Pernikahan Tak Sempurna - Bab 7 Pria Keras Kepala

Samuel berkacak pinggang di ruang keluarga ketika sudah berada di rumahnya. Dia benar-benar tidak habis pikir jika kejadian kemarin siang itu menjadi berita yang sangat panas sejak tadi pagi. Bahkan orang tuanya juga sudah jengah dengan berita miring tentangnya. Namun untuk hari ini sudah sangat keterlaluan jika dia divideokan ketika sedang membentak Lara dihadapan orang banyak.

Orang tua dan juga semua keluarga besarnya ada di ruang tengah. Papanya juga sudah lelah dengan ini semua, Samuel bukannya membaik tapi malah memperburuk keadaan. “Cerai sama Lara! Hak asuh Zanna biar Lara yang menangin itu,” Tuan Pradipta terdengar sangat kesal malam itu.

Bisa-bisanya putra pertamanya membuat berita seheboh ini. Apalagi mau menampar Lara dihadapan orang banyak hanya karena kekasihnya. Namun bagaimanapun juga Lara tetap sabar menghadapi sikap Samuel. “Mau ditaruh di mana sih muka keluarga ini gara-gara kamu, Sam? Om nggak habis pikir kamu kayak gini. ingat lho, kakek kamu juga sudah malas ketemu sama kamu gara-gara ini,” adik Tuan Pradipta ikut berbicara ketika mereka sedang makan malam bersama untuk mempererat tali silaturahmi keluarga tapi mendapati kabar tentang Samuel yang sudah mempermalukan keluarganya dihadapan orang banyak.

Samuel melipat lengan kaos panjangnya lalu menghela napas panjang kemudian mendaratkan bokongnya di sofa yang empuk itu. Sedangkan ekspresi orang-orang di sana terlihat sangat tidak bersahabat. Apalagi sang papa sudah memintanya untuk bercerai. “Kamu kenapa diam? Itu yang kamu mau kan? Kamu mau cerai sama Lara dengan cara buat dia bosan sama tingkah kamu?”

Dia akan menentang ucapan itu. Sebab dia tidak menyangka jika berita ini akan menggiring opini bahwa Samuel melakukan tindakan kekerasan terhadap istrinya di toko. Apalagi banyak yang berkomentar di sebuah akun sosial media, lalu mengatakan jika Samuel adalah pria brengsek yang tidak bersyukur mendapatkan istri sebaik Lara yang sudah bertahan hanya demi sang anak.

Tuan Pradipta bersandar sambil memperbaiki kaca matanya lalu sibuk dengan tabletnya.

Mereka semua menunduk ketika melihat tuan Pradipta sudah jengah dengan tingkah Samuel.

“Seorang pengusaha tapi mencampakkan istrinya, lebih baik bercerai saja daripada mengandalkan uang lalu seenaknya menyakiti hati istri.” Komentar dari @Indahlalia2542

“Nggak ada syukurnya ya dapat istri cantik dan baik. Tapi malah belain wanita lain dihadapan umum. Itu laki-laki apaan sih?”

“Aku harap ya ini orang cerai aja sama istrinya. Toh istrinya lebih baik berjuang sendirian walaupun anak jadi korban. Daripada kelakuan suaminya, jijik banget lihat berita dia melulu yang masuk timeline.”

Tuan Pradipta meletakkan tabletnya lalu menyatukan kedua tangannya. “Ini yang kamu mau kan? Komentar orang lain dan mencoreng nama baik keluarga?”

“Pa, aku sudah berapa kali bilang sama Papa kan kalau aku memang bertahan cuman demi Zanna,”

Tuan Pradipta memicingkan matanya melihat ke arah Samuel yang mencoba untuk membela diri. Dia sendiri sudah tidak tahan lagi dengan anaknya yang sudah berlaku tidak baik pada anak orang lain. “Berarti kamu harus lepasi Lara juga demi, Zanna!”

Samuel terlihat kalang kabut sekarang. Semua keluarga di sana juga sepertinya tidak ada yang mendukung alasannya. Dia tidak mencintai Lara sama sekali. Melihat wanita itu pun dia sangat benci karena Lara mengacaukan segalanya, belum lagi dia yang tidak bisa menikah dengan Kesha karena Lara menjadi istri sahnya. “Papa, nggak bisa Papa ngerti perasaan aku?”

