Cintaku Pada Presdir - Bab 35 Mati Di Tempat
Bab 35 Mati Ditempat
Cheng Jinshi tidak bersuara, raut wajahnya karena tertutup cahaya. Tanpa banyak bertanya, aku langsung membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
Aku kaget karena dia tiba-tiba memelukku dari belakang. Aku kemudian bicara dengan nada tidak bersahabat: “Lepaskan aku.”
Aku sebenarnya tidak menolak bersentuhan dengannya, tapi aku tahu dengan jelas hubungan kita sekarang.
Karena kita sudah putus hubungan, maka sebaiknya tidak perlu untuk berhubungan lagi.
Dia memeluk pinggangku dengan satu tangan, dan satu tangannya lagi menutup pintu. Suaranya serak karena baru saja merokok: “Biarkan aku memelukmu sebentar saja.”
Aku bisa menebak kenapa dia tiba-tiba berbuat demikian. Karena itu aku membiarkan dia memelukku dan berkata dengan datar: “Apakah Song Jiamin sudah ditangkap polisi?”
Waktu itu dia juga berbuat demikian kepadaku saat dia melihat sisi lain dari Song Jiamin.
Mungkin aku hanyalah tempat dia mencari ketenangan saat hatinya terluka. Sungguh sangat menyedihkan.
Tidak ada arti laiinnya baginya.
Nafasnya tidak teratur dan dia pun melepaskan aku: “Apa kamu yang melakukannya?”
Aku kembali bebas bergerak. Saat mendengar pertanyaannya, hatiku terasa sakit. “Benar, aku yang melakukannya.”
Tatapannya sulit dimengerti, dia bicara dengan suara berat: “Kamu jangan pedulikan hal ini.”
“Kenapa?” Aku sangat marah, suaraku meninggi. “Dia telah membunuh Ibuku!”
Aku boleh mengalah pada hal lain, tapi tidak untuk hal ini.
Dia harus membayar harga karena telah membunuh Ibuku.
“Masalah ini sangat rumit. Kamu dengarkan nasihatku, jangat ikut campur lagi .” Dia berkata dengan sopan padaku.
Apa pun yang dia katakan, bagiku sekarang dia sedang membantu Song Jiamin lepas dari masalah.
Aku mencibir: “Cheng Jinshi, dia telah membunuh orang. Jika kamu masih tidak rela, lebih baik kamu memintanya untuk bertobat saja? Mengakui dosa yang telah dia lakukan, dengan begitu hukumannya akan lebih ringan bukan?”
Raut wajahnya memburuk dan suaranya semakin berat: “Aku tidak sedang membantunya keluar dari masalah. Dia harus membayar harga jika memang bersalah. Tapi, kamu jangan ikut campur lagi. ”
Aku mengerti apa maksud kalimat yang dia ucapkan, jika memang dia yang melakukan...
Sepertinya, pria ini tidak sepenuhnya percaya padaku.
Aku tidak mau berdebat dengannya tentang hal ini lagi, yang pasti aku sudah menyerahkan buktinya pada polisi . Sisanya tidak ada yang bisa mengendalikannya.
Aku menutup mataku dan setelah emosiku stabil, aku memerintahkan dia: “Aku berharap kamu dapat melakukannya. Aku sudah lelah, aku pergi dulu.”
Selesai bicara, aku langsung pergi tanpa mempedulikannya. Aku kembali ke kamar dan menutup pintu.
Aku berbaring di ranjang dan membebaskan pikiranku. Tiba-tiba aku sadar, tidak mudah bagiku untuk dapat membalas dendam padanya, tapi aku sekarang tidak mempunyai semangat untuk melanjutkan hidup lagi.
Setelah beberapa waktu, terdengar suara pintu di tutup, dia akhirnya pergi.
Aku beranjak ke dapur dan merebus mie. Hatiku terasa sakit melihat gelas kertas yang penuh dengan puntung rokok saat melewati ruang tengah, aku tidak tahu kenapa.
Aku sedih karena melihatnya merokok seperti ini atau karena dia membela Song Jiamin?
Setelah masalah ini selesai, aku dapat melewati hari-hariku dengan tenang. Kesibukan terasa istimewa bagiku.
Aku sibuk menjadi asisten Zhou Ziyun, ditambah lagi dengan proyek tender, semua itu membuatku pusing tujuh keliling.
Tapi hari-hariku terlewati dengan sangat berarti.
Kupikir hari-hariku akan dilewati dengan tenang. Saat beristirahat di rumah, aku mendapat telepon dari pengacara Song Jiamin, dia ingin berjumpa denganku.
