Pernikahan Tak Sempurna - Bab 6 Melawan Bukan Berarti Menang

Keluar dari toko milik istrinya yang sudah sengaja dia buatkan usaha agar Lara tidak di rumah saja yang mungkin saja akan bosan pikir Samuel. Melihat pertengkaran yang terjadi di depan matanya sungguh memalukan, apalagi di depan orang banyak istrinya bisa-bisanya ribut dengan Kesha yang tentu saja jauh lebih berharga dibandingkan dengan Lara yang tidak ada apa-apanya di mata Samuel.

Andai bukan karena Zanna yang masih dia lihat, tentu saja Samuel akan menghancurkan Lara di depan orang banyak yang sudah mencelakai Kesha di sana. Di dalam mobil menuju ke apartemen kekasihnya Samuel membanting setirnya dan berhenti dipinggir jalan begitu saja. “Kamu sudah gila, Sam?”

“Kamu ada urusan apa sama Lara? Kamu kenapa masih langgar ucapan aku sih? Aku sudah bilang biarin dia hidup dengan tenang. Urusan kamu itu sama aku, bukan sama dia,”

“Tetap aja kan kalau dia juga menjadi urusan aku? Dia juga kan udah merebut kamu dari aku, harusnya juga kamu nggak nikah sama dia dulu,”

Samuel menghela napas panjang lalu menoleh ke arah kirinya. “Aku nggak bisa biarin kamu terus seperti ini, Kesha. Ada Zanna, aku udah ingetin kamu. Jangan pernah muncul di hadapan Zanna, kamu sendiri tahu kalau yang terjadi itu sangatlah menyedihkan setiap kali kamu muncul dihadapan anak aku, yang terjadi adalah Zanna terlihat murung. Apa kamu mau menghancurkan mental dia?”

Terdengar sangat kasar ketika Samuel bicara dengan nada tinggi terhadapnya. Sebab pria itu tidak pernah bicara dengan nada yang dipaksakan seperti barusan. “Kamu ngomong apa? Kamu nyalahin aku atas semua yang aku lakukan ini juga demi kamu,”

Pria itu menggertakkan rahangnya. “Aku sama sekali tidak pernah mengizinkanmu untuk menyentuh ataupun mendekati Lara dengan mengatakan kita adalah sepasang kekasih. Tanpa kamu beritahu pun dia sudah tahu. Tapi jangan sampai kamu buat dia terlihat seperti orang yang menyedihkan dihadapan orang banyak. Terutama di dekatnya Zanna, aku benci ketika Zanna bertanya aku dan Lara tidak pernah bisa akur,”

“Kenapa kamu nggak ceraikan dia saja sih?” tanya Kesha yang sudah ikut kesal dengan ucapan Samuel barusan.

Bagaimanapun juga itu tidak akan pernah terjadi. Samuel masih memikirkan Zanna yang harus punya orang tua lengkap. Lagi pula orang tuanya juga tidak akan pernah setuju jika Samuel menceraikan Lara dengan alasan Kesha akan dinikahi. Sama saja itu membuatnya langsung masuk ke dalam neraka tanpa proses panjang. Karena sudah pasti mamanya yang akan murka dengan perceraian itu.

Terlebih juga semenjak Zanna dan Lara diterima di keluarga besar Pradipta. Perilaku orang tuanya juga sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh Samuel terhadap Lara. Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya mereka itu adalah suami istri yang saling mengabaikan. Orang tuanya Samuel sudah yakin jika pelan-pelan Samuel bisa berubah.

Tapi melihat sikap Lara yang juga tak kalah cueknya kadang membuat Samuel sadar kalau itu semua adalah suatu bentuk kekesalan yang diperlihatkan oleh Lara ketika selama ini Samuel sudah bersikap tidak baik padanya.

Di depan apartemen tempat tinggal Kesha yang dibelikan oleh Samuel, dia mengajak Kesha keluar dari mobil untuk membicarakan ini lebih lanjut lagi. Jujur saja dia masih kesal dengan tingkah Kesha maupun Lara. Meski dia tahu yang salah itu adalah Kesha. Tetap saja yang akan dia salahkan itu adalah Lara karena sudah melawan Kesha.

