cantik akan tetapi dia juga memiliki duri.
Melihat serangan yang terus dia lontarkan kepada Sophia Miao.
Sophia Miao melihat sekilas ke arah Lily Wang dan sedang berpikir apakah ingin membalas kata-katanya lagi atau tidak.
Keadaan sekarang ini sudah terlihat sangat jelas, hanya dari interaksi mereka berdua saja sudah dapat terlihat dengan sangat jelas, lalu memangnya dirinya bisa melakukan apa?
Sudahlah, anggap saja dirinya tidak mendengar apa-apa.
Novel Terkait
Thick Wallet
TessaIstri Pengkhianat
SubardiHei Gadis jangan Lari
SandrakoLoving Handsome
Glen ValoraUnperfect Wedding
Agnes YuPria Misteriusku
LylyPengantin Baruku
FebiGadis Penghancur Hidupku Ternyata Jodohku
Rio SaputraDewa Perang Greget×
- Bab 1 Sandiwara
- Bab 2 Akhirnya Pulang ke Rumah
- Bab 3 Mencari Agatha
- Bab 4 Tiga Tahun Lalu
- Bab 5 Demi Sang Adik
- Bab 6 Kembali Bertemu
- Bab 7 Mencari Identitas
- Bab 8 Kecurigaan Wenny Gao
- Bab 9 Agatha Diculik
- Bab 10 Masalah di Tempat Karaoke
- Bab 11 Nafsu
- Bab 12 Tidak Perlu dibahas Lagi
- Bab 13 Adik Ngambek
- Bab 14 Adik yang Baik
- Bab 15 Helaan Napas yang Panjang
- Bab 16 Hujan yang Tidak Terencanakan
- Bab 17 Anak Asuh yang Akan Jadi Istri
- Bab 18 Pesta Malam
- Bab 19 Salah Sangka
- Bab 20 Mengerti Besar dan Kecil
- Bab 21 Bertahan
- Bab 22 Menari
- Bab 23 Alasan Lily Wang Bisa Menyukai Pria Ini
- Bab 24 Mengalihkan Perhatian ke Mukanya
- Bab 25 Membawa Wanita Lain Dua Hari yang Lalu
- Bab 26 Aku Sudah Memberimu Cukup Uang
- Bab 27 Yang Berlalu Biarlah Berlalu
- Bab 28 Utang
- Bab 29 Berani Berjudi Tidak Bisa Membayar
- Bab 30 Membayar dengan Tubuh
- Bab 31
- Bab 32
- Bab 33
- Bab 34
- Bab 35
- Bab 36
- Bab 37
- Bab 38
- Bab 39
- Bab 40
- Bab 41
- Bab 42
- Bab 43
- Bab 44
- Bab 45
- Bab 46
- Bab 47
- Bab 48
- Bab 49
- Bab 50
- Bab 51
- Bab 52
- Bab 53
- Bab 54
- Bab 55
- Bab 56
- Bab 57
- Bab 58
- Bab 59
- Bab 60
- Bab 61
- Bab 62
- Bab 63
- Bab 64
- Bab 65
- Bab 66
- Bab 67
- Bab 68
- Bab 69
- Bab 70 Tamat