Hukumannya sudah keluar, hari ini dia akan dipindahkan dari kantor polisi ke dalam penjara.
Aku penasaran kenapa Song Jiamin ingin berjumpa denganku. Aku mengganti bajuku dan berangkat ke kantor polisi.
Wajahnya terlihat kelelahan. Melihatku datang, dia tersenyum. Senyumnya penuh dengan kepahitan dan kebencian.
Aku duduk tanpa mempedulikannya dan bertanya: “Kenapa kamu mau berjumpa denganku?”
Dia melihatku: “Aku ingin berjumpa denganmu, sepertinya banyak hal yang mau kamu katakan padaku.”
Aku tidak ingin mendengar omong kosongnya. Aku berdiri dan berkata: “Tidak ada. Jika tidak ada yang mau kamu bicarakan lagi, aku akan pergi sekarang, aku sangat sibuk.”
“Kamu percaya hanya aku saja yang terlibat dalam pembunuhan Ibumu?”Dia bertanya dengan penuh makna.
Aku memperlambat langkahku. Aku ragu apakah harus menjawab pertanyaannya. Sepertinya memang masih ada orang lain yang terlibat.
Aku berkata dengan pelan: “Song Jiamin, buktinya sudah terkuak, apakah aku masih tidak percaya juga?”
Dia meminta pengacaranya agar aku dapat bertemu dengannya, itu berarti ada hal yang ingin dia bicarakan. Walaupun aku tidak bertanya, dia akan mengatakannya sendiri padaku.
Dia tersenyum kecil: “Apakah kamu merasa menang telah memenjarakanku? Kamu tetap saja tidak punya apa-apa. Menurutmu mengapa Linzhi tiba-tiba memberikan anjing kecil Xiao Bao, mana ada hal yang kebetulan seperti ini.”
Aku kaget: “Apa maksudmu?”
Masalah keguguran, aku tidak pernah berpikir ini adanya hubungannya dengan Ibu mertuaku. Aku merasa dia hanya kebetulan saja memberikan seekor anjing pada Song Jiamin, dan kesempatan ini dipakai olehnya.
Song Jiamin mencibir dan melihatku: “Dia tahu kamu punya riwayat alergi hewan peliharaan. Aku tidak menyangka dia bahkan lebih membenci anak dalam kandunganmu dari padaku.”
Alam bawah sadarku tidak mempercayai hal ini. Walaupun Linzhi pernah memintaku keluar dari keluarga Cheng, tapi setelah itu dia tidak pernah melakukan apa-apa lagi.
Berdasarkan perkataan Song Jiamin, Linzhi terus memikirkan cara untuk membunuh bayi dalam kandunganku.
Tapi, aku mengandung anak Cheng Jinshi, mengapa dia berbuat demikian...
Aku semakin merasa ini tidak mungkin: “Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan keluarga Cheng, kamu tidak perlu mengadu domba lagi.”
Dia berkata dengan tenang: “Aku tidak bisa berbuat apa-apa jika kamu tidak percaya. Baiklah, aku sudah mengatakan semuanya.”
Aku melihatnya dengan dingin: “Karena kamu sudah selesai bicara, maka sekarang giliranku bertanya padamu:Apa yang kamu katakan pada Ibuku? ”
Dadaku sesak mengingat hal ini. Aku tidak bisa membayangkan kondisi Ibuku pada saat itu.
“Aku tidak bicara apa-apa, apa kamu percaya?” Dia meregangkan tubuhnya dan bicara dengan malas.
Aku tidak kaget dengan jawabannya dan berkata: “Katakan yang sebenarnya padaku, aku akan menukarnya dengan satu hal denganmu, terkait Xiao Bao.”
Dia terdiam sejenak: “Apa yang ingin kamu katakan?”
Aku berdiri dan berbisik ke telinganya, dan duduk perlahan.
Dia melihatku dengan galak: “Apa Fengzhe yang mengatakan hal ini padamu?”
Aku menggelengkan kepala: “Bukan, aku yang menebaknya.”
Aku menipunya, tapi reaksinya membuatku tahu tebakanku itu benar.
Dia menunduk dan berpikir sejenak kemudian mengakuinya: “Aku hanya berkata pada Ibumu demikian: jika Ibumu meninggal, aku akan mempertimbangkan untuk keluar dari hubungan kalian berdua.”
