Siswi Yang Lembut - Bab 48
"Jadi bagaimana? Bradi tidak melakukan apapun padamu, kan?"
Nora membuka sekaleng bir, dan semburannya seolah memberikannya rasa tenang yang tidak bisa dijelaskan.
"Hmph, dia menempel padaku seperti anjing liar yang mencari betina, aku merasa jijik, jadi aku memarahinya."
Vania rupanya baru saja selesai mandi. Mengenakan baju tidur yang longgar, sambil menyeka noda air di tubuhnya. Tentu saja, ada juga tetesan air yang masih menetes dari waktu ke waktu.
"Kalau dipikir - pikir, Profesor Kenzi benar-benar kasihan, karena dia menikah dengan orang seperti itu." Nora menyesap bir dan menghela napas puas karena minum alkohol.
"Huh, kasihan kenapa?"
Vania meraih bir dari tangan Nora. Gerakan tiba-tiba itu membuat Nora lengah.
"Profesor, dia baru saja mendapatkan mimpi yang bahagia sekarang."
Vania mengambil beberapa langkah kecil, tetapi dia hampir saja telanjang bulat karena handuknya tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya.
"Betapapun buruknya mimpi buruk yang kamu alami, jika kamu masih bisa bangun di pagi hari dan tersenyum, maka mimpi itu adalah mimpi bahagia."
Vania mengangkat kepalanya dan menyesap bir. Tetapi kenapa ada kesedihan yang tak terlukiskan di sudut matanya?
"Heh, lalu Nona Vania, perancang mimpi indah, apa akhir dari mimpi profesor itu? Happy Ending? "
"Haha ... yang itu ya?"
Senyum kegembiraan muncul di sudut mulut Vania, namun juga terlihat seperti ambigu.
"Aku hanya mengikuti perintahnya untuk membiarkan dia mendapatkan mimpi yang seharusnya dia miliki."
"Kalau begitu kamu akan pergi sesuai janjimu besok?" Nora menatapnya dengan curiga.
"Ya, aku harus melapor padanya."
"Kalau begitu kau harus berhati-hati, jangan sampai kamu gundul dan menjadi biarawati."
"Bagaimana mungkin? Aku melakukan semua hal yang diinginkannya dengan sempurna sesuai dengan permintaannya. Tentu saja dia akan memperlakukanku dengan baik ..."
Malam yang terasa berat. Mungkin setiap malam terasa berat, tapi siapa yang benar-benar telah mengalaminya?
"Saat kau bertemu Ayah, tolong senangkanlah dia, yah?" Yuna dengan lembut merapikan baju Kenzi, tatapan matanya penuh dengan cinta.
"Istriku, apakah kamu benar-benar tidak ikut pergi? Aku tidak bisa mengatasinya sendiri..." Kenzi menggaruk kepalanya, karena sedikit panik.
"Yah, ada beberapa hal penting yang harus aku lakukan, jadi aku tidak bisa menemanimu. Ingat, setelah kamu pergi, tetaplah dekat dengan ayah dan berperilakulah baik."
"Iya, aku mengerti, aku berangkat."
Kenzi tersenyum dan membuka pintu. Tetapi begitu dia melangkah, dia mendengar panggilan Yuna.
"Sayang..."
Dia berhenti tanpa sadar untuk melihat apa yang telah dikatakan istrinya. Namun apa yang didengarnya bukanlah hal lain, melainkan pengakuan kasih sayang dari istrinya.
"Sayang aku mencintaimu ……"
"..."
Kenzi tercengang sejenak. Namun saat itu, dia merasa bahwa istrinya yang mengatakan bahwa aku mencintaimu rasanya ada yang berbeda. Rasanya seperti seolah-olah dia menyuruhnya untuk tidak mengkhianatinya.
"Sayangku, aku juga mencintaimu ..."
...
Tempat Pemilihan Pengurus Akademi Kepolisian.