Mereka masuk ke dalam apartemen yang kemudian Kesha meletakkan barang-barang mahalnya di atas meja. “Kamu pakai kartu kredit aku?” tanya Samuel yang tiba-tiba melihat belanjaan Kesha itu ternyata sangat banyak ketika dia membongkar isi tas dari wanita itu.

Kesha memberikannya sekaleng bir untuk mereka bersulang. “Aku lagi tidak ingin mabuk untuk hari ini, sayang,”

“Kamu masih marah?”

Dia mengingat perkataan Zanna yang menanyakan tentang dia dan Lara tidak pernah bisa menjadi satu. Maksud Zanna adalah ketika mereka bertemu, tidak ada yang akur. Ataupun bicara satu sama lain. “Kalau kamu tanya aku marah atau nggaknya, jawabannya adalah ya aku marah besar. Tapi kamu harus ingat bahwa aku marah bukan semata-mata aku nggak sayang kamu. Tapi ingat ada Zanna, dia itu anak aku. Tetap saja aku menyayangi dia lebih dari apapun. Jangan sampai membuat dia terlibat di dalam hubungan kita. Aku nggak mau dia sedih, pasti tahu kan gimana rasanya jadi anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya?”

Kesha duduk di ujung ranjang lalu memeluk bahu Samuel. “Aku sama sekali nggak bermaksud muncul dihadapan Zanna dengan sengaja. Aku juga nggak tahu kan kalau kamu lagi sama dia. Toh juga kamu cuman sebentar sama dia. Nanti kalau kita menikah, kamu bakalan kasih Zanna ke Lara kan?”

Samuel meletakkan minuman kaleng itu. “Nggak, Zanna sama aku,”

Raut wajah Kesha berubah. Dia tidak ingin punya anak tiri meski tahu bahwa Zanna itu anak yang baik. Dia tetap saja ingin menikah dengan Samuel tanpa adanya anak tiri yang ikut bersama dengan mereka. “Sayang, kita juga bakalan punya anak kok,”

“Kesha, kamu nggak bisa terima dia?” Tanya Samuel terlihat sedang berputus asa.

Kesha meletakkan minumannya di atas meja. “Nggak sayang, maksud aku bukan kayak gitu. Tapi kamu nggak mau gitu ngasih Lara kesempatan buat bersama dengan Zanna? Kamu tahu sendiri seorang anak itu jauh lebih butuh ibunya,”

Samuel memang tahu dengan hal itu. Tapi dia tidak bisa untuk meninggalkan Zanna di saat dia sudah menerima putrinya dengan sangat baik. anak itu juga menurut padanya, tidak apa jika memang nanti ketika dia bisa bercerai dengan Lara dan hidup bersama dengan Kesha dan juga Zanna. Tapi dia yakin jika Lara tidak akan tinggal diam mengenai hak asuh itu.

“Jangan pikirkan pernikahan kita untuk saat ini, Kesha. Aku sedang tidak mood bahas itu. Kamu tahu sendiri kalau Lara bakalan tetap berusaha untuk dapetin Zanna kan?”

Kesha masih duduk di atas sofa sambil menggandeng lengan Samuel dengan sangat erat. Terlihat ada kebencian Samuel terhadap istrinya sendiri yang ingin membalas dendam pada wanita itu tapi tidak dikatakan oleh Samuel. “Aku nggak peduli itu sebenarnya, Kesha. Yang aku inginkan cuman Zanna, dan juga kamu. Andai kamu tahu gimana usaha aku yakinkan Mama dan Papa biar bisa ceraikan Lara. Kamu nggak akan tega ngasih beban pikiran kayak gini ke aku,” kata Samuel dengan tegas lalu bersandar.

Pria itu memejamkan matanya. “Jangan buat masalah lagi, Kesha. Aku nggak mau kamu terlihat buruk dihadapan orang lain. Kamu itu model, apa nggak bisa ya kamu sekadar menjaga imej kamu? Ingat kamu nggak bisa begini terus, Kesha. Aku juga nggak bisa muncul di hadapan umum dengan cara seperti ini. Apalagi kamus sekarang lagi naik daun, aku nggak bisa bayangin ini semua kalau seandainya kamu cari gara-gara sama Lara terus masuk berita. Orang tua aku tahu juga tentang hal ini, ya nggak baik juga buat kamu kan?” tanya Samuel yang ingin menyudahi pertikaian ini.

