Meet By Chance - Bab 47 Penggemar Yang Tidak Berguna

Bella Lin terlihat jelas sedang menyerang kearahnya, tapi Rylee Su tidak memiliki waktu untuk memperdulikannya, ketika dia ingin melewatinya, namun dia langsung menangkap orang itu.

“Kemari kamu!” Bella Lin terlihat sangat marah besar, dia ternyata turun tangan sendiri membawa orang itu ke tempat yang tidak ada orang.

“Apa kamu gila.” Rylee Su menggerutkan keningnya, melihat banyak pasien yang berada di rumah sakit, jadi dia tidak berani melepaskan pegangan tangannya dengan kuat, dalam seketika dai sudah dibawa ke sudut ruangan oleh Bella Lin.

“Rylee Su aku beri kamu peringatan! Jika kamu berani mendekati Tuan Daniel lagi aku tidak akan melepaskanmu!”

Rylee Su tertawa membalas tatapan penuh amarah dari Bella Lin, berkata : “Kamu kira siapa dirimu>”

Wajah Bella Lin terlihat semakin buruk, tubuhnya bergetar karena emosinya, berkata : “Aku adalah temannya Stella, jadi hal yang wajar jika aku melarangmu untuk mendekati Tuan Daniel dengan cara yang kotor seperti itu!”

“Teman?” Rylee Su terkekeh dan tidak menyembunyikan sindirannya : “Nona Lin, kata-kata ini tidak ada artinya bagiku, apakah kamu tidak tahu hubungan kalian itu teman atau bukan?”

Wajah Bella Lin terlihat sedikit ganas, lalu dia berusaha menahannya, bola matanya tidak berhenti berputar, berkata : “Aku tentu saja temannya Stella, kamu tidak usah memancing perselisihan disini.”

“Maaf aku tidak tertarik dengan hubungan pertemanan kalian.” Rylee Su berkata dengan datar : “Aku tidak bisa menikmati teman yang menyukai orang yang dicintai temannya sendiri dan bahkan beberapa kali mencoba merayunya.”

“Kamu!” ekspresi wajah Bella Lin terlihat sedikit kacau, seperti sedang menutupi sesuatu, dengan tajam berkata : “Kamu tidak usah menuduh orang lain!”

“Apakah aku menuduh orang lain kamu tahu jelas dengan hal itu.” Rylee Su menggerutkan keningnya, dengan sedikit tidak senang berkata : “Nona Lin, aku sangat sibuk jadi aku tidak memiliki waktu untuk menemanimu bermain, aku tidak peduli kamu datang sendiri kemari atau Nona Bo yang menyuruhmu kemari, yang jelas jangan mengganguku bekerja.”

Bella Lin menekan rasa cemasnya, menarik sudut bibirnya berkata : “Kamu tidak usah bersandiwara lagi! aku lihat kamulah yang ingin merayu Tuan Daniel, lalu kembali ke Dragon Castle lagi bukan!”

Rylee Su sudah benar-benar kesal, mencibirnya : “Benar, aku memang ingin merayunya, aku ingin menjadi nenek muda Keluarga Zhan lalu menggelapkan Keluarga Zhan, kamu puas?”

“Kamu ternyata ingin melakukan itu!” Kedua mata Bella Lin seketika membesar : “Aku dari awal sudah tahu kalau kamu adalah wanita yang licik.”

Rylee Su memutar matanya dan langsung memutar badan dan ingin pergi.

“Berhenti kamu!” Bella Lin mengulurkan tangannya dan ingin menangkapnya, siapa sangat Rylle Su langsung mengelak dan menghindarinya, lalu dia menggunakan kekuatan yang besar, membuatnya tiba berdiri dengan tegap dan langsung menyerang kedepan.

“Ahh!” Bella Lin terkejut sampai menutup matanya dan berteriak, lalu dia mengulurkan tangannya sembarang dan ingin menangkapnya.

Rylee Su ingin menghindarinya, namun sudut bajunya tidak sengaja ditangkap olehnya, yang membuatnya seketika ikut maju ke depan.