“Untuk apa kamu minta dimengerti kalau kamu sendiri sudah nyakitin hati istri kamu, Sam?” sepupunya yang duduk di sofa paling ujung, pria itu selalu ikut campur ketika dia dimarahi oleh keluarganya. Dia adalah Julian yang paling dibenci oleh Samuel karena menjadi orang yang selalu saja dibandingkan oleh orang tuanya Samuel. Yang notabenenya orang baik.

Julian memang belum menikah sampai sekarang, itu karena dia yang tidak ingin jika ada wanita yang bernasib sama seperti Lara di kehidupannya nanti. Begitupun juga dengan apa yang dilakukan oleh Samuel terhadap istrinya yang sudah sangat keterlaluan. “Tahu apa kamu tentang hidup aku?” timpal Samuel dengan kesal.

Sementara itu orang tuanya Samuel sudah sangat dongkol dengan tingkahnya Samuel yang memang seperti anak kecil. Tidak bisa mengerti dengan alasan apapun.

Julian tertawa sinis. “Lebih bela jalang daripada istri sendiri, huh,”

Samuel geram dan langsung menyambar Julian lalu menarik kerah baju pria itu. “Kamu lebih baik diam saja, Julian. Kamu nggak tahu apa-apa!”

Buuuug

Julian tertawa lalu membalas pukulan Samuel. “Apa begini cara kamu untuk balas ucapan orang lain yang mengatakan hal sebenarnya? Kamu sendiri memang melakukan itu untuk Lara, kamu permalukan dia di hadapan orang lain,”

Samuel tidak bisa terima dengan ucapan itu lalu membalas pukulan Julian. Namun ketika dia mengangkat tangannya hendak memukul. Paman Dito langsung menahan tangannya. “Jangan lakukan itu lagi, Samuel! Papa kamu diam karena memperhatikan gerak gerik kamu yang sedari tadi sudah kurang ajar sama Julian. Paman nggak bermaksud bela Julian, tapi lihat Papa kamu!”

Dengan mencoba untuk menghargai papanya. Samuel kembali duduk. “Besok biar Papa ke rumah Lara, Papa yang ngomong sama dia kalau dia harus cerai sama kamu. Daripada Lara nggak bahagia, untuk hidupnya dengan Zanna Papa tanggung seumur hidup dia. Meskipun dia nanti mendapatkan pasangan, yang penting Papa mau tanggung jawab atas semua yang kamu lakukan itu,”

“Papa pikir Papa bisa lawan aku?” tanya Samuel ketika membersihkan darah yang ada di hidungnya dengan tisu akibat pukulan Julian tadi. “Papa pikir bisa menangin Zanna?”

“Zanna belum genap lima tahun, hak asuh Zanna akan tetap jatuh ditangan Lara. Pun begitu dengan semua yang kamu punya, bisa dimiliki oleh Zanna dan Lara,”

“Apanya?”

“Harta kamu, Papa rasa kamu sudah keterlaluan untuk kali ini. Nggak ada toleransi lagi untuk kamu, Sam. Ini sudah benar-benar jahat, kamu mau pukulin, kamu mau injak harga diri Lara dihadapan orang banyak? Kamu mau lihat istri kamu diperlakukan buruk juga oleh orang lain? Kamu bisa ngerti gimana perasaan Lara? Mau sampai kapan pun Papa rasa kamu nggak bakalan ngerti itu semua. Hati kamu udah mati, kamu udah dikuasai oleh iblis yang jahat di dalam hati kamu,”

“Oke kita buktikan kalau Memang aku nggak bisa menangin Zanna. Lihat aja, Pa,” Samuel malah terdengar begitu menantang orang tuanya. “Kalau memang itu yang kalian mau lihat aku dan Lara cerai. Ya bagus dong, aku dan Kesha bisa menikah dengan segera begitu perceraian itu selesai,” jawab Samuel dengan nada dinginnya.

Tuan Pradipta berdiri dari tempat duduknya. “Keluar dari rumah ini sekarang!”

Samuel berdiri. “Hahahaha, itu yang aku inginkan sejak lama,” jawabnya seolah tidak peduli dengan ucapan orang tuanya dan menganggap ini semua adalah paksaan. Apalagi waktu itu Samuel juga dipaksa bertanggung jawab oleh orang tuanya.