Dia juga sebenarnya sudah lelah menghadapi media ketika dia jalan-jalan dan malah ditanya seperti hal pribadi dan juga hal-hal yang tidak seharusnya ditanyakan itu ditanyakan oleh beberapa reporter. “Aku nggak bisa lihat kamu jalan-jalan sama Lara,”

“Dan aku bersumpah, itu tidak akan pernah terjadi. Kamu tahu sendiri,”

“Kalau Zanna yang minta, kamu pasti mau kan?”

Samuel menoleh ke arah kanannya dan melihat kalau Kesha sedang menatapnya dengan lesu. Sudah pasti kekasihnya ini sangat khawatir tentang kehidupan mereka nantinya ketika akan menikah dan juga Zanna akan ikut bersama dengan mereka. Alasan Samuel tidak ingin membiarkan Lara membawa Zanna hanya karena mungkin istrinya tidak akan bisa menghidupi Zanna dengan baik. dan juga masa depan yang mungkin saja tidak akan berjalan dengan lancar dan juga masa depan Zanna hanya akan sampai di sana.

Lara sendiri tidak bekerja dengan kemampuannya sendiri. mengandalkan semua apa yang diberikan olehnya. Ya bisa dibilang kalau Samuel berkunjung ke rumah istrinya itu bisa dihitung jari. Karena dia sama sekali tidak ingin bertemu Lara yang sangat dia benci. Semua ini karena Lara yang sudah menghancurkan masa depannya.

Kalau bukan karena Zanna yang sekarang ikut dengan Lara. Samuel tidak akan tinggal diam dengan semua yang dilakukan oleh wanita itu ketika tadi berada di toko. “Kamu kenapa bisa bertengkar sama Lara?”

“Dia duluan,”

“Kenapa? Dia apain kamu?”

“Dia nyuruh aku ngaca. Katanya ku kurang kaca di rumah untuk ngaca diri sendiri bahwa aku yang gangguin kamu,”

Samuel memegang tangan Kesha. “Dia bilang gitu sama kamu?” tanya Samuel memastikan jika Lara memang sudah sangat keterlaluan ribut bersama dengan Kesha.

Wanita itu mengangguk lalu dia memperlihatkan ada sebuah cekalan yang diberikan oleh Lara pada tangan kirinya. “Nih juga dia mau cakar aku tadi,”

Gila dan benar-benar sudah gila jika Lara bersikap seperti itu kepada Kesha yang artinya dia sangat bosan untuk hidup. Samuel tidak akan tinggal diam ketika mendengar jika Lara sudah berani melawan Kesha dan sudah berani menyakiti kekasihnya itu.

“Kamu nginap di sini nggak nanti?”

“Nanti malam? Mungkin nginap, aku lihat situasi dulu kalau memang nggak sibuk ya aku nginap,” jawab Samuel. “Kamu bikinin aku kopi, Kesha! Aku nggak bisa tidur nyenyak karena Zanna kemarin nginap di rumah. Dia nangis tengah malam minta dianterin pulang,”

Kesha berdiri dari tempat duduknya. “Aku bilang juga apa kalau anak itu butuh banget yang namanya dekat dengan ibunya. Kamu nggak bisa dong egois ya, kamu nggak bakalan bisa tuh bikin Zanna tinggal sama kamu. Sejatinya anak itu memang betah sama ibunya,”

“Kamu juga belajar urus anak, jangan ceramahi aku, Kesha!” kata Samuel mendekati Kesha yang baru saja pergi ke dapur untuk membuatkan kopi untuknya.

Ketika wanita itu sedang menuangkan kopi. Tiba-tiba saja Samuel memeluk Kesha dari belakang. “Kangen sayang,” bisik Samuel memeluk Kesha dengan erat.

Kesha berbalik lalu meraba rahang Samuel. “Kamu makin hot semenjak jadi Papa Zanna tahu,”

Samuel terkekeh mendengar pujian dari kekasihnya. Sementara menunggu air di dispenser itu panas mereka sedang bercumbu ketika beberapa kali Samuel mencium bibir Kesha. “Kamu kenapa nggak biarin aja sih dispensernya nyala?”