Dia ditangkap oleh Bella Lin, tapi dia jatuh lebih cepat darinya, ditambah Bella Lin yang langsung menekan tubuh Rylee Su dan jatuh ke tanah.

“Ahh!” Rylee Su bergumam, dia merasa wajahnya terasa sakit, perutnya yang ditekan oleh Bella Lin memubuatnya sulit untuk bernafas.

“Ahh! Ahh!”Bella Lin masih bisa berteriak, dia tidak tahu dirinya memang terkejut atau sengaja melakukan itu, dia berteriak sambil mencakar tubuh Rylee Su beberapa kali.

“Diam!” Rylee Su benar-benar sangat marah, tidak hanya tubuhnya yang terasa sakit, kepalanya pusing mendengar teriakan darinya.

Dia menarik nafas dalam lalu berguling ke sisi lain, respon Bella Lin tidaklah cepat sehingga membuatnya jatuh ke tanah, dia saat ini sudah meresponnya, setelah tercenggang beberapa saat akhirnya dia berdiri dengan penuh emosi, menunjuk dan membentak Rylee Su : “Kamu sengaja menyakitiku!”

Rylee Su duduk dan sesaat dia merasakan rasa sakit di sekitar wajahnya, dia menarik nafas sambil mengelus wajahnya, seketika membuatnya kelas, tanpa dilihat pun dia tahu kalau wajahnya sudah dicakar olehnya.

Rylee Su kali ini juga mulai marah, dia berdiri dan ingin membalasnya, namun seketika terdengar suara raungan seeorang.

“Kamu berani memukul Mommyku!”

Ahay yang seperti bola api yang seketika langsung berada di hadapan Rylee Su, melihat keadaannya seperti itu membuatnya berlinang air mata, berkata : “Mommy, apa kamu tidak apa-apa? Apa itu terasa sakit?”

Dia mengulurkan tangan kecilnya yang berisi itu, ingin menyentuhnya tapi takut menyakiti Rylee Su, hal ini seketika membuatnya kesal, marah dan sedih.

Rylee Su melihat ini mana berani mengakuinya, dia langsung menggelengkan kepala, tersenyum berkata : “Tidak apa, Mommy tidak sakit, sedikitpun tidak sakit, jika tidak percaya sentuhlah ini.”

Dia berbicara sambil menarik tangan Ahay dan ditekan ke wajahnya.

Ahay langsung menarik tangannya, matanya berlinang air mata, dia mengerucutkan mulut kecilnya, dengan lembut berakta : “Huhu, Mommy tidak sakit.”

Hati Rylee Su melembur, dia mengulurkan tangannya ingin memeluknya, Bella Lin yang berada disampingnya itu tidak bisa melihat pemandangan yang lebut seperti itu, membuatnya langsung mundur beberapa langkah dengan nada bicara yang tidak senang berkata : “Untuk apa bersandiwara terlihat kasihan disini, apakah kamu ingin menggunakan anakmu untuk mengikat Tuan Daniel, benar-benar sedang bermimpi!”

Sebelum Rylee Su sempat membalasnya, ekspresi wajah Ahay seketika langsung berubah, dia langsung berbalik dan menghadangi tubuh Rylee Su, menatapnya tajam berkata : “Diam kamu!”

Meskipun suaranya terdengar lembut tapi bisa membuat beberapa orang merasa ketakutan, saat ini pundak Bella Lin merasa merinding, seolah-olah orang yang berada dihadapannya ini bukan Ahay, melainkan Daniel Zhan.

“Merasa dirimu sendiri sangatlah hebat, apa kamu kira dengan menggerakkan sedikit ekormu bisa membuatnya menjadi orang hebat? Orang tidak tahu sepertimu ini bahkan tidak dilirik oleh Tuan Kedua Zhan sama sekali, sudah tidak memiliki kesempatan untuk kembali masih tidak ingin menyembuyikan diri sendiri, malah beraninya bertindak angkuh seperti ini, takut orang lain tidak tahu betapa buruk dan jeleknya dirimu!”