Karena akademi polisi dan rumah sakit pusat masih milik keluarga yang sama. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa para elit dari berbagai departemen juga akan mengikuti proses seleksi. Lalu dengan pengaruh dari ayah mertuanya, pemilihan yang diikuti Kenzi dalam pemilihan kali ini, pasti akan berjalan dengan lancar.
Tempat yang ramai memang membuat pusing kepala, namun meski begitu, tidak bisa menghapus kegembiraan di hati orang - orang.
"Ayah, ini aku."
Kenzi dengan hormat berdiri di samping ayah mertuanya dan berkata. Pada saat itu, ayah mertua berhenti sejenak dan menatapnya dengan dingin.
"Maaf saya terlambat."
"Lupakan, kamu pergilah ke belakang dan tunggu aku." Ayah mertuanya melambaikan tangannya dengan tidak sabar, lalu memalingkan mukanya, yang terlihat sangat dingin.
"Ya, Ayah ... Kalau begitu aku akan kembali ..."
Kenzi membungkuk sedikit, bersiap untuk pergi, tetapi pada saat itu, dia melihat Bradi duduk di samping ayah mertuanya.
Novel Terkait
Loving Handsome
Glen ValoraPernikahan Tak Sempurna
Azalea_Inventing A Millionaire
EdisonPergilah Suamiku
DanisGue Jadi Kaya
Faya SaitamaKamu Baik Banget
Jeselin VelaniSiswi Yang Lembut×
- Bab 1 Akademi Kepolisian
- Bab 2 Aku Menyukaimu
- Bab 3 Pertama Kali
- Bab 4 Kegairahan
- Bab 5 Gemetar
- Bab 6 Hangat
- Bab 7 Bersemangat
- Bab 8 Basah Kuyup
- Bab 9 Senyuman Jahat
- Bab 10 Lembut
- Bab 11 Sekarang Saatnya
- Bab 12 Lesu
- Bab 13 Dimanakah Dirinya?
- Bab 14 Hancur
- Bab 15 Kamar
- Bab 16 Membuka Pintu
- Bab 17 Bertemu
- Bab 18 Di Mobil
- Bab 19 Dibawa Pergi
- Bab 20 Denyut Muda
- Bab 21 Perasaan
- Bab 22 Sederhana
- Bab 23 Tanpa Masalah
- Bab 24 Memilih
- Bab 25 Konspirasi
- Bab 26 Kematian
- Bab 27 Bunga Dan Kupu
- Bab 28 Sisi Lain
- Bab 29 Opini Publik
- Bab 30 Pemeriksaan
- Bab 31 Janjian
- Bab 32 Sadar
- Bab 33 Karena Itu Dia Sangat Tidak Peduli Lagi
- Bab 34 Di Sebuah Toko Kopi
- Bab 35 Di Jalan Yang Sepi Ini
- Bab 36 Little Riding Hood
- Bab 37 Bayangan
- Bab 38
- Bab 39
- Bab 40
- Bab 41 Indra Keenam
- Bab 42 Jatuh
- Bab 43 Tertarik
- Bab 44 Baik
- Bab 45 Karena Dia
- Bab 46
- Bab 47
- Bab 48
- Bab 49 Kejam
- Bab 50 Cinta
- Bab 51 Orang Yang Kucintai Adalah Dirimu, Vania
- Bab 52 Kamu Benar-Benar Pendosa
- Bab 53 Dia Adalah Wanita Yang Paling Dia Cintai
- Bab 54 Ya, Aku Juga Sangat Merindukanmu
- Bab 55 Rasa Cinta Yang Memudar
- Bab 56 Kebenaran
- Bab 57 Hujan
- Bab 58 Benar
- Bab 59 Kebencian
- Bab 60 Kebenaran
- Bab 61 Tidak Tahu Bagaimana Caranya Menghadapi Situasi
- Bab 62 Pertarungan Malam Yang Panjang
- Bab 63 Kamu Berbohong
- Bab 64 Fakta
- Bab 65 Fakta Lain
- Bab 66 Akhir Kisah
- Bab 67 Tamat