Aku kaget dan mataku terasa perih. Aku meneteskan air mata dan berkata padanya: “Song Jiamin, dasar orang gila! Apa kamu tidak punya hati, apa kamu tidak ingat bagaimana Ibuku memperlakukanmu?”
Ibuku kasihan padanya karena kehilangan Ibunya sejak kecil, makanya Ibuku memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia selalu membelikan untuknya apa yang aku punya dan membawanya liburan bersama.
Dan dia melupakan semua hal ini.
Dia tersenyum dengan dingin: “Apakah menurutmu dia baik padaku? Apa yang dia lakukan hanya membuatku semakin menyadari bahwa aku tidak punya Ibu. Kamu adalah anak kesayangannya, dan dia hanya kasihan padaku! ”
Otakku berdengung, tidak kusangka dia berpikir demikian..
Aku lupa kenapa aku pergi dari kantor polisi, aku hanya ingat saat pergi Song Jiamin tertawa dengan aneh.
Baru sampai di depan pintu perumahan, telepon genggamku berbunyi. Aku mengangkatnya dan terdengar suara dari dalam: “Nona Ning, saya dari kantor polisi. Setelah kamu pulang dari kantor polisi, Song Jiamin bunuh diri dan langsung meninggal di tempat. Kami meminta Anda untuk datang kembali ke kantor polisi untuk melakukan wawancara.”
Novel Terkait
You're My Savior
Shella NaviWaiting For Love
SnowUnplanned Marriage
MargeryHalf a Heart
Romansa UniverseHidden Son-in-Law
Andy LeeMy Charming Wife
Diana AndrikaMi Amor
TakashiKisah Si Dewa Perang
Daron JayCintaku Pada Presdir×
- Bab 1 Keributan Dalam Pesta Pernikahan
- Bab 2 Pertemuan Mendadak
- Bab 3 Identitas Yang Cukup Mengejutkan
- Bab 4 Kamu Telah Melewati Batas
- Bab 5 Ingin Melahirkan Anak
- Bab 6 Anak Mereka
- Bab 7 Akulah Orang Luar
- Bab 8 Bercerailah
- Bab 9 Pelampiasan dari Efek Alkohol
- Bab 10 Rahasia Song Jiamin
- Bab 11 Keributan Makan Malam
- Bab 12 Rusaknya Rem Mobil
- Bab 13 Apakah Kalian Pernah Melakukannya
- Bab 14 Pemberitahuan Berbahaya
- Bab 15 Aku Hamil
- Bab 16 Perceraian
- Bab 17 Aborsi
- Bab 18 Waktu Mengubah Semuanya
- Bab 19 Percintaan Mereka Yang Dalam Dan Kental
- Bab 20 Tamparan Balasan
- Bab 21 Uang Ini Cukup?
- Bab 22 Jinshi, Apakah kamu Percaya
- Bab 23 Jangan Jadikan Aku Pengganti
- Bab 24 Sengaja Ditabrak
- Bab 25 Menutupi Kemaluan Dengan Kemarahan
- Bab 26 Hubungan Apa Dengan Dia
- Bab 27 Terpergok Berzinah
- Bab 28 Ancaman
- Bab 29 Diam-Diam Mengangkat Teleponku
- Bab 30 Kehilangan Anakku
- Bab 31 Kamu Berencana Menukarnya dengan Apa
- Bab 32 Fakta Tentang Kematian Ibu
- Bab 33 Selingkuhan atau Kekasih?
- Bab 34 Mendapatkan Bukti
- Bab 35 Mati Di Tempat
- Bab 36 Dia Telah Kembali
- Bab 37 Temani Aku Tidur
- Bab 38 Hanya Kamu yang Menginginkanku
- Bab 39 Dia Tidak Boleh Berhasil
- Bab 40 Mendapatkan Kemalangan
- Bab 41 Pelacur Sok Suci
- Bab 42 Pemimpin Baru Proyek
- Bab 43 Pasangan Serasi
- Bab 44 Wanita Terbuang
- Bab 45 Tidak Mengizinkan
- Bab 46 Tidak Bisa Menyaingi
- Bab 47 Mengancam
- Bab 48 Mimpi Buruk Yang Tak Bisa Disingkirkan
- Bab 49 Merindukanmu
- Bab 50 Kakekku Pingsan
- Bab 51 Kakaknya Song Jiamin
- Bab 52 Rela Menunggu
- Bab 53 Merendahkan Dirinya Sendiri
- Bab 54 Dia Bukannya Tidak Pernah Menipu Aku
- Bab 55 Kenapa Bisa Begitu Kejam
- Bab 56 Cepat Atau Lambat Akan Menjadi Keluarga
- Bab 57 Ancaman Dari Ning Zhenfeng
- Bab 58 Kehidupan Dan Kematianmu.