Ahay menggengam tangan kecilnya, dada kecilnya itu berdetak dengan cepat sepertinya ingin meledak.

Setelah dia selesai bicara dia melihat kearah Bella Lin lagi, tatapan mata yang menjijikkan itu sepertinya bisa membuat mata orang terkontaminasi jika menatapnya lebih lama.

Dia berbalik menarik tangan Rylee Su, ekspresi wajah Ahay kembali berubah menjadi lembut, berkata : “Mommy, aku akan membawamu untuk diberi obat dan melakukan pemeriksaan seluruh tubuh.”

Rylee Su menganggukkan kepala dan mengikutinya pergi.

Bella Lin memperhatikan mereka pergi dari sana, setelah orang itu sudah pergi dia baru sadar, yang seketika membuatnya merasa sangat malu, ada apa ini mengapa dia bisa ditekan oleh seorang anak kecil.

Tapi masalahnya masih belum selesai, setelah ini jangankan ingin mengawasi Rylee Su, Bella Lin bahkan tidak akan bisa mendekati Daniel Zhan lagi.

Ahay selalu menggunakan cara yang berbeda untuk membuat kekacauan, jika tidak diam-diam masuk ke dalam kamarnya dan membuat seluruh pakaiannya basah sampai tidak bisa keluar pintu, maka dia pergi kemana pun pasti akan sial, bahkan ada beberapa kali dia jatuh karena tidak sengaja menginjak sesuatu, sampai membuat hidungnya berdarah dan wajahnya lebam, hali ini sangatlah memalukan.

Dan saat ini ketika dia memberi obat kepada Rylee Su, Ahay diam-diam berlari ke kamar Daniel Zhan.

“Tuan Kedua Zhan, jangan buat penggemarmu yang tidak berguna itu sembarang mencari masalah dengan Mommy!”

Tatapan mata Daniel Zhan menjadi gelap, berkata : “Apa yang terjadi?”

“Kamu tidak pantas mengetahuinya!” Ahay dengan tidak senang melihatnya : “Aku hanya akan mengatakan ini saja, jadi lebih baik kmau lebih berhati-hati.”

Setelah itu Ahay berbalik dan pergi dari sana, bayangan pundaknya terlihat sangat tinggi dan kuat.

Daniel Zhan menggerutkan keningnya, lalu seperti teringat sesuatu, dia langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi Stella Bo.

Stella Bo dengan cepat mengangkat panggilan itu, dibalik sana terdengar suara yang bahagia dan penuh semangat : “Daniel, mengapa kamu bisa menghubungiku, kamu tahu tidak kalau aku sangat merindukanmu, aku……”

“Apa kamu yang menyuruh Bella Lin kemari?”

Daniel Zhan langsung memotong pembicaraannya, suaranya yang datar itu tidak mendengar apakah sedang marah atau senang.

Wajah senang Stella Bo seketika berubah menjadi kaku, dia seperti memakai sebuah topeng, beberapa saat kemudian dia baru sadar, dengan tajam berakata : “Iya, aku yang menyuruhnya.”

Setelah itu dia baru sadar, langsung menjelaskan : “Aku dan guru sudah pergi, disana tidak ada orang yang bisa diandalkan, orang sakit pasti membutuhkan orang lain untuk merawatnya, Bella juga pernah belajar di bidang medis, jadi aku memanggilnya untuk membantumu, ini juga hal yang harus kami lakukan.”

“Suruh dia pergi.”

Suara Daniel Zhan tetap terdengar tidak ada perubahan, seperti sedang mengatakan hal yang sepele.

Tapi jika bisa membuatnya buka suara hal ini membuktikan kalau hal ini bukanlah hal yang mudah.

Stella Bo merasa sedikit cemas, dengan hati-hati bertanya : “Apa terjadi sesuatu? Atau terjadi sesuatu pada Bella?”

Daniel Zhan tidak berbicara, maksud yang dikataknnya sudah jelas, yang dia inginkan hanya akhir bukan sebuah penjelasan.