Di dalam ruang keluarga itu terdapat anggota keluarga yang lain. Julian yang mendengar kakak sepupunya yang sudah kurang ajar terhadap orang tua merasa sangat kesal dengan tindakan yang dilakukan oleh Samuel.

“Aku keluar hari ini juga dari sini. Ingat perusahaan yang aku bangun itu adalah usahaku sendiri, bukan dari Papa. Jadi jangan sampai Papa salah tangkap, dan sekarang kita adalah lawan dalam dunia bisnis. Aku nggak peduli lagi. Aku nggak bakalan injakkan kaki di rumah ini,”

Samuel keluar dari rumah tanpa membawa apapun juga.

Sedangkan di dalam ruang keluarga, mereka semua sedang berbincang dan mendengarkan rencana Tuan Pradipta. “Benar kakak mau pisahin Samuel sama Lara?” tanya Dito kepada kakaknya yang sedang emosi itu.

Tuan Pradipta tidak mungkin melakukan itu karena akan melanggar janjinya kepada orang tuanya agar tidak bercerai apapun yang terjadi. Dan juga mengenai Samuel dan juga Lara itu adalah tanggung jawabnya juga selaku orang tua. “Nggak, bagaimana mungkin saya bisa melakukan itu terhadap anak dan menantu sendiri, satu-satunya cara menggertak Samuel ya dengan cara barusan,” jawab Tuan Pradipta.

“Kakak nggak berniat melanggar sumpah keluarga kan?”

“Lara sama Zanna itu sudah masuk di dalam keluarga ini. Apapun yang terjadi sama mereka adalah tanggung jawab kita. Kemudian yang paling penting itu adalah Lara yang harus kita dukung, lihat sendiri berita yang menyebar. Salah memang kalau kita salahin Samuel terus, karena hatinya sudah buta seperti itu. Nggak bakalan mempan juga ceramah kita, percuma. Jadi satu-satunya yang buat dia tidak terima adalah Zanna dibawa oleh Lara. Mungkin kita bisa minta Lara untuk sementara waktu sembunyi,”

Untuk rencana ini Renata, mamanya Samuel setuju dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Terlebih mereka juga malu kepada Lara apa yang dilakukan oleh Samuel selama ini. Memang anaknya itu tidak bisa diberitahu dengan cara yang baik. “Bukan karena Lara itu sudah dibuat begini sama Samuel. Tapi karena Lara sudah masuk di dalam keluarga kita, sebenarnya aku ingin melihat cucu dan menantu aku secara langsung. Tapi entah kenapa terlalu mengerikan bagi aku menghadapi Lara. Rasanya aku malu sebagai mertua yang sama sekali tidak bisa mendidik anakku sendiri,”

Sementara Julian yang sudah tidak tega lagi melihat kakak iparnya yang diperlakukan buruk oleh Samuel selama ini. Bukan bermaksud untuk berkata apa-apa. Tapi sayangnya Samuel memang sudah kelewatan menyakiti hati istrinya. “Kalau memang itu yang terbaik ya nggak masalah. Tapi aku pernah ketemu sama kakak ipar waktu itu di butik,”

“Terus, kamu nggak ngobrol?”

“Mau ngobrol tapi takut aja kalau ada orang yang lewat terus malah jadi gosip. Tahu sendirilah orang lain lebih pandai mengurus urusan orang lain dibandingkan dengan urusan mereka sendiri. buktinya aku nggak berani mendekati kakak ipar,”

“Terus kamu nggak ngomong sama sekali dengan Lara?”

Julian menggelengkan kepalanya. “Nggak sama sekali, Paman. Tapi ya pengin juga nengokin si Zanna,” kata Julian yang juga sebenarnya perhatian kepada Lara yang diperlakukan seperti itu oleh Samuel sendiri. Tidak ada salahnya juga jika Samuel menceraikan Lara agar hidup wanita itu jauh lebih baik lagi.

Lagipula pernikahan mereka hanya karena Zanna yang menjadi alasan kuat mereka untuk bertahan. Samuel sendiri mengaku jika dirinya tidak mencintai Lara sama sekali. Tidak ada salahnya untuk berpisah. Agar Lara juga bisa memiliki kesempatan mencari pasangan lain.

Begitu memikirkan perkataan dari Tuan Pradipta tadi, dia sempat berpikir jika dia harus melindungi kakak iparnya. Meski umur Lara lebih muda darinya, tetap saja dia menganggap bahwa Lara adalah kakak iparnya yang begitu baik.