- Bab 59 Kapan Kamu Bisa Mempercayaiku Sekali?
- Bab 60 Marah dan Sakit Hati
- Bab 61 Lelucon Ini Tidak Lucu
- Bab 62 Terserah Kamu Percaya Atau Tidak
- Bab 63 Siapapun Jangan Ada Yang Berharap Bisa Hidup Dengan Tenang
- Bab 64 Cheng Jin Shi, Aku Membencimu
- Bab 65 Mari Kita Bicara
- Bab 66 Meninggalkan Kota Nan
- Bab 67 Kakak Sepupumu Di Ranjangku
- Bab 68 Duri Dalam hati
- Bab 69 Siapa Yang Kamu Pilih
- Bab 70 Bukti Meyakinkan
- Bab 71 Aku Percaya Padamu
- Bab 72 Kita Masih Bisa Punya Anak
- Bab 73 Selangkah Menuju Kebenaran
- Bab 74 Pembunuhnya Adalah Dia
- Bab 75 Berbalik Memfitnahku
- Bab 76 Zhou Ziyun Menyelamatkanku
- Bab 77 Dia Dari Awal Sudah Membenciku
- Bab 78 Aku Benar Tidak Menyentuhmu
- Bab 79 Emosi
- Bab 80 Tuduhan Kejahatan Ini Sekalian Dihitung
- Bab 81 Apakah Semua Kebaikanmu Itu Palsu
- Bab 82 Salahkan Dirinya Sendiri
- Bab 83 Ning Xi Kamu Tidak Akan Bisa Melarikan Diri
- Bab 84 Memberikan Segala Yang Kamu Suka
- Bab 85 Berakhir Hari Ini
- Bab 86 Aku yang Membocorkan Desain
- Bab 87 Aku Bisa Memperbaiki Kesalahanku
- Bab 88 Kamu Sudah Dipecat
- Bab 89 Anakmu Segera Mempunyai Ibu Tiri
- Bab 90 Tuan Zhou Baik Pada Pacarnya
- Bab 91 Kembalikan Kunci Itu Kepadaku
- Bab 92 Orang Yang Ingin Aku Nikahi Hanya Kamu
- Bab 93 Buktikan Dulu Kepadaku
- Bab 94 Hari Ching Ming
- Bab 95 Pemilik Sebenarnya Adalah Cheng Jinshi
- Bab 96 Menyimpan Selingkuhan
- Bab 97 Dua garis
- Bab 98 Benar, Tetapi Tidak Ada Hubungannya Denganmu
- Bab 99 Juga Memberimu Kesempatan
- Bab 100 Ingin Menjadi Ayah Anak Orang Lain
- Bab 101 Identitas Tuan Fu
- Bab 102 Waspada Terhadap Nyonya
- Bab 103 Apa Hubunganmu Dengan Lin Zhi?
- Bab 104 Melihat Orang Lain Melalui Diriku.
- Bab 105 Aku Ingin Menikah Denganmu, Maukah Kamu Menikah Denganku ?
- Bab 106 Mana Mungkin Ada Jika
- Bab 107 Karena Uang
- Bab 108 Diduga Membunuh Kakek
- Bab 109 Bantuan Dalam Investigasi
- Bab 110 Ayo, Kita Pulang Rumah
- Bab 111 Benarkah Bisa Memulai Dari Awal
- Bab 112 Coba Saja !
- Bab 113 Satu Orang Bersedia Untuk Mencintai Dan Satu Orang Lainnya Rela Untuk Dicintai
- Bab 114 Pelanggan Jinshi
- Bab 115 Jam Tujuh, Aku Menunggumu
- Bab 116 Dia Sangat Cocok Denganmu, Dan Aku Juga Sangat Menyukainya
- Bab 117 Satunya Sedang Ribut, Satunya Sedang Tertawa
- Bab 118 Kamu Harus Keluar Dengan Selamat
- Bab 119 Sekali Berani Membuka Mulut, Maka Sudah Tidak Ada Jalan Kembali
- Bab 120 Sebagai Balasan
- Bab 121 Semakin Panik, Semakin Bingung
- Bab 122 Aku Bukan Orang Yang Ada Di Hatinya
- Bab 123 Kamu Jangan Berpikir Mau Mengambil
- Bab 124 kamu Tidak Perlu Mengkhayal Aku Sebagai Musuh Cintamu
- Bab 125 Di Dunia Ini Ternyata Ada Ayah Seperti Dirimu
- Bab 126 Satu Keluarga yang Tidak Waras!