Sayangnya Stella Bo tidak menginginkan hal ini, dia selalu mengira dirinya adalah yang paling spesial, tentu saja dia tidak perlu seperti orang lain yang takut dengan Daniel Zhan.

“Daniel, aku tidak tenang kepadamu, tapi disini juga membutuhkanku, jadi……”

“Tut tut tut!”

Terdengar suara sambungan terputus, membuat Stella Bo tercenggang dan masih belum meresponnya.

Daniel memutuskan panggilan dengannya? Dia ternyata memutuskan panggilannya?

Dia tidak berani percaya langsung menundukkan kepala melihat kearah ponselnya, terlihat dengan jelas kalau panggilan mereka sudah berakhir.

“Stella? Stella! Stella Bo!”

Sebuah teriakan mengejutkan Stella Bo, dia seketika mendonggakkan kepala dan melihat tatapan mata kecewa dari Colten Liang.

“Gu, guru, aku, tadi panggilan dari Daniel Zhan, jadi aku……”

“Tidak usah berkata lagi.” Colteng Liang berkata dengan pasrah, dia sudah tidak memiliki niat untuk berbicara dengannya, berakta : “Cepat bantu kemari.”

Dia mengira jika bisa membawa orang itu kemari, dengan lingkungan seperti ini dia bisa melatihnya, dia tidak berharap bisa merubahnya secara menyeluruh, tapi paling tidak dia bisa tidak begitu eksklusif, tapi siapa sangka orang itu sudah kemari namun hatinya tetap disana.

Jika dia tidak sedang berkonsentrasi, dia pasti akan ragu ketika bertemu dengan pasien yang terlihat sedikit kotor, jadi kebencian pada matanya tidak bisa ditutupi lagi.

Dalam waktu dua hari saja komentarnya dengan Rylee Su jauh berbeda.

Sebelumnya semua orang selalu memuji Rylee Su yang berada disisinya, pujian ini terdengar sangat tulus, lalu bagaimana dengan sekarang? Bagi Stella Bo jangankan sebuah pujian, jika tidak ada orang yang complain adalah sebuah hal yang sangat bagus, ada satu kali seorang pasien ingin memujinya dengan memandangnya, tapi setelah beberapa saat pujian itu tetap tidak keluar, akhirnya pasien itu hanya bisa tersenyum.

Colten Liang bisa dibilang sudah mengerti, Stella Bo bukan tidak memiliki pengalaman, dan juga bukan tidak ingin belajar, dia hanya menginginkan reputasi yang bagus saja.

Hal ini bertentangan dengan niat awal seorang dokter, Colten Liang berpikir setelah masalah disini selesai, sudah saatnya untuk mempertimbangkan dengan baik siapa yang akan di tinggalkannya disini antara Rylee Su dan Stella Bo.

“Apa yang kamu kataan?” Rylee Su melihat Ahay yang terlihat penuh emosi itu langsung mengambil tissue dan menyeka keringatnya.

“Aku bilang aku sudah selesai latihan, kamu ingin pergi merawat Tuan Kedua Zhan bukan? Aku akan pergi bersamamu.” Ahay tidak menutupi tujuannya sama sekali, sekarang dia tidak akan membiarkan Tuan kedua Zhan dan Mommy kesempatan berduaan.

Novel Terkait

Istri ke-7

Istri ke-7

Sweety Girl
Percintaan
2 tahun yang lalu
Beautiful Lady

Beautiful Lady

Elsa
Percintaan
7 bulan yang lalu
My Perfect Lady

My Perfect Lady

Alicia
Misteri
setahun yang lalu
Loving The Pain

Loving The Pain

Amarda
Percintaan
2 tahun yang lalu
Mr CEO's Seducing His Wife

Mr CEO's Seducing His Wife

Lexis
Percintaan
6 bulan yang lalu
Istri Yang Sombong

Istri Yang Sombong

Jessica
Pertikaian
setahun yang lalu
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Jesslyn
Kesayangan
2 tahun yang lalu
Nikah Tanpa Cinta

Nikah Tanpa Cinta

Laura Wang
Romantis
6 bulan yang lalu