Everything i know about love - Bab 14 Dia sudah meninggal

Kedua mata Barbie meredup.

Tiba-tiba muncul memori yang samar-samar di otaknya, ada yang mengatakan sesuatu saat dia pingsan, seperti mimpi, tapi juga seperti dalam keadaan sadar.

Tidak!

Itu bukan mimpi!

Mendadak ia menatap ibu pengasuh dengan dingin : "Kamu orang yang diutus Angie?"

Detakan jantung ibu pengasuh terhenti beberapa detik, dan balik bertanya : "Ang......Angie, siapa itu? Nona Hsu, jangan-jangan kamu kelelahan sampai kesadaranmu tidak jelas?"

"Kamu kemanakan anakku?!" Barbie memaksa.

"Kamu......Kamu gila ya?" Ibu pengasuh terkejut setengah mati melihat mata Barbie yang melotot merah karena emosi, ia hanya menjawab ngasal dan lari dari situ.

"Berhenti kamu! Kembalikan anakku......"

Barbie ingin mengejar, tapi tubuh yang lemah membuat dia terjatuh di lantai, sakitnya sangat tidak tertahankan!

Kamar yang menjadi tenang, bagaikan kota mati yang sunyi, dia menatap kosong bayi mati itu dan mengeluarkan telepon genggamnya, menelfepon Angie.

Sekali demi sekali.

Sampai Angie menjawab telfon!

Tidak tahu sudah berapa kali ia menelepon, yang ia tahu hanya akhirnya suara yang muncul bukan suara operator lagi, melainkan suara Alex yang tidak asing tapi jauh : "Siapa suruh kamu mengganggu Angie? Hari ini dia melahirkan tahu gak?"

Melahirkan?

Melahirkan juga?

Barbie sama sekali tidak percaya anak yang ia perjuangkan dengan nyawa itu seorang bayi mati!

Anak dia, pasti ditukar sama Angie!

Dia ingin menukar anaknya!

"Angie merebut anakku, dan beri aku seorang bayi mati, Lex, kembalikan anakku!" Terpatah-patah ia berbicara, dia benci dan emosi, rasanya ingin mencaplok kedua pasangan sialan itu!

Tanpa sedikit kecurigaan pun, Alex tertawa dan berkata : "Barbie, kalau otakmu bermasalah ya diobati, jangan kayak anjing gila yang sembarangan menggonggong! Anak sialanmu mati? Yakin itu bukan karma?"

"......"

Barbie menggigit bibir, sejenak tidak bisa mengatakan apa-apa : "Lex, dia itu anak kandungmu sendiri! Kamu bukan manusia, kamu sama sekali tidak memiliki hati nurani."

Tiiittttt!

Yang merespon dia hanya suara Alex mematikan telepon.

Mendengar suara telepon yang dimatikan itu, hati Barbie tercekam, bagaikan berada di neraka gudang es, rasa sakitnya sudah mencapai puncak!

Bantal, lampu, teko...

Suaranya memulikan telinga.

Angie Lee!!

Tiba-tiba, ia mengernyitkan mata, digendongnya bayi mati itu dan bertekad lari keluar......

Tubuhnya sakit seperti dikoyak-koyak, setiap langkahnya seperti ada sesuatu yang mengalir keluar,tapi dia tidak peduli dan tetap berjalan, ia ingin mendapatkan anaknya kembali!

——

Rumah sakit.

Lampu di ruang operasi sudah mati, dokter keluar dengan masker di mulutnya, sambil menggendong seorang bayi.

"Selamat tuan Zhao, nyonya Zhao melahirkan bayi laki-laki!" Dokter memberikan selamat dengan wajah ceria, Alex yang pertama kali menjadi seorang ayah menatap mata dan alis bayi itu yang keriput, di telinganya malah sekilas muncul perkataan Barbie——

[Lex, dia itu anak kandungmu sendiri! Kamu masih orang gak sih?]

Anak kandungnya?

Dia tenangkan pikirannya, bukankah sudah di tes? Cuma anak Angie baru anak kandungnya! Apa yang sebenarnya dia pikirin?

Dengan hati gelisah, ia bertanya : "Bagaimana keadaan Angie?"

"Kalau obat biusnya sudah hilang, nyonya Zhao akan sadar."

Alex Zhao mengangguk-angguk kepala dan membiarkan dokter membawa pergi si bayi, ia ingin masuk melihat Angie, baru saja sampai di depan pintu kamar yang tidak tertutup rapat.

Dari celah pintu ia mendengar suara wanita......

"Seratus juta akan tepat waktu dikirim ke rekeningmu, habis terima uang segera mneghilang, jangan sampai aku melihat kamu lagi! Juga jangan sampai Alex ketemu kamu......"

"Kalau ketahuan sama aku, kamu tahu kan akibatnya?"

"Iya, oke!"

Genggamannya di gagang pintu semakin erat, Seratus juta? Angie mau kasih seratus juta ke siapa? Bahkan ngomong dengan suara dingin dan sinis yang tidak pernah ia lihat?

Bahkan, jangan sampai kelihatan sama dia?

Tut tut tuttt.

Saat ini telepon di kantongnya tiba-tiba berbunyi.

"Siapa?"

Terdengar suara Angie yang gugup dan gelisah.

"Aku." Alex mendorong pintu kamar tanpa ekspresi, dengan sedikit tersenyum ia tatap Angie, sambil mengeluarkan telepon untuk melihat pesan.

Melihat sekilas, sekujur badan seketika membeku.

Novel Terkait

Craving For Your Love

Craving For Your Love

Elsa
Aristocratic
6 tahun yang lalu
Seberapa Sulit Mencintai

Seberapa Sulit Mencintai

Lisa
Pernikahan
6 tahun yang lalu
Precious Moment

Precious Moment

Louise Lee
CEO
6 tahun yang lalu
Dark Love

Dark Love

Angel Veronica
Percintaan
7 tahun yang lalu
Kisah Si Dewa Perang

Kisah Si Dewa Perang

Daron Jay
Serangan Balik
5 tahun yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
6 tahun yang lalu
Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Cinta Dibawah Sinar Rembulan

Denny Arianto
Menantu
6 tahun yang lalu
Cintaku Pada Presdir

Cintaku Pada Presdir

Ningsi
Romantis
5 tahun yang lalu