- Bab 127 Kamu Ingin melepaskan Proyek Ini?
- Bab 128 Jika Aku Adalah Kamu, Aku Lebih Baik Pergi Mati Saja.
- Bab 129 Apakah Kamu Hamil?
- Bab 130 Menggugurkan Anak
- Bab 131 Dia Memeluk Seorang Anak
- Bab 132 Menikah Kembali Adalah Pertunjukkan Tunggalku
- Bab 133 Meskipun Lautan Api, Aku Juga Harus Pergi
- Bab 134 Suamimu Tampan Sekali
- Bab 135 Semua Pesan Anonim Dikirim Olehnya
- Bab 136 Sesuatu Terjadi Pada Zhou Ziyun
- Bab 137 Kembali Ke Keluarga Cheng
- Bab 138 Ibu Akan Membawamu Pulang
- Bab 139 Pulanglah Denganku?
- Bab 140 Mencintaimu? Jangan Bermimpi!
- Bab 141 Pernikahan Kontrak
- Bab 142 Berdasarkan Apa Aku Menarik Tuntutan
- Bab 143 Dihukum Mati
- Bab 144 Kamu Benar-Benar Harus Berterima Kasih Kepada Kakak Yu Min
- Bab 145 Apakah Kamu Sudah Selesai Memarahi Aku?
- Bab 146 Apakah Begitu Memalukan
- Bab 147 Tidak Mengerti Apa Yang Sedang Dia Pikirkan
- Bab 148 Sudah Merepotkanmu Mengantar Suamiku Pulang
- Bab 149 Bertemu Shen Yanting Untuk Pertama Kalinya
- Bab 150 Aku Adalah Suamimu!
- Bab 151 Semakin Dijelaskan, Semakin Ditutupi Semakin Terkuak
- Bab 152 Memang Berbeda Seperti Bumi Dan Langit
- Bab 153 Kelinci Kalau Marah Juga Bisa Gigit Orang
- Bab 154 Apa Khawatir Dia Cemburu?
- Bab 155 Tetap Saja Disapu Keluar
- Bab ke-156 Setidaknya hati ini tidak resah jika tidak melihatnya
- Bab ke-157 Menjual Seumur Hidupku Lagi Untukmu?
- Bab ke-158 Seumur hidup ini kamu tidak akan bisa kabur kemanapun
- Bab 159 Apakah kamu tidak merasa dia mirip seseorang
- Bab 160 Ingin Menggantikan Orang Kesayanganmu Untuk Kecewa?
- Bab 161 Ya, Ini Adalah Rumah Kalian
- Bab 162 Cheng Jinshi, Sampai Jumpa di Biro Urusan Sipil
- Bab 163 Aku Sengaja Membawa Pergi!
- Bab 164 Ketakutan Akibat Dugaan yang Salah
- Bab 165 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Aku
- Bab 166 Aku sama sekali tidak percaya
- Bab 167 Aku Lihat Siapa Yang Berani
- Bab 168 Menggoda Pria Mana Pun
- Bab 169 Tante, itu karena dia pantas ditampar
- Bab 170 Tidak Ingin Berjalan Di Atas Es Tipis Lagi
- Bab 171 Ini Adalah Calon Istriku
- Bab 172 Kamu Juga Harus Bahagia
- Bab 173 Kita Bukanlah Orang Yang Sama
- Bab 174 Semua Sudah Berubah Menjadi Lelucon
- Bab 175 Ancaman Dirinya
- Bab 176 Aku Tidak Tertarik
- Bab 177 Aku Hanya Sekedar Ingin Membantumu
- Bab 178 Sekarang Aku Memberikan Kesempatan Padamu
- Bab 179 Aku Sangat Menyukai Dirimu yang Begitu Munafik
- Bab 180 Sangat Mengejutkan
- Bab 181 Mungkin Akan Meninggal
- Bab 182 Apakah Kamu Sudah Puas Sekarang?
- Bab 183 Lemah Dengan Perlakuan Lembut
- Bab 184 Haruskah Kamu Mengucapkan Kata-Kata Dengan Duri?
- Bab 185 Tidak Layak Untuk Menerimanya
- Bab 186 Petunjuk
- Bab 187 Dia Lebih Buruk Dari Wanita Jalang
- Bab 188 Harapan yang Dikancingkan Padaku
- Bab 189 Memberi Kompenassi 100 Miliar
- Bab 190 Kamu Harus Ingat Siapa Dirimu!
