Your Ignorance - Bab 27 Kebenaran Terakhir

Terry Li mengabaikan bisik-bisik di antara mereka, dan mulutnya menunjukkan senyuman yang sangat dingin.

Susan Lin melangkahkan kakinya mundur, kegelisahan di hatinya semakin berat.

Dyxon Liu menatap Terry Li dengan tatapan membunuh, “Seorang pria yang membiarkanku, kita lihat pasal yang ada di tangan kita, sebuah konspirasi ini termasuk ke dalam masalah apa! Terry Li, kamu jangan takut pembalasan!”

“Kamu juga pria!” Terry Li mengangkat alisnya dan tertawa sinis, perlahan berjalan menuju dia.

Selangkah, dua langkah…….

“Dong…dong…”

“Peng…peng….”

Gema dan suara sepatu bersatu jadi satu membentuk tekanan yang berat menjadikan suasana Gudang terlihat lebih mengerikan.

Dyxon Liu refleks meluruskan lehernya, sekuat tenaga menelan air, suara juga berubah menjadi gagap, “Kamu jangan ke sini, aku beritau kamu, orang lain takut akan kamu, aku juga takut, Terry, sekarang ialah masyarakat hukum, kamu berani sama aku…..aku akan lapor polisi!”

“Polisi” kata itu dia seakan tak punya kekuatan, Dyxon Liu menegakkan punggungnya, iba menatap Susan Lin, “Kamu lepaskan Susan, jika ada masalah, mari berhadapan denganku!”

Mendengar itu, Susan Lin tersenyum penuh harap kepada Dyxon.

Akhirnya Terry Lin menghentikan langkahnya, berdiri dari kejauhan, melambai-lambaikan tangannya, segera datang dua pengawal berpakaian serba hitam yang membawa sofa kulit di belakang badannya.

Terry Lin duduk di atas sofa lalu bangkit, kedua kakinya menyilang, pandangannya dalam, “Beri kalian dua menit, jangan omong kosong di sini!”

Dyxon Liu meyandarkan tubuhnya, menatap pria di sofa tanpa sepatah kata pun, cahaya menghantam wajahnya, begitu megah dan tinggi.

Auranya sangat kuat.

Dengan pandangan sekilas, dia merasa dirinya sedang memandang ke bawah.

“Dyxon Liu!”

Suaranya seperti guntur yang mengagetkannya, Dyxon Liu membuka matanya, “Aku tidak tahu apa-apa!”

Melihat mata dingin Terry Li, Susan Lin tiba-tiba masuk ke dalam bayangan dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun.

Terry Li mengulurkan jarinya ke belakang, pengawal berpakaian hitam tadi menyerahkan dokumen ke tangannya.

Terry Li mengunci bibirnya dan meletakkan foto itu ke depan pria itu, “"Ada proyek di perusahaan baru-baru ini. Aku pikir tempat ini seharusnya lebih cocok untuk pabrik, untuk memerintah besok aku akan melihat kontrak akusisi di meja kantorku.”

Bukankah sedang menginterogasinya, bagaimana mengatakan tentang akuisisi?

Dyxon Liu menghela nafas sambil memandangnya.

Hanya satu lirikan, dia berkata lagi, “Terry Li, kamu jangan keteraluan! Kalau kamu berani menyentuh rumah keluargaku……”

“Kenapa aku tidak berani?”

Terry Li berdiri perlahan, berjalan menuju arahnya, tangan satunya memegang lengan kirinya dengan kuat, pria ini berkata “Aaa” kesakitan dengan keras, lengan kirinya digantung di bahu.

“Pikir yang jelas akan berkata apa!”

“Kamu!”

“……”

“Aaa, lepaskan tanganmu, aku akan mengatakannya, aku akan mengatakannya!”

Keringat dingin keluar dari dahinya, Dyxon Liu bersadar pada tiang besi, ia terengah-engah, “Sebenarnya, saat itu Jessie Jiang melahirkan dua orang anak, anak perempuan diambil oleh Susan Lin. Dan Danny dibunuh oleh dia.”

“Omong kosong!”

Susan Lin menjerit tetapi segera ditutup mulutnya oleh pengawal.

Jeritannya membuat Terry tertegun.

Sekali lihat, pengawal hitam menyeret Susan Lin padanya.

Terry Li mengangkat dagunya, memakinya, “Jessie Jiang adalah ibu kandung dari Celine? Kakak dari Danny? Kamu sudah membunuh Danny?”

Satu kalimat dalam tiga pertanyaan, suara satu kalimat lebih ringan dari satu kalimat, tetapi lebih menakutkan.

Mata Susan Lin memancarkan ketakutan dan kebingungan, ia tiba-tiba jatuh ke tanah, merangkak di hadapan Terry Lin, memeluk kakinya sambil menangis, “Terry, maaf, aku hanya terlalu mencintaimu, aku takut kehilanganmu! Tiap kali melihat tatapanmu memandang Jessie Jiang, membuatku merasa takut, aku takut tidak bisa lagi bersamamu, aku takut kamu tidak menginginkanku…….Terry, maafkan aku, aku hanya terlalu takut kehilanganmu. Terry….”

Dalam waktu singkat, berteriak tiga kali “Terry”

Dia hanya berharap, kata ini bisa membuatnya diampuni kali ini.

Celine!

Danny!

Anak perempuan dan laki-lakinya!

Vena di dahinya berdenyut, kemarahan dan kesedihan membakar kewarasannya, Terry Lin membanting kakinya.

“Peng…..”

Susan Lin menabrak dinding dan menimbulkan suara yang keras.

Terry Lin menahan keinginannya untuk membunuh, menatapnya, “Kunci dia, tanpa ijinku tidak boleh ada orang yang bertemu dengannya!”

Makam.

Terry Lin berada di depan batu nisan, jari-jarinya yang panjang mengelus inchi demi inchi foto di depannya yang memunculkan wajah dengan senyum ceria.

“Maafkan aku, Jessie, ini salahku karena sudah menyalahkanmu, aku yang sudah menyebabkan anak-anak mati, tolong….tolong maafkan aku!”

Cairan dingin yang mengalir dari mata itu memasuki mulutnya, asin.

“Boom……”

Petir dan kilat terdengar bergantian dan tetesan hujan perlahan turun .

Terry Lin melepas jaketnya, membungkus batu nisan, membuka kedua tangannya untuk memeluknya, “Maaf, Celine, Danny dan kamu semua tidak di sini, aku hidup juga tidak ada artinya. Jessie, bawa aku pergi bersamamu!”

Novel Terkait

Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Daron Jay
Serangan Balik
2 tahun yang lalu
See You Next Time

See You Next Time

Cherry Blossom
CEO
3 tahun yang lalu
The Richest man

The Richest man

Afraden
Perkotaan
2 tahun yang lalu
Marriage Journey

Marriage Journey

Hyon Song
Percintaan
2 tahun yang lalu
Blooming at that time

Blooming at that time

White Rose
Percintaan
3 tahun yang lalu
Siswi Yang Lembut

Siswi Yang Lembut

Purn. Kenzi Kusyadi
Merayu Gadis
2 tahun yang lalu
Sederhana Cinta

Sederhana Cinta

Arshinta Kirania Pratista
Cerpen
3 tahun yang lalu
Your Ignorance

Your Ignorance

Yaya
Cerpen
3 tahun yang lalu