Samuel saja yang bodoh menyia-nyiakan wanita sebaik Lara dan memilih wanita yang hidupnya hanya bisa foya-foya itu.

“Paman, bagaimana kalau rencana Paman itu aku setujui? Maksud aku tentang Lara yang sembunyi dari Samuel untuk menghindar sementara waktu. Paman tahu sendiri kalau Samuel paling tidak suka dipisahkan dengan Zanna. Jadi alasan dia mencari Lara sudah pasti nanti karena Zanna tidak ada kabar. Ya maksud aku adalah kakak ipar kita sembunyikan sejauh mungkin,”

“Kalau soal itu biar nanti Paman pikirkan. Kamu nggak ada waktu untuk bantu kan?”

Julian menggelengkan kepalanya. Dia masih merasakan sakit pada rahangnya karena pukulan Samuel tadi. Tapi apa yang mau dikata jika kakaknya itu sudah sangat keterlaluan melakukan hal buruk itu untuknya. “Samuel sendiri sudah melepaskan Lara kan? Meski tidak ada kata cerai, tetap saja dia itu sudah keterlaluan memperlakukan kakak ipar seperti itu. Apalagi Lara itu adalah wanita baik-baik,”

Begitu memikirkan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu, ada benarnya juga untuk sekarang ini mengasingkan Lara jauh lebih baik agar Samuel bisa mengerti arti kehilangan sebelum benar-benar bercerai. Walaupun di dalam keluarganya sangat mengharamkan perceraian itu.

Tuan Pradipta tidak bisa mengabaikan Lara begitu saja. Apalagi Lara statusnya adalah sebagai anak tanpa ibu, ibunya sudah lama meninggal. Jadi dia tahu sendiri bagaimana wanita itu tumbuh. “Julian, kalau kamu ada waktu. Kunjungi kakak iparmu, bilang sama dia kalau Paman mau ketemu sama dia. Mungkin Paman butuh waktu ngobrol sama dia, sebenarnya Paman nggak tega sih lakukan ini untuk dia. Apalagi karena ulah Samuel malah buat dia tambah banyak beban,”

Julian sendiri yakin jika kakak iparnya itu sudah sangat lelah dengan ulah dari Samuel.

Tetapi selama empat tahun pernikahan ini, tidak ada yang begitu bebas. Tidak ada yang begitu indah juga. Semua sudah tahu kalau sakit hati Lara itu sudah pasti karena perbuatan Samuel yang terus mengabaikan. Apalagi Lara dijuluki istri yang tidak dianggap.

Tuan Pradipta mengambil air dari jarak beberapa sentimeter dari tempat duduknya dan air minum itu diatas meja. Dia sama sekali tidak mengerti lagi bagaimana cara mendidik Samuel menjadi anak yang mengerti. Dia sama sekali tidak paham apa yang sebenarnya ada dipikiran anaknya sampai Samuel mengatakan hal yang sangat buruk untuk Lara waktu di mal.

“Andai ada adiknya Samuel di sini. Paman sudah pasti bisa menyuruh dia yang temui kakak iparnya dan ngomong sama Lara kalau Paman butuh dia. Tapi sekarang adiknya masih belum balik juga dari luar negeri,” kata Tuan Pradipta berharap bahwa anaknya segera kembali.

Dia tahu kalau anaknya itu paling sayang pada Zanna. Jadi tidak jarang juga jika adiknya Samuel itu mendatangi Lara dan juga Zanna di rumah mereka.

Novel Terkait

You're My Savior

You're My Savior

Shella Navi
Cerpen
2 tahun yang lalu
Because You, My CEO

Because You, My CEO

Mecy
Menikah
setahun yang lalu
Angin Selatan Mewujudkan Impianku

Angin Selatan Mewujudkan Impianku

Jiang Muyan
Percintaan
setahun yang lalu
Menantu Hebat

Menantu Hebat

Alwi Go
Menantu
setahun yang lalu
Rahasia Seorang Menantu

Rahasia Seorang Menantu

Mike
Menjadi Kaya
9 bulan yang lalu
More Than Words

More Than Words

Hanny
Misteri
setahun yang lalu
Be Mine Lover Please

Be Mine Lover Please

Kate
Romantis
9 bulan yang lalu
Unperfect Wedding

Unperfect Wedding

Agnes Yu
Percintaan
2 tahun yang lalu