- Bab 191 Protagonis Dalam Cerita Itu Adalah Aku
- Bab 192 Apakah Kamu Sudah Cukup Dengan Permainanmu?
- Bab 193 Dia Mencabut Gugatan, Kita Mengajukan Gugatan
- Bab 194 Menjauhlah Dari Tunanganku!
- Bab 195 Aku Telah Diikuti Oleh Seseorang Selama 24 Jam
- Bab 196 Aku Pasti Tidak Akan Melepaskanmu!
- Bab 197 Tanda Tangani Itu, Aku Baru Biarkan Kamu Pergi
- Bab 198 Sangat Marah
- Bab 199 Melihat Sedikit Harapan Kemenangan
- Bab 200 Sedangkan Aku, Juga Tidak Ingin Menyesuaikan Kamu Lagi
- Bab 201 : Yang Penting Kamu Tidak Merasa Malu
- Bab 202 Menurutku Dia Seperti Nenek Moyang!
- Bab 203 Cepat Atau Lambat Akan Membuatmu Kehilangan Segalanya
- Bab 204 Tetapi Aku Memiliki Satu Syarat
- Bab 205 Seperti Mimpi Yang Langsung Menghilang Dalam Sekejap
- Bab 206 Sungguh Bagus Sekali Rencana Kalian
- Bab 207 Aku Sangat Merindukanmu
- Bab 208 Mungkin Berakibat Fatal
- Bab 209 Kamu Pergi Mati Saja
- Bab 210 Aku Kira Kamu Tidak Akan Datang
- Bab 211: Makan Bersama Ini, Tidaklah Sesederhana Itu
- Bab 212: Aku Merasa Darahku Menjadi Dingin
- Bab 213: Tidak Ada Jalan Yang Bisa Ditempuh Lagi
- Bab 214: Berbisnis Seperti Di Medan Perang
- Bab 215 Aku Mengatakan Suruh Kamu Pergi
- Bab 216: Apakah Ada Masalah Yang Kamu Sembunyikan Dariku
- Bab 217 Aku Tidak Bisa Membiarkan Apa Yang Dia Inginkan Terjadi
- Bab 218 Dalam Satu Detik Menampar Wajah
- Bab 219 Sayang, Selamat Ulang Tahun
- Bab 220 Maaf Aku Terlambat Pulang
- Bab 221 Aku Tidak Perlu Kamu Bekerja Terlalu Keras
- Bab 222 Tangan Memanas
- Bab 223 : Mungkinkah Kamu Yang Melakukannya
- Bab 224 : Karena Ada orang Melakukan Terlalu Banyak Hal Buruk
- Bab 225 Membayar Dengan Harga Yang Menyakitkan
- Bab 226 Membuatku Tidak Bisa Lari Kemanapun
- Bab 227 Semuanya Tidak Benar
- Bab 228 Percayakah Kamu?
- Bab 229 Apakah Kamu Tidak Punya Hati?
- Bab 230 Siapakah Orang Itu
- Bab 231 Apakah Kamu Tidak Merasa Dirimu Munafik?
- Bab 232 Pasti Ada Yang Salah
- Bab 233 Serigala Di Depan, Harimau Di Belakang
- Bab 234 Percobaan
- Bab 235 Permintaan Maaf Hanya Alasan Saja
- Bab 236 Pertentangan Ini Tidak Baik Bagi Semua Orang
- Bab 237 Jangan Kamu Berharap Ada Lain Kali
- Bab 238 Apakah Kamu Bisa Menukar Pria Yang Kamu Sukai
- Bab 239 Memiliki Hubungan
- Bab 240 Akankah Kamu Bersama Dengannya?
- Bab 241 Semuanya Terlalu Dramatis
- Bab 242 Sekarang, Sudah Tidak Penting
- Bab 243 Kalau Aku Menginginkannya
- Bab 244 Bagaimana Aku Bisa Tenang
- Bab 245 Semakin Ditakutkan Semakin Menjadi Kenyataan
- Bab 246 Dia Keguguran
- Bab 247 Bagaimana Jika Aku Menikah Dengannya?
- Bab 248 Kembali Untuk Memberikanmu Sebuah Hadiah
- Bab 249: Membalikkan Semua Argumen
- Bab 250: Aku Adalah Jimat Perlindunganmu
- Bab 251 Tidak Baik Jika Dilihat Oleh Pacarmu