“Kamu tuh ya pinter banget ngajarin aku. Kamu nggak tahu apa kalau aku lagi pergi harus matiin semua yang ada di apartemen, termasuk dispenser. Aku juga cabut semua yang berhubungan dengan listrik,”

“Ya deh ya, takut kalau ada yang konslet,”

“Itu kamu tahu, jangan sampai kamu tuh biarin nanti pulang-pulang hangus, di dalam ada tas yang seharga mobil kan. Jumlahnya juga nggak sedikit. Ohya nanti kalau Zanna ulang tahun yang keempat kamu ajakin aku dong,”

Samuel menggeleng. “Mau kamu memohon apapun dari aku kalau untuk ulang tahun Zanna kamu minta diajak, aku nggak bisa,”

“Aku calon Mama dia, Sam,”

“Apapun alasannya. Mau kamu itu adalah calon Mama tiri untuk dia. Tetap aja aku nggak bakalan bisa lakukan itu,”

“Ada alasannya?”

Samuel mengecup bibir kekasihnya lalu menyeka rambut Kesha ke belakang. “Karena dia nggak boleh merasakan kesedihan. Menjaga Zanna itu sama saja dengan aku jaga hati kamu. Aku nggak boleh biarin kamu sedih, begitu pula dengan Zanna. Dia nggak boleh sedih juga karena kamu itu adalah permata bagiku,”

“Cepetan tinggalin Lara, Sam. Aku nggak bisa sabar mau nikah terus punya anak juga sama kamu,”

Samuel tahu bahwa dia dan Kesha mungkin bisa menikah ketika Lara sendiri yang menuntut, dia sengaja mempermalukan Lara agar istrinya bosan dengan semua tingkahnya itu lalu menuntut perceraian agar semua yang dia lakukan itu tidak sia-sia. Hubungannya juga dengan Kesha ini tidak main-main.

Bukan hanya dengan Kesha dia berhubungan. Tapi dengan beberapa wanita lain yang bisa diajak kencan, mungkin diluaran sana dijadikan sebagai teman biasa. Alias teman ketika dia kesepian. Tapi tetap saja kalau untuk serius dia hanya mengandalkan Kesha yang bisa hidup dengannya. Lara mungkin tidak ada di dalam daftar untuk hidup dengan tenang. Sebab setiap kali bertemu dengan Lara dia selalu saja bertengkar dan berakhir dengan saling mencaci.

Sebenarnya dia juga sudah lelah menjalani rumah tangga tanpa cinta. Tapi apa yang bisa dilakukan oleh Samuel sementara Zanna menjadi alasan paling kuat untuk tetap berada di sisi Lara.

“Kamu jangan ganggu Lara lagi, ya!”

Kesha cemberut dan menatap mata Samuel. “Kamu udah timbul perasaan sama dia?”

Samuel menggeleng cepat. “Aku nggak pernah berkata seperti itu. Yang penting kamu jangan ganggu dia untuk saat ini. Aku nggak mau Mama ngamuk karena kamu cari masalah sama Lara. Tahu sendiri lah kalau Lara dan Zanna itu diterima di keluarga aku kayak gimana. Jadi kalau kamu cari gara-gara lagi, aku nggak bisa bantuin. Yang ada kamu dilabrak sama Mama, jangan sampai hal itu terjadi, Kesha. Tetap main dengan cantik, bar-bar kayak gitu nggak bakalan bikin kamu menang. Justru Lara yang diam, dia yang bakalan menang karena sikapnya yang disukai oleh orang tua aku. Jangan bikin dia marah lagi apalagi nyamperin dia ke toko kayak tadi!”

Novel Terkait

Innocent Kid

Innocent Kid

Fella
Anak Lucu
setahun yang lalu
Gaun Pengantin Kecilku

Gaun Pengantin Kecilku

Yumiko Yang
CEO
6 bulan yang lalu
Menaklukkan Suami CEO

Menaklukkan Suami CEO

Red Maple
Romantis
6 bulan yang lalu
Mr Lu, Let's Get Married!

Mr Lu, Let's Get Married!

Elsa
CEO
9 bulan yang lalu
You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
2 tahun yang lalu
His Second Chance

His Second Chance

Derick Ho
Practice
6 bulan yang lalu
The Break-up Guru

The Break-up Guru

Jose
18+
10 bulan yang lalu
Behind The Lie

Behind The Lie

Fiona Lee
Percintaan
6 bulan yang lalu